Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Sosial

Bakpia Day 2024 Memotret Kekayaan Budaya Nusantara

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
8 Desember 2024
A A
Bakpia Day 2024 Memotret Kekayaan Budaya Nusantara.MOJOK.CO

Bakpia Day 2024 Memotret Kekayaan Budaya Nusantara (Mojok.co/Ahmad Effendi)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Para pengusaha bakpia di Ngampilan Jogja menggelar Bakpia Day 2024 di lahan bekas Pabrik Tegel Kunci, Ngampilan, Kota Jogja. Acara ini merupakan agenda tahunan dan sudah menjadi penyelenggaraan yang ke-12 kalinya.

Pada tahun ini, Bakpia Day mengangkat tema “Tantra Dita Raya”. Menurut Lurah Ngampilan, Istikhomah, secara harafiah tema tersebut merujuk pada kalimat “kehangatan tradisi citarasa budaya”. Hal tersebut selaras dengan semangat penyelenggaraan tahun ini, di mana keberagaman nusantara ditonjolkan.

Iklan

“Pada tahun ini kami ingin menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara yang kaya. Keberagaman ini yang ingin kami tampilkan dalam rangkaian acara Bakpia Day,” kata Istikhomah saat ditemui Mojok di sela-sela acara, Sabtu (7/12/2024).

Bakpia Day 2024.MOJOK.CO
Keragaman budaya nusantara ditonjolkan dalam Bakpia Day 2024 (Mojok.co/Ahmad Effendi)

Berdasarkan pantauan Mojok, sejak siang masing-masing kontingen yang mewakili RW di Ngampilang menampilkan display. Keragaman budaya terlihat pada masing-masing penampilan. 

Misalnya, beberapa RW ada yang menampilkan tarian-tarian tradisional Jawa yang dipadukan dengan musik kontemporer. Ada juga display tarian tradisional daerah lain di Indonesia. Lebih unik lagi, ada yang menampilkan pertunjukkan cowboy khas budaya country club asal Amerika Serikat.

Bakpia Day 2024.MOJOK.CO
Unik! Para penampil juga unjuk gigi dengan tarian musik country asal Amerika (Mojok.co/Ahmad Effendi)

Pertunjukan ditutup dengan aksi RW 13 Desa Ngampilan yang menampilkan tarian Barongsai khas negeri Tiongkok.

Anak muda yang semakin peduli 

Melalui rangkaian acara di Bakpia Day 2024 ini, Istikhomah juga berharap bahwa anak-anak muda di Jogja, khususnya Desa Ngampilan semakin peduli dengan bakpia. Bagi dia, bakpia bukan hanya sekadar produk, tapi juga peninggalan sejarah yang wajib dilestarikan.

“Secara industri, banyak orang di Desa Ngampilan ini terbantu dengan adanya bakpia,” kata dia.

“Tapi jangan lupa, bakpia ini juga punya sejarah panjang. Budaya Tiongkok dan Jawa bersatu dalam makanan ini. Jadi bakpia bukan cuma sekadar makanan,” imbuhnya.

Bakpia Day 2024.MOJOK.CO
Partisipasi anak muda meningkat di Bakpia Day 2024. (Mojok.co/Ahmad Effendi)

Maka dari itu, Istikhomah pun senang karena dalam penyelenggaraan Bakpia Day 2024 ini, banyak anak muda berpartisipasi. Dari segi kepanitiaan, 80 persen diisi oleh pemuda Desa Ngampilan. Begitu pula dengan para pengunjungnya, yang jika tahun-tahun sebelumnya didominasi orang tua, kini banyak wajah-wajah anak muda yang hadir.

“Harapannya, bakpia bisa terus dilestarikan, baik secara industri maupun tradisi budaya. Kalau bukan yang muda-muda yang meneruskan, siapa lagi,” tukasnya.

Pembagian 10 ribu bakpia

Selain penampilan display dari masing-masing RW di Desa Ngamilan, Jogja, digelar pula pawai keliling desa. Kirab ini diikuti oleh para peserta display. Banyak anak-anak, orang tua, dan anak muda berpartisipasi. Dalam kirab ini juga, para peserta membagikan bakpia kepada masyarakat sekitar.

Ketua Panitia Bakpia Day 2024, Edi Haryono, menjelaskan Bakpia Day 2024 menggandeng para perajin bakpia dari empat paguyuban dengan total 115 anggota. Bahkan, menurutnya ada total ada 10.000 bakpia yang dibagikan kepada masyarakat.

Sebagian dibagikan dalam kegiatan pawai yang melewati Jalan Letjen Suprapto, Jalan Ahmad Dahlan, Jalan Bhayangkara dan kembali berakhir di Jalan KS Tubun. Sementara sebagian bakpia lainnya dibentuk dalam bentuk gunungan dan direbutkan oleh masyarakat. 

Iklan

Menurut Edi, kegiatan ini menjadi bagian dari rasa syukur para perajin bakpia kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Harapannya agar usaha bakpia bisa lebih maju lagi, bagus lagi ke depannya, laris, jangan sampai bakpa yang ada di Pathuk ini nanti tergerus oleh bakpia lain yang bukan asli dari Pathuk Ngampilan,” tegasnya, kemarin.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA Ragam Kuliner Khas Jogja yang Jadi Sajian Delegasi ASEAN Tourism Forum 2023

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 8 Desember 2024 oleh

Tags: bakpiabakpia 25bakpia day 2024bakpia pathukJogjaNgampilan
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

kerja, lulusan SMA di keluarga penuh sarjana.MOJOK.CO
Sehari-hari

Cerita Lulusan SMA yang Berhasil Mapan Tanpa Ijazah S1, tapi Diam-Diam Menyesalinya dan Merasa Iri pada Sarjana

21 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tuan rumah “1st Asian Gym for Life Challenge 2026” 1. MOJOK.CO
Kabar

Jogja Jadi Tuan Rumah Lomba Gym se-Asia usai Thailand Mundur, Semua Kalangan Bebas Ikut Tanpa Beban Menang-Kalah

20 Juli 2026
Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO
Sehari-hari

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026
Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa "Mungkin Ada Benarnya" ke Jogja.mojok.co
Hiburan

Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa “Mungkin Ada Benarnya” ke Jogja

16 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Konten Kreator Perjalanan dapat pelajaran hidup di Lombok. MOJOK.CO

Konten Kreator Perjalanan Nyaris Luntang-lantung karena Tak Punya Uang, Malah Menangis Saat Meninggalkan Lombok

21 Juli 2026
TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana MOJOK.CO

TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana

17 Juli 2026
Anak miskin di Yogyakarta masuk Sekolah Rakyat. MOJOK.CO

Saat Kemiskinan Memaksa Anak Lebih Dewasa sebelum Waktunya, Sekolah Rakyat Jadi Pilihan Satu-satunya

20 Juli 2026
Pom mini warung madura kini jadi solusi di tengah antrean panjang SPBU yang tidak masuk akal MOJOK.CO

Strategi Hindari Antrean SPBU Tak Efektif Lagi, Isi Bensin di Pom Mini Warung Madura Jadi Solusi Asal Tak Pakai Logika Takaran

18 Juli 2026
Kita Membeli Sabun karena Wanginya, Bukan karena Tahu Kandungannya MOJOK.CO

Kita Membeli Sabun karena Wanginya, Bukan karena Tahu Kandungannya

18 Juli 2026
Kerjabilitas, Jembatan bagi Pencari Kerja Difabel Menembus Tembok Diskriminasi Industri.MOJOK.CO

Kerjabilitas, Jembatan bagi Pencari Kerja Difabel Menembus Tembok Diskriminasi Industri

17 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.