Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Sosial

Bukan Permintaan Prabowo, Ini Penjelasan Pengelola soal Pemasangan Stairlift di Candi Borobudur

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
27 Mei 2025
A A
candi borobudur.MOJOK.CO

Bukan Permintaan Prabowo, Ini Penjelasan Pengelola soal Pemasangan Stairlift di Candi Borobudur (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

InJourney memastikan pemasangan tangga angkut (stairlift) di Candi Borobudur bukan atas permintaan Prabowo, melainkan sudah masuk ke dalam rencana jangka panjang pengelola. Mereka juga memastikan pemasangan stairlift tak akan merusak situs budaya warisan budaya dunia itu.

***

Direktur Utama PT Aviasi Pariwisata Indonesia atau InJourney, Maya Watono, memastikan tak ada permintaan khusus dari Presiden RI Prabowo Subianto terkait rencana pemasangan stairlift di Candi Borobudur.

Sebelumnya, publik menduga rencana pemasangan tangga angkut–yang bebarengan dengan kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Kamis (29/5/2025)–merupakan “permintaan khusus” dari Prabowo untuk mempermudah akses naik candi.

Namun, Maya menegaskan kalau stairlift di Candi Borobudur bakal menjadi sarana permanen, baik untuk wisatawan umum maupun Bhikkhu yang hendak beribadah. Adanya stairlift ia sebut sebagai bagian dari rencana, alih-alih ada request khusus.

“Kami memastikan ini bukan bagian dari request khusus,” kata Maya saat ditemui di Borobudur, Selasa (27/5/2025). “Pemasangan stairlift sudah menjadi rencana jangka panjang pengelola, dan harapannya fasilitas itu dapat berkelanjutan serta bisa dinikmati juga oleh pengunjung lain.”

stairlift di candi borobudur.MOJOK.CO
Dirut InJourney Maya Watoni memberikan penjelasan mengenai rencana pemasangan stairlift di Candi Borobudur kepada awak media. (Mojok.co/Ahmad Effendi)

Pemasangan stairlift di Candi Borobudur tidak merusak batuan candi

Maya menambahkan, adanya stairlift di Candi Borobudur tidak akan menimbulkan kerusakan pada batuan candi. Nantinya, tangga angkut itu hanya bakal dipasang di satu (dari empat) pintu yang ada di candi, yakni pintu selatan.

“Kami tidak pakai paku, bor, atau melakukan penetrasi terhadap batu candi. Jadi kami menjamin tak akan menimbulkan kerusakan,” ujarnya.

Ia melanjutkan, stairlift yang dipasang sendiri bersifat portabel. Artinya dapat dibongkar dan dipasang ulang.

Rencana pemasangannya sendiri telah didasarkan pada standar Outstanding Universal Value (OUV) yang ditetapkan oleh Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau UNESCO. 

stairlift di candi borobudur.MOJOK.CO
Ketua DPD WALUBI Jawa Tengah Tanto Harsono (kanan) mengapresiasi rencana pemasangan stairlift di Candi Borobudur. (Mojok.co/Ahmad Effendi)

Pihaknya juga telah melakukan kajian soal stairlift itu dengan melibatkan Kementerian Kebudayaan serta Museum dan Cagar Budaya Warisan Dunia Borobudur.

“Ada nilai-nilai yang tak mungkin kami langgar. Kami berkomitmen dengan itu,” tegasnya.

Akses yang inklusif bagi pengunjung lansia dan difabel

Maya juga menjelaskan pemasangan stairlift di Candi Borobudur selaras dengan prinsip inklusivitas yang menjadi komitmen pengelola. Inklusivitas menjadi penting karena memberi jaminan kepada masyarakat untuk dapat menikmati warisan budaya tersebut tanpa diskriminasi.

“Salah satu prinsip inklusivitas adalah memudahkan akses, khususnya bagi mereka yang sudah lansia atau kelompok penyandang disabilita. Fasilitas ini memudahkan mereka berkeinginan naik candi, tapi memiliki keterbatasan,” jelasnya.

Iklan

Maya juga mencontohkan bahwa pembangunan stairlift sebagai manifestasi prinsip inklusivitas tak cuma ada di Candi Borobudur. Situs warisan budaya dunia yang berada di Yunani, Castle of Crete, bahkan sudah lebih dulu membangun ramp dan stairlift.

Angkor Wat di Kamboja juga menyediakan tangga khusus sebagai jalur dan rute yang lebih mudah diakses bagi kelompok lansia dan penyandang disabilitas.

“Kami memberi kesempatan yang sama kepada seluruh kelompok masyarakat untuk merasakan pengalaman menikmati candi.”

Pada kesempatan yang sama, Ketua DPD Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) Jawa Tengah Tanto Harsono, menyambut baik rencana ini. Menurutnya, ada banyak Bhikkhu yang berkeinginan naik ke puncak Candi Borobudur. Namun, tenaga mereka sudah tidak mampu lagi mengingat usia yang sudah lanjut.

“Dengan adanya tangga khusus ini, harapannya para Bhikkhu yang sudah berusia lanjut tetap bisa beribadah di puncak candi,” pungkasnya.

Reporter: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Cerita Seorang Muslim Ikut Menyambut Biksu Thudong di Candi Borobudur, Seperti Melihat Kyai Melaksanakan Ibadah Haji atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan.

Terakhir diperbarui pada 27 Mei 2025 oleh

Tags: borobudurcandi borobudurprabowostairlift candistairlift candi borobudur
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius Mengenal Perjuangan Rakyat Prancis MOJOK,CO
Esai

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius untuk Mengenal Perlawanan Rakyat Prancis

1 Juni 2026
Waisak 2026 di Candi Borobudur Magelang jadi momentum bagi sebuah keluarga Buddha asal Temanggung untuk meluruhkan ego diri MOJOK.CO
Eksplor

Waisak di Borobudur untuk Meluruhkan Ego Diri, Menerima Kesadaran atas Renungan “Hidup untuk Apa di Dunia Fana?”

31 Mei 2026
Arca Unfinished Buddha yang ada di Candi Borobudur. MOJOK.CO
Kilas

Ketika Patung “Cacat” Buddha di Lapangan Kenari Borobudur Justru Jadi Pusat Spiritual dan Magnet Doa Saat Waisak

27 Mei 2026
Museum Ibu Marsinah jangan berhenti sebagai simbol, tapi negara harus serius pikirkan kesejahteraan kaum buruh MOJOK.CO
Tajuk

Museum Ibu Marsinah Jangan Berhenti sebagai Simbol, Tapi Kesejahteraan Buruh Harus Benar-benar Dipikirkan

18 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kerja sama dengan Australia. MOJOK.CO

Satu Dekade Jogja dengan Melbourne Symphony Orchestra: Bukti Orkestra Nggak Melulu Kaku bahkan Bisa Dinikmati Sambil Lesehan

15 Juli 2026
Kita Membeli Sabun karena Wanginya, Bukan karena Tahu Kandungannya MOJOK.CO

Kita Membeli Sabun karena Wanginya, Bukan karena Tahu Kandungannya

18 Juli 2026
Yamaha Gear Ultima, Motor Underrated tapi Tangguh: Andalan Para Ibu Rumah Tangga bahkan Cocok Bagi Bikers Pecinta Touring.MOJOK.CO

Yamaha Gear Ultima, Motor Underrated tapi Tangguh: Andalan Para Ibu Rumah Tangga bahkan Cocok Bagi Bikers Pecinta Touring

12 Juli 2026
Koperasi Kelurahan di Banjarsari, Surakarta, bukukan omzet ratusan juta MOJOK.CO

Cerita Koperasi di Banjarsari Surakarta: Berawal dari Garasi, Bukukan Omzet Ratusan Juta?

12 Juli 2026
Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan MOJOK.CO

Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan

16 Juli 2026
Dugaan Korupsi Bupati Sukoharjo: Warisan Bernama Korupsi MOJOK.CO

Dugaan Korupsi Bupati Sukoharjo: Warisan Bernama Korupsi 

13 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.