Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Pendidikan

7 Kampus Tutup di Jogja 10 Tahun Terakhir, Tak Penuhi Standar hingga Melanggar Aturan

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
17 April 2023
A A
Kampus STISIP Kartika Bangsa Yogyakarta yang ditutup pemerintah. MOJOK.CO

Kampus STISIP Kartika Bangsa Yogyakarta yang ditutup pemerintah. (Hammam Izzuddin/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Selama beberapa tahun terakhir terdapat sejumlah kampus tutup di Jogja. Ada banyak alasan di balik penutupan kampus-kampus ini. Dua persoalan utamanya adalah kekurangan mahasiswa dan pelanggaran.

Pada 2023 ini, ada 104 perguruan tinggi swasta (PTS) di wilayah DIY. Perguruan tinggi ini terdiri dari beragam bentuk seperti akademi, universitas, akademi komunitas, institut, hingga sekolah tinggi.

Iklan

Di balik pertumbuhan pesat kampus di Jogja, beberapa kampus terpaksa tutup. Belum lama ini LLDIKTI menutup kampus STISIP Kartika Bangsa yang berlokasi di Jalan Gambiran no 74, Giwangan, Umbuharjo. STISIP Kartika Bangsa secara resmi ditutup pada 2 November 2022 melalui SK PT 1492DT2008,1872DT2008, 802/E/0/2022.

Tujuh kampus tutup di Jogja

Penutupan STISIP Kartika Bangsa menarik perhatian banyak kalangan. Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2Dikti) Wilayah V DIY, Aris Junaid menjelaskan penutupan STISIP Kartika Bangsa karena tidak melakukan pembelajaran secara benar dalam kurun waktu lama.

Sekolah tinggi tersebut juga tidak memiliki data mahasiswa. Jam mata kuliah dan kegiatan perkuliahan di kampus tersebut juga tidak jelas.

“Plagiarisme di kampus tersebut juga cukup parah. Kartika Bangsa masuk kategori pelanggaran berat jadi terpaksa kami tutup,” jelasnya.

Jika menilik sejarahnya, pada laman PPDIKTI tertera bahwa STISIP Kartika Bangsa berdiri sejak 20 Oktober 1987. Kampus di bawah kepemimpinan Mariman ini memiliki tiga program studi yakni S1 Ilmu Administrasi Negara, S1 Sosiologi, dan S2 Magister Administrasi Publik.

Penutupan kampus di Jogja juga sempat terjadi pada 2017 silam. LLDIKTI yang saat itu masih bernama Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) menilai ada lima perguruan tinggi tidak memenuhi standar.

Kelimanya yakni Akademi Kesejahteraan Sosial Tarakanita Yogyakarta, Akademi Teknologi Otomotif Nasional Yogyakarta, Akademi Sekretari dan Manajemen Indonesia Bantul Yogyakarta, Akademi Seni Rupa dan Desain Akseri Yogyakarta, dan Akademi Keuangan dan Perbankan YIPK Yogyakarta.

Terdapat pula kampus Politeknik PPKP yang tutup pada 2019 lalu. Keputusan penutupan tercantum pada SK 64/M/KPT/2019. Namun, belum diketahui pasti alasan Politeknik PPKP tutup.

Kondisi-kondisi perguruan tinggi yang tutup saat ini

Kampus-kampus tersebut, saat masih aktif, relatif tidak memiliki mahasiswa dengan jumlah yang banyak. Bangunan kampusnya pun tidak begitu besar.

Mojok mencoba menelusuri titik di mana kampus yang tutup 2017 silam pernah berdiri. Salah satunya di Akademi Keuangan dan Perbankan YIPK Yogyakarta pernah berdiri di Jalan Lowanu No 31 Yogyakarta. Data alamat tersebut Mojok dapatkan dari laman PPDIKTI.

Saat sampai di lokasi tepatnya, sudah tidak ada tanda bekas keberadaan kampus yang berdiri pada 10 November 1968 ini. Di tempat dengan nomor alamat yang sama, saat ini berdiri gudang sebuah perusahaan ekspedisi.

Selain itu, saya mengunjungi lokasi yang menurut data PPDIKTI merupakan alamat Akademi Seni Rupa dan Desain Akseri Yogyakarta. Letaknya di Jalan Affandi Gejayan No 5, Mrican, Caturtunggal, Sleman. Namun alih-alih kampus, di sana berdiri gedung SMA GAMA Depok Yogyakarta.

Iklan

Kampus-kampus tutup di Jogja sudah tak meninggalkan bekas lagi. Bahkan ada Akademi Teknologi Otomotif Nasional Yogyakarta yang tanahnya sudah menjadi lahan pembangunan pom bensin. Dahulu, kampus tersebut berada di Ring Road Utara.

Mengenai fenomena penutupan kampus di Jogja, Prof Edy Suandi Hamid mengatakan bahwa manajemen perguruan tinggi perlu jadi perhatian. Mantan Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (2011-2015) ini berharap kampus menghadirkan SDM yang kompeten untuk mengatasi persoalan mutu pendidikan tinggi.

“Kalau seandainya manajemen baik tentu tidak berakhir tutup. Saya melihat ada yayasan yang punya spirit. Tapi terkadang spiritnya juga salah, hanya berorientasi komersil semata,” paparnya.

Ia menegaskan bahwa setiap kampus harus menegakkan norma-norma akademik. Lalu menghidupkan budaya akademik. Tanpa kedua hal tersebut sebuah perguruan tinggi, menurutnya, tidak akan bisa bertahan.

Penulis: Hammam Izzuddin
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Menyambangi Deretan Kampus Tutup di Jogja, Merekam Kisah Bangkrut Sampai Kasus Berat dan tulisan menarik lainnya di kanal Kilas.

 

 

 

 

 

Terakhir diperbarui pada 17 April 2023 oleh

Tags: KampusKampus di Jogjakampus tutup di jogjaperguruan tinggiuniversitas
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Harga Kopi dan Ketakutan Dosen Bergelar Doktor pada Portal Error Menjelang Deadline MOJOK.CO
Esai

Harga Kopi dan Ketakutan Dosen Bergelar Doktor pada Portal Error Menjelang Deadline

25 Mei 2026
Catatan Getir Dosen Kalcer: Tampil Keren, tapi Cemas Mahasiswanya Jadi Sarjana Menganggur MOJOK.CO
Esai

Catatan Getir Dosen Kalcer: Tampil Keren, tapi Cemas Mahasiswanya Jadi Sarjana Menganggur

20 Mei 2026
Gaji Dosen Belum Sejahtera, Sekarang Prodinya Mau Ditutup Pula. Negara Ini Sebetulnya Mau Apa? MOJOK.CO
Esai

Gaji Dosen Belum Sejahtera, Sekarang Prodinya Mau Ditutup Pula. Negara Ini Sebetulnya Mau Apa?

6 Mei 2026
Jurusan kuliah di perguruan tinggi yang kerap disepelekan tapi jangan dihapus karena relevan. Ada ilmu komunikasi, sejarah, dakwah, dan manajemen MOJOK.CO
Catatan

4 Jurusan Kuliah yang Kerap Disepelekan tapi Jangan Dihapus, Masih Relevan dan Dibutuhkan di Bisnis Rezim Manapun

27 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gubernur Jawa Tengah imbau warga Jateng terbuka saat Sensus Ekonomi 2026 MOJOK.CO

Imbauan buat Warga Jateng saat Sensus Ekonomi 2026: Harus Terbuka karena Penting, Data Pribadi bakal Dijaga Kerahasiaannya

18 Juni 2026
Cuti haid: hak pekerja perempuan saat menstruasi tapi diabaikan perusahaan MOJOK.CO

Cuti Haid Jadi Hak Penting Pekerja Perempuan yang Disepelekan Perusahaan: Izinnya Ribet dengan Ancaman SP, Nyeri Mens Dicap Lebay

15 Juni 2026
Tips Membuat Utang Tidak Lagi Menjadi Beban Kehidupan MOJOK.CO

Nggak Semua Utang Itu Buruk: Cara Mendeteksi Utang yang Baik dan Tidak Menjadi Beban

15 Juni 2026
Tips Memulai Usaha Coffee Shop yang Tahan Disiksa Negara MOJOK.CO

Tips Memulai Usaha dari Mantan Lulusan CPNS yang Memilih Menyiksa Diri Menjadi Pengusaha Coffee Shop

21 Juni 2026
Untuk Jogja Menjadi Kota Wisata Rendah Emisi Karbon.MOJOK.CO

Untuk Jogja Menjadi Kota Wisata Rendah Emisi Karbon

15 Juni 2026
Rembang semakin tidak layak dicintai MOJOK.CO

Semakin Tak Punya Alasan untuk Tinggal dan Mencintai Kabupaten Rembang: Tak Beranjak ke Mana-mana, Kolotnya Dipelihara

17 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.