Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Waisak 2025: Puluhan Biksu akan “Pekikan” Perdamaian Dunia di Tanah Magelang

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
9 Mei 2025
A A
Waisak di Borobudur, Magelang. MOJOK.CO

Momentum perayaan waisak bakal di gelar di Candi Borobudur, Magelang. (Sumber: InJourney)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Ribuan umat Buddha akan memperingati hari Tri Suci Waisak 2569 BE pada Senin (12/5/2025) di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Waisak menjadi momentum reflektif yang mengajak umat memperkuat nilai-nilai kebajikan. Sesuai dengan ajaran Buddha, umat diajak mengendalikan diri, berperilaku welas asih, serta turut berkontribusi positif di lingkungan sekitarnya.

Sementara itu, peringatan hari Tri Suci Waisak 2569 BE/2025 mengangkat tema “Tingkatkan Pengendalian Diri dan Kebijaksanaan Mewujudkan Perdamaian Dunia”. Tema itu diharapkan mampu mewujudkan semangat Asta Program Prioritas Menteri Agama yakni meningkatkan kerukunan, kemanusiaan, dan menghadirkan pelayanan keagamaan.

Makna perayaan Waisak 2569 BE di Candi Borobudur, Magelang

Pembimbing Masyarakat Buddha Kementerian Agama Jawa Tengah, Karbono berharap perayaan Waisak tidak hanya menjadi momentum religius, tetapi juga bagian dari gerakan kolektif seluruh umat untuk melatih diri. Karbona berujar manusia dapat menguatkan praktik dhamma.

“Mari kita hadirkan perwujudan nilai-nilai Buddhis dalam praktik kehidupan nyata. Menciptakan ruang pertemuan antara nilai spiritual dengan aksi sosial, antara sakralitas dan kemanusiaan,” ucap Karbono, di Magelang, Kamis (8/5/2025).

“Melalui pendekatan ini, Waisak bukan hanya dirayakan secara ritualistik, tetapi menjadi sumber transformasi nyata. Sekaligus memberi manfaat bagi umat dan masyarakat luas,” lanjutnya.

Tokoh agama Bhikkhu Dhammavuddho Thera. MOJOK.CO
Tokoh agama Bhikkhu Dhammavuddho Thera dalam konferensi pers di Candi Borobudur, Magelang. (Sumber: InJourney)

Senada dengan Karbono, Tokoh agama Bhikkhu Dhammavuddho Thera berujar ajaran Sang Buddha mendorong umatnya menjaga kedamaian dan kerukanan beragama melalui Saraniya Dhamma Sutta. Ajaran tersebut mengandung enam nilai kehidupan yakni Mettakaya Kamma, Mettavaci Kamma, Mettamano Kamma, Sadharanaboghi, Silaamannata, dan Ditthisamannata. 

Mettakaya Kamma berarti menyebarkan cinta kasih melalui perbuatan, Mettavaci Kamma berarti melalui ucapan, Mettamano Kamma berarti dari pikiran. Lalu, Sadharanaboghi artinya selalu berbagi pada sesama, Silaamannata yakni menjalankan kehidupan yang bermoral, sedangkan Ditthisamannata berarti melandaskan ada pandangan akan kebenaran yang sama.

“Makna spiritual dari Waisak di kawasan Candi Borobudur tidak hanya berakar pada ritual atau seremonial semata, tetapi mencakup penghayatan mendalam terhadap ajaran Buddha yang menyentuh dimensi batin, kesadaran, dan tujuan hidup manusia. Perayaan ini menjadi momen kontemplatif, reflektif, dan transformasional yang sangat penting bagi umat Buddha,“ jelas Bhante Dhammavuddho di Magelang.

Candi Borobudur sebagai simbol bhinneka tunggal ika

Momen memperingati tiga peristiwa agung dalam kehidupan Siddhartha Gautama, yaitu kelahiran, pencerahan, dan parinibbana (wafat) akan diselenggarakan di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang. Candi Borobudur memang menjadi salah satu pusat perayaan puncak Waisak.

Sub Koordinator Museum dan Cagar Budaya Warisan Dunia Borobudur, Wiwit Kasiyati mengatakan Candi Borobudur bukan hanya situs religi tapi juga warisan budaya dunia yang hidup. Ia terbuka untuk semua kalangan, lintas kepercayaan, dan latar belakang. Oleh karena itu, Wiwit berharap Borobudur dapat berfungsi sebagai jembatan dialog antarbudaya serta pusat kontemplasi dan kedamaian dunia.

“Borobudur tidak hanya menyimpan nilai-nilai spiritual yang humanis, tetapi juga mencerminkan kebesaran peradaban masa lalu yang masih memberi makna bagi kehidupan masa kini. Mari kita maknai Borobudur secara lebih luas sebagai ruang budaya yang aktif, tempat berbagai nilai spiritual, historis, dan kemanusiaan bertemu,” tutur Wiwit di Magelang.

Sejumlah tokoh menghadiri acara konferensi pers. MOJOK.CO
Sejumlah tokoh menghadiri acara konferensi pers persiapan Waisak di Candi Borobudur, Magelang. (Sumber: InJourney)

InJourney Destinations Management tengah memastikan bahwa perayaan Waisak 2025 ini memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Mereka berkomitmen membangun pengelolaan Candi Borobudur menjadi ekosistem pariwisata spiritual yang inklusif, hidup, dan terus berkembang dengan tetap mengedepankan nilai budaya.

Direktur Utama, Maya Watono mengatakan Candi Borobudur bukan semata hanya warisan budaya, tapi juga merupakan pusat spiritualitas dunia yang inklusif. Komitmen ini guna menjaga warisan masa lalu dan menghadirkan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat hari ini dan masa depan. 

“Untuk itu, kolaborasi seluruh pihak sangat diperlukan untuk dapat mewujudkan ekosistem yang tangguh danberkelanjutan,” jelas Maya Watono di Magelang.

Iklan

36 bhikku Thudong tiba di Candi Borobudur, Magelang

Ketua Panitia Thudong 2025, Kevin Wu, mengatakan sebanyak 36 bhikkhu Thudong tengah melakukan perjalanan spiritual sepanjang 2.763 km dari Thailand menuju Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Perjalanan yang berlangsung dari Februari dan tiba di Candi Borobudur pada Sabtu (10/5/2025).

Warga sekitar Borobudur akan menyambut mereka saat melintas. Saat perjalanan, para biksu yang berasal dari Thailand, Singapura, Malaysia, dan Indonesia ini mengunjungi masjid, gereja, wihara dan disambut dengan hangat oleh warga Indonesia.

“Apresiasi kepada semua pihak, para tokoh, organisasi khususnya Macan Ali yang konsisten mengawal perjalanan yang melelahkan ini. Semoga semangat Thudong bisa terus membara, membakar semangat kita untuk menjaga perdamaian dan toleransi,” ujar Kevin Wu di Magelang.

“Semoga ini menjadi langkah menuju masa depan Indonesia, menjadi bangsa yang lebih hebat, yang lebih kuat,” jelasnya.

Majelis Agama Buddha Mahanikaya Indonesia (MBMI) bersama ratusan umat dan stakeholder juga akan menyambut kedatangan Bhikkhu Thudong di kawasan Candi Borobudur. Rencananya, kedatangan Bhikkhu akan disambut dengan alas lantai bertabur bunga di sepanjang Marga Utama Candi Borobudur.

Selain itu, jumlah Bhante yang mengiringi 33 bhikkhu Thudong jalan menuju Borobudur terdiri dari 60 Bhikkhu Sangha MBMI dan 39 Bhikkhu Muni.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Memotret Geliat Para Pedagang di KSB, Gerbang Masuk Baru ke Kawasan Candi Borobudur atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan.

Terakhir diperbarui pada 9 Mei 2025 oleh

Tags: Buddhacandi borobudurInJourneymagelangwaisak 2025waisak di Candi Borobudur
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Waisak 2026 di Candi Borobudur Magelang jadi momentum bagi sebuah keluarga Buddha asal Temanggung untuk meluruhkan ego diri MOJOK.CO
Eksplor

Waisak di Borobudur untuk Meluruhkan Ego Diri, Menerima Kesadaran atas Renungan “Hidup untuk Apa di Dunia Fana?”

31 Mei 2026
Arca Unfinished Buddha yang ada di Candi Borobudur. MOJOK.CO
Kilas

Ketika Patung “Cacat” Buddha di Lapangan Kenari Borobudur Justru Jadi Pusat Spiritual dan Magnet Doa Saat Waisak

27 Mei 2026
Melihat semarak event lari Tidar Borobudur 10K yang diikuti 8000 pelari, Magelang punya potensi jadi jujukan sport tourisme MOJOK.CO
Kilas

Rute Lari Sejuk dan Nyaman di Magelang, Jadi Destinasi Sport Tourism seperti Tidar Borobudur 10K yang Diminati Banyak Orang

24 Mei 2026
Aksi tanam 100 pohon gayam di sekitar Candi Borobudur, Magelang. MOJOK.CO
Eksplor

Hubungan Istimewa di Balik Pohon Gayam sebagai “Tanaman Peneduh” dan Candi Borobudur

23 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Para Jagal Anjing di Jogja dan Mitos yang Terus Dipelihara.MOJOK.CO

Para Jagal Anjing di Jogja dan Mitos yang Terus Dipelihara

8 Juni 2026
Dhia Hana Putri Saraswati mahasiswa Umsura dan Unair. MOJOK.CO

Kena Mental Kuliah di Umsura dan Unair Sekaligus, Puluhan Kali Ingin Menyerah tapi Kuat karena Ajaran Muhammadiyah

5 Juni 2026
Peluncuran program pendidikan koperasi (perkoperasian) untuk sekolah-sekolah yang dipelopori Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) MOJOK.CO

Jawa Tengah Bikin Pendidikan Koperasi di Sekolah: Bekal Kewirausahaan dan Alternatif Lapangan Kerja untuk Gen Z-Gen Alpha

5 Juni 2026
Mengajar di Wamena: Dari Perang Suku hingga Jalan Kaki 7 Hari demi Menjadi Sarjana

Mengajar di Wamena: Dari Perang Suku hingga Jalan Kaki 7 Hari demi Menjadi Sarjana

10 Juni 2026
pekerja kantoran.MOJOK.CO

Akal-akalan “Kantor adalah Keluarga”, Menguras Mental dan Menggerogoti Karier

4 Juni 2026
Godaan modifikasi motor Honda Vario 125 demi sinematik kebodohan soal harga jual di Facebook, berakhir jadi motor sampah dan jamet MOJOK.CO

Modifikasi Motor Honda Vario 125 Hasil Tabungan Ibu-Kakak demi Sinematik dan Kebodohan Harga Jual di FB, Berakhir Jadi Motor Jamet dan Sampah

7 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.