Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Prabowo Berpeluang Menang Karena Selisih Suara dengan Jokowi di Bawah 30%

Redaksi oleh Redaksi
1 Februari 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Prabowo dan Sandiaga Uno punya peluang mengalahkan Jokowi dan Ma’ruf Amin jika melihat hasil survei. Selisih elektabilitas sangat tipis!

Optimisme itu masih terasa dari pasangan Prabowo dan Sandiaga Uno menjelang hari coblosan Pilpres 2019. Tentu saja, kubu Prabowo dan Sandiaga Uno memang harus terus optimis bisa mengalahkan pasangan Jokowi dan Ma’ruf Amin. Mengapa begitu? Karena selisih elektabilitas pasangan 01 dan 02 tidak lebih dari 30%.

Eits, jangan besar kepala, apalagi jemawa. Berbagai hasil survei masih menunjukkan keunggulan pasangan Jokowi dan Kiai Ma’ruf Amin. Kubu petahana masih leading elektabilitas. Jika kerja pasangan 02 tidak dipertahankan, apalagi tidak ditingkatkan, akan cukup sulit untuk mengejar pasangan 01 di hari coblosan nanti.

Kita sedang berbicara soal “kemungkinan” dan “peluang”. Merujuk enam hasil survei paling mutakhir, pasangan Jokowi dan Ma’ruf Amin memang masih unggul. Namun, selisih antara kedua pasangan tidak terpaut jauh. Rata-rata, selisih elektabilitas pasangan 01 dan 02 berkisar antara 12,2% hingga 20% saja.

Angka-angka ini menunjukkan bahwa hasil akhir Pilpres 2019 masih sulit untuk diprediksi. Kedua kubu masing punya peluang menang, meski sampai saat ini pasangan 01 masih unggul.

Burhanuddin Muhtadi, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, menegaskan bahwa Jokowi masih dapat dikalahkan oleh Prabowo karena margin elektabilitas belum mencapai 30%.

“Apakah 17 April nanti Jokowi akan menang? Belum tentu,” ungkap Burhanuddin di acara Indonesia Economic Day 2019 yang diselenggarakan Katadata di Jakarta, Kamis (31/1).

Rentang selisih yang lebih rapat ditunjukkan oleh hasil survei Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis). Disebutkan bahwa selisih elektabilitas antara pasangan 01 dan 02 ada di bawah 10%, atau lebih tepatnya 4,1%. Sangat tipis!

“Tingkat elektabilitas pasangan Jokowi-Ma’ruf 45,90 persen; pasangan Prabowo-Sandiaga 41,80 persen,” ujar Direktur Puskaptis, Husin Yazid. Sebuah angka yang membuat Husin Yazid percaya diri mengatakan bahwa dalam waktu tiga bulan saja, Prabowo punya peluang besar untuk menyalip elektabilitas petahana.

Ada beberapa faktor yang bisa menjadi pengganjal pasangan 01 untuk meningkatkan elektabilitas dan memenangi Pilpres 2019. Salah satunya adalah inflasi yang punya dampak langsung kepada tingkat kepuasan masyarakat. Jelas, menurunnya tingkat kepuasan masyaralat bakal berdampak langsung kepada preferensi politik di Pilpres 2019.

Merujuk survei Indikator, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerka Jokowi turun dari 72% menjadi 68% pada Oktober 2018 yang lalu.

Nah, ketika elektabilitas tidak terpaut jauh dan peluang menang sangat terbuka, sudah saatnya kubu oposisi mengurangi memproduksi kontroversi. Jangan sampai, elektabilitas yang sudah semakin merapat ini direnggangkan lagi oleh ucapan atau unggahan yang aneh-aneh di media. Fokus! (yms)

 

Iklan

 

Terakhir diperbarui pada 1 Februari 2019 oleh

Tags: elektabilitas prabowojokowiKiai Ma'ruf AminPilpres 2019prabowoSandiaga Uno
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Nasib Yamaha Byson Baru yang Dicintai Setelah Tak Bisa Dimiliki MOJOK.CO
Otomojok

Nasib Yamaha Byson dan Paradoks Benda yang Baru Dicintai Setelah Berhenti Diproduksi dan Tak Bisa Dimiliki Lagi

2 Juli 2026
Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius Mengenal Perjuangan Rakyat Prancis MOJOK,CO
Esai

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius untuk Mengenal Perlawanan Rakyat Prancis

1 Juni 2026
Museum Ibu Marsinah jangan berhenti sebagai simbol, tapi negara harus serius pikirkan kesejahteraan kaum buruh MOJOK.CO
Tajuk

Museum Ibu Marsinah Jangan Berhenti sebagai Simbol, Tapi Kesejahteraan Buruh Harus Benar-benar Dipikirkan

18 Mei 2026
Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Inisiatif warga Dusun Kedungrong, Samigaluh, Kulon Progo, lewat PLTMH membuat dusun mereka tetap. Tak takut pemadaman listrik MOJOK.CO

Inisiatif dan Semangat Handarbeni Warga Kedungrong Kulon Progo, Bikin Dusun “Tak Terdampak” Pemadaman Listrik

2 Juli 2026
Transisi salon dari sistem pencatatan buku kucel ke aplikasi praktis MOJOK.CO

Generasi Baru Aplikasi Salon: Penunjang Salon UMKM dengan Harga Masuk Akal, Sistem Mudah, dan Berkesan bagi Pelanggan

30 Juni 2026
Naik BYD Menyusuri Jalanan Jakarta Bikin Saya Jadi Kampungan MOJOK.CO

Pengalaman Menahan Rasa Penasaran di Dalam Kabin Mewah BYD demi Tidak Terlihat Kampungan ketika Menyusuri Jalanan Jakarta

30 Juni 2026
kebayoran baru, jakarta selatan, jakarta.MOJOK.CO

Punya Kos Murah di Kebayoran Baru adalah Kemewahan, Biar Berisik tapi Setidaknya Menyelesaikan 3 Masalah Besar Perantau di Jakarta

3 Juli 2026
Konsolidasi InJourney dengan Hotel BUMN untuk perkuat ekosistem pariwisata dan perhotelan nasional MOJOK.CO

Konsolidasi InJourney dengan Hotel BUMN: Perkuat Ekosistem Pariwisata Indonesia agar Lebih Kompetitif di Tingkat Global

28 Juni 2026
Coach Jacksen F. Tiago: Pendekatan Psikologis di Sepak Bola Remaja Putri Harus Didahulukan Ketimbang Fisik dan Taktik.MOJOK.CO

Coach Jacksen F. Tiago: Pendekatan Psikologis Pemain Muda Putri Harus Didahulukan Ketimbang Fisik dan Taktik

28 Juni 2026

Video Terbaru

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.