Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Pendidikan

4 Kampus yang Tidak Ada KKN namun Berusaha Tetap Membumi

Viola Nada Hafilda oleh Viola Nada Hafilda
27 Juli 2023
A A
kkn mojok.co

Ilustrasi KKN (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Tidak semua perguruan tinggi mewajibkan mahasiswanya melakukan Kuliah Kerja Nyata alias KKN. Beberapa perguruan tinggi menggantinya dengan bentuk kegiatan lain dengan tidak meninggalkan semangat pengabdian dalam Tri Dharma.

KKN bukanlah hal yang asing di tingkat perguruan tinggi. Kegiatan intrakurikuler perguruan tinggi ini memadukan dharma pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dalam satu kegiatan.

Menilik sejarahnya, Direktur Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan adalah perintis pengabdian mahasiswa kepada masyarakat pada 1971. Awalnya hanya tiga universitas yang dipilih sebagai universitas perintis program ini yakni Universitas Gadjah Mada, Universitas Hasanuddin, dan Universitas Andalas. Kemudian proyek tersebut dikembangkan ke 13 universitas pada 1973. Program ini kemudian diterapkan di kampus-kampus lain untuk memenuhi Tri Dharma perguruan tinggi ke masyarakat.

Pada awal perkembangannya, kegiatan pengabdian merupakan perpaduan dari dua Dharma yakni pengajaran dan pengabdian masyarakat. Seiring berjalannya waktu, program ini juga menyertakan Dharma penelitian dalam kegiatannya.

Di beberapa perguruan tinggi, KKN menjadi bagian dari kurikulum yang menghubungkan pengalaman belajar mahasiswa dengan realitas kehidupan masyarakat. Harapannya, kegiatan pengabdian bisa menjadi wadah bagi mahasiswa berlatih mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang didapat di perguruan tinggi, mengembangan soft skills, mematangkan kepribadian guna menghadapi realitas kehidupan sosial.

Akan tetapi, ada beberapa perguruan tinggi yang ternyata tidak mewajibkan mahasiswanya melakukan KKN. Berdasar penelusuran Mojok, perguruan tinggi yang meniadakan program itu bukan berarti tidak melakukan Tri Dharma. Mereka memilih bentuk kegiatan lain untuk menerapkan Tri Dharma.

Universitas Indonesia (UI)

Beberapa waktu lalu, jagad Twitter dihebohkan dengan perdebatan tentang UI yang tidak KKN vs UGM yang menyelenggarakan KKN. Ada anggapan mahasiswa UI tidak membumi daripada mahasiswa UGM karena tidak pernah mengalami pengalaman terjun ke masyarakat melalui KKN.

Mengutip dari Kompas.com, Amelita Lusia selaku Kepala Humas UI mengatakan, KKN masuk ke kurikulum Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM). Ia menekankan, dharma pengabdian yang UI sudah kerjakan dapat dilihat dari banyaknya program relawan di tiap-tiap fakultas. Selain itu, Amelita menjelaskan bahwa BEM UI memiliki program Gerakan UI Mengajar. Program tersebut berupa inovasi pembelajaran tingkat dasar bagi anak-anak sekolah di wilayah tertentu sepanjang Jawa dan Sumatera.

Salah satu mahasiswa Psikologi UI, Abdullah, mengatakan bahwa selama ini ia tak pernah mendapat kewajiban untuk KKN. Mulai semester enam, para mahasiswa diberi kebebasan untuk memilih mata kuliah di kelas, magang, mengikuti Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), atau mengambil kelas pra-profesi.

Baca halaman selanjutnya…

Institut Teknologi Bandung (ITB)

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 29 Juli 2023 oleh

Tags: KampusKKNKuliah Kerja Nyatapengabdian
Viola Nada Hafilda

Viola Nada Hafilda

Magang Mojok

Artikel Terkait

Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elit dan Realitas yang Sulit MOJOK.CO
Esai

Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

10 April 2026
Mahasiswa muak dengan KKN di desa. Mending magang saja MOJOK.CO
Edumojok

Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu dan Tak Dibutuhkan Warga

9 April 2026
Mahasiswa KKN di desa
Catatan

KKN Itu Menyenangkan, yang Bikin Muak adalah Teman yang Jadi Beban Kelompok dan Warga Desa yang “Toxic”

9 April 2026
Menjadi Dosen itu Ibarat Aktor Drakor: Dari Tri Dharma jadi Triduka, Saking Diminta Bisa Segalanya MOJOK.CO
Esai

Menjadi Dosen itu Ibarat Aktor Drakor: Dari Tri Dharma jadi Triduka, Saking Diminta Bisa Segalanya

27 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gagal seleksi PPPK dan CPNS meski daftar di formasi PNS atau ASN sepi peminat. Malah dapat kerja yang benefitnya bisa bungkam saudara yang sebelumnya menghina MOJOK.CO

Gagal Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat Dihina Bodoh, Malah Dapat Kerjaan “di Atas” ASN Langsung Bungkam Penghina

9 April 2026
Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer MOJOK.CO

Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer

7 April 2026
Buka Usaha dan Niat Slow Living di Desa Malah Dibikin Muak dengan Etos Kerja Pemudanya, Bersikap Semaunya Atas Nama “Kekeluargaan” MOJOK.CO

Buka Usaha dan Niat Slow Living di Desa Malah Dibikin Muak dengan Etos Kerja Pemudanya, Bersikap Semaunya Atas Nama “Kekeluargaan”

10 April 2026
Gen Z kerja di desa untuk merawat ibu. MOJOK.CO

Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia

10 April 2026
Saya Setuju Orang Jakarta Tajir Tak Betah Slow Living di Desa (Unsplash)

Orang Tajir Jakarta Tak Akan Sanggup Slow Living di Desa karena Menolak Srawung Itu Omong Kosong Kebanyakan Gagal Betah karena Ulahnya Sendiri

7 April 2026
Salah jurusan, kuliah PTN.MOJOK.CO

Putus Kuliah dari PTS Elite demi Masuk “Jurusan Buangan” di PTN: Menang di Gengsi, tapi Lulus Jadi “Gelandangan” Dunia Kerja

5 April 2026

Video Terbaru

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.