Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Memori

3 Fakta tentang Kiai Melati, Sosok Penting di Balik Sejarah Kelahiran Kabupaten Klaten

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
1 Agustus 2024
A A
sejarah kiai melati klaten.MOJOK.CO

Ilustrasi Klaten (Dok. Pemkab Klaten)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Pada masa peringatan hari ulang tahun Kabupaten Klaten yang jatuh setiap 28 Juli, nama Kiai Mlati jadi sosok yang kerap muncul. Sosok ini disebut punya peran penting pada sejarah awal kabupaten yang punya nilai historis kuat ini.

Kabupaten Klaten jadi wilayah strategis di Jawa Tengah. Berada di antara Solo dan Jogja, kabupaten ini selama beberapa dekade terakhir mengalami pertumbuhan pembangunan yang pesat.

Iklan

Jauh sebelum masa pembangunan pesat itu, Kabupaten Klaten jadi saksi sejarah peradaban masa kuna. Tercatat, Kabupaten Klaten memiliki sebutan kota 1000 candi lantaran banyaknya sisa-sisa kejayaan era kerajaan masa silam. Beberapa di antaranya yakni Candi Prambanan, Candi Merak, Candi Plaosan, hingga Candi Sewu.

Namun, sosok yang kerap disebut sebagai cikal bakal awal perkembangan sekaligus penamaan wilayah ini adalah Kiai Melati. Makamnya bisa dijumpai di tengah kota, sebuah kompleks pemakaman kuna. Ada beberapa fakta menarik tentang sosok Kiai Melati yang telah Mojok rangkumkan.

#1 Sosok yang “babad alas” di Klaten berasal dari Kerajaan Mataram

Kiai Melati dan istrinya, Nyai Melati merupakan abdi dalem Keraton Mataram yang secara khusus diutus untuk tinggal di wilayah yang kini dikenal sebagai Klaten. Dalam Serat Narpawada yang dilansir dari laman resmi Pemkab Klaten, disebut bahwa Kiai Melati ditugaskan untuk menyerahkan bunga melati dan buah joho untuk menghitamkan gigi para putri keraton.

Guna memenuhi kebutuhan bunga melati untuk raja, Kyai dan Nyai Mlati menanami sawah milik Raden Ayu Mangunkusuma, istri Raden Tumenggung Mangunkusuma yang saat itu menjabat sebagai Bupati Polisi Klaten, yang kemudian dipindah tugaskan ke istana menjadi Wakil Patih Pringgalaya di Surakarta.

Dari situlah, kisah babad alas Kiai dan Nyai Melati di wilayah Klaten dimulai. Tidak ada catatan detail mengenai akhir riwayat kedua sosok ini. Namun, makam keduanya hingga kini kerap diziarahi warga Klaten.

#2 Melati, Mlaten, hingga Klaten

Ada berbagai versi tentang sejarah penamaan Klaten. Ada yang menyebut, nama ini berasal kata Kelathi atau buah bibir yang kemudian diasimilasi menjadi Klaten. Namun, ada juga yang menyebut berasal dari nama dari sang tokoh babad alas.

Juru kunci makam Kiai Melati, Kun Aribowo menjelaskan bahwa nama kabupaten ini berasal dari Melati yang kemudian menjadi nama wilayah Mlaten. Dari nama tersebut lalu ada pengembangan lagi menjadi Klaten.

Sang juru kunci bercerita Kiai Melati hidup di wilayah tersebut pada medio 1700 hingga 1755 masehi. Sementara hari jadi Klaten, berdasarkan kesepakatan dimulai pada 1804.

“Jadi sebenarnya kerabat dari Pajang, julukannya Kiai Melati, tidak mau disebut nama aslinya. Tahun 1755 berdiam di sini bersamaan geger keraton Yogya dan Solo saat itu,” ujar Kun melansir Detik.com.

#3 Makamnya terletak di pusat kota

Berdasarkan kisah sejarah itu, Pemkab Klaten lantas membangun pagar untuk kompleks makam Kiai Melati. Setiap menjelang hari jadi kabupaten, berbagai kalangan kerap menziarahi makam tersebut.

Makam Kiai Melati terletak di jantung kota. Tepatnya di Kampung Sekalekan. Jaraknya hanya sekitar 200 meter dari Alun-alun dan 500 meter dari gedung perkantoran pemerintah setempat. Letaknya cukup strategis.

Di kompleks pemakaman tersebut, sebenarnya ada puluhan makan yang hanya berupa tumpukan batu. Salah satu tokoh yang juga masih kerabat dari Kiai dan Nyai Melati yang dimakamkan di lokasi itu adalah Kiai Danareksa. Selain itu, yang lain merupakan makam kuna dari generasi penghuni wilayah ini beberapa abad silam.

Iklan

Menjelang dan beberapa hari setelah momen hari jadi Kabupaten Klaten, makam tersebut menjadi ramai. Pemkab Klaten juga rutin menziarahinya. Begitu pula dengan warga setempat. Sosoknya terus dikenang sepanjang perjalanan kabupaten ini.

Penulis: Hammam Izzuddin

Editor: Aly Reza

BACA JUGA Klaten Koppig Adalah Wujud Jiwa Patriotisme yang Mampu Memenangkan Pasukan Diponegoro. Kami Bukan Kota Kaleng-Kaleng

Ikuti berita dan artikel Mojok lainnya di Google News.

Terakhir diperbarui pada 1 Agustus 2024 oleh

Tags: kabupaten klatenkiai melatiklatensejarah klaten
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Tangan-tanga pembuat apem ya qowiyyu: alasan kue tradisional khas Jatinom, Klaten, tak lekang waktu MOJOK.CO
Eksplor

Tangan-tangan Pembuat Apem Ya Qowiyyu: Alasan Kue Tradisional Jatinom Klaten Tak Lekang Waktu

4 Agustus 2026
Pengelolaan sampah di TPA Troketon oleh Pemkab Klaten. MOJOK.CO
Eksplor

Geliat TPA Troketon: Berpacu dengan Waktu Menjinakkan Bau Sampah dan Air Lindi Jadi Tempat yang Ramah Lingkungan

29 Juli 2026
Dalang cilik perempuan asal Klaten yang menyukai wayang. MOJOK.CO
Eksplor

Jadi Perempuan Satu-satunya di Lomba Dalang Anak Klaten, Bocah 13 Tahun Ini Buktikan Wayang Tak Kenal Gender

22 Juli 2026
KOMSAH: Sejahterakan petani di Klaten. MOJOK.CO
Eksplor

Tinggalkan Profesi Dokter untuk Jadi Penasihat Kelompok Tani, Optimalkan Anugerah Tanah Klaten yang Subur

20 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kampung Menari Hasta Budaya, Wadah Gratis Warga Gowongan Lestarikan Tari Klasik Jogja.MOJOK.CO

Kampung Menari Hasta Budaya, Wadah Gratis Warga Gowongan Lestarikan Tari Klasik Jogja

6 Agustus 2026
Derita lansia pakai cashless seperti QRIS. MOJOK.CO

Derita Lansia Tak Bisa Beli Roti Hanya karena QRIS yang Menghantui

4 Agustus 2026
Natalius Pigai Menyarankan Buku Karangan Orang Barat, Baiklah Saya Pilihkan MOJOK.CO

Natalius Pigai Menyarankan Buku Karangan Orang Barat, Baiklah Saya Pilihkan

10 Agustus 2026
Konferensi pers menuju lima tahun Cherrypop sebagai lebaran skena MOJOK.CO

Cherrypop 2026: 5 Tahun Lebaran Skena, Jeda, dan Cerita-cerita di Balik Panggung yang Ubah Jalan Hidup Banyak Orang

10 Agustus 2026
Andai ormas-ormas lain seperti Yakuza Maneges Kediri. Bukan tukang malak tapi garda depan berantas kekerasan seksual di pondok pesantren MOJOK.CO

Andai Ormas Lain seperti Yakuza Maneges Kediri: Dulu Dihina tapi Buktikan Sangat Berguna

5 Agustus 2026
Mie Gacoan, desa. MOJOK.CO

Mie Gacoan Oleh-Oleh Wajib Saat Pulang Kampung: Tak Peduli Sudah Dingin dan Keras, Tetap Dinikmati demi Gengsi dan Validasi

5 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.