Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Melestarikan Pengetahuan Rempah-rempah Lewat Aplikasi

Kenia Intan oleh Kenia Intan
14 September 2022
A A
Melestarikan rempah-rempah lewat aplikasi Mojok.co

Aplikasi Rempah SIS atau Scanner of Indonesian Spices

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO– Indonesia kaya akan rempah-rempah yang bermanfaat bagi kesehatan. Sayangnya, tidak mudah menghafal berbagai jenis rempah serta khasiatnya bagi tubuh. 

Kesulitan itu ditangkap oleh Adha Maula Effendi, Rosalina Diani Prima Anargya, Iskan Mustamir, dan Karunia Perjuangan Mustadl’afin. Dibimbing oleh Dr. Indah Soesanti, S.T., M.T.,  empat mahasiswa UGM itu menciptakan aplikasi Rempah SIS atau Scanner of Indonesian Spices. Aplikasi itu memudahkan masyarakat dalam mengidentifikasi rempah-rempah dengan teknik pemindaian. 

Rosalina menjelaskan, Rempah SIS dapat berfungsi sebagai katalog digital dari beberapa rempah yang ada di Indonesia. Aplikasi ini juga akan menyediakan informasi tambahan terkait rempah, seperti ciri-ciri, khasiat, potensi, dan kandungannya. Resep-resep mulai dari ramuan herbal yang ada di masyarakat hingga masakan juga tersedia dalam aplikasi tersebut. Informasi semacam ini diharapkan bisa melestarikan pengetahuan akan rempah di tengah masyarakat.

Cara penggunaan aplikasinya pun mudah. Masyarakat cukup memindai rempah yang ingin mereka ketahui. Kemudian, aplikasi akan mengidentifikasi rempah yang sudah dipindai baik secara langsung atau menggunakan foto rempah yang berasal dari galeri gawai.

“Dengan menggunakan teknik pemindaian, diharapkan masyarakat lebih mudah dalam mengetahui dan membedakan rempah-rempah dibandingkan harus mencarinya lewat internet. Aplikasi ini pun secara gratis tersedia melalui Google Play Store,” imbuh Rosalina seperti dikutip dari ugm.ac.id, Jumat (9/9/2022)

Diharapkan, aplikasi ini bisa semakin mendekatkan anak muda dengan pengetahuan akan rempah-rempah. Adha menambahkan, banyak anak muda tidak lagi mengenal rempah-rempah karena terbiasa dengan produk-produk praktis seperti bumbu instan. Padahal rempah-rempah merupakan khazanah milik bangsa Indonesia. 

“Melalui program PKM-KC, kita buat aplikasi ini dan berhasil mendapat pendanaan penuh dari Ditjen Dikti Ristek, Kemdikbud Ristek RI. Saya yakin beberapa anak muda saat ini kurang familiar mengenal rempah yang ada di sekitarnya, bahkan yang ada di dapur sekalipun. Saya yakin tidak ada yang tahu nama dan jenisnya,” ujar Adha. 

Jalur Rempah sebagai warisan UNESCO

Salah seorang pegiat sejarah sekaligus guru sejarah di salah satu SMA di Yogyakarta, Rosita Nur Anarti, mengaku senang akan kehadiran aplikasi Rempah SIS. Ia berharap aplikasi ini dapat menghidupkan dan memelihara pengetahuan rempah yang ada di masyarakat.

Apalagi, saat ini pemerintah tengah menargetkan jalur rempah menjadi salah satu warisan budaya UNESCO pada tahun 2024. Adanya aplikasi ini dapat menjadi bukti bahwa rempah-rempah merupakan salah satu khazanah bangsa Indonesia yang terus diupayakan untuk dilestarikan. 

“Sehingga nantinya masyarakat turut bisa mendukung usulan Jalur Rempah sebagai warisan budaya dunia yang tengah diajukan oleh Kemdikbud Ristek ke UNESCO,” ujar Rosita.

Sumber: ugm.ac.id
Penulis: Kenia Intan

BACA JUGA Logika Pemerintah 4.0: Bikin Aplikasi Banyak, tapi Nggak Terawat

Terakhir diperbarui pada 14 September 2022 oleh

Tags: aplikasimahasiswa ugmrempah-rempahriset mahasiswa ugmUGMUNESCO
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

Arta Wahana, pensiunan UGM isi waktu dengan berkebun selada (dok. UGM)
Sehari-hari

35 Tahun Mengabdikan Diri di UGM, Kini Pilih Budidaya Selada Hidroponik Malah Hasilkan Omzet Harian Rp750 Ribu

3 Mei 2026
Muhammad Rizky Perwira Zain, lulusan termuda S2 UGM kantongi gelar S2 Kesehatan Masyarakat dan S1 Kedokteran sebelum usia 25 tahun
Sekolahan

Cerita Lulusan Termuda S2 UGM, Berhasil Kantongi Gelar Sarjana Kedokteran dan Kesmas sebelum Usia 25 Tahun

1 Mei 2026
perubahan iklim, cuaca ekstrem mojok.co
Sosial

Cuaca Ekstrem Tak Menentu, Pakar UGM: Bukti Nyata Perubahan Iklim

24 April 2026
Ezra, alumnus UGM umur 25 tahun, yang lanjut kuliah S2 dan ikut ekspedisi ke Antartika, nggak peduli quarter-life crisis
Sekolahan

Umur 25 Tahun Nggak “Level” dengan Quarter-Life Crisis, Alumnus UGM Kuliah S2 di Australia dan Ekspedisi Ilmiah di Antartika

17 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ketika Laki-laki Memakai V-neck, Dianggap Tebar Pesona dan Menentang Kodrat padahal Cuma Mau Modis MOJOK.CO

Ketika Laki-laki Memakai V-neck, Dianggap Tebar Pesona dan Menentang Kodrat padahal Cuma Mau Modis

5 Mei 2026
Coffee shop menjamur di Klaten MOJOK.CO

Buka Coffee Shop di Klaten Tanpa Ekspektasi Justru Ramai Dikunjungi, Tandai Tren Baru Warlok hingga Jadi Incaran Pelancong

5 Mei 2026
Kuliah menjadi mahasiswa di PTN PTS Malang bikin merasa tersesat karena fenomena menginapkan pacar di kos hingga kumpul kebo MOJOK.CO

Kuliah di Malang karena Label Kota Pelajar: Berujung “Tersesat” karena Menormalkan Perilaku Tak Wajar Mahasiswa

4 Mei 2026
Tidak memberi utang saat teman pinjam uang selalu dicap jahat dan dijauhi dari pertemanan MOJOK.CO

Pertemanan Memuakkan: Tak Beri Utang Teman Dijauhi dan Dicap Jahat, Berteman Cuma Diperalat Jadi Dana Darurat

8 Mei 2026
Merasa terkecoh saat kuliah di Universitas Islam Negeri (UIN) gara-gara ulah mahasiswa organisasi ekstra hingga dosen cabul MOJOK.CO

Kuliah di UIN dengan Ekspektasi Tinggi: Berujung “Terkecoh” karena Fakta Tak Sesuai Tampilan Luar dan Menyimpang

7 Mei 2026
Kos di Jogja, kos campur.MOJOK.CO

Tinggal di Kos Campur: Lebih Murah dan Layak, tapi Harus Kuat dengan Kelakuan Minus Penghuninya, Jorok dan Berisik

5 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.