Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Asal Diberi Ruang Pemkot, Mahasiswa Universitas di Semarang Bisa Sampaikan Kritik Secara Elegan

Redaksi oleh Redaksi
7 Oktober 2025
A A
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng dalam debat mahasiswa universitas di Semarang MOJOK.CO

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng dalam debat mahasiswa universitas di Semarang. (Pemkot Semarang)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi (universitas) di Kota Semarang saling melempar gagasan di salah satu hotel di Kota Semarang pada Selasa (7/10/2025).

Lima universitas ternama di Semarang, yaitu UNDIP, UNNES, UNWAHAS, UIN Walisongo, dan UNISSULA, mengirimkan mahasiswa terbaiknya. Dalam forum debat bertajuk “Mahasiswa Bicara: Kebijakan Publik, Politik, dan Masa Depan Indonesia” tersebut, mereka mencoba menyampaikan ide bahkan kritik untuk Kota Semarang.

Iklan

Forum mahasiswa universitas Semarang untuk layangkan kritik elegan

Untuk diketahui, forum debat antar mahasiswa universitas di Semarang itu diinisiasi oleh Badan Kesbangpol Kota Semarang bekerja sama dengan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Semarang.

Para mahasiswa tak mau luput ambil bagian. Sebab, mereka menilai memang perlu ada ruang terbuka untuk menyampaikan pandangan kritis terhadap kebijakan publik, politik, dan masa depan bangsa.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng dalam debat mahasiswa universitas di Semarang MOJOK.CO
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng dalam debat mahasiswa universitas di Semarang. (Pemkot Semarang)

Bagi para peserta (dari sejumlah universitas di Semarang itu), forum seperti ini menjadi wadah untuk menyalurkan gagasan dan pemikiran secara argumentatif. Hal itu dinilai lebih efektif dan konstruktif dibandingkan dengan aksi unjuk rasa di jalanan.

Selain itu, mahasiswa merasa mendapat kesempatan untuk berpartisipasi langsung dalam proses pembentukan kebijakan publik dan politik di daerah.

“Forum ini membuat kami bisa menyampaikan ide dan kritik dengan cara yang lebih elegan dan didengar oleh para pemangku kebijakan,” ujar Sabrina Alfara Sulistyo, mahasiswa Universitas Diponegoro.

Budaya kritis dan partisipasi aktif

Salah satu juri debat, Dr. M. Kholidul Adib, mengapresiasi kemampuan dan kesiapan para peserta dalam menyampaikan argumen. Ia menilai kegiatan seperti ini perlu terus digelar karena membuka ruang dialog antara mahasiswa dan pemerintah.

“Debat seperti ini menjadi ajang pembelajaran politik yang sehat. Mahasiswa bisa berkontribusi memberikan gagasan dan saran konstruktif bagi pemerintah,” ujarnya.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng dalam debat mahasiswa universitas di Semarang MOJOK.CO
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng dalam debat mahasiswa universitas di Semarang. (Pemkot Semarang)

Sementara itu, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menilai forum debat ini bukan hanya sekadar wadah berdiskusi. Tetapi juga sarana untuk menyiapkan generasi muda yang kritis dan siap menjadi pemimpin masa depan.

“Mahasiswa adalah agen perubahan. Dengan forum seperti ini, mereka belajar berpikir rasional, berdialog, dan mencari solusi bersama untuk kemajuan daerah,” kata Agustina.

Rencananya, forum debat mahasiswa ini akan menjadi agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Badan Kesbangpol dan KNPI Kota Semarang. Tujuannya adalah untuk terus menumbuhkan budaya kritis dan partisipasi aktif generasi muda dalam pembangunan kota.***(Adv)

BACA JUGA: Jika Semarang Jadi Damai dan Aman: Warga Lancar Cari Rezeki, Wisatawan Nyaman, Investor Kasih Lirikan atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 7 Oktober 2025 oleh

Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Derita anak magang atau PKL SMK: diperlakukan sebagai pekerja penuh waktu hingga ikut lembur dan dibentak-bentak MOJOK.CO
Sekolahan

Magang SMK Tak Dibayar tapi Jadi Tenaga Kerja Serabutan, Ikut Lembur hingga Dibentak-bentak kalau Ada Kesalahan

9 Juli 2026
Pelajaran mahal setelah menjual saham ANTM lalu membeli BBRI MOJOK.CO
Cuan

Pelajaran mahal yang saya dapat setelah menjual saham ANTM lalu membeli BBRI: Saya pikir sudah berhitung dengan benar tapi pasar berpendapat lain

9 Juli 2026
Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik India menjalin kesepakatan kerja sama konservasi terhadap Candi Perwara Kompleks Candi Prambanan MOJOK.CO
Kilas

Menerjemahkan Candi Prambanan sebagai Bukti Historis Hubungan Nusantara-India

8 Juli 2026
kebun sayur di kota jogja.MOJOK.CO
Kabar

Cara Warga Wirobrajan Hadapi Keterbatasan Lahan: Mengubah Tembok Kampung Menjadi Kebun Sayur

8 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ketika Militer Masuk Sekolah: Mengobati Gejala, Melupakan Akar Masalah MOJOK.CO

Ketika Militer Masuk Sekolah: Mengobati Gejala, Melupakan Akar Masalah

8 Juli 2026
Derita anak magang atau PKL SMK: diperlakukan sebagai pekerja penuh waktu hingga ikut lembur dan dibentak-bentak MOJOK.CO

Magang SMK Tak Dibayar tapi Jadi Tenaga Kerja Serabutan, Ikut Lembur hingga Dibentak-bentak kalau Ada Kesalahan

9 Juli 2026
Tips Meningkatkan Kenikmatan Ayam Goreng Olive Chicken Jogja (Mojok/Agung)

Tips Meningkatkan Kenikmatan Rasa Ayam Goreng Olive Chicken Jogja yang Sudah Menjadi Legenda Kuliner Itu

3 Juli 2026
Latihan ala penjaga warung madura dalam mengoperasikan toko kelontong 24 jam non-stop. Lebih teruji dari Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) MOJOK.CO

Latihan Ala Penjaga Warung Madura Operasikan Toko 24 Jam: Memang Tak Seperti Latsarmil Koperasi Desa tapi Teruji

3 Juli 2026
Kesejahteraan Dosen dan Rasa Aman yang Masih Jadi Angan-angan MOJOK.CO

Kesejahteraan Dosen dan Rasa Aman yang Masih Jadi Angan-angan

6 Juli 2026
Tahlilan di desa. MOJOK.CO

Gen Z di Desa Ogah-ogahan Ikut Tahlilan Bikin Cemas Para Tetua: Bisa Hilang Budaya Srawung dan Peduli Tetangga

8 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.