Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Tajuk

Menunggu Jogja Punya Sirkuit Balap Motor Permanen

Redaksi oleh Redaksi
15 Juni 2026
A A
Menunggu Jogja Punya Sirkuit Balap Motor Permanen MOJOK.CO

Ilustrasi Menunggu Jogja Punya Sirkuit Balap Motor Permanen. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kapan Jogja punya sirkuit balap permanen? Ini adalah pertanyaan banyak orang di Yogyakarta. Bagaimana mungkin, Jogja yang konsisten melahirkan banyak pembalap road race tingkat dunia justru tidak memiliki satu pun sirkuit permanen?

Sejak era “Dewa Road Race Indonesia” Hendriansyah, lalu Doni Tata Pradita yang menjadi pembalap Indonesia pertama di Grand Prix 250cc dan Moto2, hingga kini lahir tiga anak muda yang mewarnai balap motor dunia, sirkuit permenan itu belum pernah ada.

Ya, saat ini setidaknya Yogyakarta memiliki tiga anak muda berbakat yang berkompetisi di seri balap motor tingkat dunia: Kiandra Ramadhipa asal Sleman, Veda Ega Pratama asal Gunungkidul, dan Aldi Satya Mahendra asal Bantul.

Nama pertama, Kiandra Ramadhipa, baru saja merebut podium tertinggi pada putaran kedua FIM Moto3 Junior World Championship (JuniorGP) di Circuito do Estoril, Portugal. Setelah naik podium kedua pada putaranpertama, Ramadhipa kini kokoh menduduki peringkat kedua klasemen sementara setelah menang di putaran kedua

Di tahun yang sama juga, Ramadhipa ikut pencarian bakat bergengsi Red Bull MotoGP Rookies Cup 2026, dimana ia mencetak kemenangan dramatis lewat aksi comeback sensasional dari posisi start ke-17 di Sirkuit Jerez, Spanyol pada 26 April 2026. Kemenangannya di sirkuit tersebut jadi perbincangan dunia. Di kompetisi ini, Ramadhipa, menempati peringkat keempat klasemen sementara Red Bull MotoGP Rookies Cup 2026.

Pembalap kedua, Veda Ega Pratama, telah menjelma sebagai ikon pencetak sejarah baru bagi dunia balap motor Indonesia di panggung Grand Prix dunia. Remaja kelahiran Wonosari ini sukses menembus level tertinggi sebagai rookie di ajang kejuaraan dunia bergengsi Moto3 World Championship 2026 bersama tim besar Honda Team Asia. Veda saat ini duduk diperingkat enam klasemen.

Terakhir, ada Aldi Satya Mahendra, anak muda asal Bantul yang mengukir sejarah emas dengan menjadi Juara Dunia World Supersport 300 (WorldSSP300) musim 2024. Kini di musim 2026, ia naik kelas ke World Supersport (WorldSSP) dan baru saja merebut podium ketiga pada Race 2 di Sirkuit Misano, Italia, yang menempatkannya di peringkat ke-10 klasemen dunia keseluruhan.

Realitas pahit karena tak punya sirkuit balap permanen

Ironisnya, di Yogyakarta, pembalap-pembalap kelas dunia tersebut sehari-hari harus bertaruh nyawa berlatih di sirkuit non-permanen. Mantan pembalap internasional Doni Tata Pradita mengungkapkan realitas pahit bahwa mereka hanya mengandalkan halaman parkir Stadion Mandala Krida dan area pasar sapi. 

Kondisinya kini kian terjepit; akibat faktor kebisingan, jadwal latihan di Mandala Krida dipangkas ketat menjadi hanya dua kali seminggu (Selasa dan Sabtu), sehingga para pembalap terpaksa harus mengungsi ke Boyolali setiap akhir pekan demi mencicipi sirkuit permanen.

Hingga saat ini, pembangunan sirkuit permanen di DIY masih sekadar menjadi komoditas wacana dari tahun ke tahun. Minimnya perhatian terhadap fasilitas balap ini sangat bertolak belakang dengan prestasi rider asli Jogja yang terus berkembang pesat di level global.

Sebenarnya, opsi itu ada. Tahun lalu, Ketua Umum IMI DIY, KPH Purbodiningrat, menjelaskan opsi pemanfaatan lahan Sultan Ground (SG) atau Tanah Kas Desa (TKD) seluas 10 hingga 15 hektar di kawasan Sleman atau Bantul (Tribun Jogja, 22/4/2025). Pekan lalu, angin segar kembali berembus saat Kabid Binpres KONI DIY, Wesley Heince Parera Tauntu, menyebut adanya langkah maju terkait penyediaan lahan di sekitar kawasan Candi Ratu Boko, Prambanan, Sleman (10/6/2026).

Pemerintah daerah harus sadar bahwa sirkuit permanen bukan sekadar urusan hobi mahal, melainkan sebuah investasi sosial. Kejahatan jalanan (klitih) dan prestasi balap dunia sebenarnya lahir dari hulu yang sama: surplus energi dan nyali remaja. Bedanya, Ramadhipa, Veda, dan Aldi beruntung energinya tersalurkan ke jalur profesional, sementara ratusan remaja lain yang tanpa wadah akhirnya memilih senjata tajam di jalanan umum malam hari.

Kini bola panas berada sepenuhnya di tangan pemangku kebijakan publik di Yogyakarta. Apakah Pemda DIY mau bergerak cepat merealisasikan sirkuit balap ini, atau tetap nyaman menjadi penonton yang bangga secara gratisan saat para pembalap pulang membawa piala? 

Publik tentu menuntut agar ke depan, halaman media tidak lagi dipenuhi oleh berita ngeri kejahatan jalanan, melainkan gaung prestasi anak-anak Jogja yang sukses menaklukkan aspal dunia. (*)

Iklan

BACA JUGA Kiandra Ramadhipa Juara di Race Moto3 Estroil 2026!

Terakhir diperbarui pada 15 Juni 2026 oleh

Tags: balap motormotogpmotormotor sport
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Kiandra Ramadhipa Juara di MotoJunior Championship Portugal!
Olah Raga

Kiandra Ramadhipa Juara di Race Moto3 Estroil 2026!

14 Juni 2026
Veda Ega Pratama Buktikan Mental Comeback, Start P20 Finis 8 Besar di Catalunya
Kilas

Veda Ega Pratama Buktikan Mental Comeback di Moto3, Start P20 Finis 8 Besar di Catalunya

17 Mei 2026
4 jenis pengendara motor di pantura seperti Rembang yang harus dilarang nyetir motor di jalan raya MOJOK.CO
Catatan

4 Jenis Pengendara Motor di Pantura yang Harus Diwaspadai di Jalan Raya: Top Level Ngawur dan Tak Tahu Aturan!

23 April 2026
Honda Scoopy, Motornya Orang FOMO yang Nggak Sadar kalau Motor Ini Pasaran dan Sudah Nggak Istimewa Mojok.co
Pojokan

Honda Scoopy, Motornya Orang FOMO yang Nggak Sadar kalau Motor Ini Terlalu Pasaran dan Sudah Nggak Istimewa

19 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Menggebrak Wonosobo! NOISE SPEED KILLA Pertemukan Musik Heavy Rock dan Kustom Motor.MOJOK.CO

Menggebrak Wonosobo! NOISE SPEED KILLA Pertemukan Musik Heavy Rock dan Kustom Motor

11 Juni 2026
pabrik semen, pracimantoro, wonogiri.MOJOK.CO

Babak Baru Perlawanan Warga Wonogiri Tolak Pabrik Semen di Pracimantoro, Bawa Ancaman Karst Gunungsewu ke Markas UNESCO

9 Juni 2026
"Bunyikan Klakson Kalau Kalian Resah sama Pemerintah" - Massa Aksi di Gejayan Soroti Harga BBM hingga Pelemahan Rupiah.MOJOK.CO

‘Bunyikan Klakson Kalau Kalian Resah sama Pemerintah’ – Massa Aksi di Gejayan Soroti Harga BBM hingga Pelemahan Rupiah

13 Juni 2026
Nestapa Anjing di Jogja: Dibuang Sarjana yang Baru Wisuda atau Jadi Sengsu di Atas Meja MOJOK.CO

Nestapa Anjing di Jogja: Dibuang Sarjana yang Baru Wisuda atau Jadi Sengsu di Atas Meja

8 Juni 2026
Cuti haid: hak pekerja perempuan saat menstruasi tapi diabaikan perusahaan MOJOK.CO

Cuti Haid Jadi Hak Penting Pekerja Perempuan yang Disepelekan Perusahaan: Izinnya Ribet dengan Ancaman SP, Nyeri Mens Dicap Lebay

15 Juni 2026
Gaji 2 juta hasil kerja di Jogja habis buat ngasih makan naga (judi slot) karena ilusi jackpot MOJOK.CO

Gaji 2 Juta Jogja Selalu Lenyap buat Ngasih Makan Naga: Rela Kelaparan dan Susahkan Ortu-Teman demi Jackpot, Tapi Tak Mau Sadar

14 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.