Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Kesehatan

Mengenal Apa Itu Introvert yang Sering Disalahpahami

Kenia Intan oleh Kenia Intan
9 Januari 2023
A A
introvert mojok.co

Ilustrasi introvert (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Introvert sering disalahpahami sebagai seorang yang pemalu, pendiam, dan nggak suka bersosialisasi. Padahal nggak demikian lho.  

Dilansir dari Healthline, introvert berkaitan dengan cara seseorang mendapatkan energi untuk berakitivitas. Bukannya pemalu atau tidak suka bersosialisasi, introvert bisa mendapatkan kembali energinya dengan cara menyendiri. Bagi introvert, bersosialisasi dengan banyak orang menghabiskan energi yang besar.

Psikolog Carl Jung adalah orang yang pertama kali mencetuskan spektrum ekstrovert dan introvert pada 1920. FYI, seorang ekstrovert mengisi energinya dengan bersosialisasi dengan orang lain, berkebalikan dengan introvert. Seiring berjalannya waktu beberapa orang diidentifikasi sebagai ambivert yaitu mereka yang berada di tengah-tengah antara ekstrovert dan introvert.

Seseorang bisa menjadi introvert karena kombinasi banyak hal, tapi pengaruh paling besar dari lingkungan dan  keturunan. Lingkungan yang dimaksud seperti pola asuh, tipe edukasi yang diterima, dan pengalaman baik dengan teman sebaya ataupun pengalaman ketika anak-anak. Sejumlah studi menunjukkan, aksi kimiawi yang berada di otak juga bisa berpengaruh.

Lantas, ciri-ciri apa saja yang bisa jadi pertanda seorang introvert? Berikut ini rangkumannya.

Memerlukan waktu sendiri

Waktu sendiri adalah kebutuhan. Mereka cenderung menyukai malam yang tenang di rumah daripada bersama-sama ke pesta atau pertemuan sosial. Mereka juga lebih senang menghabiskan waktu libur dengan melakukan hal-hal yang digemari sendirian atau dalam kelompok kecil. Ketika mereka sendiri, perasaan damai dan lega yang muncul, bukan kecewa atau malah tertekan.

Terlalu banyak bersosialisasi menyerap energi

Bukannya tidak suka bersosialisasi dan menghindarinya sama sekali, seorang introvert sebenarnya senang kok bertemu orang lain. Apalagi dilakukan dalam kelompok kecil.

Akan tetapi, introvert akan membutuhkan banyak energi ketika bersosialisasi dalam kelompok besar. Biasanya mereka akan membutuhkan waktu sendiri setelah pertemuan-pertemuan itu.

Kesulitan mengatasi konflik

Beberapa studi menunjukkan bahwa introvert cenderung lebih peka terhadap evaluasi dan kritik negatif. Mereka sulit mengungkapkan pikiran, apalagi ketika ada kemungkinan orang lain tidak sependapat. Sebisa mungkin, mereka akan menghindari konflik.

Cenderung suka bekerja sendiri

Seorang introvert cenderung nyaman bekerja sendiri. Dengan sendirian mereka bisa menyusun ritme dan pola kerjanya, sehingga ada cukup waktu untuk merenungkan hal-hal yang dikerjakan. Mereka lebih bisa mencurahkan energi pada pekerjaan, tidak perlu memikirkan dinamika kelompok.

Ini bukan berarti sulit bergaul lho. Mereka hanya lebih fokus ketika bekerja sendirian. Kondisi ini biasanya juga memengaruhi hobi-hobi yang dipilih seperti membaca, membuat kerajinan, bermain game, atau berkebun.

Tidak tertarik pada spotlight

Introvert cenderung memilih bekerja di balik layar. Misalnya, lebih senang melakukan penelitian dan menulis laporan daripada mempresentasikannya. Mereka lebih nyaman berada di pinggir dan luput dari pusat perhatian.

Menyukai pertemanan yang dekat dan sedikit

Lingkaran pertemanan seorang introvert tidak banyak, biasanya itu-itu saja. Bukan karena tidak menyukai orang atau tidak bisa berteman, penelitian menunjukkan bahwa hubungan berkualitas memainkan peran penting dalam kebahagian introvert. Oleh karenanya, mereka merasa lebih nyaman menjaga pertemanan dalam lingkup kecil dan berkualitas.

Mengenal orang secara mendalam

Sifatnya yang tidak suka menjadi perhatian atau spotlight menjadikan introvert lebih sering berada di pinggir dan bersikap sebagai pengamat. Kebiasaan ini membuat mereka kaya akan sudut pandang terhadap suatu hal, termasuk terhadap seseorang.

Iklan

Ditambah lagi, introvert biasanya tidak mahir mengekspresikan diri sendiri, sehingga lebih banyak yang menjadi pendengar. Bahkan, bukan tidak mungkin mereka terbiasa membaca bahasa tubuh, tindak-tanduk, nada bicara yang biasanya tersirat dan luput diperhatikan oleh banyak orang. Kebiasaan-kebiasaan ini dapat meningkatkan kemampuan berempati dan dukungan emosional.

Tenggelam dalam pikiran-pikirannya sendiri

Mereka terbiasa memikirkan atau membayangkan berbagai kemungkinan kejadian yang bisa terjadi sebelum menyusun sebuah rencana. Oleh karenanya, mereka perlu waktu untuk memproses informasi sebelum memutuskan pilihan. Kecenderungan tenggelam dalam pikiran ini dapat membuat orang lain mendapat kesan bahwa mereka pemalu, terganggu, atau tidak tertarik.

Lebih memilih menulis daripada berbicara

Beberapa introvert memikirkan segala sesuatu secara hati-hati sebelum berbicara. Oleh karenanya, mereka cenderung kesulitan memberikan opini secara spontan. Berbeda dengan menulis, banyak waktu tersedia untuk memikirkan posisi dan memilih kata-kata yang tepat untuk mengekspresikan pikirannya.

Merasakan emosi mendalam

Beberapa bukti menunjukkan bahwa mereka mengalami emosi yang lebih intens dan cenderung kesulitan mengelolanya. Sensitivitas yang tinggi ini menjadi salah alasan yang menjelaskan mengapa banyak introvert mengalami depresi.

Introvert bukanlah hal yang buruk yang perlu ditutupi atau diubah. Seorang introvert perlu merasa nyaman dan menerima dirinya apa adanya. Dengan begitu, mereka bisa memaksimalkan potensi-potensi alaminya.

Penulis: Kenia Intan
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Introvert-Ekstrovert Itu tentang Cara Kita Charger Energi

Terakhir diperbarui pada 9 Januari 2023 oleh

Tags: ekstrovertintrovertkepribadiantipe kepribadian
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

slow living, jawa tengah, perumahan, desa.MOJOK.CO
Catatan

4 Tipe Orang yang Tak Cocok Slow Living di Desa: Kalau Kamu Introvert apalagi Usia Produktif, Pikirkan Lagi Sebelum Menyesal

13 April 2026
Pekerja gen Z matikan centang biru WhatsApp dicap kepribadian buruk
Urban

Pekerja Gen Z Matikan Centang Biru WhatsApp demi Privasi, Malah Dicap Kepribadian dan Etos Kerja Buruk padahal Berusaha Profesional

5 April 2026
mahasiswa KKN.MOJOK.CO
Ragam

Nasib Introvert KKN di Desa Sendiri, Malah Merasa Paling Asing Karena Selama Ini Kurang Srawung

7 Agustus 2024
introvert dan ekstrovert
Uneg-uneg

Apa Standar Menjadi Normal Harus Menjadi Ekstrovert? 

8 Januari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Peluncuran program pendidikan koperasi (perkoperasian) untuk sekolah-sekolah yang dipelopori Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) MOJOK.CO

Jawa Tengah Bikin Pendidikan Koperasi di Sekolah: Bekal Kewirausahaan dan Alternatif Lapangan Kerja untuk Gen Z-Gen Alpha

5 Juni 2026
Curhat dan ziarah di makam ibu, tempat terbaik pulang tanpa penghakiman MOJOK.CO

Curhat di Makam Ibu Dianggap Lebay dan Sia-sia, Tapi Jadi Tempat Pulang Terbaik yang Penuh Makna dan Rasa Lega

5 Juni 2026
pekerja kantoran.MOJOK.CO

Akal-akalan “Kantor adalah Keluarga”, Menguras Mental dan Menggerogoti Karier

4 Juni 2026
Campus League Basketball 2026 Regional Jakarta Season 1 tidak hanya jadi panggung prestasi basket, tapi juga warna baru solusi mobilitas masa depan anak muda dengan motor listrik Polytron MOJOK.CO

Puncak Campus League Basketball 2026 Jakarta S1: Tak Hanya Jadi Panggung Basket tapi Juga Hadirkan Solusi Mobilitas Masa Depan Anak Muda

2 Juni 2026
Tempat kerja, Standard Good Looking dan Berpenampilan Menarik yang Diskriminatif dan Merugikan Pekerja Perempuan

Standard Good Looking dan Berpenampilan Menarik yang Diskriminatif dan Merugikan Pekerja Perempuan

3 Juni 2026
Edi Dimyati. MOJOK.CO

Kisah Pustakawan Menyulap Rumahnya di Pinggir Sungai Jakarta Timur agar Bisa Nongkrong Kalcer sambil Baca Buku

8 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.