Suatu siang, tiga tahun silam. Saya datang ke sekretariat IKAPI Yogyakarta, untuk kumpulan rutin setiap Rabu. Sampai di sana, tumben-tumben saya lihat ada Mas Indra Ismawan, bos grup penerbit Media Pressindo.

“Halo Mas, lama nggak ketemu, kok tambah gemuk aja? Hehehe,” sapa saya. Memang cukup lama saya nggak jumpa miliuner rendah hati yang satu itu. Dan pas kali itu ketemu, badannya beneran kelihatan subur.

“Iyo, memang gemuk nih. Soale habis berhenti merokok,” jawab Mas Indra.

Saya njenggelek. Waini, topik menarik ini. Saya langsung mupeng pingin dengar ceritanya. Maka saya pun menginterogasi Mas Indra.

“Aku setop merokok lumayan lama, tiga bulan. Berat badan langsung naik 10 kilo,” kisahnya. Saya mulai nggelar tikar dan ngaduk kopi, menyimak. Segeralah terbangun hipotesis di kepala: berhenti merokok itu benar-benar menyehatkan.

“Tapi,” Mas Indra melanjutkan, “akhirnya aku putuskan merokok lagi.”

“Lho!! Kok??” atas nama pencarian kebenaran, saya nggak boleh begitu saja setuju keputusan politik Si Bos.

“Begini, simpel saja,” jawabnya. “Kalau aku lanjutin setop merokoknya, pasti aku tambah gemuk. Sementara kita lihat, mana ada orang obesitas bertahan sampe tua? Kalau ketemu perokok berat hidup sampe 90 atau 100 tahun sih sering. Tapi lihat orang obesitas bertahan hidup sampe umur segitu? Pernah, ‘po?”

Saya tertegun. Paten nih orang. Cara berpikirnya jauh dari linier. Dia sama sekali tidak membaca persoalan secara serta-merta, lewat permukaan saja, semisal: “Hmm.. karena berhenti merokok aku jadi gemuk. Gemuk berarti sehat. Jadi kalau mau sehat, berhentilah merokok.” Tidak, tidak. Manusia di depan saya itu punya pikiran yang melompat jauh ke luar kotak. Untung sampeyan nggak fesbukan, Mas, batin saya. Coba main fesbuk, pasti sudah dibuli sama kimcil-kimcil. Hahaha.

***

Suatu malam saya sowan ke Dipowinatan, kediaman penyair gaek Iman Budhi Santosa. Sambil mengisap 76-nya, beliau menelanjangi makna slamet dalam masyarakat Jawa. Kata Mas Iman, slamet dalam kosmologi Jawa berbeda jauh dengan selamat dalam pemahaman standar perspektif dunia modern.

BACA JUGA:  Nyai Ontosoroh Si Jomblo Idealis

“Dalam pemikiran modern, yang disebut keselamatan melulu terkait fisik. Orang naik kendaraan dan sampai tujuan tanpa terkena kecelakaan, berarti selamat. Orang yang fisiknya terlindungi, aman dan nyaman, disebut selamat. Sebaliknya, orang yang terkena gangguan fisik, atau bahkan mati, otomatis dikatakan tidak selamat. Cuma begitu itu. Jadi orang tidak paham dengan kematian Mbah Marijan yang mengawal Gunung Merapi, misalnya. Apa benar Mbah Marijan tidak selamat? Dalam kacamata orang Jawa, Mbah Marijan itu slamet. Slamet. Orang gagal mengerti, karena apa yang ada dalam sudut pandang mereka tak lebih dari perkara jasmani belaka.”

Mas Iman melanjutkan dengan konsep kesehatan modern. “Urusan Departemen Kesehatan itu kan cuma kesehatan jasmani saja to,” sambungnya. “Mana pernah mereka menempatkan sektor kesehatan jiwa dalam proporsi penting? Padahal persoalan masyarakat kita kebanyakan akibat problem ketidaksehatan jiwa. Penyakit fisik memang ada. Tapi sebenarnya jauh lebih banyak penyakit jiwa. Anehnya, segi ini nyaris dianggap tidak ada oleh Departemen Kesehatan. Jadi ya nggak heran, ketika para ahli kesehatan menilai masalah rokok, yang dibahas cuma sudut pandang kesehatan fisik..”

***

Mengenang obrolan bersama Mas Indra Ismawan dan Mas Iman Budhi Santosa, saya jadi merenung-renungkan lagi arti “out of the box”. Tak bisa disangkal, poin-poin pikiran kedua orang perokok berat itu jauh dari standar. Ada batas-batas pagar yang mereka lompati, di saat semua orang nyaman-damai dan tak berani membayangkan apa-apa yang ada nun di luar pagar. Saya jadi ingat dialog lama yang terjadi antara Syekh Abu Hayyun dan seorang mbak-mbak unyu aktipis antitembakau.

“Iya, rokok memang berbahaya. Saya setuju sekali sama sampeyan, Mbak,” kata Syekh Abu Hayyun mantap. Wajah aktipis LSM antitembakau yang bertamu siang itu pun langsung berbinar.

“Begini,” lanjut Syekh. “Merokok itu nggak bisa dilakukan sambil terburu-buru. Anda bisa makan, minum, mandi, bepergian, bahkan bekerja, dengan cepat dan tergesa. Tapi tidak untuk merokok. Merokok mesti dilakukan seperti.. mm.. gerakan-gerakan salat. Harus tuma’ninah istilahnya, Mbak. Sedot, tenang, pengendapan sesaat, baru nyebul. Isep lagi, tenang dan pengendapan lagi, sebul lagi. Begitu terus-menerus. Lihat, ngudud sama sekali bukan aktivitas yang cocok untuk orang yang gegabah dan grusa-grusu…”

BACA JUGA:  Hormati yang Tidak Puasa, Hormati yang Merokok

“Lho, maaf, katanya bahaya, Syekh? Kok malah nggak bahas bahayanya?” Si aktipis kimcil tampak nggak sabar.

“Sebentar..,” sambil tersenyum bijak Syekh memberi kode tangan, agar si aktipis diam dulu. “Untuk menghabiskan satu batang rokok, rata-rata dibutuhkan 20-25 kali hisapan. Kalau seorang perokok ngudud 10 batang saja setiap hari, artinya minimal ada 200 kali saat jeda tuma’ninah per harinya. Dua ratus kali setiap hari, Mbak! Nah, bayangkan saja jika ia menempuh hidup seperti itu belasan atau bahkan puluhan tahun. Apakah sampeyan yakin yang demikian itu tidak turut membentuk bangunan bawah sadar dan karakter pribadinya?”

“Bahayanya, Syekh. Pliss, bahayanya…”

“Jadi, ya nggak usah gampang heran kalau banyak pemikir muncul dari kalangan perokok. Sebab perokok itu bukan semacam speedboat yang melesat cepat di permukaan, melainkan lebih dekat dengan sifat kapal selam. Ia bergerak pelan namun pasti di kedalaman. Makhluk-makhluk kapal selam itu terbiasa tenang, jernih mencermati setiap hal, sekaligus punya daya imajinasi tinggi. Maka kita tahu ada Einstein, misalnya. Pastilah ia menemukan Teori Relativitas, serta teori bahwa semesta berbentuk melengkung, saat ia leyeh-leyeh sambil kebal-kebul dengan pipa cangklongnya. Ada juga Sartre, Albert Camus, Derrida, Sigmund Freud, yang semua-muanya menempa ngelmu tuma’ninah-nya lewat asap tembakau. Contoh lain? Ada Sukarno, Che Guevara, Winston Churcill, hingga John Kennedy. Atau para sastrawan-pemikir, mulai Rudyard Kipling, Hemingway, Mark Twain, Pablo Neruda, Chairil Anwar, Pramoedya Ananta Toer, yang kesemua mereka pun menjalani metode yang sama. Jadi bisa kita simpulkan bahwa..”

“Stop! Stop!! Please, Syekh. Please! I said: ba-ha-ya! Please explain the ba-ha-ya!!”

“Hehe, iya, iya, Mbak. Maaf. Saya tegaskan bahwa rokok memang berbahaya.” Syekh ber-tuma’ninah sesaat. “Sebab.. yang paling berbahaya dari seorang manusia bukanlah paru-paru atau jantungnya, melainkan pikiran-pikirannya.”

Jeng jeng jeeeng!

  • Ridhoi

    Merokok adalah prototype tingkatan laku hidup seseorang. Dari syariat sampai ma’rifat. Ketika nau merokok, jelas kita perlu korek dan rokok. Syariat. Seperti mau sholat harus wudhu, suci, dll. Lalu, ketika proses menghisap rokok. Ngeses. Kita sampai pada hakikat. Mencecap rasa ketuhanan dan kehidupan dalam-dalam. Manunggaling kawulo gusti. Terakhir, saat menghembuskan asapnya. Ma’rifat. Karena, makna ma’rifat adalah ibadah dan hidup bukan untuk diri sendiri. Pribadi. Tapi, keduanya adalah untuk umat.

    • wells the extremers

      setuju bgt sma analisa ente gan,,,bravo,,,

    • Irman N Dimyatié

      Hahahaha… bagus analisanya. Setuju, Bro.

    • Yayat Supriatna

      Ajib….. seandainya aktifis anti tembakau seperti anda pemikiran nya pasti bangsa ini akan kaya raya petani tembakau sumringah hidupnya kata aktifis anti tembakau rokok itu bahaya… yang bahaya kalo ngurusin hidup orang itu yg bahaya

  • Bravorio

    Wah ini pasti titipan kartel rokok niy , pasti niy. Hiihihihihi.

  • Ade Ubaidil

    Untuk apa merokok disangkut-pautkan dengan ibadah solat yang jelas perilaku sakral nan mulia itu. Sudahlah, jangan menyamaratakan dua hal yang jelas berbeda; baik tingkah dan kemaslahatannya. Mau ngerokok ya ngerokok aja, toh, le. Ojo sok-sokan seolah-olah merokok itu ibadah. *istigfar

    • Rafa N Rafi

      Serius banget Shob..?

    • hilman

      hahha serius banget sik bro, ambil positinya aja ga usah sampe detail 🙂

    • Haidar Idris

      Emang iya ko, hrs tuma’ninah. Emangnya knp? He..he..

    • Faizal Azis

      Mungkin anda kurang piknik. Piknik dulu gih biar ga stroke .

    • Black Mentaldisorderspeep

      Namanya juga mojok mas. Selo.

      • Ardiansyah Didy Hasbi

        hahahah., akur.

    • Raynald Fahroozz

      bahaya mengartikan bahasa…..
      ada bank syariat, lu omelin gih, pake bahasa islam tapi isinya ya tetep bank konvensional….

      tuma’ninah lu kira cuma urusan sholat lee…..???

      makannya ngerokok dulu biar woles 😀

      • Falah

        Merokok itu menzhalimi orang di sekitarnya yang ingin menghirup udara segar. Selain itu, di dalamnya juga mengandung zat yang dapat menjadikan pelakunya ketagihan dan bila terakumulasi jangka panjang dapat berbahaya. Shalat tidak bisa disamakan dgn itu. Shalat diawali dgn thaharah(bersuci) dan dilakukan dalam kondisi suci badan, pakaian, dan tempat. Sedangkan merokok, jgnkan pake wudhu, di tempat yang kotor (misal WC) sambil melakukan hal yg kotor pun bisa. Org yg shalatnya diniatkan dgn benar dan khusyu’ itu dampaknya positif thdp jasad dan ruhani baik dir sendiri maupun thdp lingkungannya, sedangkan rokok mau dikerjakan sekhusyu’ apapun dampak thdp kesehatan negatif dan thdp pikiran yg katanya ‘bikin lebih baik’ hanya sugesti perokok saja, toh pengguna narkoba pun merasa perbuatan mengkonsumsinya itu membuat dirinya lebih baik yg tanpa disadarinya merusak dirinya secara perlahan. Khamr (misal alkohol) yg sejatinya ada manfaat baik, khususnya di bidang medis, aja sdh diharamkan dlm Islam ttg mengkonsumsinya kecuali dlm keadaan yg darurat, bagaimana dgn rokok yg hampir gk ada manfaat, selain buat produsen dan sugesti yg dibuat-buat, yg malahan dpt menzhalimi makhluk hidup di sekitarnya? Itu lebih pantas kan? Toh sebagian ‘ulama jg sdh mengharamkannya, adapun yg memakruhkannya jg msh ragu, mungkin krn msh ada org yg dianggap ulama namun dia masih merokok jd sulit memfatwakan haramnya. Memang tdk mudah utk lepas, tp setidaknya klo diusahakan insya Allah bsa kok melepasnya, krn jg ada pecandu yg bisa lepas dr kebiasaan itu.

    • Semleho

      lah njenengan kog ngamuk tho mas… santai mas koling don dulu. lek haus ngombe lek lapar ndak nyiduk sego karo jangane pisan.
      memang orang puasa itu lapar dan lapar kadang bisa bikin esmosi cepat naik. jadi siapa yang harus istigfar nih?

    • Riiansiddik Rooster II

      Ngrokok itu tergantung niat.. “Daripada mbakar ndassmu mending mbakar rokok” . Bagus kn niatnya. Menghindari penganiayaan

    • BaBa

      Hey bro biarpun rokok diibaratkan sm apapun, entah itu sholat ato ibadah apapun itu kaga masalah…
      Malah bagiku itu bagus banget krn bwt lantaran agar ibadah kita kpd Allah semakin kuat !

  • Sofian J. Anom

    Menarik sekali ulasannya. Mohon izin untuk memposting tulisannya di facebook, Mas.

    Salam..

  • Khusni Mubarok

    Orang yang merokok ga pernah menyalahkan orang yg ga merokok, tapi orang yg ga merokok, sering menyalahkan orang yg merokok, itulah bedanya dari segi kejiwaan

    • Usman Al-Habsyi Dunda

      Sepakat dengan itu mas, jadi stop bagi kaum tidak merokok untuk menampakkan gangguan kejiawaannya.

      • Jie

        Sek penting kebule ra nangndi2 yo, setuju2.

    • Irman N Dimyatié

      Hahahaha… Komentar cerdas.

    • kikin

      Soalnya ada ngerokoknya di bis umum. bikin sesak Napas Mas hhehhe.

  • Adin Darmawan

    horeee…mari merokok, ajarkan rokok ke anak2 kita sejak dini supaya mereka katut cerdas juga seperti bapaknya, urusan kesehatan nantilah ya, yang penting pikiran dan kejiwaan ya to ya to ya to?

    • wells the extremers

      Wah klo hrs diajarkan dan ditularkan ke anak2 ya jgn bro,,,biarkan mereka mengalir dg sendirinya,,boleh asal buat tombo utk kesehatan jiwa aja mungkin lebih pasnya,,,,hehehee,,,

    • esa

      apa logika nya mesti gt? air susu ibu (ASI) apalagi ASI langsung dari ibunya, mengandung berbagai macam zat antibodi,memberi perlindungan terhadap berbagai sumber penularan penyaki, IQ-nya (Intellegencia Quotient) akan lebih tinggi artinya lebih cerdas, dan bla..bla….. lainnya.. nah….apa perlu ASI juga kita anjurakan tidak hanya untuk bayi, tapi juga tuk anak2, remaja, suami/istri ……………… asyik…..ya…… anak smu …menyusui…..he..he…..

      • Ardy Nugroho

        ngawur :)) asi cuma cocok untuk bayi. nutrisi di asi udah ga cocok untuk orang dewasa.
        itulah kenapa orang dewasa normal ga minum asi.
        pake logika sih boleh mas, tapi ya ngomong pake dasar ilmiah juga kali :))

    • Muhammad Isa Ansyori

      Sex itu baik untuk kesehatan.. situ ngajarin balita dan anak ngesex juga ? otak kok dangkal bener jadi manusia..

    • EL-aziz

      biarlah semua mengalir seperti air,,, pasti ada hikmah tersembunyi di balik itu….

  • rsd

    Terserah kalo mau ngerokok, kalo udh kena kanker baru tau rasa
    Penyesalan selalu datang terlambat

    • wells the extremers

      hahahahaa,,,pasti ente orang yg rajin berolah raga dan menjaga pola makan ya broo??? betul itu,,,mari kita hormati hak masing2,,,biar kita dp hidup selaras, serasi dan seimbang,,,hahahahaha

    • icalunyu

      Betul sekali! Penyesalan selalu datang terlambat. Karena yang datang tepat waktu itu namanya murid teladan.

  • Just_Andhy

    Merokok ga merokok tetap aja mati, maka marilah kta merokok sampai mati. setidaknya ada kontribusi nyata bagi jutaan petani tembakau dan karyawan perusahaan rokok diantara jutaan pengangguran.. #jiwa???? hahahaaa

    • wells the extremers

      pemikiran ente ada benerx bro,,,mari kita tanam tembakau sendiri di halaman rumah masing2 biar bisa dipanen setiap saat ,,,,hahahahahaa

      • Just_Andhy

        hahaa.. rekomendasi mu jga kren bro

      • Munawir

        uwis – uwis ojo dho ribut simbah lagi Ududs…sruuuup…ahhhh…ndonyone padang

    • Ardy Nugroho

      kalo anda mau lebih berkontribusi lagi, beli rokok sebanyak-banyaknya, tiap hari, tapi jangan dibakar 1 pun.
      tumpuk tuh buat koleksi di rumah
      – dengan begitu petani tembakau dan karyawan perusahaan tetap bekerja, seperti keinginan anda.
      – di lain sisi anda tidak membuat kesal orang yang tidak merokok.
      – di sisi yang lain pula kesehatan anda akan membaik, walaupun pada akhirnya sama-sama mati. sama-sama beli rokok tapi tetep sehat. enak kan?

      gimana?
      untungnya lebih banyak kan? daripada sekedar membantu petani tembakau & karyawan rokok :))

      • Just_Andhy

        siap.. semua masukan kta tampung 🙂

      • Yayat Supriatna

        Kalo itu sama aja beli baju tapi gak di pake beli sesuatu tanpa di nikmati pemborosan dan boros adalah sifat setan…

        • Ardy Nugroho

          lah merokok juga pemborosan kali. sekarang apa yg didapet dari rokok yg dibakar?
          beli baju dipake ada fungsinya.
          merokok dibakar, jadi penyakit. terus fungsinya dimana? sama2 dibuang juga kan? (dibakar)

          berarti anda secara tidak langsung bilang orang yg membakar rokoknya itu sifar setan

          • Mas Kliwon

            shit ! nendang sbanget komen ini..

    • Hans

      betul,. dan ada kontribusi utk mempercepat kerusakan lapisan ozon

  • Mugen Sartoto

    Merokok silahkan asal jgn dideketku…males mambu asepmu

  • Mustafid Sawunggalih

    Yang anti rokok pasti jengkel baca tulisan ini 🙂 Sebaliknya, yang perokok mesem-mesem sambil nyalain rokok lagi. Keren Mas Iqbal….Ditunggu tulisan lainnya…

    • hilman

      hahaha iyah sih, lucu cara ngebahas nya, heran pada serius amat nanggepin nya hihi 😛

  • bimosaurus

    Pembuat artikelnya pinter. Haus traffic. Jadi milih yang kontroversial. Lanjutkan saja merusak bangsa.

    • Ardiansyah Didy Hasbi

      woles keleus

    • EL-aziz

      “Pembuat artikelnya pinter”. yah eyalah paling diya pas bikin nie artikel sambil ngudud rokok……

  • Intiar Dekrit

    Premis Gemuk karena berhenti merokok merokok tdk relevan tapi gemuk krn banyak makan dgn bahan yg menggemukkan badan.. sdgkan premis obesitas lbh mematikan dibanding merokok lalu disimpulkan bhw merokoklah agar tdk gemuk shg panjang umur.. sungguh ini penyesatan logika.. apalagi umur itu urusan Tuhan.. jika kita memajai logika iman maka seorg yg tdk merokok dan tdk obesitas blm tentu panjang umurnya krn semua atas kehendak Tuhan.. semoga tulisan ini bermanfaat

    • Haidar Idris

      Tulisan ga serius ga usah dipikir pake silogisme, santai aja. Klo ga mau ngrokok ya ga usah ngrokok, gitu aja. Ga pake brsikap eksagrasi gt jg kan?

  • Intiar Dekrit

    Singjatnya merokok dan makan yg menyebakan kegemukan itu merusak kesehatan yg dapat menjadi penyebab kematian.. segala tindakan yg merusak tubuh dinyatakan berdosa bahkan ulama sdh sepakat bhw merokok krn mendatangkan banyak mudarat sdh dinyatakan haram..

    • Haidar Idris

      Ulama ya? Ha..ha..

  • Arone Jigoku

    Rasulullah SAW, Manusia paling mulia di muka bumi yang dimuliakan Allah, emang beliau merokok??????????
    Cukup itu saja yang saya mau tahu.

    • Haidar Idris

      Nabi pernah naik mobil? Fesbuka? Udah, itu aja yg sy tny.

      • Arone Jigoku

        oh smoker, pantes. meski ga naek mobil n ga fesbukan, tapi ajaran dia valid sampai akhir jaman, bagituh kata hadist n Qur’an…kalo kata saya..maaf yah saya mah ga tau..makanya nanya..tapi stlah dipikir, dah jelas sih apa kata Hadist n Qur’an, jadi saya pcya itu ajah deh…

        • sidu harliandes

          anbe perokok naik mobil gan..salah kah

    • Wawan

      Karena pada jaman itu rokok belum ada di arab! kalau emang ada, kemungkinannya bisa beragam..
      Anda-anda ini sangat mengecilkan islam di mata umum, bentar-bentar bawa agama. Gimana bisa logis dan panjang dikusinya klo udah dibatasin sama ruang lingkup agama..

  • Rafa N Rafi

    “Merokok itu nggak bisa dilakukan sambil terburu-buru. Anda bisa makan,
    minum, mandi, bepergian, bahkan bekerja, dengan cepat dan tergesa. Tapi
    tidak untuk merokok. Merokok mesti dilakukan seperti.. mm..
    gerakan-gerakan salat. Harus tuma’ninah istilahnya, Mbak. Sedot, tenang,
    pengendapan sesaat, baru nyebul. Isep lagi, tenang dan pengendapan
    lagi, sebul lagi. Begitu terus-menerus. Lihat, ngudud sama sekali bukan
    aktivitas yang cocok untuk orang yang gegabah dan grusa-grusu…”

    Ini sungguh petuah yang wow banget gan. Wkwkwkwk…

  • Haidar Idris

    ulasannya asik. Itu aja.

  • Cempaka Madu

    aktipis anti rokok pasti merah marun neh.. eh maap… merah padam deh… terbakarr… emosi… gregetan… marahh… dsb dll dkk….
    bagi para perokok pasti lg mesem mesem, tersenyum simpul agak pink pipinya… manggut2 sambil ngisep rokok n ngupi…
    sebenernya rorok itu adalah tidak sehat bagi mereka yg tidak merokok… karena mendatangkan emosi, gregetan, amarah, ngedumel dll dsb dkk… yg bisa berakibat stroke…. serangan jantung… darah tinggi dll dsb dkk….
    sedangkan bagi perokok ini adalah ladang pahala…. menimba kesabaran dan ketabahan dalam cacian, hinaan, cercaan, cemo’ohan dan propaganda….
    terlihat jelas perbedaan kondisi psikis antara perokok dan bukan perokok…
    salam hisap jempol……….

  • Imam

    Merokok itu pilihan, mati itu pasti. Hahaha…

  • Halim

    “perokok berat hidup sampe 90 atau 100 tahun” bagi saya hidup 90 atau 100 tahun gak ada gunanya klo gak ada bekal buat ntr di akhirat.

  • Heri Zubekti

    “Sebab.. yang paling berbahaya dari seorang manusia bukanlah paru-paru atau jantungnya, melainkan pikiran-pikirannya.”
    –> ya benar, memang pikiran yang seperti ini yg berbahaya.

  • Tuty Yosenda

    Artikel yang top Mas. Makasih 🙂

    Hmmm, Kayaknya pada belum dengar berita tentang rokok yang menyembuhkan kanker, kecanduan narkoba, meringankan problem autism, dan menyembuhkan HIV / AIDS ya? Duuuh …. 🙂
    http://yosendascope.blogspot.com/2009/05/gretha-zahar-penyihir-yang_21.html

  • teguh ba

    Siapa aja boleh melakukan yg tdk ada larangannya…
    Asal tdk sampai merugikan orang lain…
    Krn kebanyakan perokok jg “sakit jiwanya” sebab dia cuek dg lingkungan apalagi manusia lain yg bukan perokok…
    Betul ga???
    “Gue sih asik2 aja selama lu kagak nyenggol gue”

  • Ardy Nugroho

    Mau ngerokok atau engga urusan pribadi ajalah, tapi tolong inget sama yg ga ngerokok.
    Kalian, para perokok, tidak ingin hak “menghirup asap rokok” kalian diganggu kan?
    SAMA. Kami kaum yg tidak merokok juga ingin hak “menghirup udara segar” kami tidak diganggu.

    Jadi usul saya, ketika anda menghirup asap rokok, plis jangan disebul keluar lagi itu asapnya.
    Dengan begitu anda, para perokok, dapat mengurangi produksi asap rokok. Setidaknya akan mengurangi gangguan kepada orang-orang yang tidak merokok / tidak suka asap rokok.
    Anda senang, kami (yah.. lumayanlah) senang juga.

    Saya rasa semua perokok pasti sanggup melakukan usul saya.
    Toh, dari awal kalian memang tidak takut sakit / mati karena merokok kan?
    Jadi kenapa ga sekalian aja telen semua asap rokok yang dihisap?

    Kalo saya sih takut. Hii…

    • Zarp Nodrog

      Kami kaum yg merokok juga ingin hak “menghirup udara segar” kami tidak diganggu.

      Jadi usul saya, ketika anda menyalakan mesin kendaraan bermotor anda, plis jangan disebul keluar lagi itu asap knalpotnya
      Dengan
      begitu anda, para knalpoters, dapat mengurangi produksi asap knalpot
      Setidaknya akan mengurangi gangguan kepada orang-orang yang tidak
      berkendara/tidak suka berkendara
      Anda senang, kami (yah.. lumayanlah) senang juga.

      Saya rasa semua knalpoters pasti sanggup melakukan usul saya.
      Toh, dari awal kalian memang tidak takut sakit / mati karena menghirup asap knalpot kan?
      Jadi kenapa ga sekalian aja telen semua asap kenalpot yang dikeluarkan sama kendaraannya?
      Kalo saya sih takut. Hii…

      saya juga ingin udara segar mas…
      karena saya seorang pejalan kaki dan pesepeda mas.
      tolong jangan racuni saya dengan asap kenalpot kendaraan anda mas…
      nggk cuman saya saja mas yang kena dampak negatif daripada asap kenalpot..
      daun” dijalan yang tadinya berwarna ijo sekarang berubah jadi item mas…
      belum lagi makhluk lainnya…
      burung yg berterbangan bebas diangkasa
      dan kalo mas merasa asap kenalpotnya jauh lebih sehat dari asap rokok saya mas,,,,
      kita taruhan nyawa aja mas,,,,
      dengan asumsi perbandingan yang sama mas
      misal 10 ribu dapet 1 bungkus rokok
      dan harga bbm 10 ribu perliter
      maka …
      aku hisap asap rokokku 1 bungkus
      mas hisap asap kenalpot kendaraannya mas sampai 1 liter bbm di tanki kendaraannya mas habis

      kita lihat mas sapa yg mati duluan
      berani g mas?
      pasti g berani
      ya kan?

      • Ardy Nugroho

        jadi gini mas. emisi kendaraan itu ada uji nya. pernah denger euro 1, euro 2, dst?
        kendaraan dilepas dipasaran harus sudah lulus uji tsb

        emisi yg dilepas emang berbahaya, tapi sudah diukur sedemikian rupa agar masih dalam taraf aman.

        pertanyaannya, emang rokok ada uji emisinya juga?

        kedua, kurang pintar kalo anda memandingkan merokok dengan menghirup udara dari knalpot langsung. perbandingan anda itu tidak apple to apple. alias ga nyambung.
        knalpot bukan untuk dihirup secara langsung.

        sebetulnya saya mau jelaskan tentang plume rise emisi, tapi percuma paling situ ga paham

        udah mas ga usah panjang2 komentar. inti komentar anda itu cuma pembenaran.

        anda merokok, dan anda tidak suka kalo ada orang yg mengingatkan.

        yaudah kl anda menganggap merokok itu benar, ga masalah.
        jangan lupa, nanti anak mas ajarkan juga merokok ya.
        nanti merokok bareng2 sekeluarga.

        • Wawan

          Apa salahnya merokok barengan sekeluarga? Merokok itu pilihan bagi kami yg dewasa.
          Biarpun anak saya ikut merokok, itu haknya dia. Dan itu artinya anak saya lebih dewasa dari anda.
          Jadi orang kok ribet, klo gak mau kena asap rokok ya menjauh dari orang yg merokok. Mau alasan apa lagi buat ngeles? Gimana klo orang merokok di Bus? Halte? Perokok gak sekurangajar itu juga kali pak, kami tau lah tempat-tempat yang dianggap layak untuk ngerokok. Jangan menyeragamkan semua kesalahan kecil dari beberapa perokok untuk skala yg universal dong.

      • eh, ngga boleh.., jadi musyrik lho…,,
        takut kok sama rokok, takut itu sama tuhan…,, 😀

    • Sendy Aditya Suryana

      dangkal kamu mas.

      • Ardy Nugroho

        yaudah selamat merokok mas.
        kalo emang merokok anda anggap benar, jangan lupa ajak orang2 terkasih (bapak, ibu, pacar, istri, anak) anda merokok juga. merokok bareng2 satu keluarga besar, sekalian menjalin tali silaturahmi.

        • Sendy Aditya Suryana

          makin dangkal kamu, mas.

        • Sendy Aditya Suryana

          mas, coba kalau kamu naik motor atau mobil, asap knalpotnya kamu hirup sendiri mas. sekalian ajak sekeluarga ngisep asap knalpot kendaraan yang mas punya, kalau ada. sama-sama polusi udara toh?

    • Juli Mardiyos

      Kami kaum “perokok” berhak u/menikmati rokok kami,kalau kalian tidak ingin terganggu dgn aktivitas kami, LEBIH BAIK KALIAN TAHAN NAPAS AGAR KALIAN TIDAK MENGHIRUP ASAP ROKOK YG KAMI SEMBURKAN :V.

    • Wawan

      Goblog!

      Ngomong kok nggak pake otak pak? Eyang anda pun gak bakal mau nelan asap rokok, karena eyang anda lebih pintar dari anda! Anda kira asap rokok buat ditelan kayak pentolan bakso? Makanya ngerokok dong biar tau! Aktivitas merokok itu menghisap asap kemudian dilepaskan..
      Toh manusia napas aja ngisap udara trus di hembusin, bukan narik udara trus tumpuk di paru-paru.
      Anda kira vacuum cleaner?!

      Mana jawaban komentarnya songong pulak. bawa-bawa topik “Plume rise emisi” trus dengan se’enak pantatnya dia menjudge kalau si lawan bicaranya gak paham. Emang ini jaman eyang mu maen petak umpet? Sekarang ini jamannya Internet, anda searching di Google sapi eyang anda yg hilang di tahun sebelum masehi bisa diketahui informasinya..

      Makanya ngerokok pak, biar mental, otak dan kemaluan anda bisa sedikit logis.

    • eh, ngga boleh.., jadi musyrik lho…,,
      takut kok sama rokok, takut itu sama tuhan…,, 😀

    • Rizal M. S.

      dangkal kamu mas (2)

  • aryo

    Percuma mas jelasin makrifat kepada orang2 sistematika otaknya sudah auto pilot. Sama aja ngasih kalung emas ke wedus… hahahaa

  • ngkong

    dengan alasan yang sama persis juga berlaku untuk alkohol dan narkoba. banyak orang hebat yg suka minum, banyak pemusik yg bisa bikin lagu bagus karena ngobat. maka dari itu saya sarankan alkohol dan narkoba sebaiknya dilegalkan di bumi pertiwi 😛

    • Ardiansyah Didy Hasbi

      contohnya siapa?

  • 🙂 Ya ya yaaa..

  • ‘Alwi Mukadar

    Buat yang muslim -> Seandainya Rokok Yang Anda banggakan ada di zaman Rasulullah… bayangkan.. coba bayangkan… rasulullah sambil memberi wahyu allah ke para sabahat lalu merokok, sebal sebul kanan kiri seperti yang anda lakukan. lalu anda bayangkan lagi … coba bayangkan dengan jelas jika para kaum kafir, munafik sambil mencela rasullullah mereka merokok sebal sebul kanan kiri seperti yang anda lakukan

    menurut anda lebih cocok dengan rokok ?

    Shalat malam yang sampai tidak tidur semalaman dilarang oleh rasulullah.. apalagi rokok yang jelas merusak
    Berpuasa yang sampai membahayakan jiwa saja dilarang oleh rasullah.. apalagi rokok yang jelas merusak
    Beribadah apapun yang bisa merusak diri atau membahayakan jiwa dilarang oleh rasululllah.. apalagi rokok yang jelas merusak

    Apapun pembenaran yang anda berikan atas bolehnya merokok hanya membohongi diri anda sendiri dan menambah dosa setiap ada orang yang terganggu dengan asap rokok anda, di akhirat semuanya akan terlihat jelas dan akan ada balasan setimpal untuk kedzoliman yang anda lakukan dengan MEROKOK

    • esa

      Buat orang2 -> Seandainya facebook, internet yg Anda banggakan ada di zaman Rasulullah… bayangkan.. coba bayangkan… rasulullah sambil
      memberi wahyu allah ke para sabahat lalu facebook, internet, klik kanan klik kiri seperti yang anda lakukan. lalu anda bayangkan lagi … coba bayangkan
      dengan jelas jika para kaum kafir, munafik sambil mencela rasullullah
      mereka berfacebookan, berinternet sepanjang malan seperti yang anda lakukan

      menurut anda lebih cocok dengan fasbook/internet atau semacamnya?

      Shalat malam yang sampai tidak tidur semalaman dilarang oleh rasulullah.. apalagi facebookan/internet yang jelas banyak dampak negatifnya,
      Berpuasa yang sampai membahayakan jiwa saja dilarang oleh rasullah.. apalagi facebookan/internetan yang banyak dampak negatifnya….
      Beribadah apapun yang bisa merusak diri atau membahayakan jiwa dilarang oleh rasululllah.. apalagi facebookan/intetan banyak dampaknya.

      Apapun
      pembenaran yang anda berikan atas bolehnya facebook/intenet hanya membohongi diri anda sendiri dan menambah dosa setiap ada orang yang terganggu dengan fasbook/internetan anda, di akhirat semuanya akan terlihat jelas dan akan ada balasan setimpal untuk kedzoliman yang anda lakukan dengan fasbookan/internetan. ……..

      ya ……itu kalau segala hal dilihat dampak negatinya…..

  • kahar

    dengkul juga nih yg bertanya tentang hubungan merokok dgn yg lainnya….makanya baca baik2….kenapa dihubungkan kesana kesini….

  • Edwin Deu

    Perlu analisa yg tinggi jika akan mendeskripsikan “rasa” ketika merokok, sulit dijelaskan bahkan dgn sejuta katapun bagi org yg ga merokok, tapi tanpa satu katapun bagi org yg merokok, seperti kokok ayam pagi hari yg membangunkan kita rasanya beda dgn alarm padahal fungsinya sama membangunkan kita, jado sdhlah ga akan ketemu mas bro, intinya merokok yaaa merokok aja… sy stuju jika merokok jgn d sembarangan t4 yg bikin sodara kita yg ga mrokok trganggu, biarkan saja cman kita, rokok dan Tuhan yg tau siklus penciptaan ide2 sang perokok itu, soal biaya yg trcipta biarkanlah berjalan garis lurus dgn mutu ide yg tercipta baik utk public policy, seni atau utk ketenangan pribadi… so..enjoy aja mas bro…

  • Raditya Mahendra

    endingnya nikmat. struktur berceritanya asik. rokokmu apa mas? hehehe

  • endychen

    ya inti nya kenapa tdk meditasi aja lebih konsen dgn nafas sendiri dan lebih segar dgn udara drpd asap rokok..

  • Senyum Ya

    mantap,,,inspiratif

  • Nopendi Har

    Semoga Allah swt merahmati kita semua..
    Coba kita renungkan sejenak :
    Knp babi, dan khamr di haramkan dlm islam?
    Karena berbahaya buat kesehatan manusia..
    Coba kita renungkan prihal merokok :
    1. Merokok: membakar uang (mubazir) itu tmnya iblis dan setan penghuni neraka
    Alangkah baiknya di sumbangkan ke anak yatim dan org yg membutuhkan..
    2. Merokok : bunuh diri
    Antum meracuni kesehatan, kufur akan nikmat Allah azza wajjala telah di berikan tubuh dan kesehatan yg sempurna..
    Antum di amanahin tubuh yg sehat harus di jaga..

    3. Merokok : dzolim
    Antum mendzolimin org tdk berdosa dgn racun asap rokok..
    Perokok passif lbh berbahaya..
    Tegakah anda membayangkan racunya di hirup istri dan anak dan keluarga kalian?

    3 poin di atas tmnya setan dan iblis wahai saudaraku..
    Berdoalah mhn petunjuk Allah, mhn ampun telah kufur akan nikmat sehat..

    Di hari pembalasan kelak, semua yg kita lakukan akan mendapat balasan walaupun sebesar biji zarrah..
    Jgn ikuti hawa nafsu yg negatif, lawan dan berjuanglah di jln Allah seperti yg di contohkan nabi Muhammad saw dan para sahabat, mereka kaya raya namun di rmhnya hanya ada pelepah kurma untuk alas tdr dan gayun…
    Dimanakah nilai islam yg di ajarkan rasul Allah Muhammad dan para sahabat..

    Tegakah anda membayangkan rasul Allah dan para sahabat merokok jika di jaman nabi sdh ada rokok?
    Tentu bknlah sifat nabi dan para sahabat,
    Tentu sifat abu jahal dan para kafir qurais

    • trigus (adm coppasus)

      hadeeeh,, antum jangan begitu doong, naik motor pun sebenarnya juga membunuh diri sendiri. malah lebih sadis. toh itu kan bukan yang mudhorot2 saja yang perlu dipikirkan,,,

    • EL-aziz

      bayangkan aja bila orang indonesia itu gak ada yang merokok…. maka apa yang terjadi…..?
      bakal ada ribuan orang yang kehilangan pekerjaan karena pabrik rokok terbesar se asia tenggara gak ada,,,,

  • trigus (adm coppasus)

    hahahahaha. asli gak bisa diem saya, aduuh masih kepengen ketawa. memang yang nulis ini juga ahli hisab kawakan.. hahaha. terimakasih sudah memberikan HUJAH baru terkait dot menyedot… nice

  • Nanda Ilham Nur Kharisma

    Mau merokok terserah, yang penting perhatikan sekitar anda saat merokok. Kalo di dalem angkot yg sesak ataupun di lingkungan orang yang “sensitif kesehatannya” (bayi, anak-anak, ibu-ibu hamil sampai abg labil) anda tetap merokok yaa berarti tulisan diatas cuma sekedar bualan, isapan jempol, maupun mimpi di siang bolong saja, anda mau tuma’ninah tapi kok ganggu orang lain. Huh!

  • ovdep

    vaporan wae yo mas

  • Arifin Sibuea

    Dalam islam merokok haram,bagi yang muslim sebaiknya jangan merokok..soal kegemukan bisa di akali dengan olahraga dan mengurangi makan..bagi yang menambahi puasa sunnah tentu lebih baik.

  • Bang Pilot Pilot

    Tulisan yang sanggup membela dirinya sendiri.

  • Agyl Muhammad Dzikrullah

    Ya itu namanya manusia. Selalu mencari-cari dalil untuk membenarkan diri sendiri.

    “Ya gue disini juga orang yang Haram-in rokok, ya karena alasannya udah tertera jelas di bungkus rokok itu sendiri.
    Coba aja rokok itu gak separah itu, pasti gak haram.”

    Pastinya, statement gue diatas bakalan dibalas dengan yang sejenisnya.. Entah facebook, Hp, Internet, dll.

    “Of course beda lah kalo mo dibandingin ama fb, internet, dll.. Karna
    mereka masih ada dan lebihi banyak manfaat dibandingkan mudharat. Lah
    rokok? Apa coba manfaatnya?”

    Oke, gue tambahin statement dikit
    “Lo gak mau ada rokok? Gak mau ada asap knalpot? Gak mau hidup lu
    terganggu dengan gangguan orang lain? Yuk mari menuju akhirat.”

    Bawah gue juga ada yang bilang, jangan gabungin kehidupan lo, dengan dikit-dikit agama, dikit-dikit agama..

    Oke,
    gue tambahin statement “Dunia ini ciptaan Allah, jadi ya kalo mo idup
    ya sesuaikan ama yang punya dunia. Kecuali dunia ini ciptaan nenek
    moyang lo yang seorang pelaut itu.”

    Gue juga ada sedikit bingung
    buat yang berargumen tentang rokok, kebingungan gue cuma “Lagipula
    apasih keuntungan rokok? Lo bilang kejiwaan? Lo bilang thuma’ninah?

    Merokok bukannya karna lidah lo ‘asem’? Karna lo lagi ‘pengen’ kan? Bukan karna lo mau mengasah kejiwaan lo kan?

    Thuma’ninah
    lo bilang? Gak ada bedanya mo dillamain apa gak tuh ngisep :v Menurut
    lo perokok baru bakalan tau cara ngerokok? Oke, fine, kalo lo bilang
    ‘sholat juga kan, kalo baru belajar gak tau cara sholat, gak tau juga
    thuma’ninah, rokok juga gitu dong..’ Tapi gue tanya, thuma’ninah di
    sholat itu wajib lho. Gak thuma’ninah ya gak sah.
    Kalo rokok? Gak thuma’ninah gimana? Apa gak sah juga tuh ngerokok? :v

    • Hamdan Hado

      Masing-masin punya sudut pandang si, itu kembali ke prasangka masing-masing, kalau merasa tenang saat ada rokok, gimana kalau gak ada rokok? gitu juga sebaliknya. Banyak hal yg mempengaruhi kejiwaan, gak hanya rokok, soalnya yang mati muda karena rokok dikira sedikit?? itu rahasia Allah lah urusan mati cepat atau mati lama.

  • EL-aziz

    rokok itu hanya boleh dinikmati oleh orang yang sehat….. coz kata dokter orang yang sakit tidak boleh mengkonsumsi rokok,,,,

  • Yayat Supriatna

    Setuju karena pikiran lebih berbahaya dari pada kanker,impotensi,jantung,dan gangguan kehamilan. Tokoh Pemikir Besar mayoritas perokok. Kadang ide bisa datang saat kita sedang asik menghisap rokok dan secangkir kopi hitam

  • Widi Lhagi

    Perokok itu mlah taat pajak lho… Buktinya tuch ada PPN ya..

  • mayoritas orang bernama iqbal suka banget hal kontroversial. hakhakhak

  • mdawd123
  • Edward

    perokok wajib baca ini. kenapa orang2 bukan perokok benci sama perokok? sebenernya bukan sama semua perokok, tapi sama perokok yang nggak bertanggung jawab, merokok di tempat umum. anda sekalian pasti berpikir “emang dilarang ya merokok di tempat umum?”. emang bener sih merokok di tempat umum itu nggak dilarang, tapi apa anda nggak memperhatikan perasaan orang2 di sekitar anda yang ikut kena dampaknya menghisap asap rokok yang anda keluarkan? bagi anda mungkin enak sebagai yang menghisap asap beserta aroma tembakaunya, tapi apa enaknya bagi yang menghisap asap yang anda keluarkan? yang ada mereka batuk2 karenanya. selain itu, sebagai perokok pasif kesehatannya lebih terancam daripada perokok pasif. dengan ini, anda telah menzalimi orang lain. bukan hanya perasaannya, juga kesehatannya yang tidak ada bedanya dengan membunuhnya. anda masih berpikir tidak ada salahnya merokok di tempat umum? di mana rasa kemanusiaan yang anda miliki? mau protes? silakan saja.

  • Handika Ferdiyanto

    ane kagak baca ampe tuntas. males ah.
    coba bikin artikel toleransi antar perokok & non perokok, lebih bermanfaat.

  • Merokok mendapat pencerahan dalam berfikir, apalagi kalo sedang spaneng,, hehe

  • Muvid Basyaiban

    Bang Iqbal Aji Daryono, kapan ada waktu luang bang? Monggo ngopi sambil ngerokok bareng =D

  • dini

    aka kita tahu ada Einstein, misalnya. Pastilah ia menemukan Teori Relativitas, serta teori bahwa semesta berbentuk melengkung, saat ia leyeh-leyeh sambil kebal-kebul dengan pipa cangklongnya. Ada juga Sartre, Albert Camus, Derrida, Sigmund Freud, yang semua-muanya menempa ngelmu tuma’ninah-nya lewat asap tembakau. Contoh lain? Ada Sukarno, Che Guevara, Winston Churcill, hingga John Kennedy. Atau para sastrawan-pemikir, mulai Rudyard Kipling, Hemingway, Mark Twain, Pablo Neruda, Chairil Anwar, Pramoedya Ananta Toer, yang kesemua mereka pun menjalani metode yang sama. Jadi bisa kita simpulkan bahwa..”

    mereka semua minum air. iya air.

  • Ardy Nugroho

    super sekali pembelaan orang-orang kecanduan rokok ini :))
    sampe mengalahkan logika berpikirnya.
    udah kaya dihipnotis. otaknya dikendalikan asep rokok haha

    intinya cuma 1 = pembenaran.

    di pikiran pecandu rokok kurang lebih kaya gini.
    “gua merokok. gua juga gatau kenapa gua ga bisa lepas dari rokok. dan gua benci kalo ada orang baik yang mengingatkan berhenti merokok”

    semangat aja deh bro ngerokoknya. tularkan kepada anak cucumu. sebarkan pada keluargamu asap rokok yg kau banggakan itu :))

    • Alconez

      Logikanya sederhana, kita merokok di tempat yang diperbolehkan. di cafe, di warkop, di warnet, di ruang terbuka. itu urusan kami.

      kalau anda merasa terganggu di tempat yang secara normatif diperbolehkan, anda punya masalah,

      kalau kami merasa terganggu dengan merokok di tempat yang secara normatif tidak diperbolehkan berarti kita yang punya masalah.

      kita merokok paham sekali atas konsekuensinya, jelas dan singkat dan padat. orang di bungkus rokok ada tulisan dan gambarnya. jadi kalau mau jadi preacher/pembawa kabar/nabi/apapun untuk membuat orang berhenti merokok. anda sia-sia. kita tau konsekuensi kok. dan kita jelas tau. dengan anda memberi tau kek gitu anda mengimplikasikan bahwa kita itu bodoh dan buta huruf. disitu yang saya tidak suka.

  • Laki

    “Sebab.. yang paling berbahaya dari seorang manusia bukanlah paru-paru atau jantungnya, melainkan pikiran-pikirannya.”

    Bukanya pikiran pun berhenti klo paru-paru tak lg berfungsi?

    • Suryo Danar Saputra

      Pikiran akan tetap hidup mas bro, saat pikiran yang ada di kepala kita telah dikomunikasikan kepada orang lain. Pikiran yang ada -> menjadi hasil pemikiran -> menjadi pengetahuan.
      Contoh saja hasil pemikiran Bung Karno tentang bangsa ini yang tetap terus tumbuh, walau paru-paru beliau telah lama tak berfungsi 😀

  • Jangan egois

    Terserah orang mau ngerokok asal jangan disamping non perokok, asap rokok diisep sendiri

  • EyLonk Isme

    Oh, ternyata memang jelas toh,. Merokok Itu berbahaya bagi kesehatan,..

  • mas Bond

    Saya perokok berat mas…. tapi saya harus sadar dan tahu kapan dan di mana asap rokok saya sebul.

  • Raid

    intinya merokok memang bahaya kan, hehe Marlboro aja sudah luntur di
    daerah asalnya sendiri, negara maju, Amerika. Pemerintahnya sadar betapa
    merusaknya tembakau yang dibakar lalu dimasukkan kedalam tubuh dengan
    cara dihisap, belum lagi ada rasa yg berbeda”, racikan bumbu+tembakau yg
    dibakar wesss jadi racun berat siplah. Makanya Marlboro mengincar
    negara” berkembang seperti indonesia ini yg masih gampang dipengaruhi,
    betulkan ? hehe..

  • Miftahul Amanah

    wayajuju ududuhu ba’da dahar # lianahu yurisuna alacenghar
    wkwkwkw………………………………………………………………………..

  • Hijrauly Albebian

    Hahahaa asik bacanya bangke

    :3

  • A Mappaware Nuhung

    Perokok itu sdh teracuni dgn nikotin,shg otaknya selalu mencari pembenaran kelakuannya itu. Mrk sdh tdk mampu berfikir tanpa rokok,shg menobatkan rokok sbg penggerak inspirasinya. Sampai menyamakan dgn Ibadah Sholat. Satu contoh pemikiran yg rusak krn rokok. #dodol.

  • Pingback: Inilah Resep Rahasia untuk Menembus Mojok.Co | Mojok()

  • Mas Kliwon

    entahlah.. saya perokok. kelas 5 SD sdh belajar merokok SMP sdh pecandu rokok berat. saya juga benci perokok apalagi yg asapnya ngebul smpe kemuka.. serasa ingin kutendang pantat org itu. sampai saya pada suatu kesimpulan bahwa… terlalu banyak logika, terlalu banyak mikir, terlalu banyak filosofi bisa membunuhmu………………………..

  • Satria

    Merokoklah sampai mati..:( meski sebagian besar yang dinyalakan adalah kutukan dan keterpaksaan..seperti sesal ustad sebelah, ” knp zikir tak menenangkanku, justru berhala rokok mengkhusyukkanku”..orang sakaw selalu menawar logika..heheh

  • Fatkhul

    aku due pantun dulur
    ngerokok mati
    ora ngerokok mati
    ngerokok sampai mati :DD piss duluur

  • Anna Okviana

    Em.. mungkin commentnya telat.. tapi saya cuma mau bilang kalo saya bukan perokok.. tapi saya biasa aja tuh ma perokok.. saya punya pilihan mengapa saya tidak merokok.. saya ingin pilihan itu dihargai.. dan perokok punya pilihan untuk merokok.. saya pun menghargai pilihan mereka.. entah kenapa komen – komen di bawah bernada amarah.. (atau saya nya yang terlalu sensitif.. haha..) tapi saya juga punya sikap terhadap kawan – kawan saya yang (atau jika pacar saya menjadi) perokok.. saya cenderung menghindari untuk mengobrol dengan mereka ketika mereka akan merokok.. sekali lagi ini soal saling menghargai.. dan pilihan sekali lagi ada di tangan anda..

  • Pingback: Muhammadiyah Garis Lucu, Mungkinkah? |()

  • Pingback: Muhammadiyah Garis Lucu, Mungkinkah? – UP Station()

  • Pingback: Rokok dan Rahasia Kecerdasan – ROKOK Rempah | KRETEK Rempah | ROKOK Ajaib | Manfaat ROKOK | ROKOK HERBAL | Non KIMIA | KRETEK Rempah INDONESIA()

  • Ferry Hawe

    Syekh Abu Hayyun kuwi Gus Mus po?

    • Af Fin

      Walah. Ya Gus Iqbal Aji Darsingh kuwi lho, Pak Ferr -_-

  • Sediakan rokok dan Kopi. Dinikmati dan di hayati. Mantab post nya.

  • Selvya Mulyani

    Mantap kali

  • PK TNG

    Benar-benar out of the box.
    Baru ngeh gw, dan akhirnya gw tercerahkan hari ini.

    Memang benar, rokok itu harus dinikmati pelan-pelan, bukan dinikmati terburu-buru .. hahaha

  • dadang

    apalagi kalau melinting rokok sendiri, sebuah ritual hakiki untuk lahir dan batin.

  • Yanuar Abdillah Espada

    Alasan nya logically…dan memberi contoh para pemikir abad ini yg merokok tapi berprestasi cemerlang,sayangnya seorang ulama mengambil sample contoh pemikir yg bahkan dia punya pemikiran liberal?sigmund freud???
    Ulama harusnya menimbang suatu perbuatan berdasar kemaslahatan bagi diri dan umat,dan memberi contoh dg alim ulama yg berorientasi ke prestasi akhirat bukan duniawi…Jadi nikmat rokok adalah duniawi,….candu bagi mereka yg tak bisa berhenti

  • Sering ketemu sih sama orang yang dibilang ga bisa mikir kalo ga ngisep rokok dulu 😀

No more articles