Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Otomojok

Suzuki Karimun GX, Mobil Mulia untuk Orang yang Mulia

Hairus Salim oleh Hairus Salim
9 November 2017
A A
suzuki-karimun-gx-mojok

suzuki-karimun-gx-mojok

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

[MOJOK.CO] “Mobil ini biar bentuknya kotak, tapi banyak yang cari. Harga sekennya termasuk mahal.”

Suatu siang yang panas, ketika sedang menunggu lampu merah di sebuah perempatan yang padat di selatan Yogyakarta, kaca mobil saya tiba-tiba diketuk seorang laki-laki. Tentu saja saya agak kaget dan sempat menduga-duga apakah saya melakukan sesuatu kesalahan sehingga laki-laki setengah baya ini meminta saya untuk membuka kaca dan mengajak bicara. Masih ada 42 detik sebelum lampu hijau menyala, saya akhirnya menurunkan kaca mobil.

“Maaf, Mas, mobilnya mau dijual nggak?”

“Wah nggak, Pak.”

“Ya siapa tahu mau dijual, saya siap beli. Hehehe.”

“Nggak, Pak. Hehehe.”

Lampu hijau menyala. Saya melanjutkan jalan. Kaca saya tutup lagi.

Terus terang ini kali kedua ketika berhenti di lampu merah, orang yang tak dikenal tiba-tiba mengetuk pintu mobil dan menanyakan apakah berniat menjual mobil yang saya gunakan. Ini belum termasuk obrolan lepas setengah serius separo bercanda, misal di angkringan, di pertemuan arisan, atau di acara-acara lainnya: ada orang menyatakan berminat membeli mobil saya andai saya mau melepasnya.

Anda mungkin penasaran, mobil apakah gerangan sehingga orang segitunya ingin mendapatkan. Mobilnya adalah Suzuki Karimun GX tahun 2003.

Setelah tahu mungkin Anda jadi misuh, “Lha, cuma Suzuki Karimun. Dikira tadi mobil apa….” Wajar saja, karena—tidak seperti bapak setengah baya di atas tadi—Anda tidak tahu apa kelebihan mobil ini.

Baiklah, saya akan kemukakan berdasarkan pengalaman menggunakan mobil ini dalam lima tahun terakhir. Pertama, mobil ini terkenal bandel untuk ukuran mobil di kelasnya. Mesinnya kuat. Konon sebenarnya mesinnya persis seperti Suzuki Carry, jenis minibus produk unggulan Suzuki, hanya bentuknya yang beda.

Kedua, cabinnya luas, karena itu jauh terasa lebih lapang dibanding misal Anda menggunakan city car tipe sedan. Beberapa teman malah sembari bercanda bilang, seperti naik mobil van dengan ukuran kecil.

Ketiga, irit. Sudah, bagian ini nggak perlu diperpanjang, karena iritnya bisa bikin SPBU bangkrut.

Keempat, sebagaimana produk populer Suzuki lainnya, suku cadangnya murah dan gampang didapatkan di mana pun, termasuk di pasar klithikan atau barang bekas.

Iklan

Kelima, bagasinya besar dan tinggi, jelas jauh lebih besar dibanding bagasi sedan.

Keenam, harganya terjangkau dan harga purna jualnya masih cukup tinggi dan mudah. Salah seorang yang pernah ingin membeli mobil saya ternyata seorang bakul mobil. Menurutnya, ini mobil yang paling banyak dicari. Kalau dia punya, paling lama tiga hari sudah terjual.

Dan kelebihan berikutnya adalah kelebihan yang tak dimiliki bahkan oleh mobil seharga satu rumah di Meikarta: ini mobil mulia dan hanya mobil ini yang berani mengklaim sebagai mobil mulia.

Karimun (كريم) dalam bahasa Arab adalah kata sifat yang berarti ‘yang mulia’ atau ‘yang murah hati’. Ayo coba cari, ada nggak mobil yang mengaku sebagai “yang mulia”? Dan siapa yang berani pakai atau menumpang mobil ini kalau bukan orang yang mulia? Wkwkwk.

Pernah suatu kali saya mengajak seorang teman jalan dari Yogya ke Klaten. Baru berjalan sekitar satu kilometeran, ia mengeluh karena merasa gerah. Saya jadi sedih, tapi saya harus mengatakan yang sebenarnya.

“Yang menumpang mobil ini memang harus orang yang mulia. Kalau tidak mulia, dia akan merasa gerah. Sebabnya ini mobil Karimun.” Saya utarakan hal ini karena saya kenal kawan ini seorang yang saleh dan pengikut tarekat yang setia. “Mungkin Allah akan menyingkapkan kebenaran melalui mobil ini.” Si teman tercengang sembari senyum kecut mendengar penjelasan saya.

Tetapi, setelah setengah kilo kemudian saya pun mulai merasa gerah. Setelah saya cek, ternyata, “Oh sori, kawan, ternyata AC lupa dihidupkan!” Dia pun tertawa lebar karena terlepas dari fitnah yang keji.

Sebenarnya saya juga tidak sengaja memilih mobil ini dan pemilihan ini juga punya ceritanya sendiri. Tahun 2011, saya berjalan-jalan ke Eropa: Belanda dan Prancis. Di sana saya sering melihat dan beberapa kali menumpang mobil van Peugeot Partner Limited. Mobil ini selain cocok untuk keluarga, juga tepat dipakai untuk mobil angkutan barang terbatas. Karena itu, mobil ini banyak saya lihat dipakai untuk berdagang secara bergerak. Dalam bayangan saya waktu itu, mobil ini cocok misal untuk menggelar jualan buku atau kaos oblong di depan pintu masuk kampus atau di pasar malam. Seketika itu saya jatuh cinta dan ingin mengganti mobil tua saya dengan mobil ini.

Sayangnya, di Indonesia mobil Peugeot Partner Limited ini tidak ada yang menjual. Sekitar 2012, di pasar jual beli mobil online atau di tempat penjualan mobil bekas di halaman TVRI tak pernah saya temui ada orang menjual mobil ini. Sampai saat ini saya hanya pernah sekali melihat orang memakai mobil ini dengan warna kuning di Jalan Solo, Yogya. Itu pun platnya N. Mobil Peugeot yang umum dijual waktu itu adalah city car Peugeot 360, yang tak saya sukai sama sekali.

Tapi, saya tidak perlu kecewa karena ternyata ada mobil yang mirip Peugeot Partner Limited ini. Bedanya memang lebih kecil dari segi ukuran, cc, dan moncong yang lebih pendek. Itulah Suzuki Karimun. Waktu itu yang pakai Karimun di Yogya dan saya kenal di antaranya adalah seniman Djadug Ferianto. Maka, ketika bertemu, saya tanyalah tentang mobil ini. Jawabnya, “Sangat recommended.” Mas Djadug juga bilang, kabinnya luas dan lapang, sesuatu yang memang merupakan kelebihan mobil ini.

Masalahnya, Karimun saat itu sudah tidak diproduksi lagi (halah, kayak mau beli baru aja!). Produk terakhirnya tahun 2004. Yang ada adalah sekenan dengan harga untuk mobil di kelasnya termasuk tinggi waktu itu. Tapi, bagaimana lagi, sudah kebelet pengin, saya tetap membelinya. Kebetulan saya dapat tangan pertama, plat asli AB, dari seorang ibu rumah tangga yang amat jarang menggunakannya.

Saya bersyukur dan merasa tercukupi dengan mobil ini. Ini mobil keluarga, dengan anak dua (sekarang tambah lagi satu), kami bisa keliling kota sekeluarga, bahkan juga ke luar kota terdekat seperti Solo, Magelang, atau pulang kampung. Yang belum saya lakukan dengan mobil ini adalah memanfaatkannya untuk jualan buku atau kaos oblong.

Tentu saja agar objektif perlu dikemukakan kelemahannya. Kelemahannya—seperti kata pepatah—justru terletak pada kelebihannya. Seperti sudah dikemukakan di atas, ini “mobil mulia”, tidak semua orang bisa, mau, dan terbuka hati untuk memilikinya. Memilikinya seperti sebuah hidayah sekaligus hadiah.

Kedua, bentuk mobil itu sederhana dan wagu. Atau banyak orang menyebutnya seperti kotak. Karena itulah kerap disebut mobil “Karimun kotak”. Ini konsekuensi saja dari kemuliaan yang dikandungnya. Kemuliaan itu tidak terletak pada kemasan, tapi isi; bukan pada badan tapi jiwa, bukan bentuk luarnya tapi dalamnya. Mereka yang terpesona pada bentuk-bentuk kemasan tak akan senang dengan mobil ini.

Demikian Karimun. Barangkali karena inilah Suzuki mereproduksi terus bentuk mobil seperti Karimun ini. Bahkan di antaranya dengan tetap mencantumkan nama Karimun, misalnya Suzuki Every, kemudian Karimun Estillo, dan kini yang sedang dipasarkan: Karimun Wagon. Tapi, konon Karimun kotak tetap tak ada lawan!

Terakhir diperbarui pada 9 November 2017 oleh

Tags: karimun gxminibusmobil bekasmobil sekenpeugeotsuzukisuzuki karimunwagon
Hairus Salim

Hairus Salim

Research Consultant, Writer, Trainer at Yayasan LKiS

Artikel Terkait

Suzuki Satria FU, motor yang pernah bikin penunggangnya merasa paling tampan tapi kini memalukan MOJOK.CO
Sehari-hari

Suzuki Satria FU: Dulu Motor yang Bikin Tampan dan Idaman Pasangan, Tapi Kini Terasa Jamet dan Memalukan

22 April 2026
Ambisi beli mobil sebelum usia 30. Setelah terbeli Suzuki Ertiga tetap tidak bisa senangkan orang tua dan jadi pembelian sia-sia MOJOK.CO
Sehari-hari

Ambisi Beli Mobil Keluarga sebelum Usia 30, Setelah Kebeli Tetap Gagal Senangkan Ortu dan Jadi Pembelian Sia-sia

3 April 2026
Suzuki S-Presso Mobil Tidak Menarik, tapi Tetap Laku MOJOK.CO
Otomojok

Menjawab Misteri Suzuki S-Presso Tetap Laku: Padahal, Menurut Fitra Eri dan Om Mobi, S-Presso Adalah Mobil Paling Tidak Menarik

26 Februari 2026
Innova Reborn Terlahir Jadi Mobilnya Orang Bodoh dan Pemalas (Wikimedia Commons)
Pojokan

Bapak Rela Jual Tanah demi Membeli Innova Reborn Setelah Tahu Bahwa Reborn Bukan Sekadar Mobil Terbaik 2025, tapi Investasi yang Nggak Bisa Rugi

25 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tahlilan ibu-ibu di desa: acaranya positif tapi ternodai kebiasaan gibah dan maido MOJOK.CO

Tahlilan Ibu-ibu di Desa: Kegiatan Positif tapi Sialnya Jadi Kesempatan buat Flexing Perhiasan, Mengorek Aib, hingga Saling Paido

28 April 2026
Konten “Ke Jogja tapi Nggak Ke Malioboro” Adalah Kabar Baik MOJOK.CO

Konten “Ke Jogja tapi Nggak Ke Malioboro” Adalah Kabar Baik, Membuat Derak Roda Ekonomi Bergerak ke Seluruh Pelosok DIY

26 April 2026
Gaji magang di Jakarta bisa beli iPhone gak kayak kerja di Jogja

Magang di Jakarta Terkesima Terima Gaji 2 Kali UMR saat Kerja di Jogja, Hidup Bisa Foya-foya dan Tak Menderita

28 April 2026
Kerja di Jakarta naik transum kereta KRL

KRL adalah “Arena Perjuangan” Pekerja Jakarta: Tak Semua Orang Sanggup, Hanya Manusia Kuat yang Bisa

29 April 2026
Kerja di Jakarta.MOJOK.CO

Jakarta Tak Cocok bagi Fresh Graduate yang Cuma “Pengen Cari Pengalaman”: Bisa Bikin Finansial dan Mental Layu Sebelum Berkembang

26 April 2026
Jogja Financial Festival 2026 Segera Hadir di Jogja- Beri Literasi Keuangan dengan Cara Menyenangkan MOJOK.CO

Jogja Financial Festival 2026 Segera Hadir di Jogja: Beri Literasi Keuangan dengan Cara Menyenangkan

25 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.