Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Surat Terbuka untuk Jokowi 2014, Tolong Selamatkan Kami dari Jokowi 2024

Gusti Aditya oleh Gusti Aditya
13 Februari 2024
A A
Sialnya Warga Banjarsari Solo, Dekat Rumah Jokowi tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi.MOJOK.CO

Ilustrasi - Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Pakde Jokowi 2014 yang baik, tolong selamatkan kami dari Jokowi 2024, presiden yang sudah mengacuhkan dan meninggalkan kami rakyat Indonesia.

Halo, Pakde Jokowi. Saya datang dari tahun 2024. Tahun yang berat sekali. Masih hidup sampai tahun ini, saya rasa adalah sebuah kemujuran yang luar biasa. Setelah pagebluk berlalu, tikus mencuri dana bansos, para pejabat memperkosa lingkungan hidup, sampai saat-saat mengerikan menjelang pemilu.

Pakde Jokowi, saya jauh-jauh dari tahun 2024, artinya saya melawan hukum alam dan menerobos apa-apa yang ditentang oleh fisika hanya untuk menyampaikan surat ini kepada Pakde di tahun 2014. Ya, saya datang hanya untuk menyampaikan beberapa hal.

Semoga Pakde sudi membaca agar kelak, satu dekade ke depan, kita, seluruh rakyat Indonesia, terselamatkan. Bacalah kapan saja Pakde ada waktu. Setelah keluar dari gorong-gorong di Jakarta setelah Pakde bertugas sebagai Gubernur juga tidak masalah.

Di dalam hidup ada saat untuk berhati-hati atau berhenti berlari

Percayalah, Pakde Jokowi. Ke depan, Pakde akan menjadi presiden selama 2 periode. Pertama dengan politikus kawakan bernama Jusuf Kalla, kedua bersama seorang agamawan karismatik bernama Ma’ruf Amin. Dua periode ini lawan Pakde sama: Prabowo Subianto.

Pakde akan melewati banyak hal di periode pertama. Gilang-gemilang, sanjung-menyanjung, dan berbagai pujian Pakde dapat. Internasional mengakui. Bahkan disejajarkan dengan banyak pemimpin dunia yang sedang penuh ambisi.

Walau disamakan dengan mereka, Pakde Jokowi rasanya mendapat simpati publik dunia sebagai anomali. Karismatik, apa adanya, sederhana, dan hal-hal baik lainnya. Ya gimana, pemimpin dunia yang disandingkan itu macam Trump, Putin, dan Jinping. Tapi, kalau saya jadi Pakde, bakalan marah sih disandingkan dengan 3 nama tersebut.

Itulah sebabnya, rakyat akan mempercayakan periode selanjutnya kepada Pakde.

Dalam perjalanan di atas, Pakde Jokowi banyak berhati-hati. Saking hati-hatinya, Pakde tak sadar bahwa langkah Pakde bukan lagi perjalanan, melainkan tengah berlari kencang. Saking kencangnya, Pakde barangkali nanti tak sadar bahwa masyarakat berpaling muka dan wajahnya menampilkan kesedihan.

Banyak langkah Pakde yang kontradiktif dan menimbulkan pertanyaan dalam masyarakat. Salah satunya adalah jadinya Mas Bobby dan Mas Gibran sebagai wali kota. Pakde kaget membaca ini? Ini benar apa yang saya alami Pakde, di tahun 2018, Mas Gibran yang saat ini bersama Pakde, yang rambutnya nge-punk itu, dia menjadi Wali Kota Solo hampir melawan tanpa perlawanan.

Pakde, saya ingin mengatakan bahwa hati-hati ya dalam periode kali ini. Tak ada salahnya berhenti berlari, melihat dan merefleksikan apa-apa yang sudah Pakde jalani.

Hingga datang ketakutan, menjaga keterusterangan, dalam lapar dan kenyang

Masih membaca, kan, Pakde? Semoga masih. Saya tahu membersamai Ahok itu bikin capek. Betah-betah dulu, Pakde Jokowi yang baik di tahun 2014. Lantaran kelak Pakde naik jadi RI 1, sedang Ahok masuk ke dalam penjara. Pakde kaget? Jangan kaget. Masuknya Ahok ke dalam penjara belumlah apa-apa.

Ketakutan itu bernama pagebluk Covid-19. Bapak akan bertemu dengan para pembunuh berdarah dingin. Pembunuh yang angkuh. Para pembunuh yang enggan menutup gerbang laju Covid-19, justru melemparkan guyonan tidak lucu yang menyebabkan ratusan ribu penduduk Pakde meninggal.

Benar, Pakde Jokowi. Ratusan anak kehilangan orang tua, ratusan orang tua kehilangan anak. Semua karena anak buah Pakde yang tak becus mengurus untuk memutus mata rantai Covid-19 yang terus menggerus.

Iklan

Pakde Jokowi, saya percaya bahwa Pakde di tahun 2014 sekarang, ketika Pakde membaca ini, adalah manusia yang berusaha murni. Seiring berjalannya waktu, berhati-hatilah memilih orang, ya, Pakde. Jangan sampai ada orang yang secara posisi lebih rendah dari Pakde, namun kekuasaannya melebihi Pakde.

Pakde Jokowi, Ke depannya itu mengerikan. Sangat mengerikan

Demo terjadi di beberapa titik di Indonesia menjelang Pemilu 2024. Ya, Pakde, saat saya menulis surat ini untuk Pakde. Gawatnya adalah, banyak sekali kecurangan terjadi menjelang pemilu kali ini, Pakde. Yang kecil-kecil seperti kepala desa intervensi warganya untuk memilih salah satu paslon, yang goblok-goblok seperti menteri malah kampanye, sampai yang besar-besar seperti konstitusi ditabrak dan dianggap tak ada.

Sungguh saya meminta maaf, Pakde, saya harus bilang ini. Sayangnya, di balik semua ini melekat campur tangan Pakde Jokowi. Terkejutkah dirimu, Pakde? Menengok saat ini Anda masih menggenggam erat jargon revolusi mental yang wangun itu, justru satu dekade ke depan mental bangsa ini drop sehina-hinanya, terutama mental para pemimpinnya.

Tolong selamatkan kami dari Jokowi 2024

Pakde, Pakde Jokowi 2014, sebelum Anda menggelandang ke jagad pemerintahan sebagai presiden yang luar biasa, tolong wujudkan apa-apa yang sudah saya sampaikan di atas. Biarlah Mas Gibran dengan rambut punk-nya, biarlah Mas Bobby mesra dengan Mbak Kahiyang di Solo atau Medan sana.

Pakde, biarlah Pak Prabowo nyapres lagi. Sampai ratusan kali juga tidak masalah. Namun, jangan biarkan beliau mengajak Mas Gibran, Pakde. Biarlah Mas Gibran jadi pebisnis sukses lantas membeli Persiwi Wonogiri atau Persiharjo Sukoharjo. Biarlah Pak Prabowo ngajak yang lain saja jadi wakil. Siapa, kek. Amien Rais atau Yanto Persneleng atau siapalah.

Pakde Jokowi, percaya sama saya, fokus dengan kerjaan, lantas tinggalkan jabatan dengan terhormat. Biarlah mereka berdarah-darah dengan ketamakan dan rakusnya jabatan dan uang yang diincar.

Pakde, Pakde Jokowi 2014, tolong selamatkan kami dari Jokowi 2024. Atau kalau bisa, selamatkan Jokowi 2024 dari malapetaka. Kami sayang sekali dengan Anda. Sebagaimana Anda sayang kepada rakyat. Sebelum Anda berpaling dari kami, rakyat. Agar Anda tidak mengacuhkan kami, rakyat.

Penulis: Gusti Aditya

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Negara Ini Dikuasai Anak UGM, Dikisruh Anak UGM, lalu Dijewer Sendiri oleh UGM dan kisah menarik lainnya di rubrik ESAI.

Terakhir diperbarui pada 13 Februari 2024 oleh

Tags: ahokgibranjokowiPemilu 2024Pilpres 2024prabowo
Gusti Aditya

Gusti Aditya

Bercita-cita menjadi pelatih Nankatsu. Mahasiswa filsafat.

Artikel Terkait

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius Mengenal Perjuangan Rakyat Prancis MOJOK,CO
Esai

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius untuk Mengenal Perlawanan Rakyat Prancis

1 Juni 2026
Museum Ibu Marsinah jangan berhenti sebagai simbol, tapi negara harus serius pikirkan kesejahteraan kaum buruh MOJOK.CO
Tajuk

Museum Ibu Marsinah Jangan Berhenti sebagai Simbol, Tapi Kesejahteraan Buruh Harus Benar-benar Dipikirkan

18 Mei 2026
Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
kapitalisme terpimpin.MOJOK.CO
Ragam

Bahaya Laten “Kapitalisme Terpimpin” ala Prabowonomics

21 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Godaan modifikasi motor Honda Vario 125 demi sinematik kebodohan soal harga jual di Facebook, berakhir jadi motor sampah dan jamet MOJOK.CO

Modifikasi Motor Honda Vario 125 Hasil Tabungan Ibu-Kakak demi Sinematik dan Kebodohan Harga Jual di FB, Berakhir Jadi Motor Jamet dan Sampah

7 Juni 2026
Peserta nyentrik gowes ke Klaten untuk ikut KLIC Fest 2026. MOJOK.CO

“Onthelis” dari Nusantara Rela Gowes Berhari-hari dengan Sepeda Tua Guna Misi Kebudayaan yang Memukau Para Bule

3 Juni 2026
Kenapa Hidup di Jogja Membuat Saya Terlalu Santai Menghadapi Tagihan yang Seharusnya Bikin Panik MOJOK.CO

Kenapa Hidup di Jogja Membuat Saya Terlalu Santai Menghadapi Tagihan yang Seharusnya Bikin Panik

3 Juni 2026
Riset, Peneliti, Guru Besar Abal-Abal.MOJOK.CO

Sekte “Pemuja Kargo” di Ekosistem Kampus Indonesia yang Mencetak Peneliti Palsu dan Ilmuwan Abal-Abal

3 Juni 2026
Ide Usaha Minyak Jelantah: Kotor, tapi Untung Jutaan per Bulan MOJOK.CO

Bisnis Pengepul Minyak Jelantah: Ide Usaha yang Nggak Populer tapi Bisa Untung Jutaan per Bulan

9 Juni 2026
Salah paham terhadap paket intimate wedding di wedding organizer (WO) MOJOK.CO

Salah Paham pada Paket Intimate Wedding di WO: Dikira Tekan Biaya padahal Bisa Tetap Mahal, Karena Intimate dan Biaya Itu Dua Hal Berbeda

4 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.