Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Berjuang Membangun Toko Online Selama 2 Tahun di Tokopedia dan Kini Saya Bisa Hidup dengan Nyaman

Isidorus Rio Turangga Budi Satria oleh Isidorus Rio Turangga Budi Satria
9 Agustus 2024
A A
Saya Hidup Nyaman Berkat Tokopedia MOJOK.CO

Ilustrasi Saya Hidup Nyaman Berkat Tokopedia. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Setelah dua tahun membangun toko di Tokopedia, kini saya bisa sedikit berbahagia karena sekarang saya punya hidup yang relatif nyaman.

Mungkin kamu bingung dengan judul ini, tapi saya bisa jelaskan. Secara pribadi, saya cenderung menghindari penggunaan kata “kaya” dan “miskin”. Di negara dengan kesenjangan ekonomi cukup mencolok, dua kata ini sensitif sekali. Termasuk, di Indonesia. Maka dari itu, saya membagi hidup dalam dua fase; cukup dan nyaman.

Seperti pada umumnya sebuah awal, semua tentu dimulai dari bawah. Sebelum bisa hidup “nyaman”, saya memulai dari hidup “cukup”. Saya dulu bekerja sebagai wartawan. Bukan wartawan yang cemerlang, biasa saja. Tidak mencolok, tidak istimewa. Tapi suatu waktu, di medio 2018-an awal, undangan liputan ke kantor Google Indonesia mengubah perspektif saya.

Di sana, saya membaca laporan detail tentang proyeksi ekonomi digital di ASEAN dalam 10-25 tahun ke depan. Dan tentu saja, dengan jumlah penduduk kita yang luar biasa itu, Indonesia ada di posisi teratas. Betul, Indonesia. Bukan Singapura, bukan Malaysia, tapi Indonesia. Saya lupa angka pastinya, tapi yang jelas, sepulang liputan, saya mengulik apa saja instrumen ekonomi digital.

Dan di situ, awal mula perkenalan saya ke dunia marketplace. Juga gerbang awal untuk menjadi pedagang di Tokopedia. Sebelum 2018, sebenarnya saya sudah jadi pengguna aktif Tokopedia, tapi bukan seller. 

Perkenalan saya dengan dunia marketplace

Saat itu, Saya murni buyer pada umumnya. Saya tertarik karena pertimbangan user interface. Fitur yang mereka hadirkan terasa simpel. Selain itu, fitur search mereka terasa sangat pas. Saya ingat sekali barang pertama yang saya jual di Tokopedia adalah jersey Everton dengan nameset Tim Cahill di belakangnya.

Saya punya hobi yang relatif umum, yaitu mengoleksi jersey. Kebetulan, saya penggemar sepak bola. Sampai di satu titik, perkenalan saya dengan dunia marketplace, bikin saya tertarik untuk mencoba menjual jersey itu secara online. 

Motifnya tentu profit, tapi saat itu, saya hanya tahap coba-coba. Siapa tahu laku, begitu. Eh, ternyata laku. Dan momen ketika dagangan itu laku, semangat untuk mengulik dunia e-commerce kian meningkat.

Periode stagnan

Tapi ya namanya proses, pasang-surut sempat saya alami di lapak online. Jersey bukan kebutuhan pokok buat banyak orang. Meski termasuk ke dalam kebutuhan primer yakni sandang, tentu orang lebih pilih kaos murah seratus ribu dapat tiga daripada beli jersey ratusan ribu, kan? 

Periode 2018-2020 adalah fase yang bisa dibilang stagnan saja. Jualan saya di Tokopedia tetap laku, tapi ya tiga bulan paling laku dua sampai tiga jersey saja. Sampai ketika COVID-19 datang ke Indonesia.

Selama kerja dari rumah, seperti kebanyakan orang pada umumnya, saya punya banyak spare time buat belajar banyak hal. Mengulik apa saja yang bisa diulik di e-commerce, khususnya Tokopedia. 

Baca halaman selanjutnya: Mulai aja dulu, Tokopedia menyediakan semuanya.

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 9 Agustus 2024 oleh

Tags: diecast tokopediagopaymarketplacetoko onlinetokopediatokopedia seller
Isidorus Rio Turangga Budi Satria

Isidorus Rio Turangga Budi Satria

Dulu nulis bola. Sekarang nulis tekno.

Artikel Terkait

Merintis Usaha Rumahan Tanpa Utang, Raup Omzet Puluhan Juta MOJOK.CO
Cuan

Cerita Saya Memulai Usaha Rumahan Kecil-kecilan Tanpa Utang Hingga Raup Omzet Puluhan Juta per Bulan, Kamu Mau Coba?

5 Mei 2026
Harga Weekly Diamond Pass (WDP) di GoPay Games lebih terjangkau. (Dok.Pribadi)
Kilas

Bermain Online Jadi Lebih Menyenangkan Tanpa Takut Boncos dengan Isi WDP MLBB di GoPay Games, Harga Termurah Tanpa Biaya Admin

25 November 2025
Salah beli sepatu ala anak Jakarta di Shopee. MOJOK.CO
Catatan

Sekalinya Beli Sepatu di Shopee Malah Tertipu Toko Berlabel Ori, Nggak Jadi Gaya-gayaan Malah Berujung Cedera

9 Oktober 2025
Boosting, Zeusx, dan era baru para gamer: game bukan hanya hiburan tapi membuka akseske ekonomi digital MOJOK.CO
Kilas

Era Baru Dunia Game: Tak Lagi Semata Jadi Hiburan, Tapi Membuka Akses Ekonomi Digital 

4 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

WNI tergabung ke GSF menuju Gaza diculik militer Israel dan renungan kegagalan pemerintah dunia hentian genosida Palestina MOJOK.CO

Di Balik Penculikan WNI-GSF oleh Militer Israel: Sipil Berlayar karena Pemerintah Dunia Gagal Stop Genosida Palestina

19 Mei 2026
Pekerja Jakarta, WFH, kerja sesuai hobi.MOJOK.CO

Kerja Sesuai Hobi Bikin Menderita: Kita Jadi Tak Lagi Punya Tempat Menenangkan Pikiran Saat Muak dengan Pekerjaan

18 Mei 2026
Kicau Mania Rp2 Triliun: Bukti “Ora Gantang Ora Mangan” Bukan Hobi Iseng MOJOK.CO

Kicau Mania Rp2 Triliun: Bukti “Ora Gantang Ora Mangan” Bukan Hobi Iseng

15 Mei 2026
Nikah di KUA dianggap murahan. MOJOK.CO

Nikah di KUA adalah Solusi bagi Karjimut karena Gratis, tapi Keluarga Menentang Hanya karena Gengsi dan Dicap Nggak Niat

20 Mei 2026
Penjelasan Kemendiktisaintek soal pengubahan program studi (prodi) Teknik menjadi Rekayasa MOJOK.CO

Mengubah Nomenklatur Prodi Teknik Jadi Rekayasa, Apa Tujuannya?

16 Mei 2026
Anak Muda Ogah Angkat Panggilan Telepon, Dianggap Ganggu dan Cuma Bikin Cemas Mojok.co

Anak Muda Ogah Angkat Panggilan Telepon, Dianggap Ganggu dan Cuma Bikin Cemas

18 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.