Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Catatan

Sekalinya Beli Sepatu di Shopee Malah Tertipu Toko Berlabel Ori, Nggak Jadi Gaya-gayaan Malah Berujung Cedera

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
9 Oktober 2025
A A
Salah beli sepatu ala anak Jakarta di Shopee. MOJOK.CO

ilustrasi - beli sepatu di Shopee. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Beli sepatu di Shopee cukup tricky. Butuh waktu lama untuk riset, belum lagi menunggu sortiran di DC Cakung, Jakarta Timur. Pengalaman pertama ini bikin saya makin trauma beli barang di Shopee.

***

Jika istilah rojali alias rombongan jarang beli sempat tren karena bikin kesal pedagang di mall, barangkali saya adalah “rokkeran” (rombongan klik keranjang) karena suka menimbun produk barang di keranjang Shopee tapi tidak membelinya.

Yang jelas, saya bukan pembeli tipe rohana (rombongan hanya nanya) atau rohalus (rombongan hanya elus-elus), sebab keterbatasan fitur di Shopee. Keterbatasan itulah yang bikin saya trust issue membeli barang di Shopee pada mulanya.

Apalagi, postur tubuh saya yang serba nanggung ini sering kesulitan mencari barang yang pas dan dijual di Shopee. Entah itu beli baju, celana, atau sepatu. Memang sih, biasanya setiap toko menyediakan deskripsi produk. Meski sudah detail, tapi tetap saja saya kecolongan.

Belum lagi soal warna yang kadang tidak sesuai dengan foto atau deskripsi yang ditampilkan. Tapi, pengalaman saya lebih dari itu. Sekalinya beli sepatu di Shopee saya malah tertipu dengan label toko berlabel ori.

Trust issue beli sepatu di Shopee

Tentu sejak awal saya sudah mengikuti saran dari banyak orang sebelum membeli barang di Shopee. Langkah pertama adalah memilih toko yang terpercaya dan itu bisa dilihat dari jumlah bintangnya. Biasanya juga saya lebih memilih toko berlabel “mall dan ORI”.

Misalnya, saat saya ingin membeli sepatu jenis docmart di Shopee. Jujur saja, saya ikut FOMO melihat teman-teman saya yang memakai barang ala-ala skena tersebut. Tapi karena saya anaknya bukan skena abis, saya jadi malu untuk sekadar bertanya, “beli di mana?”.

Saya pun malas pergi ke mall karena jarang belanja. Lebih dari itu, harganya tentu tak sesuai dengan kantong saya yang baru merantau ke Jakarta. Tapi saya memang perlu sepatu baru, karena sepatu lama saya langsung rusak terkena lumpur saat liputan di daerah Jakarta Utara.

Karena tak ada pilihan lain, saya akhirnya membeli sepatu di Shopee untuk pertama kalinya. Sebab itu tadi, saya mudah trust issue. Takut barang yang saya pilih tak sesuai dengan foto, video, bahkan review pembeli.

Agar saya tidak terlalu ambyar dalam memilah dan memilih sepatu, saya sudah punya gambaran model yang saya cari yakni sepatu docmart sneakers berwarna hitam. Soal warna, saya bisa pilih-pilih lagi. Masalahnya, ada di ukuran sepatu.

Jujur ukuran kaki saya ini agak nyeleneh. Belum lagi, ukuran sepatu antar merk bisa beda-beda tergantung standar ukuran negara, desain cetakan, jenis sepatunya, bahannya, hingga kebijakan fitting setiap merk. 

Mengukur kaki sendiri dengan penggaris

Mau tidak mau, sama seperti orang pada umumnya, saya pun menggunakan ukuran sepatu dulu sebagai patokan. Walaupun saya tidak yakin ukuran itu masih berlaku sampai sekarang, karena terakhir kali saya beli sepatu adalah model sport yang berukuran 38. 

Itu pun sudah 4 tahun yang lalu saya beli, tapi karena masih awet dan nyaman saya pun tak mau membeli sepatu baru. Bisa dibilang juga itu sepatu bersejarah dan menjadi sepatu favorit saya. Mangkanya, saya jadi agak sedih saat sepatu itu rusak.

Iklan

Saya pun memilih sepatu docmart hitam di toko PVN Official Shop yang berlabel “Mall ORI” dan sepertinya jadi rujukan bagi anak-anak muda kekinian. Secara visual, saya sangat menyukainya. Saya pun membaca deskripsi sepatunya secara detail. 

Sampai-sampai, saya membeli penggaris untuk memastikan ukuran sepatu tersebut sesuai dengan setiap bagian kaki saya. Dari deskripsi produk, besar telapak kaki saya mendekati ukuran 37 untuk kaki normal dengan panjang 23 centimeter. 

Namun, seperti yang sering nasihat ibu saya bilang, “Belilah sepatu dengan menambah setidaknya 1 ukuran agar muat untuk kaos kaki, atau masih bisa dipakai kalau-kalau kakimu bertambah besar”.

Maka, jadilah saya membeli sepatu docmart hitam berukuran 38 seharga Rp147 ribu. Padahal, kalau dilihat dari coretan harga aslinya senilai Rp700 ribu. Waktu itu, saya yang masih awam dan baru pertama kali beli di Shopee percaya saja dan langsung bilang, 

“Bjir, mayan iki diskon gede-gedean (Wah, lumayan ini diskon besar-besaran)”.

Sampai suatu hari teman saya yang berasal dari Jurusan Akuntansi nyeletuk, 

“Halah, akal-akalane sales iku. Asline yo semunu. Lek nggak, iku guduk ori (Halah, akal-akalannya sales saja itu. Aslinya ya nggak segitu. Kalau nggak, itu bukan produk osli),” ujar teman saya yang bikin saya berpikir berhar-hari.

Kekecewaan setelah lama menanti

Karena saya sudah excited duluan, saya pun bodo amat dengan pendapat teman saya tadi. Toh, harganya murah dan saya suka modelnya. Saya pun tidak sabar menunggu sepatu itu tiba dalam kurun waktu 4 hari. Sebab saya baru ngeh kalau toko di Shopee itu ada di Tangerang.

Mestinya, jarak Jakarta–Tangerang tidak terlalu jauh. Di hari pertama saya check out, sepatu tersebut baru saja dikemas. Satu hari berikutnya sepatu itu sudah dikirim dari Tangerang ke Jakarta. Dua hari berikutnya, sepatu itu baru tiba di DC Cakung, Jakarta Timur.

Di titik DC Cakung itulah pengiriman sepatu saya terhenti lama. Kira-kira 3 hari sebelum akhirnya tiba di lokasi sortir Jakarta Barat. Jika ditotal, 5 hari kemudian, sepatu itu baru tiba di kosan saya yang terletak di daerah Palmerah.

Saya yang tidak sabaran membuka paket tersebut, akhirnya langsung menggunting plastik hitam bubble wrap yang menyelimuti kardus sepatu. Betapa senangnya saya saat melihat sepatu itu karena kualitasnya tidak jauh berbeda dengan apa yang saya bayangkan. 

Sayangnya, pikiran saya langsung dongkol ketika mencoba sepatu tersebut. Bagaimana tidak, sepatu itu kekecilan friend. Sempit. Apalagi, kalau pakai kaos kaki. Jelas tambah sesak!

Sebetulnya, panjang dari tumit hingga ujung jari kaki muat-muat saja, tapi kalau saya pakai seharian penuh, jari kelingking saya sering jadi korban. Nyerinya bukan main. Bikin saya jadi sadar, sandal jepit adalah kasta alas kaki paling nyaman digunakan. Sialnya lagi, saya lupa melakukan video unboxing. Alhasil, sepatu itu tak bisa ditukar.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Rojali Menjadi “Parasit” Bagi Coffee Shop di Jogja, Merusak Bisnis dan Pertemanan atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan.

Terakhir diperbarui pada 9 Oktober 2025 oleh

Tags: DC Cakungdocmartrojalisepatu kekiniansepatu murahShopeesneakerstoko online
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Pengalaman Beli HP "Spek Dewa" Rp900 Ribu di Shopee: Kepepet Berujung Konyol, tapi Beruntung Diselamatkan Kurir.MOJOK.CO
Ragam

Pengalaman Beli HP “Spek Dewa” Rp900 Ribu di Shopee: Kepepet Berujung Konyol, tapi Beruntung Diselamatkan Kurir

10 Oktober 2025
Rojali dan rohalus di mall, temukan kepuasan dan kenelangsaan saat jalan-jalan tanpa belanja MOJOK.CO
Ragam

Bertahun-tahun Menjadi Rojali dan Rohalus di Mall: Tak Sepenuhnya Puas, Batin Nelangsa Gara-gara Orang Kaya

7 Agustus 2025
Pengalaman temani pacar jadi driver Shopee Food, hadapi beragam watak manusia MOJOK.CO
Ragam

Pengalaman Temani Pacar Jadi Driver Shopee Food Jadi Tahu Ragam Watak Manusia: Batin Campur Aduk antara Haru, Riang, dan Nelangsa

8 Juli 2025
kerja jadi host live shopee di surabaya menyiksa.MOJOK.CO
Ragam

Apes Kerja Part Time Jadi Host Live Shopee, Sehari 8 Jam Kerja Tanpa Jeda Berujung Gaji Tak Dibayarkan

26 Agustus 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mahasiswa UNJ lulus setelah gagal seleksi PTN jalur SNBT

Penyandang Disabilitas Gagal Diterima PTN Jalur SNBT, Kini Lulus Sarjana Pendidikan di UNJ Berkat “Antar Jemput” Ayah

19 April 2026
4 jenis pengendara motor di pantura seperti Rembang yang harus dilarang nyetir motor di jalan raya MOJOK.CO

4 Jenis Pengendara Motor di Pantura yang Harus Diwaspadai di Jalan Raya: Top Level Ngawur dan Tak Tahu Aturan!

23 April 2026
Derita anak pintar dan siswa berprestasi yang hidup dalam kemiskinan di desa. Tak dapat dukungan pendidikan dari orang tua MOJOK.CO

Jadi Anak Pintar di Desa Tanpa Privilege Sia-sia: Ortu Tak Dukung Pendidikan, Lulus Sekolah Dipaksa Nikah dan Bekerja

22 April 2026
Sesal pernah kasar ke bapak karena miskin. Kini sadar setelah ditampar perantauan karena ternyata cari duit sendiri tidak gampang MOJOK.CO

Sesal Dulu Kasar dan Hina Bapak karena Miskin, Kini Sadar Cari Duit Sendiri dan Berkorban untuk Keluarga Ternyata Tak Gampang!

21 April 2026
Gagal Paham Pejabat Soal Pantura: Tanggul Laut adalah Proyek Berbahaya yang Memboroskan Anggaran MOJOK.CO

Gagal Paham Pejabat Soal Pantura: Tanggul Laut adalah Proyek Berbahaya yang Memboroskan Anggaran

22 April 2026
Sewa iPhone biar dianggap keren daripada pengguna Android

iPhone XR, Bikin Menderita Orang Kota tapi Jadi Standard “Keren” Pemuda di Desa: Rela Gadaikan Barang demi Penuhi Gengsi

17 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.