Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Terngiang-ngiang Tepuk Sakinah: Gen Z Malah Jadi Males Menikah, Tapi Manjur Juga Pas Diterapkan di Rumah Tangga

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
26 September 2025
A A
Tepuk Sakinah saat bimbingan kawin bikin Gen Z takut menikah. Tapi punya pesan penting bagi calon pengantin (catin) sebelum ke jenjang pernikahan MOJOK.CO

Ilustrasi - Tepuk Sakinah saat bimbingan kawin bikin Gen Z takut menikah. Tapi punya pesan penting bagi calon pengantin (catin) sebelum ke jenjang pernikahan. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Dua orang teman SMA mengirim undangan menikah (digital) nyaris berdekatan. Tanggal pernikahan mereka pun tak terlalu berjauhan (dalam waktu dekat ini). Dengan bercanda, mereka—para calon pengantin (catin) itu—memberi penjelasan nyaris serupa: “Nikahnya cepet-cepetan, biar nggak ngonangi masa pas bimbingan kawin (pra-nikah) disuruh nyanyi Tepuk Sakinah.” Kami sama-sama terbahak.

Yel-yel “Tepuk Sakinah” memang tengah jadi perbincangan dalam beberapa hari terakhir. Setiap pasangan yang hendak ke jenjang pernikahan kini akan diajak menyanyikannya ketika bimbingan kawin (pra-nikah) di Kantor Urusan Agama (KUA) setempat.

Iklan

Ada yang berdua saja. Bahkan ada juga yang serentak (bimbingan dilakukan serentak dengan pasangan yang hendak menikah). Hasilnya, suasana di KUA menjadi gemuruh: Seperti suasana ketika seorang guru mengajak siswanya menyanyikan yel-yel di jam pelajaran.

Bahkan, sekelompok petugas KUA ada yang niat betul membuat video demonya. Mereka sama-sama menyanyikan sekaligus memeragakan gerak “Tepuk Sakinah” sebagai tutorial—barangkali biar para calon pengantin (catin) punya panduan untuk menghafalnya.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Love Suroboyo (@lovesuroboyo)

Tepuk Sakinah terngiang-ngiang dan manjur di rumah tangga

Sejumlah kawan, baik yang sudah menikah, akan menikah, atau yang belum berencana ke jenjang pernikahan, ramai-ramai membagikan kesan mereka usai berkali-kali video Tepuk Sakinah berseliweran di lini masa media sosial masing-masing.

Sama seperti warganet di media sosial, mereka meresponsnya dengan lucu-lucu.

“Awalnya dengernya ada ilfeel-ilfeel-nya, eh malah lama-lama hafal di luar kepala.”

“Yel-yelnya udah hafal, tapi jodohnya belum kelihatan.”

“Dulu waktu nikah sih nggak ada ginian. Bersyukur. Tapi kok malah jadi hafal sendiri gara-gara FYP. Tapi nggak apa-apa, lumayan buat hiburan kalau lagi marahan sama suami.”

“Terngiang-ngiang, Cuk.” Begitu komentar-komentar mereka atas Tepuk Sakinah.

Saya sendiri, terus terang saja, juga turut terngiang-ngiang. Belakangan, kalau pulang kantor, alih-alih uluk salam, saya akan membuka pintu dengan menyanyikan yel-yel Tepuk Sakinah. Itu ternyata membuat istri saya terbahak. Mau masuk atau keluar kamar mandi juga begitu.

Bahkan, kadang ketika suasana di kontrakan kami hening—misalnya ketika saya lagi fokus mantengin ponsel—tiba-tiba yel-yel itu keluar dari mulut istri saya. Suasana kontrakan berubah gayeng.

Kami belum pernah membaca liriknya. Tapi dari mendengarnya saja, kami malah sudah hafal luar kepala. Dan lebih dari itu, Tepuk Sakinah ternyata manjur untuk menciptakan suasana harmoni—paling tidak di keluarga kecil kami. Bajigur tenan. Saya tidak punya alasan untuk ilfeel sama yel-yel ini.

Gen Z jadi tak takut nikah, tapi takut tak hafal Tepuk Sakinah

Sebagian banyak Gen Z merasa paling terdampak dengan hadirnya yel-yel Tepuk Sakinah di bimbingan kawin (pra-nikah). Sebab, yel-yel tersebut muncul ketika mereka sedang di jalan menuju jenjang pernikahan.

Iklan

Misalnya Velinda (23), Gen Z asal Depok, Jawa Barat. Dalam perkiraannya, dia baru akan menikah di umur 25 atau 26 tahun. Masih dua/tiga tahun lagi.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh WEDDING ORGANIZER SOLO (@abata_wo)

Sebagaimana umumnya tren pernikahan Gen Z saat ini, Velinda membayangkan akan menikah secara intimate dan sederhana saja: Cukup akad di KUA, lalu sah. Sisanya tinggal quality time bareng suami.

“Malah KUA punya gebrakan Tepuk Sakinah hahaha. Dulu sih takut ke pasca nikahnya. Kayak, bisa nggak kami jadi pasangan dengan rumah tangga yang sehat. Kalau punya anak nanti apa bisa ngasih kehidupan dan pendidikan layak. Gitu-gitu,” ujarnya, Kamis (25/9/2025).

Sekarang, Velinda justru lebih takut dengan Tepuk Sakinah. Takut nggak hafal lirik dan gerakannya. Dan lebih-lebih takut canggung kalau melihat ada KUA yang membuat bimbangan ke calon pengantin (catin) secara serentak. Rasanya pasti aneh sekali.

“Tapi itu lucu-lucuan aja. Kalau mau jujur, ya memang kayak nggak relate aja sama Gen Z. Model Tepuk Sakinah itu gaya boomer. Sementara Gen Z ini penginnya deep, intimate, elegan, dan yang jelas nggak usah ribet-ribet,” tutur Velinda.

Hanya saja, Velinda tak menampik, setelah membaca liriknya—dan kalau mau fokus pada makna liriknya—Tepuk Sakinah ini biarpun terdengar “kekanak-kanakan” (karena menyuplik lirik “Kalau Kau Suka Hati”), tapi punya pesan subtil yang relevan untuk pasangan suami istri.

Terlalu bercanda untuk mengarungi bahtera rumah tangga?

Warganet memang terbelah dua. Ada yang menanggapinya dengan lentur seperti Velinda, tapi ada juga yang menangkapnya dengan kelewat serius seperti Yudho (24).

Yudho memang belum punya rencana menikah. Namun, dengan pacarnya, dia kerap berdiskusi hal-hal yang dia sebut prinsipil untuk mengarungi bahtera rumah tangga.

“Karena menikah itu harusnya sekali seumur hidup. Jadi nggak bisa main-main. Persiapannya harus serius. Nggak cuma finansial, tapi juga hal-hal prinsip lain,” ujar pemuda asal Malang, Jawa Timur, itu.

Yudho mengerti, yel-yel Tepuk Sakinah sebenarnya hanya selingan saja. Para calon pengantin (catin) pada dasarnya tetap akan mendapat bimbingan kawin (pra-nikah) yang serius dari KUA.

Akan tetapi, bagi Yudho, bimbingan kawin—yang selama ini sudah berjalan—saja masih belum bisa menekan angka KDRT hingga perceraian. Beberapa orang mungkin akan menganggap, cara “gayeng” seperti Tepuk Sakinah akan membuat justru pesan pernikahan akan sampai kepada catin.

“Tapi entah kenapa bagiku, perlu ada materi yang lebih tepat sasaran. Misalnya, bimbingan itu berupa workshop soal tata kelola rumah tangga. Soal finansial, manajemen konflik,” ujar Yudho.

“Jadi berupa workshop yang konkret. Karena pengalamanku dari berbincang dengan saudara dan teman, bimbingannya biasanya terkesan Cuma formalitas belaka,” sambungnya.

Memudahkan mengingat pilar keluarga samawa

Merespons viralnya Tepuk Sakinah, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menjelaskan bahwa yel-yel itu dibuat untuk memudahkan para catin dalam mengingat lima pilar keluarga sakinah. Selain juga untuk menciptakan suasana pembekalan yang lebih hidup.

Adapaun Lima pilar keluarga sakinah yang diajarkan meliputi: Zawaj (berpasangan), Mitsaqan Ghalizan (janji kokoh), Mu’asyarah Bil Ma’ruf (saling cinta, hormat, menjaga, dan berbuat baik), Musyawarah, serta Taradhin (saling ridha). Dengan format yel-yel, nilai-nilai tersebut diharapkan lebih mudah diinternalisasi dalam kehidupan sehari-hari.

“Gerakan tepuk tangan dalam Tepuk Sakinah bukan sekadar seremonial. Pesan yang dibangun adalah agar pasangan mampu mencairkan suasana ketika terjadi konflik dengan kembali mengingat esensi keluarga sakinah,” ujar Abu Rokhmad di Jakarta, Kamis (25/9/2025) sebagaimana keterangannya dimuat dalam rilis resmi Kementerian Agama (Kemenag) RI.

Menekan angka perceraian

Tepuk Sakinah juga diharapkan menjadi media efektif untuk menumbuhkan kesadaran bagi pengantin atau calon pengantin dalam membangun fondasi keluarga sakinah. Mencakup prinsip keadilan, keseimbangan, dan kesalingan.

“Karakteristiknya, jelas Abu, antara lain dibangun atas perkawinan yang sah dan tercatat, dilandasi prinsip nondiskriminasi dan nonkekerasan, serta dirawat dengan kasih sayang dan moderasi beragama,” kata Abu.

Selain itu, materi Bimwin juga memberikan pembekalan yang lebih komprehensif. Catin dibimbing mempersiapkan keluarga sakinah secara menyeluruh, mulai dari pengelolaan psikologi dan dinamika keluarga, keuangan rumah tangga, kesehatan reproduksi, hingga persiapan membangun generasi berkualitas.

“Karena program Bimwin ini bertujuan menyiapkan catin membentuk keluarga yang kuat, menurunkan angka perceraian, dan meningkatkan kualitas rumah tangga,” beber Abu.

Agar itu terwujud, Abu menyebut Kemenag juga menyiapkan instumen untuk betul-betul mendukung. Misalnya, di tahun 2025 ini, Kemenag mencetak 600 fasilitator Bimwin.

Mereka mendampingi catin tidak hanya sebelum menikah, tetapi juga setelah menikah melalui program lanjutan seperti Sekolah Relasi Suami-Istri (SERASI), Konsultasi, Mediasi, Pendampingan, Advokasi (KOMPAK), serta Layanan Bersama Ketahanan Keluarga Indonesia (LESTARI).

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Menikah dengan Anggota Pencak Silat Penuh Atraksi, Niat Ekspresikan Kebanggaan Malah Dicap Jamet atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

 

 

 

 

 

Terakhir diperbarui pada 26 September 2025 oleh

Tags: bimbingan kawinbimbingan pra nikahcalon pengantincatinGen Zlirik tepuk sakinahmakna tepuk sakinahmanfaat tepuk sakinahmenikahpengantinpernikahanpernikahan gen zpilihan redaksitepuk sakinah
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Yamaha Fazzio Cuma Sebatas Skutik Spek Orang Manja MOJOK.CO kredit motor yamaha

Fazzio, Motor “Anak Skena” yang Bikin Perjalanan Sejam Menembus Kemacetan buat Ngonser Tetap Terasa Chill

24 Agustus 2026
dukuh muda di kampung

Seni Menjadi Dukuh Muda di Tengah Gempuran Pemimpin Boomer: Kisah Dukuh Muda yang Rela Mengorbankan Masa Muda untuk Membuat Orang Tua Bangga

24 Agustus 2026
Nasib rentan warga pesisir Kabupaten Batang karena ancaman abrasi dan PLTU MOJOK.CO

Nasib Rentan Warga Pesisir Kabupaten Batang: Rumah Terancam Abrasi Sewaktu-waktu, Nafkah “Tersumbat” PLTU

19 Agustus 2026
Ta'awun, Takaful, dan Masjid Al Muharram Brajan yang Menebar Manfaat dari Sampah Sisa Warga.MOJOK.CO

Taawun, Takaful, dan Masjid Al Muharram Brajan yang Menebar Manfaat dari Sampah Sisa Warga

19 Agustus 2026
gaya rambut pria, barbershop, potong rambut mojok.co

Alasan Potongan Rambut Jadi “Jelek” setelah Pulang dari Barbershop, Tukang Cukur Sering Disalahkan meski Problemnya Ada di Pelanggan

18 Agustus 2026
Cuaca ekstrem, memanen air hujan.MOJOK.CO

Memanen Air Hujan Seperti Orang Desa Dianggap Budaya Jorok dan Terbelakang, padahal Bisa Menjadi Penyelamat Saat Kekeringan 

17 Agustus 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla)sebagaimana terjadi di Kalimantan tidak bisa direduksi sekadar memadamkan api, ada gambut yang rusak MOJOK.CO

Karhutla Terus Berulang karena Pihak Berwenang Cukup Puas Padamkan Api, Akar Masalah Tereduksi

24 Agustus 2026
Garuda Pertiwi Diredam Thailand di Final: Satu Langkah Mundur, Seribu Langkah ke Depan

Garuda Pertiwi Diredam Thailand di Final: Satu Langkah Mundur, Seribu Langkah ke Depan

24 Agustus 2026
Proyek Hutan Tanaman Energi (HTE) untuk co-firing biomassa di PLTU langgengkan praktik perampasan tanah ala kolonial MOJOK.CO

Proyek Bioenergi Kayu di Jawa Langgengkan Praktik Perampasan Lahan ala Kolonial

21 Agustus 2026
Ide bisnis sewa HP flagship, ide aneh raup omzet 20 juta per bulan MOJOK.CO

Ide bisnis sewa HP flagship ternyata begitu menguntungkan, modal 3 HP bisa raup omzet 20 juta per bulan

20 Agustus 2026
Yamaha Fazzio Cuma Sebatas Skutik Spek Orang Manja MOJOK.CO kredit motor yamaha

Fazzio, Motor “Anak Skena” yang Bikin Perjalanan Sejam Menembus Kemacetan buat Ngonser Tetap Terasa Chill

24 Agustus 2026
Kontingen Prambanan tunjukkan jejak Mataram Kuno di Karnaval Budaya Klaten 2026. MOJOK.CO

Potret Kejayaan Mataram Kuno dalam Karnaval Budaya Klaten, 26 Kecamatan Adu Keunggulan Wilayah

19 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026
Bukan Sekadar Beternak Karang Taruna Bono dan Upaya Menghidupkan Ekonomi Warga

Dari Ternak untuk Desa: Geliat Karang Taruna Bono Menghidupkan Ekonomi Warga

31 Juli 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.