Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Kini, Malang Berubah Menjadi Kota yang Asing dan Bikin Sebal, Bikin Saya Rindu Era Terbaik ketika Noh Alam Shah Masih Berseragam Arema

Moddie Alvianto W. oleh Moddie Alvianto W.
4 Agustus 2025
A A
Malang Semakin Menyebalkan, Rindu Era Terbaik Bersama Arema MOJOK.CO

Ilustrasi Malang Semakin Menyebalkan, Rindu Era Terbaik Bersama Arema. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Coffee shop yang itu-itu saja

Tidak ada banyak pilihan bagi mahasiswa Malang untuk menikmati secangkir kopi di warung kopi atau coffee shop. Namun, di balik terbatasnya pilihan, justru menjadi berkah bagi pebisnis kopi era itu.

Kalau kamu punya rezeki berlebih, tentu saja akan ke Ria Djenaka. Bahkan, sependek ingatan saya, kalau rezekinya tumpah ruah, pilih yang premium seperti Java Dancer Coffee. Kamu, kalau bisa bisa ngopi di tempat terakhir, predikat orang kaya tersemat di statusmu.

Iklan

Setingkat di bawah itu, kamu bisa pilih Heiss (kalau keliru penyebutannya, maaf udah hampir 1 dekade lebih terakhir saya ke sana). Letaknya sempat di bundaran pesawat Suhat dan kemudian berpindah ke dekat daerah Cengger Ayam. 

Akan tetapi, bagi mahasiswa Malang yang lebih memilih kopi cangkir biasa (kopi gresikan sebutannya), pilihan seperti Joker, Unyil, AGP, atau warkop-warkop depan UMM adalah pilihan rasional. Dan bisa dipastikan, sebulan sering ngopi di warkop-warkop itu, kamu akan bersua dengan wajah-wajah yang sama. 

Jika tidak butuh kopi, kamu bisa mencoba alternatif lain seperti Coklat Klasik. Itu ada gerai minuman manis yang tersebar cukup banyak di Malang Raya. Larisnya luar biasa. Kalau sekarang, ya 11-12 seperti fenomena es teh jumbo. Jika butuh yang hangat-hangat selain kopi, bisa juga ke STMJ Pak Sentot, STMJ Glintung, atau SOB Ijen. 

Malang era itu, masih agak dingin. 

Warung makan penyelamat mahasiswa Malang

McDonald memang sudah ada. Cuma, bagi mahasiswa Malang yang tinggal di era itu, kami punya “McDonald lainnya”. Kami menyebutnya McPar atau Mak Par. 

Mak Par adalah sebuah warung sederhana yang menyediakan sambal super pedas bersama ayam goreng krispi. Warung ini bikin saya kangen dan alhamdulillah bisa langgeng sampai sekarang. 

Lalu, ada Warung Mama. Sampai sekarang, saya tidak tahu nama warung tersebut itu apa. Cuman letaknya di belakang Poltek. Cukup murah. Maka, tak peduli kalender tua atau muda, Warung Mama selalu penuh. 

Kami tidak mengenal Olive Chicken yang kini telah didapuk sebagai oleh-oleh khas Jogja bagi sebagian orang. Namun, bagi mahasiswa Malang yang mau makan ayam di gerai cepat saji yang fancy, maka Waba adalah pilihan sungguh tepat. 

Letaknya di belakang UIN Malang. Gerai yang terdiri dari dua lantai punya menu satu nasi tapi dapat dua ayam yang sedikit berminyak. Kan lumayan. Satu ayam dimakan di tempat, satu lagi dimakan di kos. 

Kuliner lain yang bernuansa pedas

Pedas seperti tidak terpisahkan dari Malang. Mau bisnis makanan, ya berarti sediakan menu yang pedas. Contoh di era itu adalah mie dan ceker. 

Kemunculan Mie Kober Setan dan Ceker Setan adalah wujud nyata bahwa warga di Malang Raya menggandrungi makanan pedas. Bahkan rela mengantre lama. Saya termasuk salah satunya.

Untuk mendapatkan seporsi mie setan dengan kepedasan level tertentu, saya mendapat nomor antrian 70. Anehnya, kok, ya saya bertahan kurang lebih dua jam dan tidak mengomel di Twitter. 

Iklan

Setelahnya, muncul makanan serupa dengan nuansa neraka (kepanasan dan kepedasan). Entah itu bernama Mie Jogging atau nama makanan berdasarkan tempat seperti Ceker Glintung. 

Malang yang dingin, era itu, memang cocok untuk makanan pedas. 

Camilan nostalgia

Surabi imut dan Ketan Pos Legenda adalah pilihan kuliner lain. Jika kamu mau ngadem sekaligus menikmati alun-alun Batu, Ketan Pos Legenda adalah pilihan yang benar. 

Sedangkan, jika kamu ingin menikmati camilan di daerah bener-bener Kota Malang, surabi imut menjadi sesuatu yang menyenangkan. Sayangnya, bagi saya, yang kebetulan lebih sering putar-putar di area UB saja, tahu petis di jembatan Suhat adalah camilan yang tepat saat malam hari. 

Sebenarnya, masih ada banyak deretan nostalgia tentang Malang era itu. Ini belum menyebut Angkringan malam Cak San di dekat UM yang benar-benar menjadi pemadam kelaparan. 

Bakso? Saya tak menyebutkan satu demi satu mana bakso Malang yang enak. Tetapi, bagi saya, bakso Malang adalah bakso gerobak yang mangkal di pinggir jalan, seperti di Jl. Letjen Sutoyo. Kamu bebas memilah, tetapi tidak perlu ragu memilih mana bakso yang sesuai di lidah. 

Kalau masih ada lagi yang terlewat, silakan komentar saja di tulisan ini. Deretan nostalgia tidak pernah cukup untuk dituliskan semuanya di sini. 

Kini, bagi saya, Malang merupakan kota yang asing. Sepemahaman saya, jika saya harus menyebutkan tiga hal terbaik untuk Malang, yaitu:

Mie Gacoan, yang viral itu. 

Rokok Gajah Baru, yang menyenangkan. 

Dan tentu saja, Universitas Brawijaya, yang masih menjadi Universitas terbaik di Indonesia. Versi saya.

Penulis: Moddie Alvianto

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Kota Malang Itu Bukan Kota Slow Living, tapi Slow Motion dan catatan menarik lainnya di rubrik ESAI.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 4 Agustus 2025 oleh

Tags: AremaArema MalangKetan Pos LegendaMalangmalang rayaMie Kober Setannoh alam syahRia Djenakarokok gajah barusuhat malangub malangUniversitas Brawijaya
Moddie Alvianto W.

Moddie Alvianto W.

Analis di RKI. Tinggal di Yogyakarta.

Artikel Terkait

Malang Santai Sayang, tapi Kritik Tak Lagi Santai MOJOK.CO
Esai

Malang Santai Sayang, tapi Kritik Tak Lagi Santai 

26 Juni 2026
Efek rutin olahraga gym, dulu dihina gendut dan jelek kini banyak yang mendekat MOJOK.CO
Sehari-hari

Efek Gym: Dari Dihina “Babi” karena Gendut dan Jelek bikin Lawan Jenis Gampang Mendekat, Tapi Tetap Sulit Nemu yang Tulus

11 Mei 2026
Kuliah menjadi mahasiswa di PTN PTS Malang bikin merasa tersesat karena fenomena menginapkan pacar di kos hingga kumpul kebo MOJOK.CO
Urban

Kuliah di Malang karena Label Kota Pelajar: Berujung “Tersesat” karena Menormalkan Perilaku Tak Wajar Mahasiswa

4 Mei 2026
Sigura-gura, Malang, slow living.MOJOK.CO
Urban

Omong Kosong Slow Living di Malang: Pindah Kerja Berniat Cari Ketenangan Malah Dibikin Stres, Nggak Ada Bedanya dengan Jakarta

11 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

AUBMO Selamatkan Hidup Mahasiswa penerima KIP-K di Unair. MOJOK.CO

Di Balik Skandal Korupsi Rp103 Juta, AUBMO Menyelamatkan Hidup Mahasiswa Penerima Beasiswa yang Merantau

23 Juni 2026
Ujian keuangan di kota perantauan gara-gara masalah tidak terduga yang datang keroyokan, bikin gagal punya tabungan MOJOK.CO

Ujian Keuangan di Kota Perantauan: Bikin Mumet dan Gagal Nambah Tabungan Gara-gara Masalah yang Datang Keroyokan

24 Juni 2026
Konsolidasi InJourney dengan Hotel BUMN untuk perkuat ekosistem pariwisata dan perhotelan nasional MOJOK.CO

Konsolidasi InJourney dengan Hotel BUMN: Perkuat Ekosistem Pariwisata Indonesia agar Lebih Kompetitif di Tingkat Global

28 Juni 2026
Ragam karya dan pertunjukan dalam Ars Longa: Generatio sebagai pembuka Trilogi Seni ARTJOG MOJOK.CO

Ragam Karya dan Pertunjukan dalam “Ars Longa: Generatio” sebagai Pembuka Trilogi Seni ARTJOG

24 Juni 2026
Mahasiswa Unair kuliah di Polandia, Eropa dengan beasiswa pertukaran pelajar dari Erasmus. MOJOK.CO

Jalan-jalan ke 6 Negara di Eropa dengan Beasiswa Erasmus, Mahasiswa Unair Ini Dapat Pembelajaran Berharga dari Sekadar Belajar Musik

24 Juni 2026
MLSC, Yogyakarta.MOJOK.CO

Redemsi Yogyakarta All Stars, Menolak Pulang Lebih Awal

26 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.