Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Klaten: Bintang Baru di Langit Pariwisata Jawa Tengah

Moddie Alvianto W. oleh Moddie Alvianto W.
6 Desember 2024
A A
Klaten: Bintang Baru di Langit Pariwisata Jawa Tengah MOJOK.CO

Ilustrasi Klaten: Bintang Baru di Langit Pariwisata Jawa Tengah. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Berkah dari daya hidup sebuah desa

Misalnya Desa Ngerangan. Tahukah kamu bahwa angkringan yang kondang di Jogja dan Solo lahir di desa ini? Di desa ini bahkan Sampai ada tugu angkringan. Maklum, saat ini, dari 5 ribu warga, 60%-nya berbisnis angkringan. Mulai dari pemilik, penyuplai makanan, sampai berjualan.

Hasilnya, warga bisa menyekolahkan anak sampai bangku kuliah, menjadi sumber nafkah, dan mengurangi pengangguran. Jenis kearifan lokal seperti ini belum banyak dikampanyekan secara masif.

Lalu ada juga Desa Tlogowatu. Dulu, mayoritas warga di desa ini hidup serba susah. Namun, nasib mereka berubah setelah muncul bisnis pengolahan batu alam. 

Usaha batu alam tersebut pada akhirnya membawa dampak besar bagi perekonomian Desa Tlogowatu hingga saat ini. Batu alam tidak hanya melahirkan pengusaha-pengusaha baru, tapi juga menciptakan lapangan kerja bagi warga setempat.

Sejak pabrik batu alam mulai menjamur di Desa Tlogowatu, banyak warga akhirnya memilih tidak merantau ke luar daerah.

Maklum, penghasilan dari bekerja di pabrik batu alam terbilang sudah sangat cukup untuk menyambung hidup. Tukang gergaji batu, misalnya, bisa membawa pulang Rp4 juta-Rp5 juta perbulan jika mendapat borongan atau 2 kalinya UMR Klaten.

Tema-tema baru yang muncul ini menjadi tanda bahwa pesona dari Klaten mulai tergali. Dan, pesona itu muncul di media-media nasional. Daya hidup yang besar dari desa menjadi berkah tersendiri. Dan ketika potensi itu semakin maksimal, Klaten akan menjadi berkah bagi semua.

Klaten yang menjadi berkah bagi Jogja dan Solo

Mari kita kembali ke kata “terlupakan” dan “terjepit”. Kondisi geografis Klaten memang tidak mungkin diubah. Faktanya, ia memang berada di antara Jogja dan Solo yang lebih populer. Namun, kondisi ini malah akan menjadi berkah.

Di sini kita tidak perlu memasukkan variabel pembangunan jalan tol yang juga mengiris wilayah Klaten. Biarlah itu menjadi bahasan lain waktu.

Nah, dalam beberapa tahun ke depan, saya percaya diri untuk bilang bahwa Klaten akan semakin besar. Mungkin belum akan bisa berdiri sejajar dengan Jogja dan Solo dalam hal-hal kapital. Setidaknya, Klaten akan menjadi “rujukan baru” di tengah kegelisahan.

Jadi, di musim libur, kita sama-sama tahu kalau Jogja dan Solo bisa menjadi daerah yang menyebalkan. Kemacetan sudah menjadi barang lawas. Sudah begitu, masalah sampah di Jogja belum juga menemukan jalan keluar.

Kondisi menyedihkan ini akan melahirkan kegelisahan. Kegelisahan akan memunculkan kejenuhan. Ketika wisatawan menjadi ketenangan yang affordable, Klaten adalah solusi.

Jangan salah, saat ini, ketenangan adalah sebuah kemewahan bagi kelas menengah dan kaum pekerja. Mereka butuh waktu barang sekejap untuk bernapas di luar jam kerja dan target yang ganas. Nah, Klaten masih bisa dan akan semakin bisa menawarkan ketenangan ini. Sudah tenang, masih murah pula.

Nah, ketika wisatawan sudah “terpecah” dan menuju Klaten, Jogja dan Solo akan jadi lebih nyaman. Ketika jumlah wisatawan terbagi rata, saya yakin Jogja dan Solo tidak akan rugi. Wisatawan yang memang ingin ke sana jadi bisa menemukan kembali kenyamanan dan kebersihan. 

Iklan

Makanya, ketika Klaten maju, yang mendapatkan keberkahan juga Jogja dan Solo. Itulah, meski kecil dan terjepit, potensi menjadi “bintang baru” di langit pariwisata Jawa Tengah sangat besar. Saya yakin dengan Klaten dan kamu sudah seharusnya punya keyakinan yang sama.

Penulis: Moddie Alvianto W.

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Klaten Akhirnya Punya Bioskop setelah Puluhan Tahun, Tak Repot ke Jogja-Solo Lagi buat Nonton Film dan analisis menarik lainnya di rubrik ESAI.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 7 Desember 2024 oleh

Tags: Desa Ngerangan klatenDesa Tlogowatu klatenJogjaklatenKuliner Klatensolowisata klaten
Moddie Alvianto W.

Moddie Alvianto W.

Analis di RKI. Tinggal di Yogyakarta.

Artikel Terkait

Pesona Gerabah Lukis Khas Klaten di Festival Sepeda Internasional, Sukseskan Misi Kebudayaan yang Memukau Bule.MOJOK.CO
Eksplor

Pesona Gerabah Lukis Khas Klaten di Festival Sepeda Internasional, Sukseskan Misi Kebudayaan yang Memukau Bule

4 Juni 2026
Peserta nyentrik gowes ke Klaten untuk ikut KLIC Fest 2026. MOJOK.CO
Eksplor

“Onthelis” dari Nusantara Rela Gowes Berhari-hari dengan Sepeda Tua Guna Misi Kebudayaan yang Memukau Para Bule

3 Juni 2026
Kenapa Hidup di Jogja Membuat Saya Terlalu Santai Menghadapi Tagihan yang Seharusnya Bikin Panik MOJOK.CO
Esai

Kenapa Hidup di Jogja Membuat Saya Terlalu Santai Menghadapi Tagihan yang Seharusnya Bikin Panik

3 Juni 2026
ilustrasi sepeda klaten.MOJOK.CO
Eksplor

Belajar Makna “Paseduluran” dari Penjual Onthel Lawas yang Sudah Tiga Dekade Hidup dari Pit Kebo

2 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Organisasi Nahdlatul Ulama (NU) perlu menghidupkan kembali adab yang selama ini menjadi ciri khas pesantren, tidak cukup perbaikan sistem MOJOK.CO

NU Perlu Hidupkan Tata Krama Organisasi di Tengah Dinamika yang Semakin Kompleks, Perbaikan Sistem Saja Tak Cukup

7 Juni 2026
pekerja kantoran.MOJOK.CO

Akal-akalan “Kantor adalah Keluarga”, Menguras Mental dan Menggerogoti Karier

4 Juni 2026
Fun Football, Cara Pria Dewasa untuk Tetap Waras dan Punya Alasan untuk Hidup Lebih Lama

Fun Football, Cara Pria Dewasa untuk Tetap Waras dan Punya Alasan untuk Hidup Lebih Lama

2 Juni 2026
Godaan modifikasi motor Honda Vario 125 demi sinematik kebodohan soal harga jual di Facebook, berakhir jadi motor sampah dan jamet MOJOK.CO

Modifikasi Motor Honda Vario 125 Hasil Tabungan Ibu-Kakak demi Sinematik dan Kebodohan Harga Jual di FB, Berakhir Jadi Motor Jamet dan Sampah

7 Juni 2026
Peserta nyentrik gowes ke Klaten untuk ikut KLIC Fest 2026. MOJOK.CO

“Onthelis” dari Nusantara Rela Gowes Berhari-hari dengan Sepeda Tua Guna Misi Kebudayaan yang Memukau Para Bule

3 Juni 2026
Salah paham terhadap paket intimate wedding di wedding organizer (WO) MOJOK.CO

Salah Paham pada Paket Intimate Wedding di WO: Dikira Tekan Biaya padahal Bisa Tetap Mahal, Karena Intimate dan Biaya Itu Dua Hal Berbeda

4 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.