Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

KIP Kuliah Dinikmati Keluarga Anggota DPR Wujud Beasiswa yang Sangat Tidak Tepat Sasaran dan Kurang Verifikasi

Arman Dhani oleh Arman Dhani
12 Mei 2024
A A
KIP Kuliah Nyasar ke Keluarga Anggota DPR, Enaknya Privilege! MOJOK.CO

Ilustrasi KIP Kuliah Nyasar ke Keluarga Anggota DPR, Enaknya Privilege! (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Sudah banyak kabar perihal KIP Kuliah yang tidak tepat sasaran. Kali ini, beasiswa tersebut bisa dinikmati oleh anggota DPR. Enaknya privilege. 

Awal Januari 2024 yang lalu, sebanyak 15 mahasiswa penerima beasiswa program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah berkesempatan berdialog langsung dengan Puan Maharani di Salatiga, Jawa Tengah. Mereka mendapat bantuan KIP Kuliah atas aspirasi dari Puan. Terdapat total 48 mahasiswa di Salatiga yang menerima karena bantuan Puan. 

Nah, ini jadi persoalan, menerima KIP Kuliah karena bantuan Puan. Siapa yang sebenarnya berhak menentukan penerima? Beberapa waktu lalu warganet di Twitter diramaikan dengan pembongkaran skandal mahasiswa penerima KIP Kuliah. Mereka yang masuk golongan mampu, punya uang, hidup layak tapi masih menerima bantuan pemerintah.

Perburuan dan pembongkaran penerima salah sasaran ini masif dan terstruktur, menyasak mahasiswi, dan seringnya dengan sentimen yang sama. “Sudah jadi selebtwit, suka nongkrong di coffee shop, tapi kok masih mau menerima KIP?” Seolah-olah penerima KIP harus melulu memakai baju rombeng, makan nasi aking, dan tidur di gubuk beratap terpal.

Saya sendiri saat mahasiswa pernah berpikir bahwa siapa sih yang sebenarnya berhak mendapatkan bantuan beasiswa? Lulusan SMA di kampung saya, mereka yang berasal dari keluarga miskin, menganggap kuliah itu mahal, padahal saat itu kuliah masih sangat murah. Hanya Rp500 ribu per semester, namun ketiadaan bantuan biaya hidup membuat teman-teman saya mundur dan akhirnya langsung bekerja usai lulus.

Andai program ini ada sejak 2004, tentu 2 sahabat yang meraih ranking 1 di sekolah bisa melanjutkan sekolah, dan tidak merantau sebagai pekerja. Menyesali masa lalu sebenarnya tidak berguna, tapi melihat bagaimana program KIP Kuliah ini membuat dada sesak. Betapa tidak tepat sasaran, kurang evaluasi, dan minim pengawasan membuat program ini mubazir sekali.

Sentimen negatif terhadap penerima KIP Kuliah

Sentimen negatif penerima KIP Kuliah yang viral di media sosial ini lantas melahirkan hujatan, kebencian, dan juga serangan. Beberapa malah jadi witch hunt, menyasar siapa saja tanpa terkecuali. Misalnya penerima beasiswa prestasi, yang kebetulan memakai iPhone versi lama, yang harganya tak lebih mahal dari Android keluaran terbaru. Tapi apa sih sumber kebencian ini?

Sebelum menjawab itu kita perlu tahu apa dan berapa kisaran KIP. Beasiswa ini adalah salah satu program pemerintah dalam upaya membantu asa para siswa yang memiliki keterbatasan ekonomi tetapi berprestasi agar bisa melanjutkan studi di perguruan tinggi. Bantuan dari pemerintah ini berupa biaya pendidikan serta uang saku bagi mahasiswa di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) selama menjalani perkuliahan hingga lulus. 

Pembebasan biaya pendidikan atau biaya kuliah (UKT/ SPP) bagi seluruh penerima KIP Kuliah Merdeka yang dibayarkan langsung ke rekening perguruan tinggi. Biaya pendidikan per semester diusulkan Perguruan Tinggi kepada Puslapdik berdasarkan rataan besaran biaya pendidikan mahasiswa non-KIP Kuliah di masing-masing program studi pada tahun akademik yang sama atau satu tahun sebelumnya.

Angka pembiayaan ini berbeda antara satu sama lain mulai dari Rp2,4 juta hingga Rp12 juta. Sementara bantuan biaya hidup ditetapkan oleh Puslapdik berdasarkan perhitungan besaran indeks harga lokal masing-masing wilayah perguruan tinggi dan diberikan berdasarkan 5 klaster besaran mulai dari Rp800.000, hingga Rp1.400.000 per bulan. Bantuan biaya hidup diberikan 1 kali setiap semester atau per 6 bulan. 

Besar? Sangat besar bagi mahasiswa miskin, tapi buat keluarga anggota DPR dengan harta yang melimpah, itu jelas kecil. Perdebatan mengenai KIP Kuliah ini masuk ke dalam babak baru setelah Staf Khusus (Stafsus) Presiden, Billy Mambrasar yang menyebut, anggota DPR mendapat kuota beasiswa ini.

Baca halaman selanjutnya: Sistem tak diperbaik, warga yang bakal merisak. Gawat!

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 13 Mei 2024 oleh

Tags: Beasiswa KIP KuliahKartu Indonesia Pintar (KIP) KuliahKIPkip kuliahKIP Kuliah anggota dpr
Arman Dhani

Arman Dhani

Arman Dhani masih berusaha jadi penulis. Saat ini bisa ditemui di IG @armndhani dan Twitter @arman_dhani. Sesekali, racauan, juga kegelisahannya, bisa ditemukan di https://medium.com/@arman-dhani

Artikel Terkait

Rasyiid, mahasiswa penerima Beasiswa KIP Kuliah UMSURA yang sisihkan uang untuk modal usaha MOJOK.CO
Sekolahan

Sisihkan Uang Beasiswa KIP Kuliah buat Modal Usaha, Kuliah Sambil Topang Ekonomi Keluarga hingga bikin Ibu Bangga

2 Juni 2026
Mahasiswa dapat beasiswa KIP Kuliah bohongi orang tua demi uang saku dobel MOJOK.CO
Sekolahan

Dapat Beasiswa KIP Kuliah Jalur FOMO, Bohongi Ortu biar Dobel Uang Saku karena Gaya Hidup Tak Cukup Rp750 Ribu

20 Mei 2026
KIP Kuliah.MOJOK.CO
Sekolahan

Mahasiswa Pura-Pura Miskin demi Dapat KIP Kuliah Memang Ada, Uang Beasiswa Habis buat Hedon agar Diakui di Tongkrongan

14 Mei 2026
Rif'an lulus sarjana UGM dengan beasiswa. MOJOK.CO
Sekolahan

Alumnus Beasiswa UGM Kerap Minum Air Mentah Saat Kuliah, hingga Utang Puluhan Juta ke Kyai untuk Lanjut S3 di Belanda

15 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pesona Gerabah Lukis Khas Klaten di Festival Sepeda Internasional, Sukseskan Misi Kebudayaan yang Memukau Bule.MOJOK.CO

Pesona Gerabah Lukis Khas Klaten di Festival Sepeda Internasional, Sukseskan Misi Kebudayaan yang Memukau Bule

4 Juni 2026
Pengalaman Merusak Astrea Grand Jadi Motor Racing Kampung MOJOK.CO

Pengalaman Saya “Merusak” Astrea Grand Milik Bapak Menjadi Motor Racing Kampung: Jebakan Menyenangkan dari Motor Honda yang Menjerat Saya Sampai Tua

2 Juni 2026
Campus League Basketball 2026 Regional Jakarta Season 1 tidak hanya jadi panggung prestasi basket, tapi juga warna baru solusi mobilitas masa depan anak muda dengan motor listrik Polytron MOJOK.CO

Puncak Campus League Basketball 2026 Jakarta S1: Tak Hanya Jadi Panggung Basket tapi Juga Hadirkan Solusi Mobilitas Masa Depan Anak Muda

2 Juni 2026
Salah paham terhadap paket intimate wedding di wedding organizer (WO) MOJOK.CO

Salah Paham pada Paket Intimate Wedding di WO: Dikira Tekan Biaya padahal Bisa Tetap Mahal, Karena Intimate dan Biaya Itu Dua Hal Berbeda

4 Juni 2026
Derita Bisnis Laundry: Cuan 15 Juta Hilang karena Kebodohan MOJOK.CO

Pengalaman Bisnis Laundry yang Cukup Menyedihkan, Berharap Cuan Besar 15 Juta per Bulan tapi Cuma Dapat 3 Juta: Boncos karena Kebocoran-Kebocoran Sepele

4 Juni 2026
Fun Football, Cara Pria Dewasa untuk Tetap Waras dan Punya Alasan untuk Hidup Lebih Lama

Fun Football, Cara Pria Dewasa untuk Tetap Waras dan Punya Alasan untuk Hidup Lebih Lama

2 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.