Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Kenapa William Wongso yang Jadi Mentor Masak Rendang di ‘Gordon Ramsay Uncharted’?

Dessy Liestiyani oleh Dessy Liestiyani
3 Juli 2020
A A
Membolehkan Tidak Pakai Jilbab Bukan Berarti Menghalalkan Buka Aurat

Membolehkan Tidak Pakai Jilbab Bukan Berarti Menghalalkan Buka Aurat

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kenapa William Wongso yang jadi mentor untuk ‘Gordon Ramsay Uncharted’ buat masak rendang? Emangnya nggak ada chef Minang yang lebih kompeten apa?

Program Gordon Ramsay Uncharted yang ngambil latar di Sumatra Barat bisa dibilang cukup sukses. Nggak cuma sukses bikin penasaran pemirsa se-Indonesia, tapi juga sukses bikin nyinyir netijen yang nggak puas karena William Wongso yang dipilih jadi mentornya Gordon Ramsey.

Kenapa William Wongso? Kenapa bukan chef lokal Sumbar? Kenapa nggak cari chef yang punya darah Minang? Emangnya nggak ada chef Minang yang kompeten ? Oooh… kenapa begini, kenapa begitu???

Lucu. Itu kesan pertama saya mengetahui betapa ributnya jagat maya karena hal itu. Eh, makin ngakak begitu ada yang mengaitkan ketidaksetujuan Chef William di program itu dengan sentimen kepada warga keturunan. Ealah, dasar netijen!

Sebagai mantan tim produksi tipi saya kasih tau nih yaa, dalam proses praproduksi tipi, pemillihan pengisi acara (untuk selanjutnya disebut “talent”) seperti host, co-host, bintang tamu, juri, figuran, sampai penonton dan semua orang yang akan terlihat di layar, itu biasanya sudah melalui hasil riset dan pertimbangan-pertimbangan tertentu, bukan dari hasil cap cip cup kembang kuncup.

Sekilas tentang proses pemilihan talent pada praproduksi tipi, biasanya dari hasil brain stroming tim akan keluar beberapa nama kandidat yang diusulkan, baik untuk menjadi talent utama, maupun talent pendukung lainnya.

Kecuali, program yang akan dijalankan adalah program yang memang menjual nama sang talent, maka tidak akan ada alternatif sebagai pengisi talent utama. Tetapi untuk talent pendukung akan ada beberapa nama yang perlu dipertimbangkan.

Contohnya di program ini, Gordon Ramsay Uncharted, talent utamanya ya sudah pasti Chef Gordon. Atau program bincang-bincang Ellen DeGeneres Show, yang talent utamanya nggak mungkin dicari selain Ellen. Sementara untuk talent pendukung bisa dicari siapa saja dengan berbagai kriteria.

Chef William di program ini juga statusnya adalah talent pendukung. Bisa jadi, Chef William bukan satu-satunya kandidat yang dipertimbangkan oleh tim produksi waktu itu. Toh beliau bukan talent utama yang akan menggantikan Chef Gordon di acara ini.

Berikut saya coba mengurai kemungkinan alasan apa yang menjadi pertimbangan tim produksi NatGeo memilih beliau dengan membandingkan pengalaman saya di program tipi.

Karakter dan usia

Umumnya, talent dicari yang memiliki karakter yang sama dengan programnya. Bisa jadi Chef William dirasa cocok dengan program ini, karena beberapa tahun lalu beliau memandu acara Cooking Adventure With William Wongso yang tayang di Metro TV.

Konsep acaranya sendiri hampir sama dengan program Gordon Ramsay Uncharted, yaitu jalan-jalan ke berbagai wilayah di Indonesia, dan mengenal masakan khas tradisional di masing-masing daerah.

Selain itu, bisa jadi salah satu alasan dipilihnya Chef William untuk ngajarin masak rendang juga karena usia beliau yang sudah sepuh. Diharapkan Chef Gordon yang biasanya terlihat meledak-ledak dan tidak sabaran, bisa lebih kalem, nurut, dan lebih sungkan saat dimentori Chef William.

Sementara kalau chef lain yang seumuran atau bahkan lebih muda dari Chef Gordon, nanti malah kena “semprot” beliau. Padahal, tugasnya adalah mementori, bukan jadi finalis Hell’s Kitchen.

Iklan

Reputasi dan prestasi

Alasan lain yang dipertimbangkan tim produksi dalam memilih talent adalah kualitas yang bersangkutan. Tidak hanya kemampuan bahasa Inggris, namun sebagai pakar, pastinya Chef William akan mengenal istilah-istilah internasional dalam dunia kuliner. Dua hal ini jelas menjadi pertimbangan utama untuk mempermudah komunikasi dengan Chef Gordon selama proses syuting.

Dan secara kualitas di bidang kuliner, siapa yang berani meragukan Chef William ? Buku beliau Flavours of Indonesia terpilih sebagai “Best Cookbook of The Year” pada ajang kompetisi ke-22 Gourmand World Cookbook Awards tahun 2017. Sementara pada tahun 2018, Chef William memperoleh Medali Kehormatan (Medaille d’Honneur) dari Academie du Pain Indonesia di Paris.

Selain itu, beliau juga tercatat sebagai anggota Elite de la Boulangerie International, klub pembuat roti terbaik yang hanya memiliki 33 anggota dari seluruh dunia. Dan sebagai duta kuliner Indonesia di luar negeri, ia pun memperoleh julukan “Diplomat Rendang”.

Akun Instagram resmi stasiun TV NatGeo bahkan menulis bahwa Chef William Wongso adalah legenda Indonesia yang telah menguasai lebih dari 200 resep rendang. Nah lho, kurang apa lagi coba?

Citra

Salah satu pertimbangan tim produksi memilih talent adalah image atau citra yang bersangkutan. Belum tentu juga talent dengan citra yang buruk itu nggak laku di tipi lho. Kadang tipi juga perlu talent seperti itu untuk rating. Memanfaatkan pemirsa yang sebel liat kelakuan sang artis, eh, tapi malah nonton.

Tapi tentu saja, semuanya tegantung oleh jenis program acaranya. Untuk program infotainment, tipe artis di atas mah cocok banget, tapi buat program religi… nanti dulu!

Demikian pula dengan program Gordon Ramsay Uncharted ini. Pernah dengar berita Chef William di kolom gosip, atau jadi target berita-berita hoaks? Nggak pernah kan? Nah, pastinya image Chef William selama ini juga jadi pertimbangan tim produksi Uncharted.

Jadwal

Dari informasi yang saya baca, syuting dilakukan pada tanggal 19-22 Januari 2020 lalu. Untuk kandidat chef yang sedang syuting striping atau kejar tayang ya sudah pasti tidak mungkin. Apalagi syuting dilakukan di luar Jakarta.

Mungkin saja saat itu Chef William tidak menjadi pertimbangan pertama, namun karena secara jadwal beliau yang paling memungkinkan, jadilah beliau yang terpilih menjadi mentor Chef Gordon di acara ini.

Budget

Nggak jarang, talent akhirnya harus diganti karena gak deal masalah budget. Padahal, semua kriteria sudah dipenuhi oleh kandidat talent: karakter cocok, kualitas oke, image baik, dan jadwal available.

Untuk NatGeo, mungkin aja tidak masalah dengan budget talent sekelas Chef William Wongso. Saat ini saya nggak akan ngajak kalian pembaca Mojok untuk menebak berapa budget Chef William, yang jelas, biasanya budget ditentukan oleh kualitas dan jam terbang yang dimiliki sang talent.

Kalau ngikutin sebagian netijen yang maunya Chef Gordon belajar ngerendang dari amak-amak (bahasa Minangkabau yang berarti ‘ibu’), dari segi budget jelas jauh di bawah Chef William. Dan mungkin saja para amak lebih cekatan dan pengalaman dalam masak rendang tradisional khas Sumbar.

Akan tetapi perlu dipertimbangkan apakah mereka bisa ekspresif dan entertain untuk tayangan tipi? Apakah mereka cukup sabar dengan proses syuting yang panjang, sementara dari segi komunikasi dengan Chef Gordon saja bukan tidak mungkin bakal bermasalah.

BACA JUGA Analisis Kekuatan Program Gordon Ramsay Uncharted Sumatera Barat atau tulisan soal Gordon Ramsay lainnya.

Terakhir diperbarui pada 13 Juli 2020 oleh

Tags: chefgordon ramsayrendangsumatra baratwilliam wongso
Dessy Liestiyani

Dessy Liestiyani

Wiraswasta, mantan kru televisi, penikmat musik dan film.

Artikel Terkait

Kuliner khas Minang, rendang, di rumah makan Padang di Jogja rasanya berubah jadi kuliner Jawa
Kuliner

Nasi Padang Versi Jogja “Aneh” di Lidah, Makan Rendang Tanpa Cita Rasa Gurih dan Asin karena Dominasi Kuliner Manis Jawa

16 Maret 2026
Orang Minang Merantau ke Jogja: Iman Kuliner Saya Runtuh karena Gula Jawa Membuat Rendang Asli jadi Terasa Asin Saja MOJOK.CO
Esai

Orang Minang Merantau ke Jogja: Iman Kuliner Saya Runtuh karena Gula Jawa, Rendang Asli jadi Terasa Asin Saja

13 Maret 2026
warung nasi padang asli, masakan padang.MOJOK.CO
Ragam

Sulit Mencari Masakan Padang di Jogja yang Pas bagi Lidah Orang Minang, Rendang Terasa Manis

15 Agustus 2025
Pertama kali makan masakan di warung nasi padang. Kenyang meski menyesal MOJOK.CO
Kuliner

Pertama Kali Makan di Warung Nasi Padang: Jadi Katrok, Kenyang dalam Penyesalan, Hingga Obati Nasib Malang Masa Kecil

5 Agustus 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Geger Sepehi 1812: Bukti Keteguhan Sri Sultan Hamengkubuwono II Menolak Tunduk pada Penjajah.MOJOK.CO

Geger Sepehi 1812: Bukti Keteguhan Sri Sultan Hamengkubuwono II Menolak Tunduk pada Penjajah

5 April 2026
Kerja WFH untuk ASN bukan solusi. MOJOK.CO

WFH 1 Hari dalam Seminggu Cuma Bikin Pekerja Boncos dan Nggak Produktif, Lalu Di Mana Efisiensi Pemakaian Energinya?

6 April 2026
Innova Reborn: Mobil Keluarga yang Paling Punya Adab (Wikimedia Commons)

Ketika Bapak Semakin Ngotot Membeli Innova Reborn untuk Jadi Mobil Keluarga, Anak-anaknya Khawatir Hidup di Desa Jadi Cibiran Tetangga

4 April 2026
Aksi topeng ayam di Fore Coffee Jogja. MOJOK.CO

Di Balik Aksi Topeng Ayam Depan Fore Coffee Jogja: Menagih Janji Hak Ayam Petelur untuk Meraih Kebebasan

2 April 2026
Vario 160 Motor Buruk Rupa yang Menyalahi Kodrat Honda MOJOK.CO

Vario 160 Adalah Motor Buruk Rupa yang Menyalahi Kodrat Motor Honda, tapi Sejauh Ini Menjadi Matik Terbaik yang Tahan Siksaan

3 April 2026
Saya Setuju Orang Jakarta Tajir Tak Betah Slow Living di Desa (Unsplash)

Orang Tajir Jakarta Tak Akan Sanggup Slow Living di Desa karena Menolak Srawung Itu Omong Kosong Kebanyakan Gagal Betah karena Ulahnya Sendiri

7 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.