Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Dangdut Koplo dan Senggakan Abah Lala yang (Semoga) Tak Sekadar Menginterupsi Zaman

Perihal hak cipta, Didi Kempot sempat mengutarakannya di beberapa kesempatan. Jawabannya semi politis, semi meringis. Dia tak mengharap lebih.

Fajar Martha oleh Fajar Martha
1 November 2022
A A
Dangdut koplo dan legenda Abah Lala MOJOK.CO

Ilustrasi Dangdut koplo dan legenda Abah Lala. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Abah Lala, salah satu sosok kreatif di dunia dangdut koplo Indonesia, adalah legenda di kampungnya. Sosok yang sangat menginspirasi. 

17 Agustus 2022 menjadi peristiwa yang takkan pernah dilupakan Farel Prayoga. Dia didaulat Presiden Joko Widodo untuk menghibur para pejabat dan amtenar negara, yang turut membuat pemirsa di seantero negeri bersenandung dan tertawa bersama lagu dangdut koplo. Saking ramainya, dia diminta menyanyikan “Ojo Dibandingke” sampai dua kali.

Di dalam mobil, nun jauh dari istana, seorang pria bertubuh subur khusyuk menonton aksi Farel. Lalu dia menitikkan air mata, terharu, sekaligus bangga atas karyanya yang berkelana ke mana-mana. Lagu dangdut koplo ciptaannya ternyata bisa membuat Menhan Prabowo Subianto dan menteri-menteri lain berjoget di hadapan Jokowi. Dia lalu mengucap syukur atas rezeki yang telah diraihnya.

Nama pria 36 tahun itu: Agus Purwanto. Kita semua mengenalnya sebagai Abah Lala. Konon, julukan itu berasal dari nama olok-olok dari seorang kawan berkat perawakannya yang mirip tokoh Lala Teletubbies. Dia lahir dan besar di sebuah dusun di lereng Merapi, masuk wilayah Boyolali. Cerita tentangnya banyak dipenuhi kosakata “konon” dan “katanya”.

Legenda Abah Lala

Salah satunya saya dapat dari Rangga Eshayoga alias Egha, disjoki dan produser musik yang pernah bekerja bareng Abah Lala. Sambil terkekeh tak henti-henti, Egha bercerita bahwa Abah begitu mencintai kampungnya, tepatnya Dukuh Bendo Legi, yang masuk wilayah Kecamatan Musuk, Boyolali, Jawa Tengah.

Dia, antara lain, memasang puluhan kamera CCTV di seantero dukuh. Demi keamanan? Tentu saja. Terlebih dukuhnya kerap tawuran dengan dukuh tetangga.

Tapi kok banyak amat? Begini, saat mentas, Abah Lala kerap memboyong para pemuda kampung yang tak hanya berkontribusi di departemen musik dangdut koplo, tapi juga tetek bengek lain seperti transportasi dan rigging panggung. Jumlahnya bisa sampai 30 orang. CCTV, yang kini bisa diakses melalui hape, menjamin rasa aman bagi Abah Lala dan sekondannya saat jauh dari rumah.

Abah Lala juga membelikan puluhan handy talkie yang dibagikan masing-masing satu biji ke rumah-rumah. Sinyal telepon di sana amburadul, hambatan komunikasi adalah hal biasa. Alat ini dapat mengatasi hal krusial di sana seperti kewajiban meronda. Tak melihat pengumuman di WhatsApp karena kendala sinyal atau tidak punya kuota tidak bisa dijadikan alasan bagi mereka yang bolos ronda.

Abah Lala dan Didi Kempot

Kita rewind kasetnya sebentar. Mungkin pembaca Mojok ada yang belum tahu.

Abah Lala punya andil besar saat demam Didi Kempot meledak tiga tahun silam. Pasalnya, senggakan “Cendol Dawet”, yang menyempal di beberapa lagu Didi Kempot, yang kita kumandangkan dengan gegap gempita itu, adalah ciptaannya.

“Cendol Dawet” yang membius penonton untuk berpartisipasi itu adalah secuil dari beberapa senggakan lain yang lahir dari kreativitasnya di khazanah dangdut koplo. Yang tak kalah populer adalah senggakan “ra nduwe duit ra nduwe yank” dan “soto seger mbok giyem”.

Senggakan sebagai bagian krusial dangdut koplo

Kini memang ada Denny Caknan dan Ndarboy, tapi akuilah: kita masih kehilangan Didi Kempot. Sosok yang rasanya kok terlalu cepat meninggalkan kita. Terlalu cepat menuai jerih payah yang dia tanam puluhan tahun sebelumnya.

Musik tradisional tidak pernah semasif ini dirayakan. Lagu-lagu campursari didendangkan dan dijogeti ribuan orang yang bahkan tak memahami bahasa yang dipakai di lagu tersebut. Terakhir, yang sanggup melakukannya mungkin hanya sang maestro Benyamin Sueb.

Campursari, sebagaimana dangdut, banyak dioplos gaya dangdut koplo. Senggakan, dalam kultur musik tradisi Indonesia, tak sekonyong-konyong datang. Senggakan sudah lama menjadi elemen penting dalam berbagai musik tradisi lain. Senggakan ada pada karawitan, jathilan, hingga lengger Banyumasan.

Iklan

Abah Lala, yang sebelumnya berkiprah bersama Orkes MG 86, menciptakan banyak senggakan. Begitu “Cendol Dawet” populer, dia jadi jadi rajin meracik lagu, tak hanya senggakan.

Baca Halaman Selanjutnya….

Berlari melampaui “Cendol Dawet”

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 1 November 2022 oleh

Tags: abah laladangdutdangdut koploDidi Kempotfarel prayogaojo dibandingke
Fajar Martha

Fajar Martha

Penulis esai bertema musik dan sepakbola. Beberapa cerpennya dipublikasikan Kompas, Pikiran Rakyat, Lampung Post, dsb.

Artikel Terkait

Mencintai Musik Underground di Madura: Merayakan Distorsi di Tengah Kepungan Dangdut MOJOK.CO
Esai

Mencintai Musik Underground di Madura: Merayakan Distorsi di Tengah Kepungan Dangdut dan Tagihan Shopee PayLater

3 April 2026
Dangdut Lawas OM Lorenza Melawan Hegemoni Dangdut Koplo MOJOK.CO
Esai

Dangdut Lawas OM Lorenza Obat Kejenuhan Dangdut Koplo: Wayahe Wong Lawas Tampil

11 Februari 2025
Penonton Dangdut Koplo, Fans NDX & Guyon Waton SDM Rendah MOJOK.CO
Esai

Penonton Dangdut Koplo dan Fans Guyon Waton & NDX Dianggap SDM Rendah, Tukang Kisruh, dan Tukang Rusak Festival

2 Juli 2024
Omong Kosong Dangdut Miskin Tema dan Kamu Perlu Tahu Karya Monumental Dangdut Ngapak MOJOK.CO
Esai

Omong Kosong Dangdut Miskin Tema dan Kamu Perlu Tahu Karya Monumental Dangdut Ngapak

25 April 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

ASN Lulus S2 UGM dengan IPK 4, Bahagia Wisuda tapi Miris Tanpa Kehadiran Ibu yang Berpulang karena Kanker MOJOK.CO

ASN Lulus S2 UGM dengan IPK 4, Bahagia Wisuda tapi Miris Tanpa Kehadiran Ibu yang Berpulang karena Kanker

24 April 2026
Suzuki Satria FU, motor yang pernah bikin penunggangnya merasa paling tampan tapi kini memalukan MOJOK.CO

Suzuki Satria FU: Dulu Motor yang Bikin Tampan dan Idaman Pasangan, Tapi Kini Terasa Jamet dan Memalukan

22 April 2026
Menormalisasi pakai jasa porter di stasiun kereta api MOJOK.CO

Pakai Jasa Porter di Stasiun meski Bisa Bawa Barang Sendiri: Sadar 50 Ribu Itu Tak bikin Rugi, Tapi Justru Belum Seberapa

23 April 2026
YUHU. Rilis Single Baru “Bertemu Di Sini”, Definisi Rindu Itu Bersifat Universal.MOJOK.CO

YUHU. Rilis Single Baru “Bertemu Di Sini”: Definisi Rindu Itu Bersifat Universal

28 April 2026
Sulitnya menjadi orang dengan attachment style avoidant. MOJOK.CO

Sulitnya Menjadi “Avoidant” Menjelang Usia 25, Takut Terlalu Dekat dengan Orang Lain hingga Pesimis Menikah

24 April 2026
Beri tip ke driver ojol. MOJOK.CO

Kasih Tip Rp5 Ribu ke Driver Ojol Tak Bikin Rugi tapi Bikin Hidup Lebih Bermakna di Tengah Situasi Hidup yang Kacau

28 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.