Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Berhasil Menang Giveaway Itu Juga Butuh Perjuangan, Sayang!

Maria Devi Sinaga oleh Maria Devi Sinaga
3 Mei 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Pernah ikut giveaway tapi nggak pernah menang? Tenang, bukan kamu saja yang nggak pernah menang giveaway.

Pernah baca kata giveaway, kan? Atau sudah muak dengan kata ini karena terlalu sering berseliweran di lini media sosialmu? Kalau dicek, sih, artinya memberikan sesuatu secara gratis. Wah, graaa… tisss??? Hmmm, tentu tidak ada yang betul-betul gratis di dunia ini, Sayang.

Biasanya, untuk ikutan giveaway, ada beberapa syarat yang harus kita lakukan. Mulai dari mempromosikan akun pembuat giveaway. Lalu, follow akun ini itu—yang mungkin sponsor giveaway—dan hal-hal berbau promosi lainnya. Ataupun, harus mention temen online sana-sini untuk memenuhi syarat yang lain.

Di rezim ini, tidak dapat dimungkiri, kalau giveaway memang menjadi salah satu cara untuk promosi. Sebuah brand baru misalnya, sering mengadakan hal ini entah di Instagram atau Twitter yang tujuannya supaya si brand dapat dipromosikan oleh orang-orang yang lagi pengin dapat barang gratis. Peserta giveaway biasanya akan diminta spam like di postingan Instagram mereka, spam comment, plus mention akun teman-teman mereka yang lain biar tertarik buat ikutan.

Apakah hanya perusahaan atau toko online saja, yang mengadakan giveaway? Oh, tentu saja tidak. Para “influencer” dan artis pun, banyak juga yang mengadakannya. Tujuannya nggak jauh berbeda, pengin meningkatkan followers media sosialnya, meningkatkan jumlah subscriber Youtube, dan tentu saja juga demi sebuah konten, Mylov~

Orang-orang yang tidak terlalu terkenal—atau memang kitanya aja yang nggak tahu siapa mereka—juga banyak yang mengadakannya. Sering, ketika saya membuka Twitter, muncul tweet di timeline, pengguna ava Korea yang di-retweet oleh salah satu following saya. Isi tweet-nya kira-kira begini,

“Karena ujian aku lancar hari ini, aku mau ngadain giveaway pulsa 100k. Retweet, tweet ini. Aku tunggu sampai nanti malam jam 23.00, ya.”

Fyi, aja, nih. Tweet sejenis ini, bisa menembus 1000 retweet. Wah dengan modal pulsa 100k, saya berkesempatan bisa jadi selebtwit kalau melakukan dan bisa mendapatkan keberhasilan serupa. Tweet sejenis ini memang sangat banyak jumlahnya. Tidak perlu hal yang luar biasa untuk mengadakan giveaway—seperti dia yang sudah kamu harapkan lama akhirnya nembak kamu.

Hadiahnya pun beragam. Mulai dari pulsa, merchandise, tiket nonton, follback—iya, di-follback oleh orang yang ngerasa follback-nya adalah sebuah hadiah, adalah hal yang wajar diperjuangkan. Ataupun, uang tunai dan seperangkat alat salat dibayar tunai. Eh, maaf, ngelantur. Efek pengin segera dinikahi~

Melihat fenomena maraknya giveaway, saya pikir, hampir setiap kita pasti pernah ikutan giveaway. Pernah menang dan dapat hadiah? Hmmm, itu nanti dulu. Saya sendiri adalah penggemar giveaway. Saya masih ingat betul, hadiah pertama yang saya dapatkan—sekitar 7 tahun yang lalu—adalah gelas warna hitam dengan gambar boyband Korea, Shinee. Saat itu, saya memang jadi salah satu bucin oppa-oppa Korea.

Hadiah pertama itu, saya dapat setelah membuat pantun gombal untuk Shinee. Barang gratis, ternyata bisa menimbulkan rasa candu. Semenjak itu, saya semakin tertarik untuk menang giveaway. Marchandise Kpop dan Original Album Kpop menjadi incaran saya.

Saat itu, setiap ada paket yang diantarkan Pak Pos ke rumah. Sungguh bahagia rasanya. Semakin lama, saya mulai melebarkan dalam dunia per-giveaway-an. Saya tidak lagi hanya mencari yang berbau Kpop, tapi semua jenis giveaway saya ikuti. Pokoknya, yang penting ada hadiah gratisannya dan syarat ikutannya mudah. Ya, kalau disuruh bikin video makan beling, nanti dulu. Kebetulan, saya bukan kuda lumping.

Waktu itu, saya masih berstatus jadi anak kuliah yang ngekos dan punya waktu luang sangat banyak. Selama dua tahun, aktivitas ikut giveaway telah menjadi rutinitas. Kalian pasti tahu, kan? Rasa bahagianya dapat paket dari Pak Pos setelah belanja online? Kalau ini, bahagianya double, karena paket yang diterima gratis. Seperti ujug-ujug dikirim hadiah sama gebetan. Menyenangkan sekali.

Hadiah paling berkesan yang pernah saya dapat adalah tiket VIP gratis untuk nonton turnamen olahraga favorit saya. Ketika itu, selain harganya mahal banget, tiket tersebut juga sold out di mana-mana. Tidak hanya dapat satu tiket, tapi empat tiket sekaligus. Rasanya, menang giveaway ini bukan sekadar bahagia karena dapat hadiah gratis. Tapi juga muncul kebanggaan pada diri sendiri.

Iklan

Enak, ya, bisa sering menang giveaway~

Mungkin begitu yang kalian pikirkan. Sama seperti ketika kita ngelihat orang sukses, dan kita sering hanya terpaku pada hasilnya saja tanpa melihat apa yang sudah dilalui untuk meraihnya. Tuman!11!!!1 Fyi aja, untuk menang giveaway banyak sekali hal yang harus saya lakukan.

Misalnya, untuk dapat sebuah album original Bigbang, saya pernah mempromosikan sebuah akun olshop Kpop melalui tweet yang diberi angka di setiap tweet-nya. Selama masa giveaway itu, saya harus nge-tweet lebih dari 10.000 tweet. Kebayang, kan? Gimana pegalnya saya nge-spam tweet tersebut?

Supaya nggak kalah dari para saingan, saya juga harus begadang. Belum lagi, ketika terlalu banyak nge-post tweet yang sama, akan dianggap pelanggaran oleh Twitter yang mengakibatkan akun kita di-suspend atau ditangguhkan. Ya kali, udah nge-tweet ribuan malah harus ngulang lagi?

Mau nggak mau, saya belajar mengembalikan akun Twitter yang ditangguhkan. Itu hanya soal memenangkan sebuah album saja. Betul-betul tidak mudah dan tidak selalu memang giveaway juga. Dari 10 giveaway yang saya ikuti, palingan saya hanya bisa menang giveaway satu doang. Itu pun kalau beruntung. Pasalnya, yang sering terjadi justru nggak menang sama sekali.

Sebagai seorang mantan KuTer alias Kuis Hunter yang pernah menang giveaway beberapa kali. Saya akan berbagi tips buat ikutan giveaway. Kalau kamu pengin nyoba ikutan, tapi nggak tahu cara menemukannya di mana. Coba saja melakukan pencarian di Instagram atau Twitter dengan tagar giveaway. Nantinya, bakal muncul banyak sekali event soal ini.

Tips selanjutnya, sama seperti menghadapi kehidupan. Jadi ikutlah yang sesuai dengan passion-mu. Maksudnya, giveaway yang hadiah dan aturannya kamu suka. Jadi, kamu akan melakukannya bukan karena sebuah keterpaksaan.

Oh ya, cari juga yang sesuai dengan kemampuan kamu. Misalnya, saya nggak pernah ikutan giveaway yang nyuruh kita cover lagu. Pasalnya, saya sadar diri, kalau suara saya… ya, begitulah. Sebaliknya, saya lebih suka ikutan yang minta kita untuk menulis atau sekadar spam like atau spam comment.

Selanjutnya adalah nothing to lose. Kita pasti punya keinginan bisa menang giveaway. Tetapi, jangan berharap berlebihan. Apa pun yang berlebihan, tentu nggak baik. Nanti kecewa. Yang terakhir, pantang menyerah! Kalau kalah, ya ikut lagi. Kata para motivator, sih, kalah dan menang itu adalah hal yang biasa, yang penting kita tidak menyerah begitu saja. Seperti itu~

Terakhir diperbarui pada 3 Mei 2019 oleh

Tags: kpopkuismedia sosialmenang giveaway
Maria Devi Sinaga

Maria Devi Sinaga

Bekerja 8-10 jam sebagai abdi perusahaan yang katanya hadir untuk negeri kadang membosankan. Membaca, menulis, dan menonton film bagus adalah solusi.

Artikel Terkait

Zero post di Instagram cara hidup tenang Gen Z. MOJOK.CO
Urban

Gen Z Lebih Tenang Tanpa Feed Instagram (Zero Post), Aslinya Bukan Misterius Cuma Capek Mengejar Validasi dan Ingin Melindungi Diri

7 Mei 2026
Anomali pengunjung toko buku sekarang bukan baca, malah foto
Sehari-hari

Anomali Pengunjung Toko Buku Hari Ini: Outfit Foto Elite, Beli Buku Sulit

11 Februari 2026
Gawai adalah Candu: Cerita Mereka yang Mengalami Brain Rot karena Terlalu Banyak Menonton Konten TikTok.MOJOK.CO
Fragmen

Gawai adalah Candu: Cerita Mereka yang Mengalami Pembusukan Otak karena Terlalu Banyak Menonton Konten TikTok

3 Juli 2025
Anak Muda Butuh Olimpiade Indonesia Cerdas, Acara Kuis Edukatif yang Kini Tinggal Nama.MOJOK.CO
Ragam

Anak Muda Butuh Olimpiade Indonesia Cerdas, Acara Kuis Edukatif yang Kini Tinggal Nama

9 Januari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Hasil riset FEB UGM: workaholic alias kera berlebihan tidak selalu merusak kebahagiaan MOJOK.CO

Riset: Kerja Berlebihan (Workaholic) Tidak Selalu Merusak Kebahagiaan, Asalkan Dapat 2 Situasi Ini di Lingkungan Kerja

6 Juni 2026
Tren kalcer dan monopoli olahraga bikin gowes (bersepeda) jadi terlalu ambisius MOJOK.CO

Tren Kalcer dan Monopoli Olahraga bikin Gowes Jadi Terlalu Ambisius, Mau Sekadar Bersepeda tapi Malu Dicap Cupu

3 Juni 2026
Campus League Basketball 2026 Regional Jakarta Season 1 tidak hanya jadi panggung prestasi basket, tapi juga warna baru solusi mobilitas masa depan anak muda dengan motor listrik Polytron MOJOK.CO

Puncak Campus League Basketball 2026 Jakarta S1: Tak Hanya Jadi Panggung Basket tapi Juga Hadirkan Solusi Mobilitas Masa Depan Anak Muda

2 Juni 2026
Dompet digital selamatkan pedagang UMKM. MOJOK.CO

4 Kiat Pedagang Es Campur dan Roti Kukus yang Tetap Laris di Tengah Situasi Pelik

3 Juni 2026
Curhat dan ziarah di makam ibu, tempat terbaik pulang tanpa penghakiman MOJOK.CO

Curhat di Makam Ibu Dianggap Lebay dan Sia-sia, Tapi Jadi Tempat Pulang Terbaik yang Penuh Makna dan Rasa Lega

5 Juni 2026
pekerja kantoran.MOJOK.CO

Akal-akalan “Kantor adalah Keluarga”, Menguras Mental dan Menggerogoti Karier

4 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.