Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Fadli Zon Pantas Sewot, Prabowo ke Luar Negeri aja Kok Jadi Urusan Nasional

Ahmad Khadafi oleh Ahmad Khadafi
31 Mei 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Fadli Zon berhak merasa sewot, kenapa mendadak semua orang jadi mengomentari urusan pribadi Prabowo yang ke luar negeri? Emang dia siapa?

Usai kerusuhan aksi 22 Mei silam yang juga melibatkan oknum pendukung capres 02 Prabowo-Sandi, netizen menyesalkan (lebih tepatnya mengejek) soal “jalan-jalan” ke luar negeri beberapa elite 02. Dua di antaranya yang krusial tentu saja Prabowo Subianto yang sedang berada di luar negeri menggunakan jet pribadi, diikuti juga dengan Sandiaga Uno dalam rute perjalanan yang berbeda.

Sasaran netizen jelas, di saat para pendukung setia seperti Amien Rais, Kivlan Zen, Eggy Sudjana, sampai Dahnil Anzar dipanggil ke kepolisian soal kasus makar, Prabowo yang dibela mati-matian malah sedang berada di luar negeri.

Tak berselang lama, Ruhut Sitompul, anggota TKN Jokowi-Ma’ruf, membeberkan cerita ke media soal percakapan pribadi antara Prabowo Subianto dengan Luhut Binsar Pandjaitan lewat sambungan telepon. Percakapan yang diakui Ruhut didengarnya karena Luhut sambungan diset loudspeaker.

“Kami dengar. ‘Kenapa kau ke luar negeri? Pasti banyak kantong kan kau ini, tahulah aku’ (suara Luhut). Mereka ini kan suka bercanda, ‘Ada bisnis ini kau, gede?’ (Luhut). ‘Ah, nggak, Bang, aku kurang sehat, Bang, kaki aku ini nggak enak, jadi aku terapi, ada dokter’ (kata Prabowo),” kata Ruhut.

Percakapan yang dibuka Ruhut ini pun akhirnya membuat publik tahu bahwa urusan Prabowo ke luar negeri sampai jauh-jauh ke Eropa adalah soal kesehatan. Meski kemudian diakui ada urusan pribadi juga.

Hal inilah yang kemudian bikin Fadli Zon, Waketum Gerindra, merasa sewot karena urusan pribadi Prabowo diumbar-umbar. Apalagi mengetahui Ruhut Sitompul dengan seenak sendiri membuka percakapan antara Prabowo ke Luhut ke media.

Selain urusan kesehatan seperti yang diceritakan Ruhut, Fadli Zon juga bercerita bahwa Prabowo juga punya urusan dengan kolega-koleganya. “Kalau mau ada ketemu orang, mau minum kopi, mau silaturahmi, mau sekalian ke mana aja, ke dokter, itu kan urusan dia. Kok repot amat. Apa urgensinya?” kata Fadli Zon.

Tentu saja Fadli Zon berhak merasa sewot, Prabowo kan bukan siapa-siapa, kenapa mendadak semua orang jadi menyorot urusan pribadinya? Kalau mau ke luar negeri ya nggak apa-apa dong, apa salahnya?

“Semua orang juga bisa pergi ke mana saja, ada yang mau pergi ke Yogya. Kenapa harus diurusin? Kan urusan pribadi. Kenapa kok jadi kaya urusan nasional?” kata Fadli Zon.

Tul, sekali Pak Fadli Zon. Habib Rizieq ke luar negeri aja boleh kok, sampai nggak pulang-pulang lagi, ini kenapa Prabowo baru pergi beberapa hari lagi aja semua orang se-Indonesia seolah-olah heboh. Sehebat itukah beliau sampai dibicarakan terus-menerus?

Emangnya kalau Prabowo ke luar negeri, Liga Dangdut Indonesia jadi gagal tayang? Limbad jadi ngomong? Kan nggak juga. Suka heboh deh ini emang orang-orang. Kurang kerjaan banget deh, mentang-mentang mudik bisa lewat tol, libur bisa banyak nganggur. Hadeeh.

Lagian, ngapain juga pada ribut. Kecuali kalau yang keluar negeri itu, Raffi Ahmad—misalnya. Atau yang keluar negeri itu Syahrini sama Luna Muya, nah itu baru pantes kalau semua orang geger. Ini cuma Prabowo aja kok ya pada heboh. Kayak apaan aja sih.

Siapa tahu ya kan, Pak Prabowo ini keluar negeri demi menenangkan diri. Ingin menjauhi sejenak dari hirup pikuk penuh ke-fana-an sesaat setelah Pilpres 2019 dan Aksi 22 Mei yang berujung rusuh itu. Ibarat Jon Snow di serial Game of Thrones, Prabowo ingin sejenak menjadi Night’s Watch yang mengasingkan diri. Menjauh. Mensterilkan diri.

Iklan

Bedanya, jika Jon Snow niat nggak balik lagi ke dunia politik, Prabowo cuma sejenak saja ke berbagai ujung dunia. Menikmati ciptaan alam sambil merenungi makna kehidupan—halah. Sambil membayangkan betapa kerennya dirinya kalau nanti balik ke negerinya dan memimpin kembali para pendukungnya. Sebuah cita-cita besar yang sudah terpatri di benak beliau sejak 15 tahun silam.

Sebuah aktivitas yang diperlukan oleh sosok yang sudah bertahun-tahun ini berjuang keras dalam mengampanyekan gagasannya agar dipilih oleh sebagian besar rakyat. Sebagai sosok yang sudah berkorban banyak, dari tetes air mata, air keringat, sampai air muka, Prabowo layak untuk mengasingkan diri sejenak tanpa diganggu oleh kita semua.

Inilah yang sebenarnya ingin diperjuangkan oleh Fadli Zon dan kawan-kawan. Biarkan beliau tenang. Sst, nggak usah pada berisik dulu deh. Tenang dikit napa.

Sehingga nanti ketika harus kembali ke Indonesia, Prabowo Subianto bisa dalam keadaan segar. Lalu dengan dada membusung bangga beliau bakal layak datang saat pelantikan Presiden Republik Indonesia Periode 2019-2024 di hadapan seluruh rakyat sebagai tamu kehormatan.

Terakhir diperbarui pada 31 Mei 2019 oleh

Tags: Fadli Zonluar negeriluhut pandjaitanprabowo
Ahmad Khadafi

Ahmad Khadafi

Redaktur Mojok. Santri. Penulis buku "Dari Bilik Pesantren" dan "Islam Kita Nggak ke Mana-mana kok Disuruh Kembali".

Artikel Terkait

Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik India menjalin kesepakatan kerja sama konservasi terhadap Candi Perwara Kompleks Candi Prambanan MOJOK.CO
Kilas

Menerjemahkan Candi Prambanan sebagai Bukti Historis Hubungan Nusantara-India

8 Juli 2026
Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius Mengenal Perjuangan Rakyat Prancis MOJOK,CO
Esai

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius untuk Mengenal Perlawanan Rakyat Prancis

1 Juni 2026
Museum Ibu Marsinah jangan berhenti sebagai simbol, tapi negara harus serius pikirkan kesejahteraan kaum buruh MOJOK.CO
Tajuk

Museum Ibu Marsinah Jangan Berhenti sebagai Simbol, Tapi Kesejahteraan Buruh Harus Benar-benar Dipikirkan

18 Mei 2026
Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Di Balik Pintu Toilet Masjid: Tempat Bersuci, tapi Berisiko bagi Perempuan MOJOK.CO

Di Balik Pintu Toilet Masjid: Tempat Bersuci, tapi Berisiko bagi Perempuan

14 Juli 2026
Kisah sebuah desa di Kebumen, Jawa Tengah, yang bangkit dari kemiskinan MOJOK.CO

Cerita Desa di Kebumen Bangkit dari Kemiskinan: Punya Rumah Layak Huni, Modal Usaha, hingga Pengembangan Peternakan

14 Juli 2026
Cari kerja, lamaran kerja, Mahasiswa gap year kuliah di Unila. MOJOK.CO

Kesalahan Bikin CV dan Hal-Hal Sepele Lain yang Justru Bikin Jobseeker Ditolak Saat Melamar Kerja

16 Juli 2026
Yamaha Gear Ultima, Motor Underrated tapi Tangguh: Andalan Para Ibu Rumah Tangga bahkan Cocok Bagi Bikers Pecinta Touring.MOJOK.CO

Yamaha Gear Ultima, Motor Underrated tapi Tangguh: Andalan Para Ibu Rumah Tangga bahkan Cocok Bagi Bikers Pecinta Touring

12 Juli 2026
Kerjabilitas, Jembatan bagi Pencari Kerja Difabel Menembus Tembok Diskriminasi Industri.MOJOK.CO

Kerjabilitas, Jembatan bagi Pencari Kerja Difabel Menembus Tembok Diskriminasi Industri

17 Juli 2026
Ketika Syarat "Sehat Jasmani dan Rohani Menjadi Tembok Diskriminasi yang Menjegal Difabel di Bursa Kerja.MOJOK.CO

Ketika Syarat “Sehat Jasmani dan Rohani” Menjadi Tembok Diskriminasi yang Menjegal Difabel di Bursa Kerja

17 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.