Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Corak Curhat

Soal Komitmen Memilih Upil atau Kopok

Agus Mulyadi oleh Agus Mulyadi
2 Desember 2017
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Curhat

Dear Gus Mul dan Cik Prim yang baik hati, curhat dongggg.

Panggil saja saya Mawar, usia saya sudah menginjak dua dekade lebih dikitlah, usia di mana seorang perempuan sedang sering-seringnya ditanya ‘teman dekatnya mana?’

Langsung saja ya, Gus, Cik, dulu sejak kandasnya hubungan saat masa SMA, saya sedikit mengalami trauma untuk memulai hubungan asmara lagi. Pribadi saya menjadi sangat dingin terhadap lelaki.

Awal masuk kuliah, entah kenapa rasa dingin saya terhadap lawan jenis semakin menjadi-jadi, dimata saya, mereka selalu tampak sebagai kawan lelaki biasa, tidak pernah tersirat bahwa kelak salah satu dari mereka akan menjadi seorang ‘kekasih’ nantinya.

Yang saya heran, semakin saya dingin, ternyata semakin banyak yang mengejar saya. Sudah banyak yang mencoba mendekati saya, tapi tidak ada satu pun yang berhasil mencuri hati saya.

Waktu kemudian mempertemukan saya dengan seorang lelaki, sebut saja namanya Upil. Saya dan Upil sebenarnya memang sudah kenal beberapa tahun yang lalu, hanya saja baru belakangan ini kami diberi kesempatan untuk mengenal satu sama lain. Entah kenapa, saya merasa sangat cocok dengan Upil. Kisah perjalanan asmara saya yang sebelumnya hampir selalu beku membuat saya merasa sangat hangat dekat dengan Upil. Sejauh ini, kami merasa nyaman, kami sudah seperti sepasang kekasih.

Nah, yang membuat saya bimbang adalah saya butuh sekali kejelasan mengenai hubungan yang sedang kami jalani. Jujur, sebetulnya saya tidak butuh status seperti pacaran, hanya saja, saya ingin jelas mau dibawa ke mana arah hubungan kita. Setiap saya tanyakan hal ini padanya, ia tak pernah menjawab dengan tegas.

Keadaan ini terus bertahan, hingga suatu hari, ada seseorang yang menghubungi saya, sebut saja dia Kopok. Dia ini ternyata teman satu tempat ngopi sama saya dulu, hanya saja saya tidak pernah sadar dengan keberadaannya saat itu.

Si Kopok ini dengan sangat jujur dan berani (atau nekat?) bilang sama saya jika dia sudah tertarik dengan saya sedari dulu. Dan entah kenapa, saya merasa dia datang di saat yang pas, datang di saat saya mulai ragu pada Upil. Dia menjadi sosok yang bisa membuat saya merasa nyaman dengan cepat. Saya khawatir saya jatuh cinta sama Kopok. Hal tersebut sekaligus juga membikin saya takut, sebab saya pernah dengar kata orang kalau kita jatuh cinta terlalu cepat, kandasnya pun akan cepat pula? Saya takut itu terjadi, dan sebisa mungkin saya rem perasaan saya.

Jujur saya masih ada rasa dengan si Upil, tapi rasanya sulit juga untuk menghindarkan perasaan saya pada si Kopok. Jadi Gus Mul, Cik Prim, apa yang  kira-kira harus saya lakukan? Kalian berdua punya saran?

~Mawar, di Bandung.

 

Jawab

Iklan

Dear Mbak Mawar.

Jujur, saya tentu sangat tidak ingin ikut campur dalam urusan pertentangan hati yang sedang sampeyan alami ini. Tapi ya mau bagaimana lagi, saya punya kewajiban untuk membalas curhatan yang tayang di rubrik ini, jadi mau nggak mau, saya harus ikut masuk dalam lingkaran hubungan rumit sampeyan. Ini bukan soal perhatian, tapi lebih kepada soal sandang pangan, sebab ini menyangkut honor saya sebagai redaktur Mojok.

Begini, Mbak Mawar. Urusan sampeyan bakal memilih siapa, Upil atau Kopok, itu tentu seratus persen hak prerogatif sampeyan. Atau sampeyan nggak memilih dua-duanya dan malah lebih memilih saya juga boleh saja. Wong sampeyan yang menjalani. Tapi sebagai orang yang pernah merasakan ketidakpastian soal asmara, saya menyarankan sampeyan untuk memilih Kopok.

Apa alasannya? Sederhana saja. Ini soal komitmen. Tentu dalam hubungan awal pacaran, membicarakan komitmen rasanya memang terlalu naif, tapi bagaimanapun, pacaran pada akhirnya memang diarahkan kepada jenjang yang lebih tinggi. Pernikahan. Dan lagi-lagi, itu adalah soal komitmen. Lha wong untuk bunuh diri saja butuh komitmen, apalagi menjalin hubungan.

Dan saya pikir semua paham betul akan hal ini: bahwa urusan komitmen selalu terbangun dari sebuah kejelasan dan kepastian.

Kenyamanan dalam berhubungan adalah barang mewah, tapi kepastian dalam berhubungan, adalah barang berkelas. Dan jika sampeyan bisa menemukan kelas dan kemewahan itu dalam satu sosok, maka apa yang mesti dipikirkan?

Sebagai lelaki, saya menganggap Upil tak serius. Bahkan untuk sekadar memperjelas hubungan kalian pun, ia tak mampu, atau bahkan tak berani, atau yang lebih buruk, tak pernah punya niat.

Berbeda dengan Kopok yang, walaupun mungkin kalah timing, tapi setidaknya, ia gentle. Berani mengungkapkan perasaannya. Berani membuat keputusan untuk memulai kisah dengan sampeyan.

Soal kenyamanan, sampeyan sendiri bilang, bahwa Kopok ternyata bisa membuat diri sampeyan nyaman. Bahkan dalam waktu yang cukup singkat. Ini tentu sinyal yang bagus bagi hubungan sampeyan.

Saran saya, jika sampeyan masih ragu dengan pergulatan batin sampeyan, cobalah untuk mengambil langkah tegas. Tanyakan sekali lagi untuk terakhir kalinya kepada Upil tentang status hubungan kalian. Kali ini, tanyakan dengan keteguhan dan kemantapan yang paling paripurna. Tunjukkan bahwa pertanyaaan kali ini adalah pertanyaan yang paling serius yang pernah sampeyan tanyakan.

Dan jika jawaban Upil masih begitu-begitu saja, ya sudah, jangan ragu lagi. Depak dia, dan beralihlah segera pada Kopok yang sudah jelas-jelas memberikan keberaniannya.

Mengutip apa kata Kangmas saya, Mas Johnny Depp, “if you love two people at the same time, choose the second. Because if you really loved the first one, you wouldn’t have fallen for the second.”

Semoga beruntung, Mbak Mawar.

~Agus Mulyadi

Terakhir diperbarui pada 2 Desember 2017 oleh

Agus Mulyadi

Agus Mulyadi

Blogger, penulis partikelir, dan juragan di @akalbuku. Host di program #MojokMentok.

Artikel Terkait

77 persen lulusan sekolah vokasi (sarjana terapan) tembus dunia kerja. Lebih dari dari lulusan S1 MOJOK.CO
Sekolahan

Lulusan Sekolah Vokasi (Sarjana Terapan) Lebih Laris di Dunia Kerja dari S1, Industri Butuh yang Berketerampilan

7 Agustus 2026
Perjuangan orang haven't ingin jadi mahasiswa baru (maba) tanpa sponsor orang tua melalui beasiswa KIP Kuliah MOJOK.CO
Urban

Nasib Orang Haven’t: Ingin Jadi Maba Tanpa Sponsor Orang Tua, Harus Alami Kerja di Warung Mie Ayam 16 Jam Upah 30 Ribu

7 Agustus 2026
Token listrik lebih awet setelah mengubah kebiasaan kecil di rumah (Unsplash)
Pojokan

Token listrik lebih awet setelah saya mengubah kebiasaan kecil di rumah

7 Agustus 2026
Berkaca dari Kasus Yurizal, Kita Sibuk Mengajari Anak Menjadi Pintar sampai Lupa Mengajarinya punya empati MOJOK.CO
Esai

Berkaca dari Kasus Yurizal: Kita Sibuk Mengajari Anak Menjadi Pintar sampai Lupa Mengajarinya Berempati

7 Agustus 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengamen di Jalan Malioboro Jogja kayak orang malak MOJOK.CO

Saya Jauh Lebih Rispek ke Pengamen Lampu Merah di Jogja daripada Pengamen Malioboro karena Dua Alasan

6 Agustus 2026
Kampung Menari Hasta Budaya, Wadah Gratis Warga Gowongan Lestarikan Tari Klasik Jogja.MOJOK.CO

Kampung Menari Hasta Budaya, Wadah Gratis Warga Gowongan Lestarikan Tari Klasik Jogja

6 Agustus 2026
Cara Beli Rumah di Desa Tanpa Dihantui KPR Puluhan Tahun MOJOK.CO

Punya Rumah di Desa Itu Perkara Mudah bagi Pasangan Muda, Yang Susah adalah Membeli Privasi dan Rasa Nyamannya

4 Agustus 2026
Caffino Srikandi Merdeka Cup: turnamen sepak bola putri internasional di Kudus, momentum bakat muda Indonesia unjuk kualitas MOJOK.CO

Srikandi Merdeka Cup: Turnamen Sepak Bola Putri U-16 Level Internasional di Kudus, Momentum Unjuk Kualitas untuk Tembus Timnas

3 Agustus 2026
Saat cerita/sambat ke teman berujung adu nasib dengan kalimat maut "Kamu masih mending". Meresponsnya dengan pura-pura tolol ternyata menyenangkan MOJOK.CO

Niat Cerita ke Teman Berujung Adu Nasib: Pura-pura Tolol saat Teman Bilang “Kamu Masih Mending” Ternyata Menyenangkan

6 Agustus 2026
Tangan-tanga pembuat apem ya qowiyyu: alasan kue tradisional khas Jatinom, Klaten, tak lekang waktu MOJOK.CO

Tangan-tangan Pembuat Apem Ya Qowiyyu: Alasan Kue Tradisional Jatinom Klaten Tak Lekang Waktu

4 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.