Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Corak Curhat

Hidup Penuh Insecure, Mau Bahagia Kok Kebanyakan Mikir?

Audian Laili oleh Audian Laili
8 Juni 2019
A A
insecure mojok.co

Ilustrasi perasaan insecure. (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Merasa insecure dengan kondisi diri sendiri. Jadinya susah untuk mensyukuri anugerah yang Tuhan beri.

TANYA

Iklan

Dear Mas/Mbak Mojok yang baik hati. Saya galau, tolong dijawab. Kalau tulisannya hancur, mohon diedit. Soalnya saya sedang galau dan nggak kepikiran buat ngedit. Semoga Masnya atau Mbaknya punya jawaban. Terima kasih

Btw, insecurity itu datang dari mana dan untuk siapa? Hal-hal yang belum tentu terjadi itu datang dari mana dan pun jika terjadi itu untuk siapa?

Pernah nggak, Mas/Mbak ngalamin pengen deketin cowok tapi takut ditolak karena kita, misalnya gendut, tidak berpenampilan menarik, tidak secantik Raisa, atau hartanya tidak selimpah Tasya Farasya? Atau misalnya, Mas/Mbak pengin kerja di sebuah perusahaan elit tapi takut nggak keterima karena misalnya IPK-nya kurang?

Nah saya sedang mengalami salah satu di antaranya. Yang pertama sih utamanya. Memang masalah cinta-cintaan nggak pernah abis buat dibahas, yes. Apalagi cerita cinta bertepuk sebelah tangan selalu menjadi cerita seksi yang nggak kalah pamor sama cerita operasi plastik boongan.

Saya gendut, iya, saya overweight. Nggak begitu cantik juga, tapi saya suka sama mas-mas yang nggak begitu ganteng juga, sih. Menurut intuisi saya, saya jatuh cinta. Akan tetapi, melihat mas-mas yang saya suka ini kayaknya suka sama yang imut-imut, berbodi aduhai nan langsing. Saya tentu bukan salah satu kriterianya. Belum juga bicara blak-blakan, saya udah insecure duluan.

Saya merasa hidup saya diambang batas. Pertanyaan-pertanyaan yang tak kunjung menemukan jawaban pun muncul. Apakah saya bisa memenuhi kriterianya? Apa yang terjadi jika saya bilang ke masnya dengan keadaan saya yang seperti ini? Apakah saya harus diet ketat dulu sedangkan saya nyaman dengan diri saya sendiri? Apakah masnya dengan keadaan terbuka mau menerima saya?

Kemudian pertanyaan-pertanyaan itu dijawab dengan pertanyaan juga, masih oleh diri saya yang membuat saya semakin merasa insecure. Jika pun iya saya langsing, emang masnya mau sama saya? Saya langsing sih, tapi saya nggak kaya. Saya nggak punya banyak followers, feed Instagram saya biasa aja. Saya juga nggak punya jabatan apa-apa. Kalau iya saya memenuhi kriteria masnya, lalu apa? Masuk kriteria masnya sih, lantas apakah saya akan bahagia?

JAWAB

Hai mbak-mbak yang nggak nyebutin namanya siapa. Btw, selamat bergalau ria dan merawat dengan baik insecure dalam hidup sampeyan. Petama, iya, tulisan curhat sampeyan sudah kami edit. Semoga hasil editannya ini lebih enak dibaca tapi tetap menyimpan energi sampeyan yang penuh insecure tersebut.

Mbak, langsung saja kami jawab, ya. Ngomong-ngomong, justru perasaan insecure dan tidak nyaman dengan diri sendiri lah, yang bisa bikin si Masnya bakal mikir-mikir buat ngedeketin sampeyan. Lha, kalau sampeyan saja nggak percaya sama diri sendiri, gimana orang lain bisa percaya buat nitipin hatinya buat sampeyan? Iya, nggak?

Di atas sampeyan dengan tegas bilang kalau, “Saya gendut, iya, saya overweight. Nggak begitu cantik juga”, sungguh ini pernyataan kalau sampeyan memang belum bisa menghargai dan bersyukur atas anugerah yang diberikan Tuhan pada sampeyan.

Mohon maaf nih ya, Mbak. Kalau memang sampeyan gendut dan nggak cantik, terus kenapa? Masalahnya di mana? Banyak orang yang mengharap kondisinya yang terpenting tidak kekurangan apa-apa, loh, Mbak. Lha, bukankah Mbak saat ini hidup dengan kelengkapan fisik yang dapat berfungsi dengan semestinya?

Iklan

Toh sampeyan juga bilang, “Apakah saya harus diet ketat dulu sedangkan saya nyaman dengan diri saya sendiri?” Nah, poinnya: bukankah sampeyan sudah nyaman dengan diri sendiri? Lantas, lagi-lagi, masalahnya apa, Mbak? Kalau sampeyan sudah merasa nyaman, ngapain harus ngeribetin sesuatu yang belum jelas juntrungannya. Sok-sokan meraba-raba soal apa yang si Mas suka. Padahal, itu semua hanya mentok pada info yang sedang sampeyan reka-reka sendiri, kan?

Begini ya, Mbak. Kalau modal merasa nyaman dengan diri sendiri sudah sampeyan miliki. Tugas selanjutnya, sampeyan bisa menghargai apa yang ada di diri sampeyan tersebut. Lalu berani untuk mengungkapkan padanya, bahwa sampeyan memiliki rasa yang kelihatannya sih, jatuh cinta. Kalau sejauh ini hanya sibuk menebak-nebak dan merawat rasa insecure, ya buat apa? Mbak?

Lha wong, sampeyan di akhir saja sudah bilang, “Kalau masuk kriteria masnya, lantas apakah saya akan bahagia?” Nah, itu. Kalau sampeyan memilih berjuang untuk mengubah sesuatu—yang sebetulnya bikin sampeyan nyaman—demi orang lain, apakah ada jaminan sampeyan akan merasakah kebahagiaan? Lantas, kenapa terlalu ngurusin kebahagiaan orang lain? Kenapa nggak sibuk merawat kebahagiaan diri sendiri saja?

Mbak, buat apa terlalu ribet ngurusin hal-hal yang belum tentu juga bakal terjadi? Kasihan energi sampeyan yang malah habis untuk sesuatu yang nggak jelas hasilnya. Bikin bahagia aja nggak, bikin tenang apalagi….

Udah, dikurang-kuranginlah rasa insecure nya. Mending perbanyak makan gelato rasa tiramisu aja, Mbak. Enaaa~

Terakhir diperbarui pada 4 Juni 2019 oleh

Tags: gebetaninsecurejatuh cintapercaya diri
Audian Laili

Audian Laili

Redaktur Terminal Mojok.

Artikel Terkait

Gagal Berkenalan Karena Sifat Cuekku yang Meresahkan. MOJOK.CO
Kilas

Gagal Berkenalan Karena Sifat Cuekku yang Meresahkan

14 Mei 2023
insecure mojok.co
Kesehatan

Dosen Psikologi UGM Sharing Soal ‘Insecure’ dan Cara Mengatasinya

18 Juli 2022
tokoh fiksi
Pojokan

Tidak Ada yang Salah dengan Jatuh Cinta pada Tokoh Fiksi

18 Juli 2021
ilustasi Pakai Lipstik padahal Maskeran, Pakai Parfum padahal Mau Tidur. Ya Emang Kenapa?! mojok.co
Pojokan

Pakai Lipstik padahal Maskeran, Pakai Parfum padahal Mau Tidur. Ya Emang Kenapa?!

26 Juni 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nasib desainer grafis di desa kabupaten: jasa desain logi dianggap gratisan, pindah Jakarta kaget ternyata cuannya menjanjikan MOJOK.CO

Jasa Desain Logo di Desa Kabupaten Dianggap Sepele hingga Jadi Gratisan, Pindah Jakarta Kaget 1 Logo Cuannya Menjanjikan

23 Juni 2026
gagal jastip saat war tiket konser BTS. MOJOK.CO

Pertama Kali War Tiket Konser BTS: Trust Issue Pakai Jastip karena Selalu Gagal, Justru Hoki Berkat Teman yang FOMO

23 Juni 2026
Gen Z Habiskan Gaji untuk Konser K-Pop. MOJOK.CO

Gen Z Habiskan Gaji demi Konser K-Pop: “Balas Dendam” Terbaik untuk Penuhi Inner Child

25 Juni 2026
dosen.MOJOK.CO

Butuh Biaya Puluhan Juta Demi Ijazah S2-S3, tapi Negara Malah “Melegalkan” Dosen Digaji di Bawah UMR

23 Juni 2026
Ujian keuangan di kota perantauan gara-gara masalah tidak terduga yang datang keroyokan, bikin gagal punya tabungan MOJOK.CO

Ujian Keuangan di Kota Perantauan: Bikin Mumet dan Gagal Nambah Tabungan Gara-gara Masalah yang Datang Keroyokan

24 Juni 2026
Jangan Jadikan Perkap Nomor 4 Tahun 2025 sebagai Legitimasi Polisi Menembak Demonstran.MOJOK.CO

Jangan Jadikan Perkap Nomor 4 Tahun 2025 sebagai Legitimasi Polisi Menembak Demonstran

22 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.