Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Corak Cipox

Tidak Perlu Mandi Junub

Muh. Imaduddin oleh Muh. Imaduddin
15 Juni 2017
A A
tidak perlu junub
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sudah beberapa tahun terakhir ini, ibu-ibu di perumahan Kemayu Rahayu, salah satu kompleks perumahan elit di bilangan Jalan Kaliurang atas, rutin setiap bulan mengadakan arisan ala-ala sosialita. Namanya juga arisan ibu-ibu makmur, kaya, dan sentosa, lokasi arisan yang dipilih biasanya di hotel mewah, atau kadang di café premium yang di-booking khusus; dikosongkan hanya untuk gelaran arisan tersebut.

Orang kaya mah bebas.

Iklan

Namun, khusus untuk bulan Ramadan ini, agaknya menjadi lain. Ibu-ibu Kemayu Rahayu sengaja tidak menggelar arisan di hotel mewah atau di café premium, sebagai gantinya, mereka menggelar arisan di rumah salah satu anggota kelompok arisan tersebut dan mengisinya dengan pengajian. “Biar arisannya berkah,” kata Ibu Ratna, salah satu peserta arisan, ketika ditanya oleh ibu-ibu lain tentang konsep acara pengajian di arisan mereka, yang kemudian langsung disetujui oleh sebagian besar peserta.

Namanya juga arisan ibu-ibu makmur, kaya, dan sentosa, walaupun arisannya berkonsep pengajian, tapi nuansa hedon tetap saja terlihat. Ustadz yang diundang untuk mengisi tausiyah adalah ustadz Jarkoni al Ngududi. Ia adalah ustadz kenamaan ibukota, yang sudah sering muncul di teve. Masih muda, ganteng, cakap, dan gerak-geriknya serba menyenangkan bagi para jamaah yang mendengarkan tausiyahnya. Konon, honor untuk mengisi tausiyah di arisan ibu-ibu ini mencapai puluhan juta rupiah.

Orang kaya mah bebas.

Acara pengajian berbalut arisan digelar dengan sangat apik dan mewah. Bahkan sampai membayar EO khusus untuk mengurusi aneka dekorasi, konsumsi, dan perencanaan acara. Persiapannya bahkan tak kalah heboh dibandingkan dengan acara nikahan. Padahal, peserta arisan tersebut tak sampai lima puluh orang.

Orang kaya mah bebas.

Para ibu-ibu arisan datang dengan busana terbaiknya. Yang biasanya tampil seksi, kini tampil sangat “islami”. Dari mulai yang pakai kaftan over dengan kain warna-warni, sampai padu-padan busana jilbab cokelat putih dengan motif ulir yang membuatnya justru terlihat seperti astor ketimbang ibu-ibu.

Acara kocok arisan berlangsung dengan sangat singkat, sebab, ibu-ibu sudah tidak tahan ingin menyimak tausiyah dari Ustadz Jarkoni yang cakep itu. Sebagian besar ibu-ibu bahkan tidak peduli dengan hasil siapa yang dapat arisan, mereka sudah sangat ngebet pengin memandangi wajah Ustadz Jarkoni. Padahal, hadiah arisan yang diperebutkan adalah satu set perhiasan asli lungsuran dari artis Holywood kenamaan berharga lebih dari dua miliar.

Orang kaya mah bebas.

Begitu acara tausiyah dimulai, ibu-ibu langsung berkumpul menyimak. Mereka terus memandang kagum kepada Ustadz Jarkoni yang teduh.

“Ih, masih muda, putih, ganteng, senyumnya menawan, ustadz lagi,” ujar Ibu Sinta kepada Ibu Sisca di sebelahnya.

“Iya, ih. Nggak kebayang ya, Jeng, kalau punya suami kayak gitu, pasti bahagia dunia-akhirat,” balas Ibu Sisca.

“Kalau dia ngajak saya kawin, Jeng, bakal langsung saya iyain, saya rela deh ninggalin suami saya.”

“Lah, terus anak-anak gimana?”

“Alaaah, ya anak-anak ikut saya dong. Lagian, anak-anak juga bakal seneng kalau punya bapak baru cakep kayak gini, wong ibunya saja seneng kok.”

“Idiiih, ngarep…”

Keduanya kompak meringis kecil sambil menutup mulutnya.

Iklan

Sebab ini pengajian ibu-ibu arisan, materi tausiyah yang disampaikan tak jauh-jauh dari perkara fikih rumah tangga. Ustadz Jarkoni memberikan tausiyah tentang kewajiban dan hak suami-istri dalam membina rumah tangga. Tema yang dianggap relevan dan kontekstual dengan para peserta yang hampir seluruhnya seorang istri.

Setelah sesi tausyiah lumayan lama, tibalah di sesi tanya-jawab. Ustadz Jarkoni memberi kesempatan kepada ibu-ibu yang ingin bertanya seputar rumah tangga.

Ibu-ibu pun berebutan mengangkat tangan. Ustadz memilih dua orang penanya, yang paling dahulu mengangkat tangan.

Penanya pertama, Ibu Dewi, istri seorang pengacara kondang di kota, umurnya sudah 45 tahun, tapi wajah dan fisiknya masih terlihat seperti umur 30-an. Maklum, rajin perawatan.

Orang kaya mah bebas.

“Anu, Tadz. Maaf, ini mungkin pertanyaanya agak intim,” kata Ibu Dewi

“Nggak apa-apa, Ibu. Tanyakan saja.”

“Tadi malam sebelum santap sahur, suami saya mengajak berhubungan. Karena saya lagi capek banget, jadi saya tolak, tapi karena kasihan akhirnya saya bantu juga pakai tangan sampai dia keluar. Yang saya mau tanyakan, apa saya perlu mandi junub?” Para peserta arisan tertawa, Ibu Dewi tersipu malu.

“Kalau untuk itu, suami Ibu yang harus mandi junub. Sedangkan Ibu, cukup cuci tangan saja,” jawab Ustadz Jarkoni.

“Oooh, begitu ya. Terima kasih atas jawabannya, Tadz.”

Ustaz mengangguk, kemudian beralih ke penanya lain. “Ya, Ibu, silakan.”

“Eh, nganu, Tadz, nggak jadi nanya!” kata si Ibu Vanda.

“Lho, kenapa nggak jadi? Malu?”

“Emm …nggak, Tadz. Saya sudah tahu jawabannya.”

“Jawaban yang bagaimana, Bu?”

“Iya, saya gak perlu mandi junub. Cukup kumur-kumur saja .…”

Seluruh peserta pengajian terdiam. Hingga sejurus kemudian, ruangan pecah oleh tawa.

Terakhir diperbarui pada 11 Agustus 2021 oleh

Tags: arisanibuJunubmandi junubpengajiansosialita
Muh. Imaduddin

Muh. Imaduddin

Artikel Terkait

Dakwah Kok Masuk Roblox! Memangnya Anak Muda Hari Ini Masih Ngumpul di Masjid? MOJOK.CO

Dakwah Kok Masuk Roblox! Memangnya Anak Muda Hari Ini Masih Ngumpul di Masjid?

22 Juni 2026
Curhat dan ziarah di makam ibu, tempat terbaik pulang tanpa penghakiman MOJOK.CO

Curhat di Makam Ibu Dianggap Lebay dan Sia-sia, Tapi Jadi Tempat Pulang Terbaik yang Penuh Makna dan Rasa Lega

5 Juni 2026
Katanya Sekolah Itu Tiket VIP Hidup Mapan, Ternyata Jadi Ibu Rumah Tangga yang Bikin Goyah Negara MOJOK.CO

Katanya Sekolah Itu Tiket VIP Hidup Mapan, Ternyata Jadi Ibu Rumah Tangga yang Bikin Goyah Negara

5 Juni 2026
Setelah Little Aresha, Mengapa Orang Tua Tetap Harus Percaya pada Daycare? MOJOK.CO

Setelah Little Aresha, Mengapa Orang Tua Tetap Harus Percaya pada Daycare?

29 April 2026
Ilustrasi pamer pencapaian, keluarga, arisan keluarga, lebaran.MOJOK.CO

Arisan Keluarga, Tradisi Toksik yang Dipertahankan Atas Nama Silaturahmi: Cuma Ajang Pamer dan Penghakiman, Bikin Anak Muda Rugi Mental dan Materi

14 April 2026
Duka merantau lama: nelangsa dengan pertanyaan dan permintaan ibu yang sebenarnya sangat sederhana MOJOK.CO

Pertanyaan dan Permintaan Ibu yang Bikin Saya Nelangsa dan Bersalah karena Merantau Lama, Padahal Ia Tak Banyak Menuntut

24 Maret 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Sisi lain blusukan kampung di Surabaya Pusat. MOJOK.CO

Sisi Lain Tren Blusukan Kampung: Nggak Seru seperti di Medsos, Malah Dicurigai Pencuri dan Dianggap Tak Tau Adab

20 Agustus 2026
perubahan desil membuat penjual ayam potong menderita

Perubahan Desil Tak Masuk Akal Membuat Penjual Ayam Potong Menderita

21 Agustus 2026
Peserta dalam ajang Klaten International Motocross di Sirkuit Bokong Semar, kawasan Rowo Jombor. MOJOK.CO

Anak Muda Asal Jawa Barat Kalahkan Crosser dari Australia di Ajang Klaten International Motocross

25 Agustus 2026
Alma Odai "Cucurella" Diburu Fans, Pemain Thailand Disukai karena Lucu-lucu MOJOK.CO

Alma Odai “Cucurella” Diburu Fans di Srikandi Merdeka Cup, Pemain Thailand Disukai karena Lucu-lucu

22 Agustus 2026
Gus Yahya dalam sambutan pembukaan Muktamar ke-35 NU: Nahdlatul Ulama harus bersinergi dengan pemerintah untuk kemaslahatan rakyat MOJOK.CO

Gus Yahya: NU Tidak Punya Jalan Lain Selain Kerja Sama dengan Pemerintah jika Ingin Hadirkan Manfaat Nyata

27 Agustus 2026
Melalui hidangan Buntil Salmon, Sasanti Restaurant menghadirkan telisik gastronomi dan permakultur yang memberi pengalaman mengesankan dalam mengeksplorasi kekayaan kuliner Nusantara. (Nusaplant)

Melalui Buntil Salmon, Sasanti Restaurant Tak Hanya Bicara Rasa tapi Pertemuan Kekayaan Pangan dan Flora Nusantara

21 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.