Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Balbalan

Aksi Bela Via Vallen dan Pesan Seorang Jakmania Kepada Abang Simic

Azami Mohammad oleh Azami Mohammad
6 Juni 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Gue seorang jakmania dan Vianisty, dua-duanya garis keras. Ketika dugaan pelecehan terhadap Via Vallen kemarin rame di mana-mana dengan Marko Simic yang dituding sebagai pelakunya, perasaan gue campur aduk.

Sungguh pagi kemaren gue membuka media sosial di gawai dengan perasaan nggak keru-keruan. Pertama, karena jam sudah menunjukan pukul 09.30 dan gue belum posting kerjaan di Twitter. Kedua, karena nama Via Vallen merangsek naik di trending topic Indonesia. Sebagai Vianisty garis keras cabang Cinere, tentu gue penasaran apa yang terjadi dengan Via Vallen di jagat media sosial.

Iklan

Alamak, ternyata oh tenyata junjungan Vianisty sedunia habis mengalami tragedi pelecehan seksual. Sebuah screenshot percakapan antara pelaku dan Mbak Via sebagai bukti lengkap telah bertebaran di mana-mana. Netizen tidak dapat dikendalikan, lini masa Twitter habis dibakar kemarahan yang ditujukan kepada idola lapangan hijau gue: Marko Simic.

Meskipun masih spekulasi karena Mbak Via masih merahasiakan identitas si pelaku, opini publik tetap bergulir bagaikan bola liar yang langsung di-shoot ke arah Simic sebagai pelakunya. Gue syok berat dan kepengin minum, tapi tiba-tiba emak ngingetin ini lagi bulan puasa.

Ini nggak lebay. Kalian pasti bisa bayangkan perasaan gue. Sedikit cerita, gue ini seorang Rojali (Rombongan Jak Liar) yang sedang mengidolakan Super Simic. Gue juga pengurus harian Vianisty cabang Cinere dan perlu digarisbawahi, gue fans garis keras Via Vallen. Tentu ini gejolak batin.

Akan tetapi, sebagai orang yang digembleng dari aksi ke aksi, gue dari dulu nggak pernah sepakat sama yang namanya pelecehan seksual. Apa pun bentuknya. Bahkan kalau sekarang ada yang mau komen gue ini SJW, gue terima.

Soalnya, bagi gue pelecehan seksual itu kayak narkoba. Nyobain sekali, besoknya ketagihan, akhirnya jadi kebiasaan. Awalnya berani siul-siul ke perempuan, besoknya berani godain dengan menyebut fisik si perempuan, besoknya lagi (iris kuping gue kalau lu nggak percaya) pasti dia udah berani sembarangan pegang, dan ujung-ujungnya bisa sampai kasus pemerkosaan.

Itu baru efek ke personal, belum lagi ngomongin daya rusaknya yang lebih luas. Secara sosial, misalnya, pelecahan seksual sering dibenarkan tindakannya. Korban diceletukin, “Alah, emang elu yang mancing-mancing biar digodain,” dan celetukan pembenaran lainnya. Ini kan banalitas kejahatan namanya.

Hannah Arendt mendefinisikan banalitas kejahatan sebagai anggapan wajar terhadap kejahatan dan tidak menganggap bahwa kejahatan itu sesuatu yang salah. Atau lebih parahnya, menganggap bahwa kejahatan itu tidak benar-benar terjadi atau tidak ada sama sekali.

Kalau udah begitu, si korban jadi nggak berani ngomong. Secara psikologis dia juga jadi tertekan. Sementara si pelaku makin punya legitimasi mengulang perbuatan serupa. Terus apa kita juga mau ikut-ikutan terjebak ke dalam banalitas kejahatan? Gue sih nggak. Dan Mbak Via Vallen sudah menunjukan bagaimana caranya melawan pelecehan seksual dengan benar.

Buka suara, jangan ragu untuk teriak kalau kita sedang jadi korban pelecehan seksual. Lalu publik merespons dengan geram, nggak memberi celah sedikit pun terhadap pembenaran-pembenaran tindakan pelecehan seksual. Dalam hal ini, Vianisty dan segenap masyarakat pecinta dangdut Indonesia patut dicontoh. Seharian penuh Mbak Via Vallen dilindungi atas keberaniannya dalam membuka suara. O ya, pesan ini bukan cuma ditujukan kepada cewek yang jadi korban pelecehan seksual, tapi juga cowok. Iya, cowok juga bisa jadi korban pelecehan seksual. Lu jangan ketawa.

Gue merespon langkah berani Mbak Via dengan ikut mendukung keberanian dia buka suara sambil bersimpati atas kejadian yang menimpa dia. Bahkan gue mencoba provokasi massa jagat Twitter buat menyerukan aksi bela Via Vallen. Gue juga bilang ke mereka kalau gue siap pimpin ribuan massa Vianisty untuk melakukan aksi bela Via.

Tapi, apa boleh dikata, tawaran baik gue nggak ada yang merespons. Mungkin gegara avatar Twitter gue terlalu mirip koordinator aksi bayaran, mereka jadi ragu.

Kita balik ke Abang Simic. Duh gimana ya, jauh di lubuk hati paling dalam, gue sedih banget, Bang, pas tahu kalau tuduhan pelaku jatuh ke elu. Tadinya gue udah buka lemari tuh, terus pengin gue bakar jersey home Persija nomor punggung 9. Akhirnya urung gue lakukan. Gue inget kalau cuma punya satu jersey, lah kalau dibakar besok main futsal gue pakai apa? Lagian itu kan jersey ori L

Iklan

Mudah-mudahan sih elu baca tulisan gue yak, Bang. Di tulisan ini gue mau ngasih tahu ke elu, Bang, pesepakbola profesional itu harus baik di lapangan maupun di luar lapangan. Gue rasa elu bisa belajar dari sang junjungan Macan Kemayoran, Bambang Pamungkas. Dia pernah bilang begini, “Tidak ada hal yang lebih sulit dari menjaga keseimbangan antara popularitas, profesionalisme, dan kenyamanan hidup.”

Kalau udah populer, jangan tinggalkan profesionalisme; dan kenyamanan hidup yang baik adalah dengan berperilaku baik di luar lapangan. Untuk urusan moral, gue nggak berani komentar dah. Tapi, inget, Bang, pelecehan seksual itu nggak bisa ditolerir. Di belahan dunia manapun begitu,nggak cuma di Indonesia.

Terakhir, gue nggak benci Bang Simic sebagai pesepak bola. Gue benci dan mengutuk keras perbuatan Abang di luar lapangan. Saran gue, Abang muncul ke publik secepatnya deh. Kasih klarifikasi atau pengakuan. Kalau emang benar itu perbuatan Abang, minta maaf ke publik dan Mbak Via terutama. Untuk urusan hukum, abang harus gentle terima dengan lapang dada.

Semoga Abang bisa belajar atas kejadian ini. Kalau nanti Abang udah merumput lagi, gue janji bakal beli tiket ke korwil buat nonton Bang Simic di lapangan. Gue nggak bakal nyari jebolan lagi, Bang. Pegang ya janji gue.

Terakhir diperbarui pada 6 Juni 2018 oleh

Tags: aksi bela via vallendangdutInstagramJakmaniaMarko SimicpelecehanPersijascreenshot instagramtwittervia vallen
Azami Mohammad

Azami Mohammad

Artikel Terkait

Horor Pendidikan di Jogja: Balita Dianiaya, Mahasiswa Dilecehkan MOJOK.CO
Tajuk

Horor Pendidikan di Jogja: Balita Dianiaya, Mahasiswa Dilecehkan

25 Mei 2026
Zero post di Instagram cara hidup tenang Gen Z. MOJOK.CO
Urban

Gen Z Lebih Tenang Tanpa Feed Instagram (Zero Post), Aslinya Bukan Misterius Cuma Capek Mengejar Validasi dan Ingin Melindungi Diri

7 Mei 2026
Kebusukan Mahasiswa FH UI Membuka Luka Lama Para Penyintas, Tak Ada yang Lebih Aman dari “Rahim” seorang Ibu bagi Korban Kekerasan Seksual MOJOK.CO
Kabar

Kebusukan Mahasiswa FH UI Membuka Luka Lama Para Penyintas, Tak Ada yang Lebih Aman dari “Rahim” seorang Ibu bagi Korban Kekerasan Seksual

15 April 2026
Mencintai Musik Underground di Madura: Merayakan Distorsi di Tengah Kepungan Dangdut MOJOK.CO
Esai

Mencintai Musik Underground di Madura: Merayakan Distorsi di Tengah Kepungan Dangdut dan Tagihan Shopee PayLater

3 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Derita 17 Hari Naik Honda Revo Jadi Penagih Utang MOJOK.CO

17 Hari Menjadi Penagih Utang dengan Risiko Kehilangan Nyawa Naik Honda Revo Biru Sudah Cukup Membuat Saya Menyerah

23 Juni 2026
Mahasiswa Unair kuliah di Polandia, Eropa dengan beasiswa pertukaran pelajar dari Erasmus. MOJOK.CO

Jalan-jalan ke 6 Negara di Eropa dengan Beasiswa Erasmus, Mahasiswa Unair Ini Dapat Pembelajaran Berharga dari Sekadar Belajar Musik

24 Juni 2026
Umbul Wadon Plunyon, Kalikuning. MOJOK.CO

Umbul Wadon: Jantung Air Kota Jogja di Balik Panorama Indah Plunyon Kalikuning yang Terkesan Seram

26 Juni 2026
Bisa kuliah di ITB berkat beasiswa ojol. MOJOK.CO

Menangis di Hadapan Bapak yang Sehari-hari Ngojol agar Diizinkan Kuliah di ITB, Gadis Malah Dapat Beasiswa dari Pekerjaan Sang Ayah

24 Juni 2026
Ujian keuangan di kota perantauan gara-gara masalah tidak terduga yang datang keroyokan, bikin gagal punya tabungan MOJOK.CO

Ujian Keuangan di Kota Perantauan: Bikin Mumet dan Gagal Nambah Tabungan Gara-gara Masalah yang Datang Keroyokan

24 Juni 2026
gagal jastip saat war tiket konser BTS. MOJOK.CO

Pertama Kali War Tiket Konser BTS: Trust Issue Pakai Jastip karena Selalu Gagal, Justru Hoki Berkat Teman yang FOMO

23 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.