Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Gimana

5 Solusi Jitu Menghadapi UTS di Kampus bagi Mahasiswa

Biar UTS nggak jadi menyeramkan.

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
29 Maret 2018
A A
5 Solusi Jitu Menghadapi UTS di Kampus bagi Mahasiswa MOJOK.CO

5 Solusi Jitu Menghadapi UTS di Kampus bagi Mahasiswa MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kini, kamu bisa menghadapi UTS di kampus tanpa rasa takut yang berlebihan. Berikut adalah rangkuman solusi jitu dari Mojok (Academic) Institute.

Salah satu gerunjulan dalam hidup sebagai mahasiswa adalah hadirnya waktu-waktu khusus di mana kita harus duduk diam dan berpikir keras demi menjawab soal-soal yang diberikan dosen. Waktu-waktu ini biasanya hadir setidaknya dua kali dalam satu semester, yaitu saat UTS (Ujian Tengah Semester) dan UAS (Ujian Akhir Semester).

Naaaah, ternyataaaaa, UTS ini sekarang sedang “mengancam” kaum-kaum mahasiswa. Beberapa dari mereka terserang gejala panik dan nervous super parah karena takut nggak bisa ngerjain soal dengan baik dan benar. Padahal, di lain sisi, UTS ini merupakan tolok ukur yang tepat untuk kamu manfaatkan demi melihat kemampuanmu menyerap sari-sari ilmu pengetahuan dari petuah-petuah berharga bapak dan ibu dosen.

Sebagai bekas mahasiswa yang lulus di zaman-zaman TWICE dan Gfriend debut, saya mencoba merangkum 5 tips dan trik jitu agar UTS yang kamu-kamu tengah hadapi berubah menjadi Ujian Tapi Santai.

Pastikan jadwal ujian

Pastikan jadwal UTS.
Pastikan jadwal UTS.

Langkah pertama ini adalah langkah kunci, vital, dan important. Kalau kamu nggak memastikan jadwal ujian dan langsung siap-siap aja, bisa-bisa kamu malah terkejut. Nggak lucu, kan, kalau kamu udah belajar sampai berbusa, tapi ternyata UTS-nya masih setengah tahun lagi?

Ingat, dengan mengetahui dan memastikan jadwal ujian, kamu akan mengurangi kemungkinan untuk terlambat dan salah mempelajari mata kuliah.

Mandi

Mandi sebelum ikut UTS.
Mandi sebelum ikut UTS.

Bayangkan kalau kamu mengerjakan UTS tapi sambil garuk-garuk kepala karena ada ketombenya, atau nggak bebas bergerak karena merasa ketekmu bau. Tidak menyenangkan, bukan?

Jadi, meskipun kamu merasa gugup, kamu tidak boleh melupakan mandi. Pastikan seluruh sudut tubuhmu telah dibilas air sabun, semua gigimu telah digosok pakai odol, dan rambutmu telah dicuci pakai sampo terbaik. Bersihkanlah dirimu sampai segar dan mengkilap agar kamu merasa rileks. Dengan begitu, UTS pun bisa kamu hadapi tanpa ketakutan berlebih.

Menjaga hubungan baik dengan sesama

UTS dan hubungan manusia.
UTS dan hubungan manusia.

Poin ini tidak bisa kamu abaikan, meski kelihatannya tidak berhubungan langsung dengan nilai UTS yang akan kamu dapatkan. Mulailah jaga hubungan baik ini dengan keluargamu: telepon mereka dan mintalah doa restu. Bagaimanapun, doa orang tua adalah doa restu terbaik bagi kita untuk mengarungi hidup berdua…

Eh, ngerjain UTS, maksudnya.

Tak hanya orang tua dan keluarga, kamu juga harus menjaga hubungan baik dengan teman-teman sekelasmu. Bukan apa-apa nih, gaes, tapi kita semua toh nggak akan tahu apa yang akan terjadi di masa depan, termasuk lima menit setelah kita membaca soal-soal ujian. Hehe~

Bagi tugas dalam ujian take-home

Namanya kerja sama.
Namanya kerja sama.

Beberapa kampus dan mata kuliah mungkin mengadakan ujian dengan sistem yang sedikit berbeda dari cara kuno, yaitu dengan metode take-home. Ujian jenis ini bisa dikerjakan di rumah, baik secara individu maupun kelompok, tergantung instruksi dari dosen.

Dalam kesempatan ujian take-home secara berkelompok, koordinasikanlah pembagian tugas secara merata dan tegas. Sebagai orang yang tidak suka terlalu menonjol dan menjadi dominan sampai merugikan orang, kamu bisa mengambil peran sebagai tukang print.

Percayalah, tanpa kamu, ujian take-home itu tidak akan terselesaikan kalau nggak di-print.

Iklan

Jangan sok tahu dan banyak bicara

Diam itu emas.
Diam itu emas.

Tong kosong nyaring bunyinya—ungkapan ini tentu sudah sering kamu dengar untuk menggambarkan seseorang yang bicara terlalu banyak, tanpa mengetahui data-data yang bisa dipercaya. Sebagai agent of change, hindarilah bersikap sok tahu dan banyak ngomong yang bisa merugikanmu kelak.

Sikap yang satu ini bisa kamu aplikasikan juga dalam UTS. Dalam bagian terakhir ujian (bagian soal dengan jawaban uraian panjang), kamu mungkin akan menemukan pertanyaan, “Menurut pendapat Anda, apakah…?”. Dengan mengingat pentingnya menghindari sikap sok tahu, kamu bisa menarik napas dalam-dalam, mengembuskannya, dan menuliskan jawaban,

“No comment.”

Yeah, selamat datang di dunia Ujian Tapi (Terlalu) Santai~

BACA JUGA Merencanakan Selebrasi, padahal Ngajuin Judul Skripsi Saja Belum. Kebiasaan! dan tulisan lainnya dari Aprilia Kumala.

Terakhir diperbarui pada 18 Oktober 2021 oleh

Tags: KampuskuliahMahasiswaUTS
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Penulis lepas. Pemain tebak-tebakan. Tinggal di Cilegon, jiwa Banyumasan.

Artikel Terkait

Mahasiswa gen Z kuliah malas baca jadi brain rot
Sekolahan

Mahasiswa Gen Z Bukan Tak Bisa Membaca, tapi “Brain Rot” karena Sering Disuapi dan Kecanduan AI

23 April 2026
Derita anak pintar dan siswa berprestasi yang hidup dalam kemiskinan di desa. Tak dapat dukungan pendidikan dari orang tua MOJOK.CO
Sehari-hari

Jadi Anak Pintar di Desa Tanpa Privilege Sia-sia: Ortu Tak Dukung Pendidikan, Lulus Sekolah Dipaksa Nikah dan Bekerja

22 April 2026
Alasan Gelar Sarjana Tak Lagi Jadi Jaminan Mudah Dapat Kerja MOJOK.CO
Esai

Alasan Gelar Sarjana Tak Lagi Jadi Jaminan Mudah Dapat Kerja

20 April 2026
Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elit dan Realitas yang Sulit MOJOK.CO
Esai

Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

10 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Klaten International Cycling Festival (KLIC Fest) 2026 undang pecinta sepeda dari seluruh negeri hingga internasional MOJOK.CO

Klaten International Cycling Festival 2026: Gowes Asyik Sepeda Klasik di Klaten bareng Pencinta Sepeda Mancanegara

28 April 2026
Derita guru CLC di Malaysia. MOJOK.CO

WNI Jadi Guru di Luar Negeri Dapat Gaji 2 Digit, Pulang ke Indonesia Malah Sulit Kerja

23 April 2026
Menormalisasi pakai jasa porter di stasiun kereta api MOJOK.CO

Pakai Jasa Porter di Stasiun meski Bisa Bawa Barang Sendiri: Sadar 50 Ribu Itu Tak bikin Rugi, Tapi Justru Belum Seberapa

23 April 2026
nongkrong di kafe, jakarta selatan.MOJOK.CO

Nongkrong di Usia 30 Terasa Tak Sama Lagi: Teman Makin Jompo, Obrolan Kian Membosankan, tapi Saya Berusaha Memahami

22 April 2026
Merawat Nilai Luhur di Dalam Candi Plaosan agar Tak Memudar Seiring Zaman Mojok.co

Merawat Nilai Luhur di Dalam Candi Plaosan agar Tak Memudar Seiring Zaman

27 April 2026
Gagal Paham Pejabat Soal Pantura: Tanggul Laut adalah Proyek Berbahaya yang Memboroskan Anggaran MOJOK.CO

Gagal Paham Pejabat Soal Pantura: Tanggul Laut adalah Proyek Berbahaya yang Memboroskan Anggaran

22 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.