Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Balbalan

AS Roma Relakan Gaji 4 Bulan, Arsenal Potong Gaji, Ketika Kelaparan Mengintai Dunia

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
21 April 2020
A A
AS Roma Relakan Gaji 4 Bulan, Arsenal Potong Gaji pandemi corona MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Biarkan rakyat terinspirasi oleh kesukaannya, sepak bola, yang ditunjukkan oleh kebaikan AS Roma dan Arsenal untuk memerangi kelaparan karena pandemi corona.

Sejak Maret yang lalu, kesimpulan saya terkait liga-liga di dunia cuma satu, yaitu null and void. Hentikan dan tiadakan. Atas nama kemanusiaan. Titik. Tidak ada yang lain. Semuanya harus rela. Energi untuk berdebat tentang cara melanjutkan liga sebaiknya dialihkan ke ranah yang lebih penting untuk dipikirkan, yaitu kehidupan banyak orang.

Kehidupan banyak orang yang terdampak oleh pandemi virus corona ini. Orang banyak yang menggantungkan diri dari sepak bola. Bukan para pemain, pelatih, dan staf pelatih yang menerima gaji cukup besar. Pikiran dunia harus dicurahkan kepada orang-orang yang digaji mingguan dengan nominal kecil.

Lalu cakupannya melebar. Kepada orang-orang yang bakal kehilangan gaji atau bahkan kehilangan pekerjaan karena pandemi corona. Dan sepak bola, dengan segala kekayaan dan kemegahannya, punya kekuatan untuk berkontribusi. Tarik dan ulur terjadi. Setelah dua bulan, kita menyaksikan kebesaran hati dan AS Roma dan Arsenal.

“Kita selalu berbicara soal persatuan di AS Roma, dan merelakan gaji untuk dipotong untuk sisa musim ini baik para pemain, para pelatih dan stafnya, menjadi bukti bahwa kami semua bersatu untuk mengatasi masalah ini,” kata Guido Fienga, Chief Executive AS Roma.

Tidak cuma “dipotong”, para pemain AS Roma, pelatih dan stafnya, sudah iklas tidak digaji selama empat bulan. Gaji, yang seharusnya mereka terima, diiklaskan untuk meringankan beban keuangan klub dan memastikan para pekerja lainnya menerima gaji secara utuh. Para pekerja yang dimaksud adalah penjaga stadion, petugas kebersihan, penjaga rumput, dan lain sebagainya.

Para pekerja ini memang masuk dalam jaring pengaman sosial pemerintah Italia. Namun, pandemi corona yang belum akan mereda dalam waktu dekat membuat kekuatan ekonomi mereka jauh melemah. AS Roma memastikan para pekerja yang terancam kehidupannya ini tidak kelaparan selama beberapa bulan ke depan.

“Kapten klub, Edin Dzeko, dan pelatih, Paolo Fonseca, beserta stafnya mendemonstrasikan nilai-nilai kemanusiaan yang diperjuangkan oleh AS Roma. Kami berterima kasih kepada mereka atas sikap istimewa yang ditujukan untuk membantu staf klub ini,” lanjut Guido.

Sebenarnya tidak hanya AS Roma yang melakukan hal ini. Beberapa klub Serie A sudah mengambil keputusan yang sama. Namun, nama-nama klub tersebut belum dibuka ke publik. Sebuah sikap terpuji, sikap yang sebenar-benarnya manusia untuk membantu sesama, menjaga orang lain dari ancaman kelaparan.

Di Inggris, Arsenal mendemonstrasikan hal yang sama. Mayoritas para pemain Arsenal sudah sepakat untuk menerima pemotongan gaji sebesar 12,5 persen. Terima kasih kepada pendekatan personal yang dilakukan oleh Mikel Arteta dan Hector Bellerin. Dua sosok ini yang meyakinkan staf pelatih dan pemain untuk menerima pemotongan gaji.

Manajemen Arsenal sendiri menjanjikan kepada para pemain dan staf kalau gaji yang dipotong 12,5 persen itu bisa kembali. Syaratnya, tim ini berhasil mencapai beberapa target di musim depan.

“Kami bangga dan berterima kasih kepada para pemain dan staf pelatih yang bersatu untuk membantu klub, para staf, dan komunitas Arsenal di waktu yang belum pernah kita alami bersama, yang mana merupakan sebuah keprihatinan besar di sepanjang sejarah klub ini,” klub memberikan penjelasan.

“Langkah ini kami ambil setelah melewati beberapa diskusi yang positif. Di dalam diskusi tersebut, kami merasa prihatin atas situasi yang berat karena pandemi Covid-19. Para pemain dan staf menunjukkan niat yang besar untuk membantu keluarga-keluarga Arsenal.”

Keikhlasan yang ditunjukkan AS Roma dan Arsenal, serta klub-klub yang namanya belum dibuka ke publik, adalah sikap yang kita butuhkan bersama. Tahun 2020 adalah tahun kolaborasi, bukan sekadar kompetisi. Ada sisi manusia yang harus selalu dijaga. Sisi kepedulian kepada sesama dengan saling membantu.

Iklan

Pandemi corona masih akan berlangsung dalam waktu lama. Belum kalau kita membicarakan dampaknya selama beberapa tahun ke depan. Rakyat, yang masuk ke dalam jaring pengaman sosial pun belum tentu “selamat”, seperti di Italia. Bagaimana dengan orang yang tidak tertangkap radar kebaikan banyak orang?

Apalagi kalau pemerintah di negara tersebut adalah sekumpulan orang sombong, bajingan bebal, meremehkan, tidak tahu malu, tidak bisa bekerja, anti-sains, dan geraknya seperti siput ketika mengambil kebijakan yang menentukan nyawa rakyat. Rakyat di negara tersebut harus menjelma menjadi AS Roma dan Arsenal.

Rakyat harus bersatu. Jangan takut kepada represi salah alamat dari negara. Rakyat berkumpul dan bersolidaritas untuk sesama, kok, malah dibubarkan. Seakan-akan negara sudah paling benar. Mengurusi dan jujur dengan data saja tidak becus, kok malah membubarkan rakyat yang berdaya mandiri untuk sesama. Bajingan betul.

Niat adalah kata yang luhur di tengah masalah dunia. Niat, menggerakkan kesadaran orang untuk membantu. Terutama di tengah ancaman kelaparan yang akan melanda dunia kalau negara dan orang-orang punya kuasa sibuk menutup kuping dan nurani dari kenyataan.

Kemalangan yang menimpa Yuli, warga Kecamatan Serang, yang meninggal dunia karena kelaparan tidak boleh lagi terjadi. Yuli, meninggal dunia di Puskesmas Singandaru, Senin (20/4), pukul 14.30 WIB. Yuli meninggal dunia setelah dikabarkan dua hari tidak makan lantaran kesulitan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

Ini ironi yang sangat menyayat hati. Ketika rakyat mengorganisasi diri untuk membantu sesama dengan menyediakan bahan pangan, malah dibubarkan. Ketika rakyat mau peduli, malah direpresi oleh negara. Perut yang lapar bisa menjadi awal dari semua masalah. Kalau negara tidak becus merawat rakyat, biar rakyat yang mengikuti jalan AS Roma dan Arsenal.

Jangan ganggu rakyat yang tengah berkonsolidasi untuk kebaikan. Kalau negara tidak becus, sebaiknya tutup mulutmu yang penuh racun itu. Biarkan kebaikan mengalir. Biarkan rakyat terinspirasi oleh kesukaan mereka, sepak bola, seperti yang ditunjukkan oleh AS Roma, Arsenal, dan orang baik lainnya.

BACA JUGA Liverpool yang Malang: Tentang Kegagalan Paling Puitis Abad Ini atau tulisan-tulisan lainnya dari Yamadipati Seno.

Terakhir diperbarui pada 21 April 2020 oleh

Tags: akibat coronaArsenalartetaAS Romabellerindzekogajiliga inggrisliga italiapandemi coronaSerie A
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Gaji Jakarta 12 Juta Bikin Gila, 3 Juta di Magelang Hidup Waras MOJOK.CO
Cuan

Daripada Menyiksa Diri Hidup di Jakarta dengan Gaji 12 Juta Sampai Setengah Gila, Pindah ke Magelang dan Hidup Waras Cukup dengan Gaji 3 Juta

16 April 2026
Gaji 8 Juta di Jakarta Jaminan Miskin, Kamu Butuh 12 Juta MOJOK.CO
Cuan

Gaji 8 Juta di Jakarta Tetap Bisa Bikin Kamu Miskin, Idealnya Kamu Butuh Minimal 12 Juta Jika Ingin Hidup Layak tapi Nggak Semua Pekerja Bisa

2 April 2026
Bukan Cuma Gaji Kecil, Pindah Kerja dari Jakarta ke Jogja Juga Mesti Siap dengan Budaya Pekewuh yang Memperlambat Kerjaan Mojok.co
Pojokan

Penyesalan Pindah Kerja dari Jakarta ke Jogja: Selain Gaji Kecil, Budaya Pekewuh Ternyata Memperlambat Kerjaan

22 Maret 2026
Tips Mengelola Gaji Jakarta yang Kelihatan Besar tapi Cuma Ilusi MOJOK.CO
Cuan

Tips Mengelola Gaji Jakarta yang Kelihatan Besar, tapi Nyatanya Bisa Bikin Pusing kayak Gaji Jogja yang Tiarap Itu

12 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

kos dekat kampus, kos murah.MOJOK.CO

Punya Kos Dekat Kampus Menguras Mental dan Finansial, Gara-Gara Teman Kuliah yang Sering Menginap tapi Tak Tahu Diri

29 April 2026
Jurusan kuliah di perguruan tinggi yang kerap disepelekan tapi jangan dihapus karena relevan. Ada ilmu komunikasi, sejarah, dakwah, dan manajemen MOJOK.CO

4 Jurusan Kuliah yang Kerap Disepelekan tapi Jangan Dihapus, Masih Relevan dan Dibutuhkan di Bisnis Rezim Manapun

27 April 2026
Usul Menteri PPPA soal pindah gerbong perempuan di KRL hanya solusi instan, tak menyentuh akar persoalan MOJOK.CO

Usulan Menteri PPPA Pindah Gerbong Perempuan di KRL Solusi Instan: Laki-laki Merasa Jadi Tumbal, Tak Sentuh Akar Persoalan

29 April 2026
Tahlilan ibu-ibu di desa: acaranya positif tapi ternodai kebiasaan gibah dan maido MOJOK.CO

Tahlilan Ibu-ibu di Desa: Kegiatan Positif tapi Sialnya Jadi Kesempatan buat Flexing Perhiasan, Mengorek Aib, hingga Saling Paido

28 April 2026
Menikmati Kenyamanan di Candi Plaosan, Hidden Gem Klaten dengan Nuansa Magis nan Elok untuk Healing Mojok.co

Menikmati Kenyamanan di Candi Plaosan, Hidden Gem Klaten dengan Nuansa Magis nan Elok untuk Healing

24 April 2026
Setelah Little Aresha, Mengapa Orang Tua Tetap Harus Percaya pada Daycare? MOJOK.CO

Setelah Little Aresha, Mengapa Orang Tua Tetap Harus Percaya pada Daycare?

29 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.