Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Wikimo Tokoh

Mohammad Hatta

Redaksi oleh Redaksi
23 Maret 2017
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Mohammad Hatta, atau boleh juga kita sebut Bung Hatta, lahir di Bukittinggi, 12 Agustus 1902. Hatta kecil dididik dan dibesarkan dalam lingkungan yang taat melaksanakan ajaran agama Islam. Ayahnya merupakan keturunan ulama pendiri Surau Batuhampar, Sumatera Barat. Sementara Ibunya berasal dari keluarga pedagang.

Sejak duduk di MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs)—sekolah setingkat SMP saat itu, Hatta telah tertarik dengan dunia pergerakan. Ia kemudian masuk dalam pekumpulan Jong Sumatranen Bond. Hingga pada tahun 1921, Ia tiba di Belanda untuk belajar di Handels Hogeschool, Rotterdam.

Di Belanda, Hatta mendaftar sebagai anggota Indische Vereniging. Di organisasi tersebut, ia bersama kawan-kawannya kemudian membuat gerakan untuk menolak bekerja sama dengan Belanda, hingga kemudian perkumpulan tersebut berganti nama menjadi Perhimpunan Indonesia. Hatta juga mengasuh majalah Hindia Putera yang kemudian berganti menjadi Indonesia Merdeka.

Karena kegiatan politiknya, Hatta nyaris dipenjara oleh Pemerintah Belanda. Ia pun menolak semua tuduhan tersebut dengan membacakan pledoinya yang terkenal hingga saat ini, yaitu Indonesia Merdeka di hadapan Pengadilan Belanda.

Hatta konsisten dengan kata merdeka. Bahkan ia tak akan mau menikah sebelum Indonesia merdeka. Ia memutuskan menikah di usia 43 tahun, ketika kebanyakan tokoh pergerakan dan pendiri negara lainnya memutuskan menikah sebelum menginjak usia 25 tahun. Ia menunda menikah karena ingin fokus dan tidak mau merepotkan keluarganya dalam pergerakan nasional. Setelah bangsa Indonesia merdeka, barulah Hatta menikah dengan Rahmi Rachim. Tanpa uang dan perhiasan, Hatta menjadikan buku yang ditulisnya berjudul Alam Pikiran Yunani sebagai maharnya.

Pada tahun 1956, Hatta memilih mundur sebagai wakil presiden. Keputusan itu bukan semata-mata karena ia sudah tidak lagi sepaham dengan Soekarno perihal bentuk dan susunan pemerintahan yang efisien. Namun, ia merasa bahwa dalam UUDS 1950 saat itu tugas wakil presiden hanyalah seremonial belaka.

Sejak tidak lagi menjabat, Hatta mengisi hari-harinya dengan menulis buku serta aktif mengajar di berbagai kampus. Ia pun hidup dengan sederhana hingga akhir usianya. Setelah wafatnya Hatta, pemerintah segera memberinya gelar Pahlawan Proklamator, tepatnya pada tanggal 23 Oktober 1986, mengingat peran besarnya bersama Soekarno dalam kemerdekaan Indonesia.

Terakhir diperbarui pada 24 Maret 2018 oleh

Tags: bung hattaMohammad Hattatokoh politik
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Mohammad Hatta : Mudur dari Kursi Wapres Bukan Karena Kalah
Video

Sebab-Sebab Mohammad Hatta Mundur dari Kursi Wapres, Bukan Karena Kalah

28 Juni 2025
Universitas Bung Hatta, salah satu universitas swasta terbesar di Sumatera Barat MOJOK
Kilas

Universitas Bung Hatta, Universitas Swasta di Sumatera Barat yang Menawarkan 31 Prodi

19 September 2023
Hatta: Hidup Dari Menulis Dan Honorarium Pikirannya
Video

Hatta: Hidup Dari Menulis Dan Honorarium Pikirannya

14 Oktober 2022
MOHAMMAD HATTA: POLITIK BUKAN SENI ADU BACOT, TAPI ADU IDE
Video

Mohammad Hatta: Politik Bukan Seni Adu Bacot, Tapi Adu Ide

9 Oktober 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Suzuki S-Presso memang mobil aneh karena jelek tapi keren MOJOK.CO

Ibarat kata, Suzuki S-Presso adalah “Crocs KW” yang jelek tapi keren dan kini menjadi benteng pertahanan terakhir melawan kegilaan dunia yang serba mahal ini

14 Juli 2026
Anak-anak bermain bola di Pelataran Masjid Gedhe Kauman, Kota Jogja. MOJOK.CO

Ketika Lapangan Hijau Berbayar Kalah Mewah dengan Paving Gratis Masjid Kauman

11 Juli 2026
Ketika Syarat "Sehat Jasmani dan Rohani Menjadi Tembok Diskriminasi yang Menjegal Difabel di Bursa Kerja.MOJOK.CO

Ketika Syarat “Sehat Jasmani dan Rohani” Menjadi Tembok Diskriminasi yang Menjegal Difabel di Bursa Kerja

17 Juli 2026
Derita Orang Rembang, Makan Mie Gacoan Harus ke Tuban MOJOK.CO

Makan Mie Gacoan adalah Kemewahan bagi Anak Muda Desa, Rela Motoran 2 Jam Demi Makanan yang “Menyiksa” Mulut Mereka

14 Juli 2026
Jumirah dan suami merupakan pemulung di TPA Troketon, Klaten. MOJOK.CO

“Nrimo ing Pandum” ala Ibu Jumirah: Berteman dengan Belatung dan Diabetes di Tengah 150 Ton Sampah Residu Warga Klaten

12 Juli 2026
Beralih dari profesi dokter ke petani di Klaten. MOJOK.CO

Resah Jadi Dokter: Tangani Pasien Petani dengan Keluhan Sama, Pilih Turun ke Sawah demi “Menyembuhkan” Tanah

13 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.