Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Visual Tokcer

Meminimalisir Kontak dengan Mahasiswa Senior Saat Ospek

Redaksi oleh Redaksi
12 Agustus 2017
A A
ospek
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Bagi mahasiswa baru, salah satu fase yang harus dilewati begitu masuk ke dalam dunia kampus adalah ospek alias orientasi studi dan pengenalan kampus.

Walau secara umum ospek punya esensi sebagai kegiatan pengenalan kampus, pada praktiknya banyak kegiatan ospek yang justru menyimpang dari esensi tersebut. Ospek seakan hanya menjadi ajang senior untuk balas dendam. Kegiatan pengenalan kampusnya jauh lebih sedikit porsinya ketimbang kegiatan-kegiatan lain yang tidak berfaedah.

Jujur, para peneliti Mojok Institute tidak pernah punya masalah dengan senior. Kendati begitu, kami merasa punya beban moral untuk ikut membantu adik-adik mahasiswa menghindari kegiatan-kegiatan tiada berfaedah tersebut, terutama yang berkaitan dengan mahasiswa senior.

Nah, berikut ini beberapa tips yang bisa dilakukan oleh Anda para mahasiswa baru untuk meminimalisir body contact dengan para senior. Semoga membantu.

Mengakulah Sebagai Orang Daerah Setempat

Ini cukup ampuh untuk menghindarkan diri dari sikap mahasiswa senior yang sok. Dengan mengaku sebagai warga daerah setempat, mahasiswa senior tentu akan berpikir ulang untuk memberikan treatment yang berlebihan. Mengakulah sebagai orang Samirono jika Anda kuliah di UNY, orang Sapen jika kuliah di UIN, atau orang Sewon jika kuliah di ISI.

Kalau kuliah di UGM, ngakunya orang mana? Wah, ini yang susah. Paling pas ya ngaku saja orang Sleman.

Jangan Mencolok

Dalam dunia bisnis dan showbiz, tampil beda dengan diferensiasi yang unik adalah sebuah keharusan. Namun, dalam dunia ospek, tampil beda adalah jalan menuju kesengsaraan.

Ya, sudah bukan rahasia lagi bahwa senior suka mencari-cari mahasiswa baru yang terlihat mencolok sebagai sasaran kerja. Mahasiswa senior selalu memandang mahasiswa baru yang tampil mencolok sebagai tantangan terbuka.

Karena itu, tampil dan bersikaplah dengan wajar. Jangan sok-sokan ingin menarik perhatian.

Pura-Pura Sakit

Banyaknya pemberitaan perihal skandal kekerasan di kampus sedikit banyak memengaruhi cara bersikap mahasiswa senior kepada juniornya. Mereka menjadi lebih berhati-hati menghadapi junior saat masa orientasi. Segalak-galaknya mahasiswa senior, mereka sejatinya takut jika terjadi apa-apa pada para junior. Nah, celah ini bisa dimanfaatkan.

Saat ospek, Anda bisa berpura-pura sakit dengan memasang wajah pucat dan lemas. Bilang bahwa perut Anda mual dan kepala pusing. Jika cara ini sukses, Anda bisa menghabiskan waktu tidur-tiduran di ruang kesehatan seharian alih-alih berpanas-panasan dibentak-bentak senior yang sebenarnya nggak senior-senior amat itu.

Iklan

Tak Usah Ikut Ospek Sekalian

Ini adalah opsi final yang bisa menjadi alternatif bagi Anda yang memang muak dan malas dengan kegiatan ospek.

Tapi, bukankah ospek penting untuk lebih mengenal kampus? Halah, Anda ini bakal menghabiskan waktu bertahun-tahun di kampus. Tanpa perlu kenalan pun Anda bakal kenal sendiri.

Tapi kan ospek bermanfaat untuk menguatkan mental? Hasyah, penguat mental yang jauh lebih ampuh sejatinya justru bukan pas ospek, tapi masa-masa setelah itu. Misal, ketika kiriman telat dari orang tua, dipermainkan dosen yang masuk seenak udelnya sendiri, atau dimarahi ibu kos karena ketahuan membawa masuk pasangan lawan jenis.

Percayalah, menjadi mahasiswa itu sendiri sudah merupakan ujian mental, tak perlu dikuat-kuatkan lagi. Lagi pula, mental macam apa yang bisa dikuatkan dengan memakai topi kerucut dan ikat pinggang rafia berumbai-rumbai?

ospek

Terakhir diperbarui pada 12 Agustus 2017 oleh

Tags: KampusMahasiswaOspek
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Kerja di Pabrik, Kuliah S2, dan Dihajar Asam Lambung MOJOK.CO
Esai

Kerja di Pabrik, Kuliah S2, dan Dihajar Asam Lambung

6 April 2026
Menjadi Dosen itu Ibarat Aktor Drakor: Dari Tri Dharma jadi Triduka, Saking Diminta Bisa Segalanya MOJOK.CO
Esai

Menjadi Dosen itu Ibarat Aktor Drakor: Dari Tri Dharma jadi Triduka, Saking Diminta Bisa Segalanya

27 Maret 2026
Ortu dihina karena miskin. Anak kuliah sebagai mahasiswa jurusan Psikologi UIN buktikan lulusan PTN ecek-ecek malah hidup lebih terhormat MOJOK.CO
Edumojok

Ortu Miskin Dihina Saudara Kaya saat Anak Kuliah di UIN, Dicap PTN Ecek-ecek tapi Lulus Punya Karier Lebih Terhormat

25 Maret 2026
Tabungan penting, tapi mahasiswa Jogja yang masih harus irit demi makan kesulitan menabung
Sehari-hari

Tabungan Itu Penting, Tapi Mahasiswa Jogja yang Masih Harus Gali Lubang Tutup Lubang Demi Makan Mana Bisa

10 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ribetnya urusan sama pesilat. Rivalitas perguruan pencak silat seperti PSHT dan PSHW (SH Winongo) bikin masalah sepele jadi alasan rusuh MOJOK.CO

Makin Muak ke Ulah Pesilat: Perkara Tak Disapa Duluan dan Beda Perguruan Langsung Dihajar, Dikasih Fakta Terang Eh Denial

7 April 2026
Saya Setuju Orang Jakarta Tajir Tak Betah Slow Living di Desa (Unsplash)

Orang Tajir Jakarta Tak Akan Sanggup Slow Living di Desa karena Menolak Srawung Itu Omong Kosong Kebanyakan Gagal Betah karena Ulahnya Sendiri

7 April 2026
Gaya hidup pemuda desa bikin tak habis pikir perantau yang merantau di kota. Gaji kecil dihabiskan buat ikuti tren orang kaya. MOJOK.CO

Gaya Hidup Pemuda di Desa bikin Kaget Perantau Kota: Kerja demi Beli iPhone Lalu Resign, Habiskan Uang buat Maksa Sok Kaya

6 April 2026
Mio M3: Motor Yamaha Paling Menderita dan Dianggap Murahan MOJOK.CO

10 Tahun yang Indah Bersama Mio M3: Motor Yamaha yang Dianggap Murahan, Diremehkan Orang, dan Katanya Bikin Orang Menyesal

7 April 2026
Pilih resign dan kerja jadi penulis di desa ketimbang kerja di luar negeri di Singapura

Resign dari Perusahaan Bergaji 3 Digit di Luar Negeri karena Tak Merasa Puas, Kini Memilih Kerja “Sesuai Passion” di Kampung Halaman

2 April 2026
PNS tetap WFO saat WFH

PNS Lebih Pilih Tetap Pergi ke Kantor saat WFH, Takut Tergiur “Godaan” Kelayapan Malah Berujung Gagal Hemat BBM

8 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.