Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Visual Tokcer

Bikin Es Batu Lebih Cepat dari yang Anda Duga

Redaksi oleh Redaksi
16 Juli 2017
A A
Bikin Es Batu Lebih Cepat dari yang Anda Duga

Bikin Es Batu Lebih Cepat dari yang Anda Duga

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sehabis olahraga, keringat mengucur deras, badan terasa panas, ditambah tenggorokan kering. Sungguh sebuah keadaan yang kemudian membimbing kita untuk mampir ke burjonan dan memesan es Marimas jeruk. Sembari menunggu pesanan kita datang, kita melihat bagaimana Aa’ Burjo mengepruk es batu prongkolan di atas termos es agar es batunya terpecah kecil-kecil dan bisa dimasukkan ke dalam gelas.

Saat es Marimas kita siap. Kita menatap lekat-lekat betapa bongkahan-bongkahan es di dalam gelas di hadapan kita begitu memancarkan aura yang begitu menyejukkan. Marimas yang biasa saja menjadi begitu menyelerakan karena bercampur dengan es batu yang dingin dan menyegarkan. Marimas yang biasa saja menjadi Marimas yang menggedor-gedor nafsu untuk segera menyeruput hanya karena bercampur es batu.

Iklan

Ya, es batu memang jarang diperhatikan, padahal ia adalah sumber dari segala kesegaran. Ia menjadi pendukung laku dan tidaknya Marimas, Nutrisari, Teh Sisri, Pop Ice, dan kawan-kawannya. Bahkan pada titik tertentu, es batu menjadi lebih penting ketimbang jenis minuman itu sendiri. Banyak yang lebih memilih meminum air putih dengan es batu ketimbang minum Nutrisari tanpa es batu.

Sayang seribu sayang, sebagai pelengkap minuman instan, nyatanya proses pembuatan es batu tak pernah bisa instan. Ia membutuhkan proses pembekuan selama berjam-jam. Yah, begitulah kenikmatan bekerja, ia membutuhkan waktu yang lama. Hal inilah yang kemudian membuat banyak orang lebih memilih untuk membeli es batu ketimbang membuatnya sendiri (Atau memang karena tak punya kulkas).

Padahal, jika menggunakan cara dan teknik yang tepat, membuat es batu sebetulnya tidak membutuhkan waktu yang terlalu lama.

Lantas, bagaimanakah cara membuat es batu dengan waktu yang cepat? Rahasianya ternyata terletak pada hal yang tak terduga. Air panas.

Ya, banyak orang tak menyangka bahwa membuat es batu dengan menggunakan air panas ternyata justru membuat proses pembekuan semakin cepat. Selama ini banyak orang berpikir sebaliknya, bahwa menggunakan air dingin maka proses pembekuannya akan semakin cepat.

Dalam ilmu pengetahuan, fenomena air panas atau mendidih membeku lebih cepat daripada air dingin atau air biasa disebut dengan ‘Mpemba effect’. Fenomena ini terjadi karena uap pada air panas membantu proses pembekuan karena volume air semakin padat oleh penguapan tersebut.

Selain lebih cepat, menggunakan air panas atau mendidih sebagai bahan pembuat es batu juga menghasilkan es batu yang lebih ciamik. Sebab selain es batunya terjamin kematangannya, tampilan es batunya juga tidak putih dan cloudy, melainkan bening dan transparan, seperti jika dicapurkan dengan air putih, jadi berasa tidak ada es batunya.

Aduuuh, ini kenapa jadi inget iklan Cling pembersih kaca ya. “Bersih bening seperti tanpa kacaaa…”

 

penjual es batu

Terakhir diperbarui pada 16 Juli 2017 oleh

Tags: burjoes batumarimas
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

burjo atau warmindo bikin rindu anak rantau dari Jogja ke Jakarta. MOJOK.CO
Urban

Anak Rantau di Jogja Menyesal ke Jakarta, Tak Ada Burjo atau Warmindo sebagai Penyelamat Karjimut Bertahan Hidup

16 Maret 2026
3 Ciri Warmindo di Jogja yang Masih Asli, Jangan Ketuker Sama Warteg.MOJOK.CO
Ragam

3 Ciri Warmindo di Jogja yang Masih Asli, Jangan Ketuker Sama Warteg

22 Oktober 2025
3 Dosa Pedagang Es Teh Jumbo Cuan, tapi Bahaya untuk Pembeli (Unsplash)
Pojokan

3 Dosa Pedagang Es Teh Jumbo yang Menguntungkan Mereka tetapi Sangat Merugikan Pembeli

4 Juli 2025
burjo penyelamat mahasiswa UNY. MOJOK.CO
Ragam

Burjo di Sekitar UNY Menyelamatkan Hidup Mahasiswa Semester Tua yang Terancam DO dan Tak Sanggup Bayar UKT

30 Juni 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dari Kebun Binatang Surabaya, Kita Belajar Cara Penguasa Melakukan Social Murder MOJOK.CO

Dari Kebun Binatang Surabaya, Kita Belajar Cara Penguasa Melakukan Social Murder

31 Juli 2026
Anak penjual tahu kuliah di ITB. MOJOK.CO

Perjuangan Mutiara Belajar Mandiri dan Andalkan Buku Panduan dari Sang Ayah Penjual Tahu hingga Tembus ITB

27 Juli 2026
Biaya kos, kisah mahasiswa.MOJOK.CO

Bertahan di Kos Tanpa Jendela yang Berisik dan Sepanas Oven, Semua Demi Ngirit dan Lolos Ancaman DO Kampus

30 Juli 2026
Nasirun, pelukis-seniman maestro berpulang dengan meninggalkan ingatan kebaikan MOJOK.CO

Hadiah Lukisan Topeng dari Membetulkan Antena TV dan Laku Hidup Seorang Nasirun

1 Agustus 2026
Sekolah, Saya Hanya Ingin Kuliah, tetapi Crab Mentality di Desa Menganggap Saya Lupa Diri MOJOK.CO

Memilih Sekolah Mahal demi Selamatkan Pergaulan Anak di Desa, Malah Dicap “Sok Kaya” dan Egois oleh Tetangga

27 Juli 2026
Ratusan anak di Sidoarjo terpapar HIV AIDS dan pentingnya periksa kesehatan sebelum menikah MOJOK.CO

Pentingnya Tes Kesehatan sebelum Menikah, Bukan untuk Ragukan Pasangan tapi Cegah HIV/AIDS seperti Kasus Ratusan Anak di Sidoarjo

29 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.