Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Visual Tokcer

Agar Tidak Tersesat Seperti Habiburokhman

Redaksi oleh Redaksi
5 Agustus 2017
A A
kesasar
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Baru-baru ini, Ketua Bidang Advokasi DPP Gerindra, Habiburokhman (iya, Habiburokhman yang dulu sempet mau terjun dari Monas itu), dibully oleh netizen (maaf, Mojok masih agak kagok dengan penggunaan kata warganet) karena menyamakan Simpang Susun Semanggi dengan jembatan kampung setelah ia kesasar di sana.

“Gara2 naik jembatan semanggi malah salah arah, mau ke Menteng jadi ke arah Senayan , ini siapa sich penggagasnya?” begitu cuitnya di akun Twitternya.

Iklan

Yah, bisa dipahami dan dimaklumi, bagaimanapun, memang sudah bukan rahasia lagi bahwa jalanan Jakarta memang selalu membingungkan dan bikin jiper siapa pun yang menggilas aspalnya. Betapa tidak, sebagai daerah metropolis, ia memiliki lintasan jalan yang tentu saja ke sana-kemari, tak heran jika tersasar di jalanan Jakarta menjadi hal yang biasa.

Nah, karenanya, untuk membantu banyak orang Jakarta agar tidak mudah kesasar, alias mencegah munculnya Habiburokhman-Habiburokhman baru, berikut ini kami berikan beberapa tips yang ampuh dan tokcer

Pakai Google Maps

Ini tips standar, tapi terbukti ampuh. Percayalah, menggunakan Google Maps adalah cara terbaik untuk membimbing manusia kepada jalan yang benar. Ia cara tercepat untuk mengetahui arah jalan tanpa harus turun mobil dan bertanya kepada penjual ketoprak untuk kemudian naik mobil lagi, melanjutkan perjalanan, lalu turun mobil lagi, bertanya lagi kepada tukang ketoprak, lalu naik mobil lagi, dan begitu seterusnya.

Pekerjakan sopir

Ini pilihan bijak untuk kaum yang lebih percaya kepada manusia ketimbang Google Maps (walau kemungkinan besar si sopir juga bakal pakai Google Maps).  Mempekerjakan sopir, selain membuat kemungkinan tersesat di Jakarta semakin kecil, ia juga membantu pemerintah untuk mengurangi beban menciptakan lapangan kerja.

Dari sembilan juta warga Jakarta (minus Habiburokhman), pasti banyak orang yang bisa nyetir dan hafal Jakarta yang bisa dipekerjakan sebagai sopir.

Gunakan angkutan umum

Tiada yang lebih menguasai jalanan Jakarta ketimbang sopir angkotnya. Kefasihan dan hafalan mereka akan jalan-jalan Jakarta bahkan jauh di atas para petugas Dishub Jakarta sekalipun. Bagi mereka, menghafal jalanan tak ubahnya seperti bernapas. Peta Jakarta bagi mereka sudah seperti urat nadi yang menyatu dalam tubuh. Di bawah kepemimpinannya, kita dipastikan akan aman dari bahaya laten nyasar.

Di rumah saja, nggak usah pergi ke mana-mana

Masih perlu penjelasan?

Terakhir diperbarui pada 5 Agustus 2017 oleh

Tags: Habiburokhmanjakartakesasarmacetsemanggi
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

kekerasan di matraman, kos di jakarta.MOJOK.CO

10 Tahun Merantau Bikin Sadar, Kita Benar-benar Sendiri di Kota Orang: Adanya Teman “Benalu” dan Kalau Susah pun Haram Diketahui Ortu

3 Agustus 2026
orang kota slow living di desa, jakarta, norak.MOJOK.CO

Desa adalah Tempat Ideal Buat Nine to Five: Gaji “Utuh”, Mental Sehat, asalkan Memegang 3 Prinsip Ini

28 Juli 2026
Lulusan s2, susahnya legalisir ijazah setelah wisuda.MOJOK.CO

Nasib Lulusan S2 di Jakarta: Kuliah Dianggap Nggak Guna karena Kalah Saing dengan Tamatan SMA, tapi Tetap Merasa Bangga

23 Juli 2026
Lulus SMA nekat kerja ke Jakarta untuk jadi cleaning service. MOJOK.CO

Modal Ijazah SMA Kerja Jadi Cleaning Service di Jakarta demi Lulus Sarjana, Kini Pilih Resign untuk Keliling Indonesia

22 Juli 2026
kebayoran baru, jakarta selatan, jakarta.MOJOK.CO

Punya Kos Murah di Kebayoran Baru adalah Kemewahan, Biar Berisik tapi Setidaknya Menyelesaikan 3 Masalah Besar Perantau di Jakarta

3 Juli 2026
Naik BYD Menyusuri Jalanan Jakarta Bikin Saya Jadi Kampungan MOJOK.CO

Pengalaman Menahan Rasa Penasaran di Dalam Kabin Mewah BYD demi Tidak Terlihat Kampungan ketika Menyusuri Jalanan Jakarta

30 Juni 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Alma Odai "Cucurella" Diburu Fans, Pemain Thailand Disukai karena Lucu-lucu MOJOK.CO

Alma Odai “Cucurella” Diburu Fans di Srikandi Merdeka Cup, Pemain Thailand Disukai karena Lucu-lucu

22 Agustus 2026
Saya dan Istri Sama-sama Lulusan S2, tapi Sama-sama Tak Punya Pekerjaan Tetap MOJOK.CO

Saya dan Istri Sama-sama Lulusan S2, tapi Sama-sama Tak Punya Pekerjaan Tetap

21 Agustus 2026
Honda Beat adalah motor paling boring di indonesia MOJOK.CO

Honda Beat adalah motor paling boring di indonesia tapi justru karena itu saya sayang banget sama motor ini

18 Agustus 2026
ilustrasi - pekerja (Ega Fansuri/Mojok.co)

Pelarian Laki-laki Burnout usai Dihantam Pekerjaan tapi Dipaksa Kuat karena Tuntutan Kepala Keluarga Ideal

20 Agustus 2026
TPU Farm: Ketika Kematian Menumbuhkan Kehidupan MOJOK.CO

TPU Farm: Ketika Cabai Tumbuh di Area Makam

17 Agustus 2026
Kontingen Prambanan tunjukkan jejak Mataram Kuno di Karnaval Budaya Klaten 2026. MOJOK.CO

Potret Kejayaan Mataram Kuno dalam Karnaval Budaya Klaten, 26 Kecamatan Adu Keunggulan Wilayah

19 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.