Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Visual Hewani

Mengatasi kesedihan Ditinggal Hewan Peliharaan

Redaksi oleh Redaksi
23 Agustus 2017
A A
kuburan kucing
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Ditinggalkan hewan peliharaan yang sudah kita rawat selama bertahun-tahun lamanya dan bahkan sudah kita anggap seperti bagian dari keluarga sendiri tentu saja adalah hal yang sangat menyedihkan. Hari-hari yang biasanya menyenangkan, bergumul bersama si kucing atau anjing kesayangan, mendengarkan suaranya, melihat tingkah-polah lucu dan menggemaskannya. Hari-hari yang menyenangkan itu mendadak berganti menjadi hari-hari yang sepi seiring dengan kepergian si hewan peliharaan kita.

Tak banyak orang yang sanggup melewati masa-masa kesedihan kehilangan hewan peliharaan dengan mudah, beberapa bahkan terus-menerus depresi, seakan-akan seperti kehilangan kekasihnya sendiri.

Iklan

Nah, terkait hal ini, Mojok Institute akan membagikan beberapa tips ampuh untuk mengatasi kesedihan akibat ditinggal si hewan peliharaan kesayangan. Silakan disimak.

Menangislah

Bagi sebagian orang, menangis memang hal yang terlihat lemah, namun begitu, banyak yang tak sadar, bahwa menangis adalah salah satu ekspresi yang paling baik untuk melepaskan kesedihan. Karenanya, ketika kehilangan hewan peliharaan Anda, jangan malu untuk menangis, jangan menahan sesak dan sedih di dada. Lepaskan kesedihan Anda dalam bentuk air mata.

Ingat, Bob Marley cuma bikin lagu No Woman No Cry, bukan No Cat No Cry

Memahami Bahwa Kepergiannya adalah Memang Sudah Waktunya.

Seperti ilmu ikhlas, merelakan sesuatu bisa dimulai dengan memahami bahwa kepergiannya adalah memang sudah waktunya.

Pelihara Hewan Peliharaan yang Baru.

Ini mungkin terdengar kejam, namun nyatanya ini adalah salah satu cara yang ampuh untuk menghilangkan kesedihan akibat ditinggal hewan kesayangan. Seperti halnya kehilangan kekasih, cara terbaik untuk move-on dan melupakannya adalah dengan mencari kekasih yang baru.

Ingat, cara terbaik untuk melupakan adalah dengan mengingat yang baru.

Ceritakan dan Tuliskan Kisah Kebersamaan Anda Dengan si Hewan Peliharaan Kepada Banyak Orang

Ceritakanlah dan tuliskanlah hal paling menyenangkan, pengalaman yang paling membekas antara Anda bersama anjing atau kucing Anda. Ceritakan lah hal baik tentangnya pada semua orang sehingga semua orang tahu bahwa anjing dan kucing anda merupakan harta berharga anda.

Apakah cara ini ampuh? Entahlah. Tapi yang jelas, Agus Mulyadi yang melow itu pernah melakukannya saat ia kehilangan beberapa kucing kesayangannya. Dan lihatlah, sampai sekarang, tampang si Agus Mulyadi selalu nampak sumringah-sumringah saja, bukan?

Iklan

makam kucing

Terakhir diperbarui pada 21 Desember 2019 oleh

Tags: Anjinghewankucingmati
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Derita memelihara dan menyayangi kucing sepenuh hati di desa. Anabul dianggap hewan goblok MOJOK.CO
Sehari-hari

Sulitnya Memelihara dan Menyayangi Kucing di Desa: Dianggap Aneh dan Nggak Guna, Anabul Hadapi Hinaan dan Racun Tetangga

24 Juni 2026
Para Jagal Anjing di Jogja dan Mitos yang Terus Dipelihara.MOJOK.CO
Suara Bawah Tanah

Para Jagal Anjing di Jogja dan Mitos yang Terus Dipelihara

8 Juni 2026
Nestapa Anjing di Jogja: Dibuang Sarjana yang Baru Wisuda atau Jadi Sengsu di Atas Meja MOJOK.CO
Tajuk

Nestapa Anjing di Jogja: Dibuang Sarjana yang Baru Wisuda atau Jadi Sengsu di Atas Meja

8 Juni 2026
Sarjana Jogja Tanpa Nurani: Fenomena Buang Anabul Setelah Wisuda MOJOK.CO
Tajuk

Sarjana Jogja Tanpa Nurani: Fenomena Buang Anabul Setelah Wisuda

4 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Truk sampah di TPA Troketon, Klaten. MOJOK.CO

Mengais Asa di TPA Troketon, Benteng Terakhir Penghidupan Warga Klaten

10 Juli 2026
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyerahkan hibah daerah ke ormas, tempat ibadah, dan para seniman MOJOK.CO

Hibah Pemkab Sleman untuk Ormas, Tempat Ibadah, dan Seniman: Serahkan Ratusan-Miliaran Juta untuk Dioptimalkan

10 Juli 2026
Selain ke petugas Sensus Ekonomi, warga desa juga jengah dengan program sensus dari mahasiswa KKN MOJOK.CO

Warga Desa Juga Jengah dengan Sensus dari Mahasiswa KKN: Tak Nemu Gunanya, Tak Srawung tapi Korek Privasi Orang

8 Juli 2026
Saat mengantar anak mencari kos untuk persiapan kuliah di PTN Jogja: anak antusias jadi mahasiswa baru (maba), orang tua justru menyimpan kecemasan yang tidak hanya persoalan UKT mahal MOJOK.CO

Saat Antar Anak Cari Kos dan Tak Sabar Jadi Maba, Ortu Tampak Antusias tapi Diam-diam Sembunyikan Cemas

8 Juli 2026
Dalam Final Nasional Essay Contest Beswan Djarum, Najwa Shihab berpesan pada para mahasiswa penerima Djarum Beasiswa Plus agar terus menulis (esai) apapun profesinya MOJOK.CO

Pesan untuk Gen Z: Menulislah Apapun Kelak Profesinya, Tak Lupa Akar di Manapun Posisinya

7 Juli 2026
Yang Melelahkan bagi Disabilitas Tak Tampak Bukan Penyakitnya, tetapi Harus Terus Membuktikan Diri Sakit MOJOK.CO

Yang Melelahkan bagi Disabilitas Tak Tampak Bukan Penyakitnya, tetapi Harus Terus Membuktikan Diri Sakit

13 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.