Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Rakyat Protes New Normal, Pemerintah Berlalu

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
10 Juni 2020
A A
new normal, psbb, pemerintah, rapid test, corona mojok.co

new normal, psbb, pemerintah, rapid test, corona mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Meski diprotes, Pemerintah tetap menjalankan protokol new normal. Pada titik ini, kita harus menerima fakta bahwa argumen dan kritikan kita tak pernah masuk ke kuping mereka.

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sudah resmi dicabut. Kurva yang belum melandai tidak membuat Pemerintah merevisi keputusannya. Pemerintah tetap bersikukuh, kita harus siap menjalani “new normal”. Siap tidak siap, dunia tetap harus berjalan meski virus bisa menyerang dari mana saja.

Iklan

Pemerintah menyiapkan protokol-protokol yang diperlukan agar kegiatan tetap berjalan namun risiko terpapar dari virus tetap minimal. Kebijakan seperti hanya lima puluh persen karyawan yang masuk, membawa surat tugas sebagai syarat untuk naik kendaraan umum, dan membawa surat kesehatan jika datang dari kampung adalah jenis-jenis upaya yang dilakukan Pemerintah untuk menyambut “new normal”.

Kegiatan yang berjalan kembali alias new normal ini memang masih masa transisi. Tapi pada realitasnya, kehidupan kembali as if corona nggak pernah nyampe Indonesia. Banyak yang bilang ini bagus, karena makin lama PSBB diberlakukan, makin banyak kerugian yang akan ditanggung.

Intinya gini. Kebijakan itu (seakan-akan) adalah jalan terbaik yang diambil Pemerintah untuk mengatasi kerugian negara dan rakyat gara-gara pandemi ini. Meski risikonya besar, tapi tidak ada jalan tanpa kerikil, hidup terus berjalan.

Hash prek.

Jujur saja, new normal ini omong kosong. Nggak ada yang new dan normal dari ini semua. Apa yang new dari Pemerintah yang nggak becus tanggapi pandemi ini? Dan apa yang normal dari kerumunan pada masa pandemi? Ayolah.

Kita tahu new normal yang dilaksanakan pemerintah ini sebenarnya hanyalah memaksa kegiatan ekonomi tetap berputar. Pada saat yang bersamaan, penanganan pandemi ini nggak bisa dibilang bagus. Mau bilang jelek saja belum, tapi kok nggak tega. Eh ini dah bilang ya?

Banyak orang memberikan argumen yang bagus tentang kebijakan yang dipaksakan oleh Pemerintah ini. Salah satunya adalah jumlah tes yang tidak memadai tidak menunjukkan kesiapan pemerintah. Tanpa jumlah tes yang banyak, maka memberlakukan new normal tidak ubahnya mengirim para orang tak bersenjata ke medan perang.

Fakta bahwa angka kasus yang makin naik juga jadi salah satu alasan new normal bukanlah hal yang harus dilakukan dalam waktu cepat. Apalagi dipaksa seperti ini. Logikanya begini aja deh, banyak kasus positif berarti masih bahaya kan, terus ngapain memaksa orang-orang keluar dari rumah?

Saya sampai ngulang penjelasan dua kali, huvt.

Negara macam Korea Selatan dan Jepang, yang sempat melonggarkan protokol, harus menerima akibatnya yaitu ditemukan lagi kasus corona baru di negara tersebut. Kasus dari negara itu saja sudah cukup untuk dijadikan bukti, bahwa virus ini nggak bisa disepelekan sama sekali. Kayak gini yang disebut new normal?

Tapi Pemerintah tetap saja menjalankan kebijakan ini, terlepas dari argumen-argumen yang bagus dari banyak pihak. Pemerintah tetap ingin roda ekonomi berjalan, dan kita sebagai pion mau tidak mau melangkah keluar dari pintu.

Pada titik ini, kita semestinya menerima saja bahwa saat kita memberi argumen dan kritikan kepada Pemerintah, mereka menyumpal kupingnya dengan AirPods. Saat kita memberikan suara dari hati, Pemerintah meresponsnya dengan tutup kuping.

Iklan

Kalau mau memetik pelajaran atau pesan moral dari ontran-ontran ini, bahwa kita hanya punya diri kita sendiri sebagai pertahanan diri sendiri. Kita hanya bisa berserah diri pada Tuhan, memakai masker, dan rela kulit tangan mlocot karena kebanyakan cuci tangan.

Silakan tetap di dalam rumah, itu hal terbaik yang bisa kalian lakukan. Jika kantor tidak memberimu izin bekerja di rumah, bekali diri dan jadilah sebersih mungkin. Ya mau gimana lagi, suka tidak suka, inilah new normal, walau tidak ada yang new dan normal dari ini semua.

Pada akhirnya, semua kembali ke diri kita masing-masing.

BACA JUGA Negara Boleh Goblok, Kita Jangan dan artikel menarik lainnya dari Rizky Prasetya.

Terakhir diperbarui pada 10 Juni 2020 oleh

Tags: coronanew normalpemerintahPSBBrapid test
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

Emas 74 Kilo, Sumatra Gelap Gulita, dan Aparat Hukum yang Berperan Ganda MOJOK.CO
Esai

Emas 74 Kilo, Sumatra Gelap Gulita, dan Aparat Hukum yang Berperan Ganda

10 Juli 2026
Malang Santai Sayang, tapi Kritik Tak Lagi Santai MOJOK.CO
Esai

Malang Santai Sayang, tapi Kritik Tak Lagi Santai 

26 Juni 2026
Gagal Paham Pejabat Soal Pantura: Tanggul Laut adalah Proyek Berbahaya yang Memboroskan Anggaran MOJOK.CO
Esai

Gagal Paham Pejabat Soal Pantura: Tanggul Laut adalah Proyek Berbahaya yang Memboroskan Anggaran

22 April 2026
Dilema Genteng Tanah Liat: Sejuk di Jogja, tapi Jadi Horor di Sumatera Barat MOJOK.CO
Esai

Dilema Genteng Tanah Liat: Sejuk di Jogja, tapi Jadi Horor di Sumatera Barat

11 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026
TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana MOJOK.CO

TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana

17 Juli 2026
Jaga Momentum Emas di Mandalika, Mario Aji dan Veda Ega Siap Unjuk Gigi di Kandang Sendiri MOJOK.CO

Jaga Momentum Emas di Mandalika, Mario Aji dan Veda Ega Siap Unjuk Gigi di Kandang Sendiri

20 Juli 2026
Cerita alumnus Unika, side hustle untuk temukan kebermaknaan. MOJOK.CO

Kisah Alumnus Unika Pilih Side Hustle dengan Mengubah Sampah Plastik Jadi Kerajinan agar Waras dari Kerjaan Freelance

15 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tuan rumah “1st Asian Gym for Life Challenge 2026” 1. MOJOK.CO

Jogja Jadi Tuan Rumah Lomba Gym se-Asia usai Thailand Mundur, Semua Kalangan Bebas Ikut Tanpa Beban Menang-Kalah

20 Juli 2026
sarjana, ijazah s1, pekerja, gen z, kerja, PNS di desa lebih menyenangkan. MOJOK.CO

Seporsi Kekalahan Sarjana di Sleman: Susah Payah Dapat Ijazah S1, Ujung-ujungnya Kerja Setara Lulusan SMA karena Tak Punya Pilihan

20 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.