Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Mirip Permainan Suit, Gajah Ternyata Takut Lebah

Redaksi oleh Redaksi
28 Juli 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Sebuah penelitian mengungkapkan ternyata gajah takut dengan lebah. Ketakutan ini dikarenakan lebah mengeluarkan senyawa ketika merasa terancam dan hal ini dapat dideteksi oleh gajah.

Mamalia terbesar di dunia, gajah Afrika (Loxodonta Africana) ternyata juga punya rasa takut. Bukan dengan predator lain seperti kuda nil, harimau atau singa. Melainkan dengan seekor hewan kecil, bernama lebah. Lha kok bisa?

Mungkin karena alasan itulah, mengapa dalam permainan suit jari, gajah yang bertubuh besar dan diwakili oleh jempol akan kalah dengan semut bertubuh kecil yang diwakili oleh kelingking. Pasalnya di dunia nyata, ia memang takut dengan serangga kecil. Namun, serangga yang ditakuti oleh gajah ini bukanlah semut tapi lebah madu.

Jadi, baru-baru ini peneliti di Taman Nasional Kruger, Afrika Selatan menemukan perilaku aneh gajah Afrika ketika bertemu dengan lebah madu. Makhluk yang bertubuh raksasa ini njuk menghindar ketika ngelihat ada mantan lebah madu di dekatnya.

Dilansir dari Live Science, menurut peneliti dari Nieh Lab di University of California San Diego Amerika Serikat, hal ini dikarenakan lebah madu biasanya melepaskan zat kimia yang disebut feromon ketika sedang merasa deg-degan dan terancam.

Feromon ini merupakan upayanya untuk melindungi diri, sebuah bentuk sirene alami sebagai cara untuk ngasih tahu teman-temannya agar mereka datang dan membantu. Selanjutnya, senyawa ini akan membuat para lebah bertindak secara defensif untuk menyengat. Nguuunggg~

Tak seperti manusia yang tidak menyadari zat feromon tersebut, justru hewan ini dapat mendeteksi isyarat kimia yang dikeluarkan oleh lebah ini. Jadi, ketika lebah ‘terlihat marah dan nggak pengin diganggu’, ia akan mengalah dan menghindar daripada harus ngerasain sakitnya sengatan sekelompok lebah yang lagi sensi.

Oke, di sini akhirnya nampak, bahwa gajah adalah hewan yang peka. Yang tau apa mau lawannya tanpa harus melalui sebuah pertengkaran sia-sia.

Untuk menguji teori ini, para peneliti menggunakan kaos kaki yang sudah diberi feromon lebah kemudian ditaruh di dekat tempat minum gajah. Eng ing eng, hasilnya 25-29 ekor gajah awalnya mencoba untuk ndeketin, namun akhirnya memilih menjauh karena takut.

Sebaliknya, ketika dipasang kaos kaki serupa yang tidak diberi feromon, hewan mamalia ini nampak bersikap biasa saja–ya, emang karena nggak ada apa-apa juga. Bahkan beberapa di antaranya mencoba untuk mengambil dan memakannya.

Para peneliti ini menduga, penyebab gajah takut pada lebah karena ia tidak suka lebah menyengat jaringat lunak di tubuh mereka. Misalnya di dalam belalai dan di dekat mata mereka. Jadi, ia ini risih dan males kalau dideketin hanya untuk dikasih rasa sakit. Dia trauma dan tak ingin itu terulang dalam hidupnya~

Dari hasil penelitian tersebut, peneliti akhirnya berencana untuk memanfaatkan rasa takut mereka ini untuk mencegahnya masuk ke lingkungan manusia. Jadi di Afrika dan Asia, ternyata konflik antara gajah dan manusia ini seringkali timbul akibat yang masuk ke perkampungan manusia.

Saat ini, peneliti sedang mencoba untuk mencari tahu cara memanfaatkan feromon lebah ini dalam skala yang lebih besar untuk melindungi perkebunan dan permukiman warga.

Semangat ya Mbak dan Mas peneliti, semoga niat baiknya dilancarkan~

Iklan

Eh tapi, kalau gajah udah nggak boleh main sama manusia. Bona masih boleh main sama rong-rong dan olla kan? (A/L)

Terakhir diperbarui pada 28 Juli 2018 oleh

Tags: bonaferomongajahlebahlebah madurong rong
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Cerita Pekerja Jakarta yang Dulu Jadi Pengawas Gajah di Jambi, Harus Siap Ketemu Kuntilanak dan Siaga Menahan Nafas karena Harimau
Ragam

Cerita Pekerja Jakarta yang Dulu Jadi Pengawas Gajah di Jambi, Harus Siap Ketemu Kuntilanak dan Siaga Menahan Nafas karena Harimau

16 Mei 2024
patung gajah di sleman mojok.co
Kilas

Alasan Banyak Patung Gajah di Sleman

25 Januari 2023
gajah bunting mojok.co
Kilas

Tragis! Gajah Bunting yang Mati di Bengkalis Ternyata Diracun

24 Agustus 2022
Gajah-Bersih-MOJOK.CO
Mop

Gajah, Gajah Apa yang Paling Bersih?

22 Januari 2018
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

YUHU. Rilis Single Baru “Bertemu Di Sini”, Definisi Rindu Itu Bersifat Universal.MOJOK.CO

YUHU. Rilis Single Baru “Bertemu Di Sini”: Definisi Rindu Itu Bersifat Universal

28 April 2026
Mahasiswa gen Z kuliah malas baca jadi brain rot

Mahasiswa Gen Z Bukan Tak Bisa Membaca, tapi “Brain Rot” karena Sering Disuapi dan Kecanduan AI

23 April 2026
Mie ayam bintang di Jakarta. MOJOK.CO

Belajar Membangun Bisnis dari Pedagang Mie Ayam Bintang, Sekilas Tampak Sederhana tapi Punya 5 Cabang di Jakarta

29 April 2026
Merawat Nilai Luhur di Dalam Candi Plaosan agar Tak Memudar Seiring Zaman Mojok.co

Merawat Nilai Luhur di Dalam Candi Plaosan agar Tak Memudar Seiring Zaman

27 April 2026
Lulusan S2 Jepang nggak mau jadi dosen, pilih kerja di Australia. MOJOK.CO

Lulusan S2 di Jepang, Pilih Kerja sebagai Koki di Australia daripada Jadi Dosen di Indonesia karena Terlalu Senioritas

29 April 2026
Dugaan penganiayaan anak di daycare Little Aresha, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Jogja MOJOK.CO

Hancur Hati Ibu: Amat Percaya ke Daycare LA Jogja dan Suka Kasih Tip ke Pengasuh, Anak Saya Justru Dibuat Trauma Serius

25 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.