fbpx
  • 983
    Shares

Tak dapat dimungkiri, Ramadan tahun ini menjadi masa puncak kepopuleran Sabyan Gambus, grup musik yang selama ini dikenal membawakan tembang-tembang selawat. Lantunan musik Sabyan hampir selalu terdengar di banyak tempat. Di Indomaret, muternya Sabyan, di Alfamart, muternya Sabyan, di Sumber Baru Motor, muternya Sabyan, bahkan di TB Baja Mulya, muternya Sabyan juga. Pokoknya di mana-mana, orang-orang muter lagu Sabyan Gambus.

Lagu Akad-nya Payung Teduh yang intronya begitu khas itu (Tet teret tetet tetet…) perlahan mulai tergantikan oleh “Ya Habibal qaaaaalbiiiiii…”

Sabyan Gambus terbentuk tiga tahun yang lalu, dengan formasi Khoirunnisa alias Nissa (vokalis), Ahmad Fairuz alis Ayus (keyboard), Sofwan Yusuf alias Wawan (perkusi), Kamal (darbuka), Tubagus Syaifulloh alias Tebe (biola), dan Anisa Rahman (backing vokal).

Dalam setahun terakhir, nama Sabyan Gambus benar-benar meroket, mereka dianggap berhasil membawakan selawat dengan konsep musikalisasi modern.

Dengan lantunan selawat dengan yang pop, ditambah dengan paras vokalisnya (Nissa) yang manis membuat video-video Sabyan Gambus sukses menarik perhatian banyak pemirsa.

Lagunya yang berjudul “Ya Habibal Qalbi” di Youtube bahkan sudah ditonton lebih dari 130 juta kali. Konon merupakan jumlah views tertinggi di Youtube untuk genre musik selawat.

Nah, di rubrik Nafkah kali ini, Mojok Institute tertarik untuk membahas berapa penghasilan Sabyan Gambus ini.

Sejauh ini, penghasilan Sabyan Gambus berasal dari dua sumber, yaitu honor manggung, dan penghasilan dari Youtube.

Dilansir dari tayangan Hitam Putih, Sabyan Gambus pernah menyebutkan tarif manggung mereka.

“Sekitar 30 – 40 juta rupiah,” kata Ayus.

Tarif ini tentu sangat luar biasa, sebab di awal karir mereka 2-3 tahun yang lalu, tarif mereka masih sebatas di angka 3 juta rupiah.

Dari tayangan Hitam Putih pula, diketahui bahwa dalam satu minggu, Sabyan Gambus hanya libur 1-2 hari. Itu artinya, dalam seminggu, Sabyan gambus manggung sebanyak 5 hari, alias 20 hari selama satu bulan.

Jika dihitung dengan menggunakan tarif 30 juta, itu artinya, dalam satu bulan, Sabyan Gambus bisa mendapatkan honor manggung sebesar Rp600 juta.

Nah, selain dari honor manggung, Sabyan juga mendapatkan penghasilan dari Youtube.

Seperti diketahui, akun Youtube Sabyan Gambus merupakan akun dengan pertumbuhan penonton dan subscriber yang begitu pesat.

Akun Youtube Official Sabyan Gambus, misalnya, sejak benar-benar aktif sembilan bulan yang lalu, dengan hanya delapan video, sudah berhasil mengumpulkan 2 juta subscriber dan 352 juta views.

Sementara akun Sabyan Channel, sejak benar-benar aktif lima bulan yang lalu, dengan 66 video, sudah berhasil mengumpulkan 16 juta views.

Dari akun Youtube ini, bisa dihitung berapa perkiraan penghasilan yang didapatkan oleh Sabyan Gambus.

Di Indonesia, rata-rata Effective Cost per mille atau CPM (penghasilan untuk setiap 1.000 penayangan) berada di angka $0,68.

Dengan menggunakan patokan CPM ini, penghasilan Sabyan Gambus dari akun Youtube Officialnya itu bisa dihitung dengan rumus (total views / 1000) x $0,68 : jumlah bulan sejak masa aktif.

Akun Youtube Official Sabyan Gambus, dengan jumlah total views yang mencapai 352.364.803 (per tulisan ini dibuat) dan menggunakan rate dolar sebesar Rp13.877, maka jumlah perkiraan penghasilannya adalah:

(352,364,803 / 1000) x $0,68 : 9 = Rp369.468.982.

Sementara akun Sabyan Channel, dengan jumlah total views yang mencapai 16.474.572 (per tulisan ini dibuat) dan menggunakan rate dolar yang sama, maka perkiraan penghasilannya adalah:

(16.474.572 / 1,000) x $0,68 : 5 = Rp31.093.678.

Jika ditotal, jumlah penghasilan per bulan Youtube Sabyan Channel adalah sebesar Rp369.468.982 + Rp31.093.678 = Rp400.562.660 alias sekitar Rp400 juta.

Nah, jika ditotal dari honor manggung dan penghasilan dari Youtube, dalam sebulan, Sabyan Gambus bisa mendapatkan penghasilan sebesar Rp 1 miliar.

Sungguh, itulah senyata-nyatanya berkah selawat.

Eh, btw, dedek Nissa masih jomblo nggak sih?

sabyan gambus

  • 983
    Shares


Tirto.ID
Loading...

No more articles