MOJOK.CO – Setelah terjebak di gua selama 17 hari, ketiga belas orang dari tim sepak bola lokal Thailand berhasil dievakusi dan selamat. Bagaimana kisah mereka sesungguhnya?

Sepekan terakhir, dunia dikejutkan dengan kabar hilangnya 13 orang dalam Gua Tham Luang, Provinsi Chiang Rai, Thailand. Ketiga belas orang ini—seluruhnya laki-laki—adalah tim sepak bola lokal setempat, yaitu klub Moo Pa (Wild Boars),  yang terdiri dari 12 remaja berusia 11 hingga 16 tahun beserta seorang pria dewasa berusia 25 tahun yang merupakan asisten pelatih, Ekkapol Janthawong.

Menurut beberapa sumber, Ekkapol memang kerap mengajak anak-anak didiknya berlatih dengan menempuh perjalanan, termasuk ke gua-gua, demi ketahanan fisik. Namun hari itu, seluruh anggota—termasuk Ekkapol—tidak kembali ke rumah. Kekhawatiran keluarga bertambah karena Thailand baru saja diguyur hujan deras.

Melalui beberapa kali pencarian, pihak kepolisian sampai pada simpulan yang menyatakan bahwa ketiga belas anggota Moo Pa ini dinyatakan hilang.

Sontak, selama beberapa hari, perhatian warga dunia tersedot pada kisah hilangnya 12 remaja dan seorang pelatih di Tham Luang. Tagar #ThaiCaveRescue pun langsung menggema di banyak media sosial.

Syukurnya, per Selasa (10/7) waktu setempat, keseluruhan korban berhasil diselamatkan dalam keadaan hidup setelah terjebak di dalam gua sejak 23 Juni 2018. Kisah heroik para penyelamat dikagumi, sementara kesabaran para korban mengundang haru yang luar biasa.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut Mojok sajikan kronologi terjebaknya 12 remaja dan pelatih mereka, hingga tiba di hari di mana mereka berhasil diselamatkan.

Baca juga:  Datang Deklarasi #2019GantiPresiden di Batam, Neno Warisman Ditolak!

1. Pada tanggal 23 Juni 2018, seluruh anggota tim beserta pelatih melakukan perjalanan untuk latihan menggunakan sepeda. Mereka memutuskan untuk masuk ke dalam Gua Tham Luang di Thailand Utara. Sebagai informasi, gua ini sebenarnya disarankan untuk tidak dimasuki lebih dari satu kilometer.

2. Ketiga belas orang ini masuk ke dalam gua melebihi batas maksimal. Beberapa sumber menyebutkan, alasan dilakukannya hal ini adalah untuk menghindari banjir yang datang akibat hujan deras yang turun.

3. Penjaga taman nasional menemukan sepeda anggota tim masih berada di kawasan Tham Luang saat taman hendak ditutup. Sementara itu, keluarga korban mulai khawatir karena anak-anaknya tak kunjung kembali ke rumah. Mereka segera melapor pada pihak berwenang.

4. Pencarian ketiga belas anggota tim Moo Pa dimulai hari Senin (25/6), tapi tidak langsung berjalan mulus. Air yang membanjiri gua menjadi penghambat dilakukannya proses pencarian lanjutan.

5. Pasukan Angkatan Laut (AL) Thailand yang turun tangan dalam pencarian ini tak menyerah dan mulai memasang kamp di area gua. Namun lagi-lagi, prosesnya terhambat—kali ini karena adanya hujan lebat.

6. Thailand menambah jumlah pasukan penyelamat. Selain AL, bergabung pula Polisi Federal Australia, pakar penyelamatan dari China, tentara Amerika Serikat, pakar gua dan penyelam dari Inggris, serta tim dari Myanmar dan Laos.

7. Tim penyelamat berhasil mencapai lokasi ketiga belas anggota Moo Pa berada pada hari Senin (2/7). Artinya, mereka semua telah terjebak di gua selama 9 hari, tepatnya di atas gundukan kering dalam gua, sejauh 4 kilometer dari mulut gua.

Baca juga:  Anies Baswedan, Sang ‘Gubernur Indonesia’

8. Tim penyelamat tidak bisa membawa semua anggota klub sepak bola tersebut saat itu. Mereka harus kembali berpisah setelah penyelamat berjanji akan kembali untuk melakukan misi penyelamatan. Anak-anak kuat kita ini menjawab segera, “Oh, sampai jumpa besok.”

9. Beberapa sumber menyebutkan, Ekkapol si pelatih adalah seorang mantan biksu. Dengan ilmu yang dimiliki, ia membantu seluruh anak didiknya untuk bermeditasi dan tetap bersikap tenang meski tengah terjebak di dalam gua.

10. Tim penyelamat mempersiapkan makanan, oksigen, dan bantuan medis yang sekiranya dibutuhkan oleh mereka yang terjebak dalam gua. Saat itu, level oksigen Gua Tham Luang telah menurun hingga mencapai angka 15 persen.

11. Mengingat keadaan cuaca dan hujan lebat yang membahayakan, pihak berwenang sempat mempertimbangkan membiarkan ketiga belas orang tadi untuk tinggal di dalam gua hingga kondisi aman—yang berarti selama 4 bulan mendatang.

12. Komandan AL Thailand menyarankan upaya penyelamatan segera dilakukan, meski terbilang ekstrem.

13. Selama masa persiapan penyelamatan, anak-anak di dalam gua berkirim surat dengan keluarga melalui bantuan penyelam di tim penyelamat. Kebanyakan dari mereka menuliskan perasaan sayang dan hormat mereka, hingga meminta jus dan daging untuk disajikan jika penyelamatan berhasil dilakukan.

14. Dalam proses ini, seorang penyelam dari tim penyelamat Thailand tewas selagi kembali dari dalam gua setelah memastikan anak-anak dan pelatihnya mendapatkan jalur udara untuk bernapas. Tragedi ini meningkatkan kewaspadaan untuk melakukan evakuasi sesegera mungkin.

Baca juga:  7 Fakta The Jak Mania Haringga Sirla Tewas Dikeroyok: Ridwan Kamil Murka, Anies Melayat

15. Evakuasi diputuskan dilakukan hari Minggu (8/7), meskipun sebagian besar anak-anak tidak bisa berenang sama sekali.

16. Tim penyelam terdiri dari 90 orang ahli—40 orang dari Thailand dan 50 dari luar negeri. Evakuasi dilaksanakan dengan sistem penjagaan, di mana satu orang anak dikawal oleh dua orang penyelam. Proses penyelaman dilakukan dengan perlengkapan masker full-face dan tabung oksigen.

17. Jalur penyelaman yang dilakukan tidaklah mudah karena penuh dengan air dan lumpur, berjarak 4 km dari mulut gua.

18. Pada misi penyelamatan pertama, empat anak laki-laki berhasil keluar dari gua dengan bantuan penyelam dari tim penyelamat gabungan. Empat anak berikutnya berhasil diselamatkan pada hari berikutnya, Senin (9/7). Kloter terakhir selesai pada hari Selasa (10/7) dengan membawa empat anak lainnya beserta sang pelatih.

19. Seluruh korban terjebak dalam gua telah dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan yang layak.

Ya, setelah terjebak di gua selama 17 hari, ketiga belas anggota tim sepak bola lokal ini akhirnya berhasil bertemu keluarga dan cahaya matahari.

FIFA pun tak luput memberi perhatian pada tragedi ini. Pihak FIFA secara resmi telah mengundang ketiga belas korban tadi untuk menonton final Piala Dunia 2018 yang berlangsung di Rusia.

Namun, di balik seluruh janji manis yang menanti ketiga belas orang yang baru saja terjebak di gua ini, tim penyelamat gabungan Thailand sungguh patut diapresiasi. Di tangan mereka, Mission Impossible itu berubah menjadi Mission Accomplished dengan gemilang. Syukurlah! (A/K)