Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Seperti Ahok, Ustaz Evie Effendi Juga Bisa Disebut Penista Agama

Redaksi oleh Redaksi
13 Agustus 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Ceramah Ustaz Evie Effendi yang menafsirkan sebuah ayat di Al-Quran dengan tidak tepat, memunculkan polemik. Yang ia paparkan tersebut mengkhawatirkan dapat menyebabkan salah paham tentang Nabi Muhammad. Akan berakhir seperti kasus Ahok kah?

Sekilas, penampilan Ustaz Evie Effendi memang tidak nampak seperti ustaz. Tidak bergamis dan bersurban. Ia justru terlihat lebih sering mengenakan kemeja flanel dan celana jeans. Khasnya ketika berbicara adalah nyunda, lucu, dan dengan kata-kata berima. Tentu dengan hal ini ia menjadi mudah menyasar anak-anak muda.

Namun pada 11 Agustus 2018 lalu, Ustaz Evie Effendi dilaporkan seorang mahasiswa, Hasan Malawi ke Polda Jawa Barat. Pasalnya, dalam ceramahnya, ia menyebut Nabi Muhammad pernah sesat.

Hasan mengungkapkan, ceramah Evie Effendi yang menyebutkan Nabi Muhammad pernah sesat sebelum diangkat menjadi Rasulullah merupakan bentuk penistaan agama. Evie dianggap sangat serampangan dalam menafsirkan surat Ad-Duha ayat 7.

Evie menyatakan semua orang di muka bumi ini pernah tersesat, termasuk Nabi Muhammad. jadi orang yang memperingati Maulid Nabi adalah memperingati kesesatannya.

“Setiap kita bodoh, ada di Alquran Surat Ad-Dhuha, ‘wa wajadakan dhooollan fa hada’. Setiap orang itu sesat awalnya, Muhammad termasuk. Maka kalau ada yang Muludan ini memperingati apa ini, memperingati kesesatan Muhammad.” Ungkap Evie dalam cuplikan ceramahnya.

Laporan Hasan Malawi tersebut dilakukan setelah ada penolakan dari berbagai pihak tentang ceramah Evie. Serta memunculkan kegelisahan dari kader IPNU se-Jabar karena tafsiran yang dilakukan Evie Effendi sangat krusial sekali salahnya. Seharusnya, Evie menafsirkan dengan takwil yang benar dan sesuai konteks, tidak semena-mena.

Tafsiran yang keliru tersebut, ditakutkan membuat masyarakat salah paham atas Nabi Muhammad. Apalagi, segmentasi ceramah Evie ini menyasar ke anak muda. Hasan khawatir hal tersebut justru membuat generasi bangsa salah persepsi.

Evie Effendi dilaporkan oleh Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Jawa Barat. Atas dugaan UU ITE dengan nomor laporan: LPB/769/VIII/2018/JABAR. Meski sebelumnya, Evie akan dilaporkan dengan pasal penistaan agama. Namun dikarenakan pelapor tidak ada di tempat dan materi ceramahnya tersiar di media sosial, polisi menyarankan untuk membuat laporan dengan tuduhan UU ITE.

“Kita tidak mau ini terjadi reaksi yang besar. Kita pun sudah meredamnya. Ini lebih parah dari kasus Ahok.” Tambah Hasan.

Dengan banyaknya reaksi yang muncul, Evie melakukan klarifikasi dan meminta maaf. Permintaan maaf tersebut diunggah di media sosialnya.

Ia meminta maaf karena telah melakukan kesalahan dalam ceramahnya. Yakni menyatakan bahwa Muhammad tersesat sebelum diangkat sebagai nabi. Namun ia berdalih bukan itu yang ia maksud. Evie pun meminta maaf kepada seluruh ormas Islam yang mungkin tersinggung dengan pernyataannya.

Dengan kejadian ini, semoga menjadi pelajaran bagi dirinya atau siapapun supaya lebih hati-hati dalam melisankan sesuatu terlebih perihal agama. Selain itu, hal ini juga akan membuatnya lebih banyak belajar karena dirinya masih dhoif (lemah) tentang ilmu agama. Ia meminta bimbingan agar lebih paripurna, lebih bijak, lebih arif dalam menyampaikan perihal agama yang menjadi tanggung jawab bersama.

Meski Evie Effendi telah meminta maaf, Hasan tetap melanjutkan laporan tersebut. Selain itu, IPNU Jabar juga menuntut Evie tidak lagi bicara di publik soal keagamaan karena ia tidak memiliki kapasitas.

Iklan

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Kombes Pol Trunoyudo, menyebutkan pihaknya memang telah menerima laporan tersebut. Selanjutnya, polisi akan memanggil ahli melalui Direskrimsus untuk kemudian diuji digital. Polda Jabar juga mengungkapkan telah menggandeng MUI dan ulama untuk memproses laporan yang ada.

Iya sih, sudah memohon maaf. Tapi mohon maaf nih. Kalau memang nanti terbukti menistakan agama, harus diproses secara fair loh, ya! (A/L)

Terakhir diperbarui pada 13 Agustus 2018 oleh

Tags: ahokevie effendiipnu jabarjawa baratpenista agamapolda jabarustaz
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Sweeping buku oleh aparat Jawa Barat: mencekal ilmu pengetahuan, masyarakat tak boleh pintar MOJOK.CO
Ragam

Derita Jadi WNI: Dipaksa Anti-Pengetahuan dan Tak Boleh Pintar, Suka Baca Buku Dianggap “Ancaman”

22 September 2025
pendidikan dii jawa barat.MOJOK.CO
Aktual

Pemprov Jabar “Jalan Sendiri”: Pendidikan Amburadul, Anak Jadi Korban, dan Cetak Rekor Memalukan

29 Juli 2025
Tasikmalaya Bikin Malu: Santri, tapi Fitnah Hindia Memuja Setan MOJOK.CO
Esai

Saya Malu Menjadi Orang Tasikmalaya, Kota yang Menolak Hindia karena Tuduhan Pemuja Setan tapi Membiarkan Oknum Kiai Cabul ke Santriwati

17 Juli 2025
Kecamatan Gedebage Bandung.MOJOK.CO
Ragam

Kecamatan Gedebage Bandung Rusak karena Salah Urus Pemerintahnya, Warga Menderita oleh Banjir dan Bau Busuk Sampah

21 Mei 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Alasan Kita Perlu Bersama Andrie Yunus di Tengah Pejabat Korup. MOJOK.CO

ICW: Usut Tuntas Kekerasan “Brutal” terhadap Andrie Yunus, Indikator Bahaya untuk Pemberantasan Korupsi

14 Maret 2026
Mahasiswa UGM hidup nomaden sambil kuliah di Jogja demi gelar sarjana

Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman

17 Maret 2026
Mudik Gratis dari BUMN 2026. MOJOK.CO

Mudik Gratis BUMN 2026: Hemat Rp600 Ribu dari Jakarta-Solo Tanpa Pusing Dana THR Berkurang

18 Maret 2026
Sulitnya Jadi Penjual Gudeg, Susah-susah Siapkan Makanan Khas Jogja Berujung Dapat Celaan Wisatawan Mojok.co

Sulitnya Jadi Penjual Gudeg, Susah-susah Siapkan Makanan Khas Jogja Berujung Dapat Celaan Wisatawan

15 Maret 2026
Gaji Cuma 8 Juta di Jakarta Jaminan Derita, Tetap Miskin dan Stres MOJOK.CO

Kerja di Jakarta dengan Gaji Nanggung 8 Juta Adalah “Bunuh Diri” Paling Dicari karena Menetap di Kampung Bakal Tetap Nganggur dan Miskin

19 Maret 2026
Ada potensi anomali ketika wisata Jogja diserbu 8,2 juta wisatawan. Daya beli rendah, tapi ada ancaman masalah MOJOK.CO

Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi

19 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.