Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Prabowo Presiden Jawa Barat Meski Gerindra Kalah Duluan di Jawa

Redaksi oleh Redaksi
1 Juli 2018
A A
prabowo
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Tak percaya quick count, Gerindra gelar quick count internal dan menyebut Sudrajat unggul di pertarungan Pilgub Jawa Barat. Artinya, Prabowo Presiden Jawa Barat! Eh, gimana, gimana?

Setelah beberapa orang dari pihak Partai Gerindra, termasuk Fadli Zon, menyatakan belum ingin mengakui kemenangan Ridwan Kamil sebagai Gubernur Jawa Barat dari hasil quick count, kali ini giliran Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Gerindra Jawa Barat, Mulyadi, yang berbicara.

Meski tidak mengakui-mengakui amat hasil quick count, ia rupanya mensyukuri peningkatan suara yang didapat oleh pasangan Sudrajat-Syaikhu, alias pasangan Asyik, dalam hasil survei lembaga hitung cepat. Selain itu, sebagai seorang Gerindra sejati, tak lupa ia menambahkan keyakinan penting yang ia percayai: hasil ini adalah bentuk kerja keras Prabowo Subianto.

Lebih lanjut, tingginya suara yang didapat oleh pasangan Asyik adalah bukti bahwa Jawa Barat memiliki kepercayaan yang tinggi pula pada Prabowo. Tak tanggung-tanggung, Mulyadi—tanpa Agus—menegaskan keyakinannya ini, “Buat Jabar, beliau itu sudah Presiden.”

Wah, wah, mula-mula bicara soal Pilgub 2018, tapi kok ujung-ujungnya mepet ke Pilpres 2019 juga, ya?

Tapi, pernyataannya bukanlah tanpa alasan. Diakuinya, pihak Gerindra telah melakukan penghitungan cepat versi mereka sendiri. Dalam quick count ala Gerindra, coba tebak, siapa yang nomor satu?

Ya, pasangan Asyik, dong~

Karena perolehan suara yang tinggi, sekali lagi Mulyadi menjelaskan dengan mantap bahwa bukan hanya Sudrajat yang makin mendekati kursi Gubernur Jawa Barat, namun Prabowo—selaku Ketua Umum Gerindra—pun hampir pasti menjadi Presiden! Ya, Prabowo Presiden Jawa Barat!

Tentu saja, pernyataan yang bersifat percaya diri ini patut diacungi jempol. Tapi, di saat yang bersamaan, keyakinan ini juga mengundang pertanyaan: bukankah Gerindra kalah di beberapa daerah di Jawa? Hmm?

Sepertinya, hal itu bukanlah masalah besar bagi Gerindra. Fadli Zon menegaskan, di kawasan Jawa Barat dan Jawa Tengah, toh Gerindra berhasil mendapat kemenangan di 45 persen kabupaten dan kota. Kurang apalagi, coba?

Well, jika pihak Gerindra begitu yakin bahwa Prabowo Presiden Jawa Barat adalah kemungkinan yang besar, akankah mereka mulai mengabadikan keyakinan ini pada suatu monumen, supaya lebih maksimal? Sebagai contoh, jika di antara Jawa Barat dan Jawa Tengah terdapat tugu bertuliskan “Siliwangi adalah Rakyat Jawa Barat, Rakyat Jawa Barat adalah Siliwangi”, Gerindra mungkin bisa membuat tugu serupa dengan tulisan “Prabowo adalah Presiden Jawa Barat, Presiden Jawa Barat adalah Prabowo”.

Tapi, yang terpenting, dalam pernyataan futuristik semacam itu, sesungguhnya ada satu pesan dari kami: pihak Gerindra harus mulai lebih sering menyebut Prabowo dengan nama lengkapnya, Prabowo Subianto. Bukan apa-apa, soalnya sekarang ini banyak bermunculan orang-orang dengan nama Prabowo. Salah satunya bahkan bertransformasi menjadi seleb Tik Tok dengan nama panggung Bowo Alpenliebe.

Yah, biar nggak salah tangkep aja, gitu.

Terakhir diperbarui pada 1 Juli 2018 oleh

Tags: AsyikBowo AlpenliebeCapresgerindrajawa baratPrabowo Subiantopresidensudrajat
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Doktor termuda di UGM, Jogja ingin jadi presiden. MOJOK.CO
Sosok

Doktor Termuda UGM Usia 25 Tahun Ingin Jadi Presiden RI, Meneruskan Sepak Terjang BJ Habibie di Bidang Eksakta

6 November 2025
kapitalisme terpimpin.MOJOK.CO
Ragam

Bahaya Laten “Kapitalisme Terpimpin” ala Prabowonomics

21 Oktober 2025
Prabowo-Gibran.MOJOK.CO
Kabar

7 Alasan Mengapa Satu Tahun Masa Kepemimpinan Prabowo-Gibran Layak Diberi Nilai 3/10

20 Oktober 2025
makan bergizi gratis MBG.MOJOK.CO
Kabar

Omon-Omon MBG 99 Persen Berhasil, Padahal Amburadul dari Hulu ke Hilir 

19 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ujian SIM C. MOJOK.CO

Pelajaran Berharga dari Gagal Ujian SIM C Sebanyak 11 Kali: Diam Bukan Pilihan untuk Melawan Hal yang Janggal

18 Mei 2026
Anak Jakarta vs Anak Kabupaten.MOJOK.CO

4 Tahun Merantau di Jakarta Bikin Sadar, “Orang Kabupaten” Jauh Lebih Toksik dari Anak Jaksel: Sialnya, Susah di-Cut Off

19 Mei 2026
Kos di Jogja, kos campur, dapur.MOJOK.CO

Kos Induk Semang: Tempat Terbaik buat Mahasiswa Irit dan Kenyang, tapi Menyimpan Sisi Lain yang Bikin Penghuninya Tak Nyaman

13 Mei 2026
Museum Ibu Marsinah jangan berhenti sebagai simbol, tapi negara harus serius pikirkan kesejahteraan kaum buruh MOJOK.CO

Museum Ibu Marsinah Jangan Berhenti sebagai Simbol, Tapi Kesejahteraan Buruh Harus Benar-benar Dipikirkan

18 Mei 2026
Janji Bodong Revolusi Industri: Aplikasi AI Mulai Membantai Pekerja Kreatif Lokal MOJOK.CO

Janji Bodong Revolusi Industri: Aplikasi AI Mulai Membantai Pekerja Kreatif Lokal

18 Mei 2026
Kopi starling dan kopi keliling: cuma Rp5 ribu tapi beri suntikan kekuatan pekerja kantoran di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel) untuk survive kerja tanpa Work Life Balance MOJOK.CO

Kopi Starling Cuma 5 Ribu tapi Beri Kekuatan Pekerja Jaksel Survive Tanpa Work Life Balance, Ketimbang 50 Ribu di Coffee Shop Elite

14 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.