• 34
    Shares

MOJOK.COSetelah gempa dan tsunami melanda Kota Palu, semua akses lumpuh. Namun saat ini sinyal telepon seluler mulai tersambung, meski masih sulit.

Gempa berkekuatan 7,7 SR berpusat di laut Donggala yang mengakibatkan tsunami di Pantai Palu, Sulawesi Tengah pada Jumat kemarin (28/9) telah melumpuhkan kota Palu. Korban luka-luka dan meninggal sebagian besar masih belum dievakuasi. Sebelumnya, gempa berkekuatan 5,7 SR yang mengguncang Donggala pada pukul 14.00 juga terasa di Kota Palu dan menimbulkan kepanikan.

Menurut Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, tsunami tersebut terjadi beberapa menit setelah gempa besar berkekuatan 7,7 SR mengguncang Kabupaten Donggala, Kota Palu dan sekitarnya pada pukul 17.02 WIB. Titik pusat gempa sendiri berada di kedalaman 10 km, tepatnya 27 km Timur Laut Donggala.

Kepala Pusat Gempat dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono memastikan bahwa tsunami yang terjadi tersebut cukup tinggi dengan ketinggian antara 1,5 meter sampai 2 meter.

Padahal sore itu, di sekitar Pantai Palu tengah dipersiapkan acara budaya bertajuk pembukaan perhelatan Pesona Palu Nomoni ke III. Acara ini adalah rangkaian HUT 40 Provinsi Sulawesi Tengah. Acara tersebut rencananya akan dibuka oleh Gubernur Sulteng pada pukul 19.15 WITA, dan akan digelar pada 28 September hingga 3 Oktober 2018.

Saat ini ada empat daerah yang terdampak paling parah setelah gempa dan tsunami yang mengguncang Palu dan Donggala tersebut. Yakni Kabupaten Donggala, Kota Palu, Kabupaten Parigi Moutong dan Mamuju Utara.

Baca juga:  Kenapa Liputan Bencana Alam Malah Bagai Telenovela dan Penuh Air Mata?

Menurut informasi, hingga pukul 02.00 WITA kemarin, gempa-gempa kecil masih terus terjadi yang membuat masyarakat panik dan berlarian menuju ketinggian. Gempa dan tsunami yang melanda Kota Palu tersebut telah melumpuhkan semua akses.

Namun kondisi terakhir disebutkan, sinyal telkomsel sudah mulai tersambung meski hanya kadang-kadang. Hal ini dikarenakan kondisi sinyal masih sulit serta lisrik masih padam. Sehingga, masyarakat yang berada di sana menyarankan supaya lebih baik berkomunikasi melalui SMS saja serta tidak terlalu lama untuk menelpon. Hal ini supaya dapat menghemat baterai sambil menunggu akses listrik menyala.

Selain itu menurut kabar, perjalanan tim dari Poso ke Palu masih terkendala di kebun kopi. Perjalanan kemudian direkomendasikan melewati Napu.

Kini masyarakat Palu yang selamat dari gempa dan tsunami telah mengungsi di titik yang cukup aman. Dari informasi terdapat beberapa titik pengungsian sementara. Antara lain, lapangan 132 Tadulako, halaman balai kota serta lapangan-lapangan yang berada di ketinggian.

Korban yang selamat dan terluka juga tidak dapat semuanya tertampung di rumah sakit yang ada di Palu, sebagian besar masih dirawat di tempat pengungsian sementara.

Saat ini kota Palu dalam kondisi lumpuh total, akses masuk dan keluar jalur darat terputus di beberapa titik. Pasca peristiwa tersebut, masyarakat Palu sangat membutuhkan bantuan. Belum lagi masih banyak korban yang belum dievakuasi dan teridentifikasi.

Baca juga:  Bendera Setengah Tiang, Kenapa Dikibarkan Tanggal 30 September?

Semoga bantuan segera sampai dan teman-teman di Palu dapat dikuatkan. Aminnn…. (A/L)

  • 34
    Shares


Tirto.ID
Loading...

No more articles