• 74
    Shares

MOJOK.CO Tidak seperti Prabowo, kubu petahana memiliki dua superstar sekaligus: Jokowi dan Erick Thohir.

Sepak terjang Partai Demokrat dalam Pilpres 2019 kembali memasuki babak baru. Setelah penunjukkan resmi Erick Thohir untuk bergabung dengan koalisi Jokowi—yang merupakan lawan politik Demokrat dan koalisi Prabowo—Andi Arief kembali bersuara.

Wasekjen Demokrat yang sempat booming karena cuitannya soal mahar politik Sandiaga Uno ini diketahui menyindir Erick Thohir, sang ketua tim kampanye nasional Jokowi (TKN) tersebut. Menurut Andi, hadirnya Erick Thohir justru membawa masalah baru, yaitu munculnya terlalu banyak superstar dalam TKN Jokowi.

Bagi Andi, sebuah kubu calon presiden dan calon wakil presiden idealnya memiliki satu orang superstar saja—tidak lebih. “Dalam pilpres ini, misal ada Erick Thohir, ada Jokowi, (maka) superstar-nya terlalu banyak, nggak bisa. Superstar itu harus satu,” tegas Andi, malam tadi, Minggu (9/9).

Lalu, bagaimana dengan superstar di koalisi Prabowo, tempat Demokrat bergabung?

Dengan sigap, Andi menyebutkan bahwa Prabowo adalah superstar tunggal dalam koalisinya. Tidak seperti Jokowi, Prabowo tidak memiliki superstar pendamping lainnya.

“Yang mau dipilih yang mana? Yang perlu kita tahu, superstar dalam pemilu ini adalah Prabowo. Jadi dialah superstar-nya itu. Jadi jangan sampai ada pertemuan superstar-nya itu banyak, nggak bisa,” sambung Andi.

Tapi memangnya, seberapa besar, sih, nilai superstar yang dimiliki oleh Erick Thohir dalam kubu Jokowi?

Baca juga:  Tentang Zheng Siwei/Huang Yaqiong, Lawan Owi/Butet di Semifinal

Tingkat ke-superstar-an Erick Thohir ini setidaknya bisa dilihat dari pengalaman terakhirnya sebagai Ketua Panitia Asian Games 2018, sebuah gelaran pesta olahraga se-Asia yang terbilang sukses dengan gemilang.

Selanjutnya, minimnya pengalaman politik Erick pun ternyata justru menonjolkan karakter superstar yang ia miliki. Pasalnya, posisinya yang tidak membawa kepentingan khusus dari partai tertentu ini justru dianggap mampu dan layak dalam proses pengakomodasian semua kepentingan partai terkait.

Latar belakangnya sebagai pengusaha juga disebut-sebut kian membuat Erick Thohir tampak sebagai superstar, apalagi ia memang dipasang untuk meraup minat milenial dalam mendukung Jokowi-KH Ma’ruf Amin.

Berangkat dari alasan-alasan inilah, Andi Arief dengan kekeuh menyebut bahwa kubu petahana terlalu kebanyakan superstar, yaitu Jokowi dan Erick Thohir. Padahal, di kubu Prabowo itu sendiri, sesungguhnya Andi Arief pun merupakan superstar terkenal.

Eh, tunggu. Itu, sih, Andi /rif, ya! (A/K)