Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Ada Jokowi dan Erick Thohir, Andi Arief Sebut Kubu Petahana Penuh Superstar

Redaksi oleh Redaksi
10 September 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Tidak seperti Prabowo, kubu petahana memiliki dua superstar sekaligus: Jokowi dan Erick Thohir.

Sepak terjang Partai Demokrat dalam Pilpres 2019 kembali memasuki babak baru. Setelah penunjukkan resmi Erick Thohir untuk bergabung dengan koalisi Jokowi—yang merupakan lawan politik Demokrat dan koalisi Prabowo—Andi Arief kembali bersuara.

Iklan

Wasekjen Demokrat yang sempat booming karena cuitannya soal mahar politik Sandiaga Uno ini diketahui menyindir Erick Thohir, sang ketua tim kampanye nasional Jokowi (TKN) tersebut. Menurut Andi, hadirnya Erick Thohir justru membawa masalah baru, yaitu munculnya terlalu banyak superstar dalam TKN Jokowi.

Bagi Andi, sebuah kubu calon presiden dan calon wakil presiden idealnya memiliki satu orang superstar saja—tidak lebih. “Dalam pilpres ini, misal ada Erick Thohir, ada Jokowi, (maka) superstar-nya terlalu banyak, nggak bisa. Superstar itu harus satu,” tegas Andi, malam tadi, Minggu (9/9).

Lalu, bagaimana dengan superstar di koalisi Prabowo, tempat Demokrat bergabung?

Dengan sigap, Andi menyebutkan bahwa Prabowo adalah superstar tunggal dalam koalisinya. Tidak seperti Jokowi, Prabowo tidak memiliki superstar pendamping lainnya.

“Yang mau dipilih yang mana? Yang perlu kita tahu, superstar dalam pemilu ini adalah Prabowo. Jadi dialah superstar-nya itu. Jadi jangan sampai ada pertemuan superstar-nya itu banyak, nggak bisa,” sambung Andi.

Tapi memangnya, seberapa besar, sih, nilai superstar yang dimiliki oleh Erick Thohir dalam kubu Jokowi?

Tingkat ke-superstar-an Erick Thohir ini setidaknya bisa dilihat dari pengalaman terakhirnya sebagai Ketua Panitia Asian Games 2018, sebuah gelaran pesta olahraga se-Asia yang terbilang sukses dengan gemilang.

Selanjutnya, minimnya pengalaman politik Erick pun ternyata justru menonjolkan karakter superstar yang ia miliki. Pasalnya, posisinya yang tidak membawa kepentingan khusus dari partai tertentu ini justru dianggap mampu dan layak dalam proses pengakomodasian semua kepentingan partai terkait.

Latar belakangnya sebagai pengusaha juga disebut-sebut kian membuat Erick Thohir tampak sebagai superstar, apalagi ia memang dipasang untuk meraup minat milenial dalam mendukung Jokowi-KH Ma’ruf Amin.

Berangkat dari alasan-alasan inilah, Andi Arief dengan kekeuh menyebut bahwa kubu petahana terlalu kebanyakan superstar, yaitu Jokowi dan Erick Thohir. Padahal, di kubu Prabowo itu sendiri, sesungguhnya Andi Arief pun merupakan superstar terkenal.

Eh, tunggu. Itu, sih, Andi /rif, ya! (A/K)

Terakhir diperbarui pada 10 September 2018 oleh

Tags: Andi /rifandi ariefasian games 2018Erick ThohirJokowi-Ma'ruf AminKetua TKNmahar politikPartai DemokratPilpres 2019superstartimses jokowi
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Ketum PSSI Erick Thohir dan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi bahas soal Liga 3 dan Liga 4 di Jawa Tengah MOJOK.CO
Kilas

Liga 3 dan 4 bakal Bergulir di Jawa Tengah, Bina Bakat-bakat Muda dari Desa…

8 Agustus 2025
Kalau gue jadi Patrick Kluivert, gue nggak mau menjadi pelatih Timnas Indonesia gantikan Shin Tae Yong karena Ketum PSSI Erick Thohir problematik MOJOK.CO
Ragam

Kalau Jadi Patrick Kluivert Gue Nggak Mau Kerja sama Erick Thohir yang Interview Kerja di Hari Raya, Tak Punya Value dan Tak Tahu Batas

9 Januari 2025
Timnas Indonesia Gagal Lagi di AFF, Siapa yang Pantas Disalahkan?
Video

Timnas Indonesia Gagal Lagi di AFF, Siapa yang Pantas Disalahkan?

28 Desember 2024
partai demokrat mojok.co
Kotak Suara

Peneliti BRIN: Ketimbang PDIP, Demokrat Lebih Mungkin Gabung Koalisi Prabowo

12 September 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jaga Momentum Emas di Mandalika, Mario Aji dan Veda Ega Siap Unjuk Gigi di Kandang Sendiri MOJOK.CO

Jaga Momentum Emas di Mandalika, Mario Aji dan Veda Ega Siap Unjuk Gigi di Kandang Sendiri

20 Juli 2026
Ilustrasi - Cerita bapak dulu bungah antar anak wisuda sarjana dari PTS Jogja, kini nelangsa antar anak susah cari kerja meski modal ijazah S1 MOJOK.CO

Cerita Bapak Dulu Bahagia Antar Anak Wisuda Sarjana, Kini Nelangsa Antar Cari Kerja Pakai Ijazah SMA karena S1 Tak Guna

19 Juli 2026
Ketika Syarat "Sehat Jasmani dan Rohani Menjadi Tembok Diskriminasi yang Menjegal Difabel di Bursa Kerja.MOJOK.CO

Ketika Syarat “Sehat Jasmani dan Rohani” Menjadi Tembok Diskriminasi yang Menjegal Difabel di Bursa Kerja

17 Juli 2026
Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa "Mungkin Ada Benarnya" ke Jogja.mojok.co

Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa “Mungkin Ada Benarnya” ke Jogja

16 Juli 2026
KOMSAH: Sejahterakan petani di Klaten. MOJOK.CO

Tinggalkan Profesi Dokter untuk Jadi Penasihat Kelompok Tani, Optimalkan Anugerah Tanah Klaten yang Subur

20 Juli 2026
Cerita alumnus Unika, side hustle untuk temukan kebermaknaan. MOJOK.CO

Kisah Alumnus Unika Pilih Side Hustle dengan Mengubah Sampah Plastik Jadi Kerajinan agar Waras dari Kerjaan Freelance

15 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.