Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Andi Arief dan Dugaan Mahar Politik, Mulai dari Diancam Parpol hingga Dikejar Bawaslu

Redaksi oleh Redaksi
25 Agustus 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Menyusul pernyataannya terkait mahar politik, kini Andi Arief harus menghadapi ancaman fisik sekaligus panggilan resmi dari Bawaslu.

Polemik pernyataan Andi Arief, Wasekjen Demokrat, terkait mahar politik yang diduga dilakukan oleh cawapres Sandiaga Uno kini memasuki babak baru. Setelah berkeluh kesah melalui laman Twitternya, Andi Arief justru memilih untuk tak memenuhi panggilan Bawaslu (Badan Pengawas Pemilihan Umum). Tak tanggung-tanggung, ia diketahui telah mangkir tiga kali dari undangan permintaan keterangan Bawaslu.

Iklan

Namun demikian, Ketua Bawaslu Abhan menyebutkan bahwa pihaknya akan kembali memanggil Andi Arief pada hari Senin (27/8). Menurut Andi Arief sendiri, hal ini disebabkan keadaan orang tuanya yang masih sakit.

“Ada kemungkinan saya masih belum bisa kembali ke Jakarta karena saya masih harus bersama orang tua saya yang belum sehat sepenuhnya.”

Sebelumnya, Andi telah memberikan tiga opsi tindakan Bawaslu agar dirinya tetap dapat memberikan kesaksiannya soal dugaan mahar politik, yaitu video call, surat klarifikasi tertulis yang ditandatangani, atau klarifikasi yang berlokasi di Bawaslu Lampung. Namun, menurut Andi, tak satu pun opsi yang diajukan diterima oleh Bawaslu.

Belum lagi selesai masalah ketidakhadiran Andi Arief pasca diundang Bawaslu, dirinya kini kembali menjadi berita. Pasalnya, Andi disebut menerima ancaman, lagi-lagi, terkait dengan dugaan mahar politik Sandiaga Uno agar menjadi pendamping Prabowo Subianto.

Dijelaskan oleh Ketua DPP Gerindra Habiburokhman, ancaman yang diterima oleh Andi Arief ini tidaklah berasal dari parpol pendukung Prabowo-Sandiaga Uno.

“Kalau soal ancaman, clear saya sudah cek tidak dari kubu empat partai tersebut, Gerindra, PAN, PKS, Demokrat. Tidak dari situ. Kita nggak tahu dari mana. Sudah saya cek semua,” ujar Habiburokhman di kantor Bawaslu, Jumat (24/8) lalu.

Diakui Habiburokhman, sebelumnya Andi Arief pernah bicara mengenai isu keberadaan elite politik yang akan mengancam dan mengintimidasinya. Secara pribadi, Andi mengaku merasa resah karena ancaman yang diterimanya adalah ancaman fisik. Pada media, ia menyebutkan, “Terhadap isu yang saya terima tadi malam bahwa salah satu ketua DPD partai politik di Jakarta yang mengorder etnis tertentu untuk mengintimidasi saya, tentu saya khawatir.”

Karena keresahannya tersebut, kabarnya Andi tengah mempertimbangkan bantuan polisi untuk menjaga keamanan dan keselamatannya, setelah sebelumnya menyatakan akan mengiri, utusan ke elite parpol terkait untuk melakukan klarifikasi. (A/K)

Terakhir diperbarui pada 25 Agustus 2018 oleh

Tags: andi ariefgerindraHabiburokhmankoalisi Prabowomahar politikpanPKSPrabowo SubiantoSandiaga UnoWasekjen Demokrat
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Busuknya Romantisasi ala Jogja Ancam Damainya Salatiga (Unsplash)
Pojokan

Sisi Gelap Salatiga, Kota Terbaik untuk Dihuni yang Katanya Siap Menggantikan Jogja sebagai Kota Slow Living dan Frugal Living

5 Januari 2026
kapitalisme terpimpin.MOJOK.CO
Ragam

Bahaya Laten “Kapitalisme Terpimpin” ala Prabowonomics

21 Oktober 2025
Prabowo-Gibran.MOJOK.CO
Kabar

7 Alasan Mengapa Satu Tahun Masa Kepemimpinan Prabowo-Gibran Layak Diberi Nilai 3/10

20 Oktober 2025
makan bergizi gratis MBG.MOJOK.CO
Kabar

Omon-Omon MBG 99 Persen Berhasil, Padahal Amburadul dari Hulu ke Hilir 

19 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mahasiswa KKN di desa

Suasana KKN Tak Seindah Konten di TikTok: Banyak Drama Sesama Mahasiswa, hingga Tangis Palsu Saat Perpisahan dengan Warga Desa

5 Agustus 2026
Derita lansia pakai cashless seperti QRIS. MOJOK.CO

Derita Lansia Tak Bisa Beli Roti Hanya karena QRIS yang Menghantui

4 Agustus 2026
Cara Beli Rumah di Desa Tanpa Dihantui KPR Puluhan Tahun MOJOK.CO

Punya Rumah di Desa Itu Perkara Mudah bagi Pasangan Muda, Yang Susah adalah Membeli Privasi dan Rasa Nyamannya

4 Agustus 2026
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X bertemu dengan tim KKP membahas program budi daya ikan tematik. (Sumber: Humas Pemda DIY)

64 Lokasi di Kalurahan DIY Kecipratan Jatah Program Budi Daya Ikan Tematik dari KKP

5 Agustus 2026
Berkaca dari Kasus Yurizal, Kita Sibuk Mengajari Anak Menjadi Pintar sampai Lupa Mengajarinya punya empati MOJOK.CO

Berkaca dari Kasus Yurizal: Kita Sibuk Mengajari Anak Menjadi Pintar sampai Lupa Mengajarinya Berempati

7 Agustus 2026
77 persen lulusan sekolah vokasi (sarjana terapan) tembus dunia kerja. Lebih dari dari lulusan S1 MOJOK.CO

Lulusan Sekolah Vokasi (Sarjana Terapan) Lebih Laris di Dunia Kerja dari S1, Industri Butuh yang Berketerampilan

7 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.