Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Pasangan WNA “Dirujak” Netizen Karena Mendorong WNA Lain Agar Pindah ke Bali

Redaksi oleh Redaksi
18 Januari 2021
A A
netizen
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Jangan main-main dengan netizen Indonesia, kalau mereka sudah bersatu, mereka susah ditenangkan, apalagi dikalahkan. 

Untuk urusan galak dan brutal di media sosial, netizen Indonesia tentu saja tak bisa diragukan. Kalau saja ada standar internasional kegalakan netizen, niscaya netizen Indonesia bakal menempati salah satu posisi teratas dengan indeks paling tinggi.

Seorang warga Amerika bernama Kristen Gray paham betul akan hal ini. Perempuan yang setahun terakhir tinggal di Bali ini baru saja merasakan bagaimana pedihnya menjadi bulan-bulanan netizen Indonesia karena mendorong sesama warga negara asing untuk berani pindah ke Bali utamanya di masa pandemi.

Melalui utas panjang di akun Twitternya, ia menuliskan pengalamannya selama tinggal di Bali bersama kekasihnya.

“Moving out of America in my 20s has been a game-changer. I’ve been living in Bali, Indonesia for over a year with my girlfriend. A Thread.” Tulis Kristen Gray.

Dalam utas panjang tersebut, ia menceritakan betapa menyenangkannya tinggal di Bali. Ia bisa menjalani gaya hidup yang jauh lebih bahagia di Bali. Selain biaya hidup yang jauh lebih murah ketimbang biaya hidup yang ia tanggung saat masih tinggal di Amerika, Gray juga mengatakan bahwa Bali cukup ramah terhadap kultur LGBT, hal yang membuat dirinya yang memang seorang lesbian bisa hidup tenang.

Utas panjang tersebut bagi banyak warga Indonesia sudah cukup menjadi masalah, setidaknya di ranah media sosial, sebab Gray terkesan mengamplifikasi bahwa Bali hanyalah sekadar suaka hidup bagi warga negara asing.

Lebih lanjut, cuitan Gray paling menjadi masalah adalah perihal promosinya tentang ebook berjudul “Our Bali Life is Yours” yang ia jual seharga USD 30 atau sekitar 400 ribu rupiah.

Dalam ebook tersebut, Gray membagikan tips-tips utamanya tentang mekanisme pindah ke Bali, termasuk bagaimana mengakali visa menggunakan agen visa khusus serta trik agar bisa masuk ke Indonesia di masa pandemi.

Konten dalam ebook tersebut tentu saja bikin banyak orang meradang. Maklum saja, saat ini, Indonesia sedang berjuang melawan pandemi Covid-19 yang memang sedang ganas-ganasnya salah satunya dengan menutup akses pintu masuk bagi para warga negara asing yang ingin berlibur ke Indonesia.

Yang lebih bikin dongkol lagi tentu saja saja adalah cuitan akun kekasih Gray, Saundra. Saundra mencuitkan tentang keengganannya membayar pajak di Indonesia karena ia merasa tak mencari uang rupiah.

“Why would I have to pay taxes if I never made IDR? I pay American taxes for making USD.”

Tak pelak, baik Gray maupun Saundra pun kebanjiran mention yang isinya hampir semuanya menghujat mereka berdua dan menyuruh agar mereka berdua segera pergi meninggalkan Indonesia.

Kini, baik akun Gray maupun Saundra sama-sama dikunci.

Iklan

Pengalaman tersebut tentu bakal menjadi kenangan yang akan sangat berkesan bagi Gray dan Saundra tentang betapa dahsyatnya netizen Indonesia kalau sudah “bersatu”.

Netizen Indonesia keras, Lur. Lha gimana, wong sama tetangga sendiri yang jelas kenal saja kadang kalau nyinyir pedihnya sampai ke ulu hati, apalagi sama warga negara asing.

BACA JUGA Stereotip Bagi Orang Bali Kayak Saya Ketika Merantau ke Jogja dan artikel KILAS lainnya. 

Terakhir diperbarui pada 18 Januari 2021 oleh

Tags: Balikristen graynetizensaundra
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Pekerja Jogja Kangen Mengadu Nasib di Bali, Kerjanya Sama-Sama Santai dan Biaya Hidup Lebih Murah Mojok.co
Pojokan

Mending Kerja di Bali daripada Jogja, Kerjanya Sama-Sama Santai dan Biaya Hidup Lebih Murah

30 Maret 2026
Pantai Drini, Gunungkidul kehilangan keasrian dan identitas. Korban wisata Jogja yang dimirip-miripkan dengan Bali MOJOK.CO
Catatan

Pantai Drini Gunungkidul Kehilangan Identitas dan Keasrian Alami, Korban Wisata Jogja yang Dimirip-miripkan Bali

5 Maret 2026
Resign kerja di Jakarta pilih di Bali. MOJOK.CO
Ragam

Baru Satu Tahun Kerja di BUMN, Pilih Resign karena Nggak Kuat “Ugal-ugalan” di Jakarta sampai Temukan Peluang Karier Lebih Baik di Bali

6 Januari 2026
Guru SD dari Badung, Bali, menabung lama demi antar anak ke Audisi Umum PB Djarum 2025 Kudus MOJOK.CO
Ragam

Guru SD Bali Menabung-Seberangi Laut demi Anak Kejar Mimpi Bulu Tangkis di Kudus, Kebal Sorakan yang Menjatuhkan Mental

12 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ujian SIM C. MOJOK.CO

Pelajaran Berharga dari Gagal Ujian SIM C Sebanyak 11 Kali: Diam Bukan Pilihan untuk Melawan Hal yang Janggal

18 Mei 2026
Catatan Getir Dosen Kalcer: Tampil Keren, tapi Cemas Mahasiswanya Jadi Sarjana Menganggur MOJOK.CO

Catatan Getir Dosen Kalcer: Tampil Keren, tapi Cemas Mahasiswanya Jadi Sarjana Menganggur

20 Mei 2026
Nikah di KUA dianggap murahan. MOJOK.CO

Nikah di KUA adalah Solusi bagi Karjimut karena Gratis, tapi Keluarga Menentang Hanya karena Gengsi dan Dicap Nggak Niat

20 Mei 2026
Sulap lahan kosong jadi kebun kosong untuk ketahanan pangan mandiri. MOJOK.CO

Ironi Lihat Balita Gizi Buruk di Bogor hingga Oknum Nakes yang Promosikan Sufor, Alumnus UNJ Ini Buka Kebun Sayur di Lahan Mangkrak 

16 Mei 2026
Melalui Seminar Literasi di Pesta Buku Jogja, IKAPI DIY dorong Yogyakarta jadi Ibu Kota Buku UNESCO karena punya ratusan penerbit MOJOK.CO

Jogja dan Produksi Pengetahuan Lewat Ratusan Penerbit Buku, Modal Jadi Ibu Kota Buku UNESCO

16 Mei 2026
Pandeglang, Mati-matian Bertahan di Jogja Buat Apa? MOJOK.CO

5 Tahun Merantau, Sadar Kalau Pandeglang dan Jogja Itu Mirip: Tak Ramah Buat Cari Duit, Masyarakatnya pun Pasrah sama Nasib 

17 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.