Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Guru SD Bali Menabung-Seberangi Laut demi Anak Kejar Mimpi Bulu Tangkis di Kudus, Kebal Sorakan yang Menjatuhkan Mental

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
12 September 2025
A A
Guru SD dari Badung, Bali, menabung lama demi antar anak ke Audisi Umum PB Djarum 2025 Kudus MOJOK.CO

Ilustrasi - Guru SD dari Badung, Bali, menabung lama demi antar anak ke Audisi Umum PB Djarum 2025 Kudus. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Seorang guru SD, menabung, menyeberangi laut dari Bali untuk antar anak mengejar mimpi dalam Audisi Umum PB Djarum 2025 di Kudus. Bapak-anak itu saling menguatkan tekad satu sama lain di tengah sorakan-sorakan yang bisa menjatuhkan mental.

***

Memasuki babak 16 besar Audisi Umum PB Djarum 2025, jumlah peserta yang bertanding di GOR Jati Kudus makin menyusut. Ratusan peserta lain—dari berbagai daerah—sudah terelimnasi. Kini tinggal sisa-sisa peserta terbaik untuk berebut slot di PB Djarum.

Kendati begitu, suasana di GOR Jati Kudus masih tetap riuh sebagaimana hari-hari sebelumnya. Pekikan ekspresif anak-anak dari dalam lapangan saling bersahut dengan sorakan-sorakan para pendukung.

Salah satu sisi lapangan yang terdengar sangat riuh sekali adalah lapangan tempat Kadek Devandra Amartha Putra yang bertanding di kategori KU12. Di babak 16 besar, bocah asal Badung, Bali itu bertanding melawan peserta asal Banyumas, Jawa Tengah, Naufal Rasyid Adz Dzaki.

Pendukung Naufal jauh lebih banyak nan riuh. Sepanjang pertandingan, pendukung Naufal, yang mayoritas anak-anak, tak henti-henti menyemangati Naufal. Sesekali juga menyoraki Devandra, baik saat ia kehilangan poin atau saat selebrasi usai pukulan shuttlecock-nya masuk.

Sementara di kubu Devandra, hanya suara dukungan kecil dari teman-temannya yang terdengar timbul-tenggelam. Di samping instruksi-instruksi intens yang diberikan oleh seorang bapak-bapak bertubuh atletis di kursi pelatih.

Tetap tenang meski diserbu sorakan-sorakan yang menjatuhkan mental

Devandra tumbang di set pertama. Tapi ia berhasil memaksakan pertandingan hingga ke set tiga (rubber set).

Pada pertandingan set kedua dan ketiga inilah situasi makin riuh. Pasalnya, baik Devandra maupun Naufal saling kejar-kejaran poin. Bahkan, set ketiga memberi tekanan besar bagi bocah asal Badung, Bali tersebut.

Pasalnya, setelah unggul jauh dan hanya menyisakan satu poin untuk menutup pertandingan, poin Devendra justru terus terkejar. Sorakan-sorakan pendukung Naufal makin kencang. Kalau tak terbiasa, bisa-bisa mental Devandra jatuh di situ.

Namun, atas instruksi dari “sosok di kursi pelatih”, Devandra tampak mencoba lebih tenang dan fokus. Sosok di kursi pelatih itu bukannya tak panik sama sekali. Kepanikan itu terbaca dari gestur kakinya yang terus digerak-gerakkan, meski wajahnya tampak sangat tenang.

Gede Joni (42) asal Badung, Bali, mendampingi sang anak di Audisi Umum PB Djarum 2025 Kudus MOJOK.CO
Gede Joni (42) asal Badung, Bali, mendampingi sang anak di Audisi Umum PB Djarum 2025 Kudus. (Aly Reza/Mojok.co)

Energi ketenangan yang ditularkan sosok di kursi pelatih itupun berbuah manis. Devandra berhasil menuntaskan set ketiga dengan kemenangan dan lolos ke babak selanjutnya. Selangkah lagi mendapatkan tiket lolos PB Djarum.

Sosok di kursi pelatih itupun tak bisa menyembunyikan rasa bungahnya. Dia beranjak dari kursi dengan tepuk tangan kegirangan dan senyum lebar sekali.

Suara di luar tak ada artinya, tutup telinga

Awalnya saya mengira sosok laki-laki kekar itu adalah pelatih Devandra. Ternyata bukan, melainkan bapak Devandra sendiri. Namanya Gede Joni (42).

Iklan

Kata Joni, Devandra sebenarnya tergabung dalam klub bulu tangkis di Bali: PB Bima Sakti. Namun, di Audisi PB Djarum 2025 Kudus tersebut, Joni mengantar anaknya sendiri (audisi jalur mandiri), tidak bersama klub.

Gede Joni, guru SD asal Badung, Bali, dampingi anak di Audisi Umum PB Djarum 2025 Kudus MOJOK.CO
Gede Joni, guru SD asal Badung, Bali, dampingi anak di Audisi Umum PB Djarum 2025 Kudus. (Aly Reza/Mojok.co)

Jika mau jujur, Joni sebenarnya cemas juga saat harus mendampingi sang anak menghadapi momen-momen krusial seperti hari itu, Kamis (11/9/2025). Wong tiap malam sebelum besoknya bertanding saja Joni kerap overthinking sendiri: bisa menang atau tidak, bisa maksimal atau tidak.

“Situasi seperti tadi memang jadi tekanan. Tapi saya fokus menenangkan anak agar fokus ke pertandingan. Suara di luar itu nggak ada artinya, jadi tutup telinga. Yang penting adalah cari poin, cari kelemahan musuh,” ungkap Joni.

Guru SD dari Badung Bali duduk di kursi pelatih, minder dengan pelatih lain

Joni ternyata seorang guru SD di Badung, Bali, yang tentu tak mendalami soal ilmu kepelatihan bulu tangkis, kendati ia sebenarnya rutin memainkan olahraga tersebut di desanya.

Hanya saja, sejak sang anak aktif bermain di klub dan kerap mengikuti kompetisi, Joni mengaku mulai belajar sedikit demi sedikit terkait teknikal.

“Kalau teknik kan sudah dilatih oleh pelatihnya. Kalau di rumah saya lebih ke fisik. Bangun pagi harus lari, skipping, angkat beban, sama menempa tekadnya,” tutur Joni.

Sejujurnya, dari hari pertama mendampingi sang anak, ada perasaan minder juga dari diri Joni. Pasalnya, anak-anak lain kebanyakan ditemani oleh “pelatih sungguhan”.

“Tapi saya lebih nyaman dan merasa tenang kalau bapak yang menemani dan berkomunikasi di lapangan,” begitu ucap Devandra.

Wajar saja. Kemistri bapak-anak itu tampak erat sekali. Salah satu momen yang saya tangkap adalah ketika sang bapak memberi tos penuh semangat di jeda set kedua, demi tetap menjaga asa Devandra.

Gede Joni dan Devandra saling tos untuk menjaga semangat di Audisi Umum PB Djarum 2025 Kudus MOJOK.CO
Gede Joni dan Devandra saling tos untuk menjaga semangat di Audisi Umum PB Djarum 2025 Kudus. (Aly Reza/Mojok.co)

Guru SD, menabung, menyeberang laut dari Bali demi antar anak kejar mimpi

Tahun ini adalah kali pertama Devandra mengikuti Audisi Umum PB Djarum. Dua tahun terakhir, Joni memang mempersiapkan betul sang anak untuk mengikuti audisi bergengsi tersebut.

“PB Djarum itu menurut saya sebagai klub utama yang melahirkan sang juara. Jadi idaman setiap pemain, anak-anak apalagi, pasti ingin bisa jadi keluarga PB Djarum. Karena sudah melahirkan banyak legenda,” ungkap Joni.

Demi mengantar sang anak mengejar mimpi menjadi bagian dari PB Djarum, Joni intens menabung untuk bekal keberangkatan ke Kudus. Joni, Devandra, dan rombongan kecilnya bertolak dari Bali menggunakan bus. Menyeberang laut ke Surabaya dulu, lalu lanjut perjalanan bus ke Kudus.

Aksi Devandra, peserta asal Badung, Bali MOJOK.CO
Aksi Devandra, peserta asal Badung, Bali. (Ega Fansuri/Mojok.co)

“Jadi saya cuti dulu dari mengajar selama seminggu. Sekolah sangat mendukung. Misalnya sering tak sekolah karena ada kompetisi itu dapat dispenasari,” kata Joni.

Warga sedesa Joni pun tak kalah mendukung. Sudah beberapa kali Devandra ikut kompetisi bulu tangkis di Bali. Lumayan sering menyabet juara juga. Jika juara, warga desa sampai memberi hadiah untuk Devandra karena dianggap telah mengharumkan nama desa.

Peluk haru dan kerelaan terpisah jarak demi masa depan anak

Tembus PB Djarum memang menjadi target utama bagi Joni dan Devandra, meski ini menjadi tahun pertama mereka mengikuti Audisi Umum PB Djarum.

Pagi ini, Jumat (11/9/2025), Devandra bertanding di babak 8 besar. Ia berhadapan dengan Raynard Foster Taygen.

Devandra menuntaskan set pertama dengan mulus. Namun, situasi deg-degan terjadi di set kedua. Kejar-kejaran poin terjadi begitu ketat. Devandra juga berkali-kali tersungkur di lapangan. Tubuhnya basah kuyup oleh keringat karena harus meladeni perlawanan sengit dari lawan.

Akan tetapi, energi bocah ini seperti tak habis-habis, tak kenal lelah. Gerakannya masih lincah kendati sesekali nafasnya naik-turun.

Pukulan demi pukulan terus dilayangkan. Loncat sana-loncat sini. Hingga akhirnya ia bisa menuntaskan set kedua dengan kemenangan. Dua set langsung.

Tak ada arah lain yang Devandra tuju setelahnya selain tempat sang bapak berdiri di pinggir lapangan. Di sana sang bapak menunggu dengan tepuk tangan keras dan senyum sumringah. Lega. Setelah hari-hari dan beberapa menit sebelumnya tegang dan cemas.

Devandra langsung menghambur ke pelukan sang bapak, Gede Joni. Dalam Audisi PB Djarum 2025 Kudus, peserta yang lolos dari babak 8 besar ke babak selanjutnya memang sudah dipastikan lolos karantina PB Djarum. Artinya, Devandra sudah memastikan satu posisi di sana.

Gede Joni dan Devandra berpelukan usai memastikan lolos karantina Audisi Umum PB Djarum 2025 Kudus MOJOK.CO
Gede Joni dan Devandra berpelukan usai memastikan lolos karantina Audisi Umum PB Djarum 2025 Kudus. (Aly Reza/Mojok.co)

“Bangga, jelas. Terharu juga. Satu sisi memang ada sedihnya karena akan terpisah dengan anak kalau nanti karantina. Tapi saya relakan, karena ini demi masa depannya,” tutur Joni dengan senyum yang terus mengembang di wajahnya.

Upaya menabung, perjalanan jauh menyeberangi laut sampai ke Kudus demi mengantar anak lolos audisi klub bulu tangkis ternama itu akhirnya tuntas juga.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Doa Tak Putus dan Ketegaran Ibu untuk Masa Depan Anak di Arena Bulu Tangkis, Terpisah Raga tapi Senantiasa Bertaut Jiwa atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 12 September 2025 oleh

Tags: audisi pb djarumBalikuduspb djarumpilihan redaksi
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Siswa terpintar 2 kali gagal UTBK SNBT ke Universitas Brawijaya (UB). Terdampar kuliah di UIN malah jadi mahasiswa goblok dan nyaris DO MOJOK.CO
Edumojok

Gelar Siswa Terpintar Tak Berarti buat Kuliah UB, Terdampar di UIN Malah Jadi Mahasiswa Goblok, Nyaris DO dan Lulus Tak Laku Kerja

3 April 2026
Punya rumah besar di desa jadi simbol kaya tapi terasa hampa MOJOK.CO
Sehari-hari

Punya Rumah Besar di Desa: Simbol Kaya tapi Percuma, Terasa Hampa dan Malah Iri sama Kehidupan di Rumah Kecil-Sekadarnya

2 April 2026
kuliah di jurusan sepi peminat.mojok.co
Edumojok

Nekat Kuliah di Jurusan Sepi Peminat PTN Top: Menyesal karena Meski Lulus Cumlaude, Ijazah Dianggap “Sampah” di Dunia Kerja

2 April 2026
KA Eksekutif, Kereta eksekutif KAI Jogja ke Jakarta nggak nyaman. MOJOK.CO
Catatan

Backpackeran Naik KA Eksekutif Jogja-Jakarta Demi Menyembuhkan Luka, Malah Dibuat Kesal dengan Kelakuan Norak Penumpangnya

1 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Peaky Blinders: The Immortal Man Adalah Film yang Seharusnya Tidak Ada (?)

Peaky Blinders: The Immortal Man Adalah Film yang Seharusnya Tidak Ada (?)

30 Maret 2026
Perjuangan UTBK SNBT demi lolos universitas terbaik di Semarang (Universitas Diponegoro alias Undip). Numpang di masjid hingga andalkan makan dari warga saat kelaparan MOJOK.CO

UTBK SNBT Modal Nekat dan Keberuntungan demi Undip: Tak Bawa Uang, Numpang Tidur di Masjid-Bergantung Makan dari Warga saat Kelaparan

30 Maret 2026
Kerja Susah di Jogja, Diledek Orang Surabaya Gak Bakal Sukses. MOJOK.CO

Nekat Tinggalkan Surabaya untuk Meniti Karier di Jogja, Menyesal Tak Dengarkan Nasihat Orang Tua yang Terlanjur Kecewa

31 Maret 2026
Gen Z rela sise hustle

Tak Cukup Satu Gaji, Gen Z Rela “Side Hustle” dan Kehilangan Kehidupan demi Rasa Aman dan Puas Punya Pekerjaan Sesuai Keinginan

30 Maret 2026
Resign after lebaran karena muak dengan kantor toxic demi work life balance di Jogja MOJOK.CO

Nekat Resign After Lebaran karena Muak Kerja di Kantor Toxic, Pilihan “Ngawur” untuk Cari Happy tapi Stres Tetap Tak Terhindarkan

30 Maret 2026
Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

29 Maret 2026

Video Terbaru

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

29 Maret 2026
Klinik Kopi dan Mitos Slow Living yang Ternyata Cuma Ilusi

Klinik Kopi dan Mitos Slow Living yang Ternyata Cuma Ilusi

28 Maret 2026
Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

26 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.