MOJOK.COToilet sekolah zaman sekarang memang mahal-mahal, biaya bikinnya sampai ratusan juta.

Urusan membikin toilet itu sejatinya adalah urusan yang biasa. Nggak ada istimewa-istimewanya. Namun kalau sudah berhubungan dengan pemerintah, bisa lain ceritanya. Itulah yang sekarang sedang terjadi pada proyek pembangunan ratusan toilet di sejumlah sekolah di Kabupaten Bekasi yang dalam beberapa waktu terakhir ini menjadi perbincangan yang bukan hanya hangat, tapi juga sangat panas.

Pembangunan ratusan toilet sekolah tersebut merupakan bagian dari persiapan rencana pembukaan sekolah tatap muka di 2021.

Seperti diketahui, Pemerintah Kabupaten Bekasi memang menganggarkan setidaknya Rp98 miliar untuk pembangunan 488 toilet di sejumlah sekolah yang tersebar di berbagai wilayah di Kabupaten Bekasi.

Anggaran yang sangat besar itulah yang kemudian menjadi perdebatan. Maklum, untuk membuat 488 toilet dengan anggaran sebesar Rp89 miliar, itu artinya, setiap toilet, biaya yang dihabiskan kurang lebih sebesar 200 juta.

Di Twitter, beredar foto toilet di SDN 04 Mangunjaya, Tambun Selatan, Bekasi. Toilet tersebut merupakan salah satu toilet yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Penampakan toilet itulah yang kemudian menjadi salah satu pemicu perdebatan terkait pembangunan toilet di sejumlah sekolah di Kabupaten Bekasi.

Jika dilihat sekilas, toilet yang berada di SDN 04 Mangunjaya itu tampak seperti toilet pada umumnya. Ukurannya pun tak besar, sekitar 2,7 x 2,6 meter.

Baca juga:  Kenapa Dedi Mulyadi Sampai Kalah dari Ridwan Kamil pada Pilgub Jabar?

Berdasarkan informasi yang dilansir dari CNN Indonesia, pelaksana proyek toilet tersebut adalah CV Cikal Kelapa Mandiri dengan nilai kontrak sebesar Rp196.848.000.

Kepala Bidang Bangunan Negara Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Bekasi, Benny Sugiarto Prawiro menyatakan bahwa menyatakan bahwa anggaran pembangunan toilet yang mencapai hampir Rp200 juta tersebut merupakan angka yang wajar sebab anggaran tersebut sudah termasuk pajak dan keuntungan untuk kontraktor.

“Pajak itu 12 persen dikurangi dengan ketentuan dari APBD itu kan ada keuntungan kontraktor 10 sampai 15 persen. Kalau dari situ harganya yang total untuk pembangunan itu Rp147 juta kalau tanpa pajak dan lain-lain,” terangnya.

Informasi pembangunan ratusan toilet yang menyerap anggaran puluhan miliar tersebut pada akhirnya sampai juga di telinga KPK. Manurut KPK, memang ada laporan dari masyarakat yang masuk terkait proyek pembangunan ratusan toilet tersebut.

KPK pun berjanji akan menindaklanjuti laporan tersebut.

“Sudah ada verifikasi dan telaah oleh tim pengaduan masyarakat KPK kepada pihak masyarakat pelapor. Namun demikian tentu terkait materi laporan tidak bisa kami sampaikan,” terang Pelaksana Tugas Juru Bicara Penindakan KPK Ali Fikri kepada CNN Indonesia. “KPK tentu akan melakukan langkah-langkah berikutnya sebagaimana hukum yang berlaku.”

Yah, sebagai warga negara yang baik, marilah kita percayakan saja proses hukum dan penyelidikan kepada pihak yang berwajib.

Baca juga:  Cafe Jamban, Usaha Seorang Dokter Mengangkat Derajat Toilet

Kita seyogianya berbaik sangka saja kepada penggarap proyek toilet sekolah ratusan juta itu.

Siapa tahu anggaran pembangunannya tinggi karena toiletnya dilengkapi dengan alat canggih yang bisa mengguyur sendiri dan bahkan bisa menceboki para siswa yang buang air kecil atau besar.

Atau siapa tahu anggaran pembangunannya tinggi karena toiletnya punya sensor asap canggih yang bisa langsung terhubung ke ponsel guru BP jika ada siswa yang merokok di dalam toilet.

Atau siapa tahu anggaran pembangunannya tinggi karena toiletnya punya fasilitas sensor rekomendasi makanan yang sebaiknya dimakan oleh pengguna toilet dilihat dari bentuk dan warna tahi yang baru saja dikeluarkan.

Siapa tahu, ya kan? Ingat, ini sudah zaman maju. Toilet yang dibikin mungkin bukan toilet sembarangan, minimal toilet 4.0. Siapa tahu.

toilet sekolah

BACA JUGA Alasan Kenapa Negeri Ini Butuh Lebih Banyak Toilet Umum dan artikel KILAS lainnya.