Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Asian Games Menghabiskan Biaya Sangat Besar Tapi Menguntungkan

Redaksi oleh Redaksi
3 September 2018
A A
asian games
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Asian Games 2018 Jakarta-Palembang secara resmi sudah selesai seiring dengan upacara penutupan yang digelar pada kemarin malam 2 September 2018.

Namun begitu, isu soal pesta olahraga terbesar di Asia ini masih banyak bergulir, pujian dan kritikan masih terus mengudara.

Banyak yang tak henti-hentinya memuji penyelengaraan Asian Games 2018 yang dianggap sukses besar, utamanya upacara pembukaan dan penutupannya. Pun, tak sedikit yang menyoroti Asian Games dari sisi anggaran yang diangap terlalu boros dan menyedot banyak uang negara.

Biaya penyelenggaraan Asian Games 2018 ini tak bisa dimungkiri memang terbilang cukup besar. Ketua INASGOC Erick Thohir mengatakan biaya yang dikeluarkan untuk penyelenggaraan Asian Games 2018 sebesar Rp5,4 triliun. Khusus untuk penyelenggaraan opening dan closing ceremony, Direktur Media dan Public Relations INASGOC, Danny Buldansyah menyebut bahwa biaya yang dikeluarkan adalah sebesar Rp467 miliar.

Sementara itu, total biaya yang dikeluarkan untuk penyelenggaraan Asian Games 2018 meliputi biaya penyelenggaraan, pembangunan infrastruktur (di Jakarta dan Palembang), dan sarana transportasi pendukung mencapai Rp30 triliun.

Hal tersebut dikatakan langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.

“Biaya untuk infrastruktur hampir Rp 7 triliun. Kemudian, perbaikan di Palembang dan DKI Jakarta hampir Rp 3 triliun. Keseluruhannya menjadi Rp 10 triliun,” kata Jusuf Kalla. “Ada juga infrastruktur jangka panjang, seperti transportasi di Palembang yakni Rp 7 triliun, dan di Jakarta Rp 10 triliun. Itu sudah Rp 27 triliun. Total keseluruhannya bisa mencapai Rp 30 triliun”

Banyaknya uang yang dihabiskan untuk membiayai Asian Games itulah yang kemudian dikritik oleh banyak pihak. Uang yang dikeluarkan dianggap terlau jor-joran dan berlebihan.

Nah, di tengah banyak kritik terkait pemborosan anggaran tersebut, Peter F. Gontha, pebisnis legendaris Indonesia yang juga Duta besar Indoensia untuk Polandia justru memuji langkah Indonesia sebagai penyelengara Asian Games.

Sosok yang menjadi penggagas gelaran pentas musik terbesar di Indonesia, Jakarta International Java Jazz Festival (Java Jazz)  ini mengatakan bahwa Indonesia memperoleh banyak keuntungan melalui Asian Games. Ia menyebut, dari 30 triliun yang dihabiskan, Indonesia bukan hanya balik modal, namun juga memperoleh untung sebesar 15 triliun.

“Ini (keuntungan 15 trilun) di luar royalti hak siar TV yangmembeli siaran langsung Asian Games di seuruh negara peserta ya.” ujar Peter Gontha melalui akun Facebooknya. “Juga belum termasuk pendapatan dari sponsor, iklan, tiket penonton yang selalu kehabisan.”

“Presiden ini telah membawa uang masuk sebesar 45,1 triliun rupiah dengan bermodal 30 triliun untuk sistem transportasi di Jakarta-palembang, infrastukrtur stadion, dll, seremoni pembukaan dan penutupan.” tambah Gontha. “Belum lagi keuntungan ekonomi hotel dan wisata rakyat yang berjualan kuliner, dan cendera mata.”

Nah, lho. Ini yang yang ngomong pebisnis kelas wahid lho. Pebisnis yang mendirikan Plaza Indonesia, RCTI, SCTV, Firstmedia, juga Indovision. Monggo kalau mau dibantah. Hehehe (A/M)

biaya asian games

Terakhir diperbarui pada 3 September 2018 oleh

Tags: asian gamesbiayapeter gontha
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Investasi saat resesi mojok.co
Pojokan

Habis Putus terus Ngeluh Udah Ngabisin Biaya Banyak buat Pacaran. Dipikir Cinta itu Investasi?

16 Januari 2020
asian para games
Kilas

Indonesia Jauh Lampaui Target dan Berjaya di Asian Para Games 2018

14 Oktober 2018
List

Serba-Serbi Asian Para Games 2018, dari Momo Hingga Tiket Gratis

11 Oktober 2018
Moknyus

Setelah Jokowi-Prabowo, Kini Erick Thohir dan Sandiaga Uno yang Pelukan kayak Teletubbies

8 September 2018
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kerjabilitas, Jembatan bagi Pencari Kerja Difabel Menembus Tembok Diskriminasi Industri.MOJOK.CO

Kerjabilitas, Jembatan bagi Pencari Kerja Difabel Menembus Tembok Diskriminasi Industri

17 Juli 2026
Cerita Pencari Kerja Difabel datang ke Job Fair Ditemani Ibu: ‘Semua Orang Punya Kemampuan asal Diberi Kesempatan’.MOJOK.CO

Cerita Jobseeker Difabel datang ke Job Fair Ditemani Ibu: ‘Semua Orang Punya Kemampuan asal Diberi Kesempatan’

17 Juli 2026
Dugaan Korupsi Bupati Sukoharjo: Warisan Bernama Korupsi MOJOK.CO

Dugaan Korupsi Bupati Sukoharjo: Warisan Bernama Korupsi 

13 Juli 2026
Suzuki S-Presso memang mobil aneh karena jelek tapi keren MOJOK.CO

Ibarat kata, Suzuki S-Presso adalah “Crocs KW” yang jelek tapi keren dan kini menjadi benteng pertahanan terakhir melawan kegilaan dunia yang serba mahal ini

14 Juli 2026
TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana MOJOK.CO

TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana

17 Juli 2026
Cari kerja, lamaran kerja, Mahasiswa gap year kuliah di Unila. MOJOK.CO

Kesalahan Bikin CV dan Hal-Hal Sepele Lain yang Justru Bikin Jobseeker Ditolak Saat Melamar Kerja

16 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.