• 2K
    Shares

MOJOK.CO – Mojok Institute melakukan sensus kepada Netizen Twitter, Facebook, dan Instagram untuk mengetahui apa yang mereka lakukan ketika berada di titik terendah dalam hidup mereka.

Seringkali kita merasa sedih dan kecewa ketika sesuatu yang buruk datang menghampiri hidup kita. Sedih karena menghadapi sesuatu yang buruk itu melelahkan, menyebalkan, dan kadang membuat kita frustasi. Dan makin sedih karena pikiran kita—seperti orang-orang pada umumnya—cuman pengin hidup yang isinya bahagia-bahagia aja.

Kenyataannya, merasa bahagia setiap saat adalah sesuatu yang mustahil. Serius! Omong kosong itu quote-quote positive vibes yang bikin kita berpikir kalau hidup yang baik adalah hidup yang isinya hal-hal positif doang wqwq. Nyatanya, kesedihan itu juga bagian dari kehidupan. Kita semua (hah, kita??) pasti akan merasakan kesedihan.

Yang menarik adalah, ketika giliran kita merasakan sedih, kadang kita nggak tahu apa yang membuat kita sedih. Ya tiba-tiba sedih aja gitu hahaha.

Beda dengan sedih yang jelas penyebabnya kayak putus, berantem sama teman, dapat nilai jelek—sedih yang nggak jelas alasannya seringkali berkelanjutan.

Kita kemudian menemukan diri kita sendiri berpikir sangat keras, lalu diselimuti perasaan dan pikiran negatif yang—untuk sebagian orang—dimanifestasikan dalam tindakan-tindakan brutal dan tidak rasional seperti menyakiti diri sendiri.

Titik inilah yang sering disebut orang sebagai titik terendah dalam hidup kita. Sebuah fase di mana dunia terasa jungkir balik. Satu-satunya perasaan yang bisa kita rasakan hanyalah perasaan negatif seperti sedih, gelisah, juga kehilangan energi dan motivasi.

Dan satu hal yang nggak kita tahu, fase ini dialami oleh semua orang. Iya, semua orang… Cuman ya mereka—sama kayak kamu—nggak banyak cerita tentang hal ini.

Meskipun penyebab sedihnya beda-beda, tapi yang harus kita pahami adalah nggak ada yang namanya tingkat kesedihan. Nggak ada sedih yang lebih berat atau lebih ringan. Yang namanya sedih mah mau apa pun penyebabnya ya sedih aja.

Kalau kamu tahu ada orang yang lagi sedih, jangan ikut-ikutan ngebandingin kesedihan orang itu dengan apa yang sudah kamu lalui sebelumnya. Cukup berempati, jangan balap-balapan untuk lihat siapa yang lebih menderita. Sedih kok disombongkan ck ck ck.

Tapi yang harus kita ingat adalah, perasaan sedih ini nggak akan bertahan selamanya. Dan cepat atau lambat kita akan bisa melewati itu semua.

Karena ketika ada di titik terendah dalam hidup ini kita nggak butuh motivasi, Mojok Institute dalam sensus minggu ini secara special akan membahas apa yang dilakukan orang lain ketika mereka berada di titik terendah dalam hidup mereka supaya kamu nggak ngerasa sendirian~

Baca juga:  Minggu Kelabu: Sering Sedih, Cemas, dan Ketakutan di Hari Minggu? Sama Saya Juga

Hasil sensus

Yang dilakukan orang-orang ketika berada di titik terendah dalam hidup mereka:

Hibernasi

Bagi sebagian orang, tidur adalah jawaban bagi semua masalah yang sedang dia hadapi. Saat berada di titk terendah dalam hidup mereka, orang-orang ini bisa hibernasi sampai berbelas-belas jam sambil berharap bangun-bangun beban masalahnya bisa hilang.

Ya pas bangun nggak langsung hilang sih. Yang ada malah bangun-bangun bengong, pusing dan kelaparan hahaha. Tapi ya nggak apa-apa. Biasanya setelah tidur panjang ini mereka akan merasa lebih baikan.

Nangis Sampai Ketiduran

Sekuat-kuatnya orang, meskipun dia bisa narik truk pakai gigi atau rambut kayak Limbad, kalau lagi ada di titik terendah dalam hidupnya, dia pasti akan menangis~

Kenapa pasti menangis? Karena air mata adalah respon otomatis yang muncul dari tubuh kita ketika dalam keadaan tertekan atau terluka. Dengan menangis, tubuh kita melepaskan hormon stress makanya kita bakal merasa lebih lega setelah menangis seharian atau menangis sampai ketiduran.

Bagi orang yang kesulitan menangis, mereka biasanya akan cari (((pancingan))) dengan nonton film-film sedih seperti drama korea, atau film Joshua oh Joshua.

“Buu… Jojo di luar bu… Jojo kedinginan…”

“Bu… Jojo lapar, buka pintunya bu…”

Menyendiri

Ketika berada di titik terendah dalam hidup, kita biasanya menghindari bertemu orang lain. Alasannya sederhana, kita nggak pengin orang lain tahu kalau sebenarnya kita “seberantakan itu”.

Kita kemudian akan lebih suka menarik diri, untuk berkontemplasi dan memikirkan kenapa kita bersedih dan bagaimana cara kita menghadapi kesedihan itu—yang ujung-ujungnya berakhir dengan tindakan membenci diri sendiri dan merasa tidak berguna.

Kejutan! Ternyata bukan kamu aja yang suka merasa kayak gitu, iya semua orang juga sama-sama suka merasa tidak berguna. Yeaaay~

Mencari Distraksi

Ketika ada yang berusaha melawan secara face-to-face tentang apa yang bikin dia bersedih, ada juga yang memilih untuk mencari pengalihan supaya nggak terus menerus mikirin kesedihan kayak ngefollow aku receh biar bisa ketawa-ketawa. Dan pilihan ini juga nggak apa-apa sih… Yang penting bisa membantu kita melewati hal-hal berat yang terjadi saat itu.

Kabur

Ada kalanya kita membutuhkan suasana baru untuk menyegarkan pikiran kita yang kusut dan njelimet nggak karu-karuan itu. Salah satu cara untuk menemukan suasana baru adalah dengan memutuskan untuk pergi ke suatu tempat yang jauh.

Baca juga:  Drama Kembalinya Awkarin yang Jual Akun Instagram ke Dirinya Sendiri

Ya nggak harus jauh-jauh amat sih kalau nggak punya uang wqwq. Cukup motoran atau bahkan jalan kaki, muter-muter kota, bisa sambil nangis, bisa sambil nyanyi-nyanyi atau bahkan teriak-teriak. Setelah kita capek, biasanya kita akan merasa lebih baikan.

Rebel

Ada juga beberapa orang yang mencoba melakukan hal yang nggak pernah mereka lakukan sebelumnya. Ngerokok, atau minum-minuman beralkohol. Bagi mereka, melakukan hal kayak gini adalah salah satu usaha mencari perhatian atau pertolongan dari orang-orang di sekitar mereka.

Curhat

Mendatangi orang-orang terdekat juga bisa menjadi cara untuk mendapatkan suntikan energi—atau bahkan pertolongan. Kadang yang kita butuhkan memang hanya kehadiran orang lain untuk meyakinkan kita bahwa kita nggak sendirian dan banyak sekali orang yang menyayangi dan peduli akan kehidupan kita.

Melakukan Kebaikan ke Orang Lain

Terakhir, banyak orang melawan kesedihan dengan berusaha membuat orang lain bahagia dengan harapan bisa kecipratan kebahagiaan mereka.

Melakukan kebaikan ke orang lain bisa jadi cara positif untuk melawan kesedihan karena bisa membuat kita merasa sedikit berguna dan merasa tidak terlalu buruk dengan hidup kita.

***

Jawaban terbaik:

Seperti biasa, ini adalah tiga jawaban terbaik yang berhak mendapatkan hadiah dari Mojok Institute:

Senja Wardani‏ Bersih2 beberes kosan, nyuci semua baju kotor event yg baru dikluarin sari lemari tp gajadi dipake sama gosok 2 kamar mandi di lantai 3 kamar kosan dulu. Ga puas. Telpon temen, ke kosan dia.. beresin kamar dia trus lanjut gosok kamar mandi kosan dia sampe kinclong. Lol.
Rinjani‏ Kepikiran buat donor satu ginjal ke orang yg membutuhkan saking ngerasa uselessnya pada waktu itu
DidiiithMakan roti tawar yang kedaluarsa tanggal 23 trus dimakan tanggal 25. Berharap keracunan trus dibawa ke RS biar ada yang merhatiin. Hasilnya, kenyang. Mules aja kagak.

Kalau kita nanti ada lagi di titik ini, ingatlah kalau seberat apa pun masalah yang sedang kita hadapi, kalau kita lihat ke belakang, kita pernah melewati masalah-masalah lain berkali-kali, dan kita masih tetap hidup sampai saat ini 🙂 ternyata kita memang lebih kuat dari apa yang kita pikirkan!!1!

Btw tumben nich mojok serius. Udah kayak media bener aja wqwq.

  • 2K
    Shares


Loading...



No more articles